NovelToon NovelToon
Cinta Dari Perjodohan

Cinta Dari Perjodohan

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta setelah menikah / Romansa
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: Cumi kecil

Khayla Atmaja, gadis 21 tahun yang ceria dan berani, harus menerima kenyataan dijodohkan dengan Revan Darmawangsa, pria 32 tahun yang dingin dan sibuk dengan pekerjaannya. Perjodohan yang diatur oleh Kakek Darius itu mempertemukan dua pribadi yang bertolak belakang. Khay yang hangat dan blak-blakan, serta Revan yang tertutup dan irit bicara. Awalnya pernikahan ini hanya dianggap kewajiban, namun seiring waktu, kebersamaan perlahan menumbuhkan perasaan yang tak terduga, mengubah perjodohan menjadi cinta yang sesungguhnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cumi kecil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 11 REVAN TURUN DAPUR.

Cahaya pagi menyusup perlahan ke dalam kamar tamu, membelai wajah Revan yang sudah terjaga sejak beberapa menit lalu. Matanya terbuka, menatap langit-langit dengan pikiran yang untuk pertama kalinya tidak langsung dipenuhi daftar pekerjaan.

Ia menoleh ke samping.

Khay masih tertidur nyenyak, tubuhnya meringkuk sedikit, wajahnya tenang dengan helaian rambut yang berantakan di bantal. Ada sisa ekspresi lelah sekaligus damai di wajah itu. Revan terdiam sejenak, memperhatikan napas Khay yang teratur.

" Tidurlah dengan tenang, " batinnya. Ia bangkit perlahan dari tempat tidur, berhati-hati agar tidak membangunkan Khay. Mengambil ponsel, melihat jam pukul enam pagi. Waktu yang cukup.

Revan keluar dari kamar dengan langkah ringan. Rumah masih sunyi. Para pelayan baru mulai beraktivitas di lantai bawah, suara langkah kaki terdengar samar. Ia turun ke dapur.

Begitu memasuki dapur utama, beberapa pelayan yang sedang bersiap langsung menoleh bersamaan. Ekspresi mereka berubah serempak kaget, bingung, nyaris tak percaya.

“Tuan?” salah satu pelayan bersuara ragu.

“Pagi,” jawab Revan singkat.

Kata pagi saja sudah cukup membuat mereka saling berpandangan.

“Ada… yang bisa kami bantu, Tuan?” tanya kepala dapur dengan hati-hati.

Revan menggeleng. “Saya mau menyiapkan sarapan.”

Kening kepala dapur mengerut. “Untuk… Tuan?”

“Untuk saya,” jawab Revan, lalu menambahkan, “dan istri saya.”

Keheningan jatuh di dapur. Beberapa koki yang sedang memotong bahan berhenti. Pelayan yang membawa nampan nyaris menjatuhkannya. Mereka tahu betul siapa Revan dingin, tegas, irit bicara, dan nyaris tak pernah masuk dapur kecuali untuk menegur soal standar.

Dan sekarang… tuan mereka menggulung lengan kemeja.

“Semoga Khay suka,” gumam Revan pelan, hampir tak terdengar. Ia mengambil celemek yang disodorkan dengan tangan gemetar oleh seorang pelayan. Revan mengenakannya dengan gerakan kaku, lalu mulai bekerja. Tangannya cekatan ternyata tidak asing dengan peralatan dapur.

“Jangan dibantu,” ucapnya singkat ketika dua pelayan refleks mendekat. “Cukup siapkan meja.”

“I-iya, Tuan.”

Revan menyiapkan sarapan sederhana tapi rapi: telur dadar lembut, tumis sayur ringan, roti panggang, dan segelas susu hangat. Ia mengingat

percakapan-percakapan kecil semalam tentang Khay yang tidak suka makanan terlalu berminyak, tentang kebiasaannya melewatkan sarapan kalau terburu-buru.

Ia menata piring dengan hati-hati. Tidak berlebihan. Tidak mewah. Tapi hangat.

Sementara itu, di kamar… Khay menggeliat kecil. Alisnya berkerut ketika tangannya menyentuh sisi tempat tidur yang kosong.

“Mas Revan…?” gumamnya pelan. Ia membuka mata, duduk perlahan. Pandangannya menyapu kamar tidak ada Revan. Selimut di sisi sana sudah rapi, tanda Revan bangun lebih dulu.

“Mas Revan ke mana?” gumam Khay lagi, kali ini lebih jelas. Ia turun dari tempat tidur, merapikan rambut seadanya, lalu melangkah keluar kamar. Rumah terasa hidup suara lembut aktivitas pagi terdengar dari berbagai arah.

Khay menuruni tangga dan bertemu seorang pelayan.

“Mbak,” panggil Khay spontan.

Pelayan itu langsung menunduk hormat. “Selamat pagi, Nyonya.”

Khay agak kikuk mendengar sebutan itu. “Pagi… eh, Mas Revan di mana, ya?”

“Tuan sedang berada di dapur, Nyonya,” jawab pelayan itu sopan.

Khay mengerutkan kening. “Di dapur?”

“Iya, Nyonya.”

Khay berkedip. Sekali. Dua kali. “Di… dapur?”

Pelayan itu mengangguk mantap.

Tanpa menunggu penjelasan lain, Khay melangkah cepat menuju dapur. Semakin dekat, semakin jelas suara bunyi piring, wajan, dan… suara Revan memberi instruksi singkat.

Begitu sampai di ambang pintu dapur, Khay membeku.

Revan berdiri di depan kompor, celemek terikat di pinggangnya. Rambutnya sedikit berantakan, lengan kemeja digulung. Wajahnya fokus, serius namun bukan serius yang dingin, melainkan serius yang… hangat.

Beberapa pelayan berdiri agak jauh, menonton dengan mata berbinar dan wajah tak kalah kaget.

“Mas Revan?” panggil Khay ragu.

Revan menoleh. Begitu melihat Khay, ekspresinya berubah. Bukan senyum lebar tapi garis wajahnya melembut jelas.

“Kamu sudah bangun,” ucapnya.

Khay melangkah masuk pelan. “Mas… lagi ngapain?”

“Menyiapkan sarapan,” jawab Revan seolah itu hal paling wajar di dunia.

Khay menatap meja yang sudah tertata. “Untuk… aku?”

Revan mengangguk. “Untuk kita.”

Khay terdiam. Dadanya terasa hangat sekaligus sesak. Ia tidak menyangka sama sekali tidak menyangka.

Para pelayan saling melirik, menahan senyum.

“Kamu lapar?” tanya Revan.

Khay mengangguk kecil. “Iya.”

“Cuci tangan,” kata Revan lembut. “Sebentar lagi siap.”

Khay menurut. Saat kembali, sarapan sudah tersaji rapi di meja kecil dekat jendela dapur.

Revan menarikkan kursi untuknya. “Silakan.”

Khay duduk perlahan. “Mas Revan…”

“Hm?”

“Makasih.”

Revan menatapnya singkat. “Sama-sama.”

Khay mencicipi telur dadar itu. Matanya membesar sedikit. “Enak.”

Revan menghela napas kecil lega. “Syukurlah.”

Khay menatapnya penuh arti. “Aku nggak tahu Mas bisa masak.”

“Aku bisa hal-hal dasar,” jawab Revan. “Aku hanya jarang.”

Khay tersenyum. “Berarti aku istimewa?”

Revan terdiam sepersekian detik, lalu mengangguk. “Iya.”

Khay menunduk, menyembunyikan senyum yang tiba-tiba merekah. Jantungnya berdegup tidak karuan.

Kepala dapur berdehem kecil. “Tuan… kalau sudah selesai, kami lanjutkan tugas.”

Revan menoleh. “Iya. Terima kasih.”

Para pelayan mundur, namun raut wajah mereka jelas kagum.

Tinggallah Revan dan Khay di dapur yang kini terasa lebih hangat.

“Kamu tidak perlu melakukan ini,” ucap Khay pelan.

“Aku mau,” jawab Revan singkat.

Khay mengangguk. “Aku suka.”

Revan menatap piringnya. “Makan yang banyak. Nanti aku antar kamu ke kampus.”

Khay tersenyum kecil. “Baik, Mas.”

Pagi itu, di dapur rumah besar yang biasanya dingin dan formal, sesuatu berubah. Bukan dekorasi. Bukan aturan. Tapi suasana. Dan untuk pertama kalinya, Khay merasa ibu kota tidak terasa terlalu asing.

1
erma irsyad
lanjutt thor
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
siapa yang ngawasin..harusnya Khay terus terang saja kalau udah nikah,kan jadi fitnahan nantinya
Drama Queen
Lanjut kak💪
Drama Queen
apa yang kamu pegang khay🤣🤣🤣
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
Khay mulai ada perasaan sama suaminya 🥰🥰
erma irsyad
dtunggu Up selnjutnya🥰
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
Jaga suamimu Khay jangan ada valak kor diantara kalian
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
🤣🤣🤣🤣🤣
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
Revan cemburu🥰🥰🥰
erma irsyad
thor Up ny jgn lama2 😄
Bungatiem: lanjutkan lagi Doong
total 2 replies
Bungatiem
lanjutkan
Bungatiem
di dunia nyata ada suamiku ga pernah bangunin aku walopun aku tidur sampai siang 😍 Alhamdulillah pernikahan kami sudah berjalan 26 thn 😍
Marchel: Alhamdulillah.. Semoga pernikahannya bahagia terus ya kak 🤗😍
total 1 replies
HjRosdiana Arsyam
Luar biasa
Marchel: Terimakasih kak
total 1 replies
Drama Queen
Revan perhatian banget sih ama istri kecilnya.. 😍😍😍
Drama Queen
lanjut💪
Drama Queen
Revan sangat perhatian ama istri kecil nya😍😍😍
Drama Queen
khay jangan banyak alasan bilang aja kamu takut tidurmu kebablasan dan peluk-peluk suamimu. tenang khay kalian sudah sah jadi bebas 🤣🤣
Drama Queen
gak sabar nunggu mereka malam pertama😄
Drama Queen
kenapa khay setiap bangun pasti kamu kaget dan menjerit 🤣🤣
Drama Queen
Revan sabar ya.. kalian masih masa perbekalan dan pendekatan jadi malam pengantinnya di undur sampai kalian benar-benar dekat🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!