NovelToon NovelToon
Ketika Dukun Bertindak

Ketika Dukun Bertindak

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Pernikahan Kilat
Popularitas:4.8k
Nilai: 5
Nama Author: Gledekzz

🍂🍂🍂🍂🍂

Napas gadis itu hangat menyentuh lehernya. Bulu mata Yura tampak basah, alisnya berkerut seolah tengah menahan sesuatu bahkan dalam keadaan tidak sadar.

"Tolong…" suara Yura terdengar lirih, matanya tetap terpejam. "Siapa pun… tolong aku…"

Langkah Alexa terhenti.

"Aku sudah membuat masalah besar… aku malu… seharusnya aku tidak melakukan itu…" gumam Yura terputus-putus. "Sampai Pak Bos mengira dia menyukaiku… padahal itu akibat ajimat… aku salah meletakkannya."

Tubuh Alexa menegang.

🍃🍃🍃🍃🍃

Next.... 👉

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gledekzz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Salah menilai

...🍂🍂🍂🍂🍂🍂...

"Maafkan ibu, Nak."

Seorang wanita berdiri di balkon lantai atas. Rambutnya tergerai acak, wajah cantiknya basah oleh air mata yang jatuh tanpa jeda.

Gaun tipis yang dikenakannya berkibar tertiup angin malam. Tangannya terangkat, melambai pelan, bukan sebagai salam, melainkan sebagai perpisahan yang sudah diputuskan.

Lalu… 

Alexa memejamkan mata. Mimpinya semalam kembali lagi. Kenangan itu, yang selama ini ia simpan jauh di dasar ingatannya, kembali muncul tanpa ampun. Terlalu nyata. Terlalu utuh.

Dadanya mengencang, napasnya tertahan sejenak sebelum akhirnya terlepas berat.

Ia membuka mata.

Botol parfum kecil itu berada di hadapannya.

Alexa berdiri. Ia sudah mengenakan pakaian kerjanya. Namun ada sesuatu yang terasa asing. Ia menatap bayangannya sendiri di kaca lemari, lalu menyadari hal yang membuat rahangnya mengeras.

Pagi ini, ia telah berganti pakaian lebih dari sekali, tanpa sadar, ia ingin terlihat lebih baik.

Hal yang tidak pernah ia pedulikan sebelumnya.

Alexa meraih obat dari Leonard dan menelannya dengan air. Ia menunggu. Beberapa menit berlalu. Denyut di pelipisnya tidak mereda. Kepalanya masih terasa berat, pikirannya tetap penuh.

Ia menghela napas perlahan, kemudian hampir tanpa pertimbangan, tangannya meraih botol parfum itu.

Aroma itu menyebar lembut.

Dalam hitungan detik, tekanan di kepalanya mereda. Napasnya kembali teratur. Bahunya mengendur, seperti malam tadi.

Alexa terdiam.

"Tidak," gumamnya pelan.

Ini bukan sugesti. Ia mengenali batas itu. Efeknya terlalu cepat. Terlalu tepat. Obat yang bertahun-tahun menemaninya kini kalah oleh sesuatu yang seharusnya tidak memiliki pengaruh apa pun.

Ketergantungan.

Kesadaran itu membuat perutnya mengeras. Namun bukan hanya itu.

Wajah lain muncul di benaknya, 

Yura.

Semua yang dilakukan Yura terbayang-bayang terus di kepalanya, dan susu itu.

Alexa menoleh ke meja. Botol susu kecil itu masih utuh, belum tersentuh.

Ia teringat bagaimana Yura memberikannya. Tanpa maksud mengikat, kesederhanaan yang justru membuatnya gelisah.

Alexa mengepalkan tangan.

Ia tidak menyukai kenyataan bahwa pikirannya dipenuhi satu nama. Ia tidak menyukai bahwa ia tidak mampu menghentikannya. Setiap kali mencoba menjauh, bayangan itu justru semakin jelas.

Ia membenci bahwa kendali tidak sepenuhnya berada di tangannya.

"Apa benar…" suaranya hampir tak terdengar, "Aku telah jatuh cinta?"

Alexa memejamkan mata, jawaban itu tidak datang. Namun perasaan itu tetap tinggal.

Alexa membuka matanya kembali dan bergegas merapikan pakaiannya sekali lagi. Jemarinya menarik kerah jas, meluruskan lipatan yang sebenarnya sudah sempurna sejak awal. 

Ia berhenti, menatap dirinya sendiri di cermin, lalu menghela napas pendek.

Cukup.

Tidak ada yang perlu diperbaiki.

Ia meraih tas kerjanya, lalu melangkah keluar dari kamar mewah itu dengan langkah cepat dan terukur, seolah keterlambatan sekecil apapun adalah kesalahan fatal.

Di meja berukuran sedang berlapis kayu gelap, seorang pria tua duduk rapi sambil membaca koran pagi. Kacamatanya bertengger rendah di hidung, ekspresinya tenang namun waspada. 

Di sisi lain, istrinya duduk dengan majalah di tangan, sesekali membalik halaman dengan gerakan santai.

Denales dan Arshena.

Keduanya menoleh hampir bersamaan saat menyadari kehadiran cucu kesayangan mereka.

Denales menurunkan korannya sedikit, memperhatikan Alexa yang melintas tanpa menoleh ke meja makan. "Kau selalu terburu-buru," ucapnya dengan suara rendah namun penuh perhatian. "Apa perutmu baik-baik saja jika terus melewatkan sarapan?"

Alexa berhenti melangkah, rahangnya mengeras tipis sebelum akhirnya ia berbalik setengah badan. "Aku baik-baik saja," jawabnya singkat.

Arshena menutup majalahnya perlahan. Tatapannya lembut, tetapi menyimpan kekhawatiran yang tidak sepenuhnya ia sembunyikan. "Setidaknya jelaskan pada kami," katanya pelan, "Kenapa kau menemui Leonard semalam. Apa kondisimu belum sepenuhnya pulih? Atau perlu kami mencarikan dokter lain."

Alexa menghela napas, lebih panjang kali ini. Namun ada satu hal yang lebih mengusiknya. "Apa Leonard mengatakan sesuatu?" tanyanya dengan nada suaranya terdengar tenang, meski matanya menyimpan kehati-hatian.

Ia teringat jelas permintaannya semalam agar Leonard tidak membicarakan apapun, terutama tentang Yura.

Denales dan Arshena saling berpandangan sekilas.

Lalu Arshena tersenyum. Senyum yang lembut, tipis, dan penuh pengertian. "Jika bukan tentang kesehatanmu," jawabnya pelan, "Lalu tentang apa lagi?"

Alexa merasakan ketegangan di dadanya mengendur.

Leonard menepati janjinya.

"Aku ada rapat pagi ini," kata Alexa kemudian. "Aku akan sarapan di perjalanan. Kalian makanlah dengan tenang. Jangan mengkhawatirkanku." tanpa menunggu jawaban, Alexa melangkah pergi.

Denales menurunkan koran sepenuhnya. "Dia tidak pernah benar-benar berubah," gumamnya lirih.

Arshena menghela napas pelan dengan tangannya terangkat, menepuk punggung tangan suaminya dengan lembut. "Bersabarlah," ucapnya. "Setidaknya kini ia mulai bergerak. Walau perlahan."

Denales terdiam.

"Trauma itu," lanjut Arshena dengan suara hampir berbisik, "Masih disimpan terlalu rapat. Tapi mungkin… celah kecil itu akhirnya mulai terbuka."

Denales mengangguk pelan, walaupun ia masih belum benar-benar tenang. 

......................

"Nasibku hari ini sepertinya tidak akan baik-baik saja."

Yura menggumam pelan sambil menatap jalanan yang mulai ramai. Bus yang seharusnya ia tumpangi sudah lama menghilang di tikungan. Ia bangun kesiangan lagi, dan kali ini tidak ada alasan yang bisa ia gunakan untuk membela diri.

Yura menjatuhkan tubuhnya ke bangku halte, lalu mengayun-ayunkan kakinya dengan kesal. Ujung sepatunya sesekali membentur aspal, menghasilkan bunyi kecil yang tidak cukup untuk melampiaskan kegelisahannya.

"Kalau nunggu bus berikutnya, aku benar-benar tamat," desisnya lirih.

Wajah Alexa terlintas di benaknya. Tatapan dingin itu. Nada suara datar yang sulit ditebak. Yura menelan ludah. Ia sudah bisa membayangkan akhir dari hari ini, keputusan yang tidak bisa ditawar.

Kariernya.

Yura menghela napas panjang, menundukkan kepala.

Suara mesin mendekat.

Sebuah vespa matic berhenti tepat di depannya. Pengendaranya mengenakan helm berwarna krem dan pakaian kerja yang rapi. Pria itu menurunkan kaki, lalu sedikit mencondongkan tubuh ke arah Yura.

"Permisi," ucapnya ramah. "Apa kau tahu perusahaan D.A. Meart?"

Yura mendongak cepat. "D.A. Meart?" Ia berkedip, jelas terkejut. "Itu… tempat kerjaku."

Alis pria itu terangkat. "Benarkah?"

"Iya," jawab Yura spontan, lalu menatap pria itu lebih saksama. "Apa kau karyawan baru?"

Pria itu tersenyum lebar di balik helm. "Iya. Hari pertama. Sepertinya aku salah alamat. Soalnya aku orang baru di sini."

Yura tertawa kecil, meski kegelisahan di dadanya belum sepenuhnya hilang. "Kalau begitu, kau benar-benar beruntung."

"Kenapa?"

"Karena kau bertanya pada orang yang tepat," jawab Yura ringan.

Pria itu terkekeh. "Kalau begitu, bolehkah aku meminta bantuan? Kita bisa berangkat bersama."

Mata Yura berbinar. Tanpa banyak pertimbangan, ia langsung berdiri. "Tentu. Dengan senang hati."

Ia naik ke vespa itu dengan gerakan cepat, hampir tanpa ragu.

"Mungkin semesta masih berpihak padaku," gumamnya pelan, nyaris tersenyum.

Tidak jauh dari halte itu, sebuah mobil hitam mewah berhenti.

Di dalamnya, Alexa duduk di kursi belakang, tubuhnya tegak, pandangannya semula tertuju lurus ke depan. Namun sesuatu di luar jendela menarik perhatiannya.

Ia melihat Yura.

Alexa tidak berniat mencari.

Pandangannya hanya sekilas, namun cukup untuk menangkap satu adegan yang membuat dadanya mengencang tanpa peringatan.

Yura tertawa sambil duduk di belakang seorang pria menggunakan vespa melaju meninggalkan halte.

Rahang Alexa mengeras.

Ada sesuatu yang tidak ia sukai dari pemandangan itu. Perasaan yang datang tiba-tiba, kasar, dan tidak beralasan.

Jantungnya berdetak lebih cepat, bukan karena marah, melainkan karena sesuatu yang lebih gelap dan tidak ingin ia akui.

Jadi begitu.

Alexa memalingkan wajah, namun bayangan itu telanjur tertanam. Sebuah pikiran dingin melintas di kepalanya bahwa mungkin ia kembali telah salah menilai. Bahwa Yura bukan berbeda, hanya pandai memainkan peran.

"Jalan," ucap Alexa singkat.

Mobil itu kembali bergerak.

1
Eva Karmita
lanjut otor semangat 🔥💪🥰
IG : Gledekzz97: terimakasih kak atas semangatnya.
total 1 replies
ari sachio
memang rendra dah stres mar...stres krn disguhi wc umum jd otaky g berfungsi dg bk lg.g bs bedain yg kotor d yg bersih.

ku harap rose kena karma dr perbutany sdri.trus rendra jg bs kebka mata hatiy d sukur2 sadar d bs ninggalin rose.
Eva Karmita
aku kira Alexa mencari pacar atau tunangan nya di masa lalu ternyata sodara perempuan nya tooooo....
ari sachio
syukurlah klo rani adik alexa...kirain...rani sosok orng yg pernah alexa cintai...ak hmpir aj melancarkan serangan11 jari di pagi hari😁😁😁😁
ari sachio
astogehhhh🤣🤣🤣🤣 tak kira dipikiran dia yura hbs dilecehin...gatauny.....🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️ kek bayi baru lahir😅😅😅😅😅
Eva Karmita
lanjut otor semangat 🔥💪🥰
IG : Gledekzz97: Diusahakan mak...
total 1 replies
ari sachio
ren jgn sampai y...seblm km sadar
km dilepeh ros km menyesal tlh bersikap kejam ma yura stlh tau kebenarany ...trus km mlh pindah haluan ke yura....siap2 aj km dislepet ma alexa🤭
Eva Karmita
lanjut otor semangat 🔥💪🥰
ari sachio
mulut bilang tidak tp sama2 ganas ternyatahhh y....wlpn berkah bantuan obat sih...tp mg aj hamil y...krn g ad y g mungkin klo it buatan manusia...yg steril aj bs hamil loh...segala bentuk kb tak ad yg tdk mgkn terjd krn sdh byk buktiy...🤭
Eva Karmita
Alexa kenapa kamu ngomong seperti itu ke Yuka.... harusnya kamu jgn bersikap seperti itu kasihan Yuka pasti tersinggung dgn omongan mu yg tidak mau punya keturunan dgn Yuka 🥺💔
Eva Karmita
ni pasti dikasih yg ehemmm...ehemmmm sama bapaknya Yura 🔥💪🥰
IG : Gledekzz97
Manteman, aku mendadak tak semangat untuk menulis.
IG : Gledekzz97: Terimakasih, aku usahakan pokoknya🥰
total 3 replies
Eva Karmita
lanjut otor semangat 🔥💪🥰
IG : Gledekzz97: Semngat💪💪💪
total 1 replies
Eva Karmita
baru tahu ada adat seperti itu tidur beralaskan jerami untuk pengantin baru 😁
ari sachio
berada di negri tirai bambu tp yg ada di pelosok yg masih kental dg tradisiny....


jadi kangen si cipit😁😁😁😁
ari sachio: 🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭
total 2 replies
IG : Gledekzz97
Bantu like-like ya manteman.. biar aku semangat update... 🥰, jangan lupa setangkai bunga untukku☺
Eva Karmita
lanjut otor semangat 🔥💪🥰
IG : Gledekzz97: Semangat tttt💪
total 3 replies
Eva Karmita
kasih vote untuk Yura 🥰

Semangat ya otor update nya 🔥💪🥰
IG : Gledekzz97: Terima kasih kak. 🥰
total 1 replies
ari sachio
wuaduhh....ternyata rose pya kelainan....mgkn bkn krn ingn hdp sbg pasangan. cm mgkn si rose ini hya ingin yura hanya baik pdnya. slalu bersamanya. semacam seorang yg terlalu terobsesi pd sdra sdiri.mgkn krn dulu hdp rose tk ad yg mo bk pdy trmsk ibuny sdri.jd pas yura dtg dgk kebaikan untkny rose tdk mau melepaskany.tkt yura tdk baik lg sama dia
Eva Karmita
maksud Rose apa....??
Apa Rose punya kelainan yg menyimpang ... seperti menyukai sesama jenis 🤔🤔 kalau itu benar sungguh menjijikan dan Rendra akan benar-benar dapat kejutan yang besar dan akan menyesal sudah menolak Yura 😩 demi seorang Rose wanita jadi"an 😅😅
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!