NovelToon NovelToon
SUAMI 500 JUTA

SUAMI 500 JUTA

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintamanis / CEO / Beda Usia / Cinta pada Pandangan Pertama / Romansa / Office Romance
Popularitas:45.8k
Nilai: 5
Nama Author: Five Vee

Nayara Kirana seorang wanita muda berusia 28 tahun. Bekerja sebagai asisten pribadi dari seorang pria matang, dan masih bujang, berusia 35 tahun, bernama Elvano Natha Prawira.

Selama 3 tahun Nayara menjadi asisten pria itu, ia pun sudah dikenal baik oleh keluarga sang atasan.

Suatu malam di sebuah pesta, Nayara tanpa sengaja menghilangkan cincin berlian senilai 500 juta rupiah, milik dari Madam Giselle -- Ibu Elvano yang dititipkan pada gadis itu.

Madam Gi meminta Nayara untuk bertanggung jawab, mengembalikan dalam bentuk uang tunai senilai 500 Juta rupiah.

Namun Nayara tidak memiliki uang sebanyak itu. Sehingga Madam Gi memberikan sebuah penawaran.

"Buat Elvano jatuh cinta sama kamu. Atau saya laporkan kamu ke polisi, dengan tuduhan pencurian?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Five Vee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

11. Asisten Plus - Plus.

Elvano merasa tidak nyaman. Sejak tadi, sekretaris dari kliennya selalu mencuri pandang ke arah pria itu.

Pakaian yang wanita itu gunakan memang tidak kekurangan bahan. Namun, begitu ketat dan dua kancing atas terbuka, membuat Elvano tidak nyaman.

Bukan karena tertarik, tetapi seperti biasa pria itu merasa mual.

Elvano berdeham pelan. Membuat Nayara yang sejak tadi sibuk dengan tablet pintar di tangannya, pun menoleh ke arah sang atasan.

Pria itu mengisyratkan agar sang asisten mendekat. Nayara pun menurut. Ia menggeser sedikit tubuhnya mendekati Elvano.

“Ada apa, pak?” Bisik Nayara.

“Seperti biasa.” Elvano melirik ke arah sekretaris klien mereka. Dan Nayara mengikuti arah pandang pria itu.

“Maksudnya —

“Saya mual, Ra.” Adu pria itu sembari menutup mulutnya dengan satu tangan.

Nayara kembali melirik ke arah sekretaris itu. Dan ia pun baru sadar jika penampilan wanita itu sangat meng—goda.

“Sepertinya, pak Elvano sangat dekat dengan asistennya.” Celetuk sekretaris itu setelah melihat keduanya bisik - bisik.

“Hmm.. kebetulan, dia asisten plus - plus saya.” Ucap Elvano dengan acuh.

Nayara membulatkan matanya. Ia pun menatap tajam sang atasan.

“Nanti saya transfer.” Bisik pria itu. Dan Nayara pun hanya mampu mengerucutkan bibirnya.

Siapa yang tidak mau diberikan transferan? Apalagi Elvano tidak pernah perhitungan kepada bawahannya.

“Jadi, pak Elvano suka sama yang sederhana?” Tanya pria berperut buncit yang menjadi klien mereka.

Elvano menganggukkan kepalanya. “Saya lebih suka wanita yang memperlihatkan keindahan tubuhnya hanya pada saya. Bukan mengumbar di depan umum.”

“Jadi rumor selama ini tidak benar? Jika pak Elvano tidak memiliki kekasih?” Tanya sang klien lagi.

Elvano menyunggingkan sudut bibirnya. “Saya tidak suka mengumbar masalah kehidupan pribadi. Maunya nanti kalau sudah menikah, baru akan saya siarkan secara langsung di stasiun tv.”

‘Catat, Ra! Elvano akan menyiarkan pernikahannya secara langsung di stasiun tv.’

Nayara bergidik setelah mendengar cerita pendek Elvano.

Pria berperut buncit itu mengangguk - anggukan kepalanya. Ia menatap ke arah sekretarisnya dengan tajam.

Obrolan membahas pekerjaan pun kembali berlanjut. Kemudian terjeda lagi karena pesanan makan siang mereka datang.

“Apa pak Elvano mau udang bakar ini? Katanya, ini menu paling diminati di restoran ini.” Sekretaris itu menawarkan dan hendak mengangkat piring miliknya.

“Maaf. Pak Elvano alergi dengan seafood.” Ucap Nayara dengan sopan.

Sekretaris itu pun mengurungkan niatnya. Ia meletakkan kembali piringnya di atas meja.

Elvano memang memiliki alergi terhadap makanan laut sejak ia remaja. Pria itu akan mengalami bintik - bintik merah dan gatal yang tak tertahankan pada kulitnya.

“Kamu tau saya dengan baik, Nara.” Ucap Elvano dengan penuh senyum.

Selain keluarga Natha Prawira, hanya Gilang dan Nayara yang tau tentang alergi pria itu.

“Bukannya saya asisten plus - plus bapak?” Nayara mengedipkan sebelah matanya. Hal itu membuat Elvano tersedak.

“Pelan - pelan, pak.” Nayara pun membantu Elvano meminum air putih.

Setelah selesai makan siang, Elvano meminta ijin untuk pergi lebih dulu. Pria itu beralasan memiliki jadwal yang sangat padat dan masih ada janji temu dengan orang lain.

.

.

.

“Lain kali, minta Gilang yang bertemu dengan mereka.” Ucap Elvano saat sudah berada di dalam mobil.

Nayara baru saja hendak menyalakan mesin kereta besi itu, pun menoleh ke arah sang atasan yang telah duduk dengan tenang di kursi belakang.

Siang itu, mereka hanya pergi berdua. Dimana Nayara yang menyetir mobilnya.

“Kenapa kamu menatap saya seperti itu?” Tanya Elvano karena Nayara masih melihat ke arahnya meski melalui kaca spion.

Pria itu kemudian mengetikkan sesuatu pada layar ponselnya.

“Saya sudah mentransfer bayaran kamu, Nara. Cepat jalan. Saya ingin kita segera tiba di kantor.” Ucap pria itu sembari menunjukkan layar ponselnya pada sang asisten.

Dan ponsel di dalam tas kerja Nayara pun berdenting sekali. Tanda sebuah pemberitahuan pesan masuk.

“Bapak, apa perlu saya buatkan temu janji dengan dokter ahli kejiwaan?” Tanya gadis itu.l dengan nada khawatir.

Pertanyaan Nayara sungguh membuat Elvano terkejut hingga membuatnya menganga.

“Kamu pikir saya tidak waras?” Decak Elvano.

Nayara menghela nafas panjang. Ia kemudian melajukan mobil sedan hitam mengkilap keluaran terbaru itu dengan sangat hati - hati.

“Bukannya tidak waras, pak. Tetapi, apa bapak merasa tidak perlu berkonsultasi dengan dokter? Perihal pak El yang selalu mual melihat wanita berpakaian ketat dan kekurangan bahan?” Gadis itu kembali bersuara. Namun fokusnya tetap pada lalu lintas jalanan.

Jangan sampai ia membuat lecet mobil mahal itu. Satu kali gajinya pun tidak akan sanggup untuk mengganti rugi.

Ya walau Elvano tidak mungkin meminta ganti rugi. Namun, Nayara harus tetap berhati - hati.

“Tidak dengan semua wanita, Nara. Mami dan Elvira contohnya. Kalau saya memang memiliki fobia, saya juga akan mual melihat mereka saaat menggunakan gaun kekurangan bahan.” Jelas Elvano.

Ia juga tidak mual saat melihat Nayara menggunakan gaun tanpa lengan waktu itu. Namun, tubuhnya bereaksi berbeda. Justru malah merasa GERAH!

“Lalu?” Nayara kembali melempar tanya.

“Lalu apa, Ra? Sudah saya katakan, saya hanya belum menemukan wanita yang pas di hati saya. Susah sekali menjelaskan pada kalian.” Elvano menggerutu di akhir kalimatnya.

“Saya kira, ucapan pak El di restoran tadi itu memang benar.”

“Yang mana? Asisten plus - plus? Jangan berpikir terlalu jauh, Nara.” Elvano kembali berdecak.

“Bukan itu, pak. Tetapi, kaliamat yang mengatakan kalau bapak menyukai wanita sederhana. Kenapa tidak mencoba untuk mendekati wanita seperti itu?”

Nayara bermaksud memancing. Ia masih dalam misi untuk merayu pria dewasa itu. Siapa tau, termakan umpan.

“Siapa maksud kamu wanita sederhana? Kamu? Bukannya kemarin kamu menggunakan gaun tanpa lengan? Mana ada wanita sederhana memakai baju kekurangan bahan?” Cibir Elvano.

Dan kini, giliran Nayara yang berdecak kesal.

“Bukan saya, pak. Bukan! Tetapi mbak Dewi.”

“Dewi bukan tipe saya.”

“Bu Hannah. Siapa lagi kalau begitu.” Kesal gadis itu.

“Kamu mau saya jadi perusak rumah tangga orang?”

“Daripada bapak tidak move on sampai sekarang. Jadi mantu pak Haji saja sekalian.”

“Saya masih suka makanan ha-ram, Ra. Sudah! Berhenti membahas hal yang tidak penting.” Ucap pria itu.

“Kan untuk masa depan bapak sendiri.” Gumam Nayara.

“Kenapa kamu jadi membahas masa depan saya? Mami yang menyuruh kamu?” Selidik Elvano.

Nayara tidak menjawab. Ia memilih menekan klakson mobil saat ada pengendara lain yang hendak memotong jalur.

“Akhir - akhir ini, kamu tidak lagi membahas tentang berlian yang hilang. Memangnya mami sudah tidak meminta ganti rugi lagi? Atau, dia menyuruh kamu melakukan sesuatu?” Elvano mengalihkan pembicaraan mereka.

“Saya hanya mengalihkan pikiran, pak. Tolong jangan diingatkan lagi.” Dusta gadis itu.

Namun Elvano tidak puas dengan ucapan sang asisten pribadi.

...****************...

1
Dian Rahmawati
wah el mantap
neni onet
dan Andrian sudah tau klo dia pasti kalah saingan sama EL 😄
Naufal Affiq
manusia aneh,
Ariany Sudjana
ibu Juwita mata duitan, tega sekali menjual putrinya supaya bisa hidup kaya raya
@💤ιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
paling kesal lihat ibu seperti bu juwita. dituduh jual anak gak terima, tapi nyatanya memang anaknya ditawarkan kemana-mana 😏😏😏😏😏
@💤ιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
belum tentu naya hamil, el
😝😝😝
@💤ιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
dengerin dirga sebelum nyesal. ish...
@💤ιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
kelamaan el
@💤ιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
kecewa boleh, tapi jangan lama-lama
@💤ιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
jangan ngambek sampai karatan ya el.
Siti Patimah
wong mual2 asam lambungnya kumat ya ra bukan hamil, si ibu minta lahan segitu doang mah kecil ya el, sama juragannya sekalian jangan lupa el di beli
Ass Yfa
huh..genesh deh ama El...so sweet
Naufal Affiq
yang terbaik kamu el
Ika Shanti Budipertiwi
elvano 👍👍👍👍
Ariany Sudjana
kan sudah dibilang itu atasannya nayara, dan pasti kaya raya. masa dianggap remeh juga sama Juwita? kayaknya mata atau kuping Juwita bermasalah
Siti Patimah
saking takutnya jodohmu di ambil orang el sampe hal yg prifasi pun kamu beberkan satu satu🤣🤣🤣
@💤ιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
elvano punya cukup modal untuk menikung Adrian bu.. 🤣🤣
Naufal Affiq
aku suka dengan gaya mu el,gak pintar jaga rahasia,langsung tembak terus aja,sampai ibu nya nara senam jantung
Dian Rahmawati
🤣🤣
Ika Shanti Budipertiwi
ga mau dibeliin lahan sama dibikinin rumah gedong sama elvano bu? 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!