NovelToon NovelToon
Accidentally Wedding

Accidentally Wedding

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Cinta Seiring Waktu / Romansa
Popularitas:6.1k
Nilai: 5
Nama Author: Kunay

Berawal disalahpahami hendak mengakhiri hidup, kehidupan Greenindia Simon berubah layaknya Rollercoaster. Malam harinya ia masih menikmati embusan angin di sebuah tebing, menikmati hamparan bintang, siangnya dia tiba-tiba menjadi istri seorang pria asing yang baru dikenalnya.

"Daripada mengakhiri hidupmu, lebih baik kau menjadi istriku."

"Kau gila? Aku hanya sedang liburan, bukan sedang mencari suami."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kunay, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bekerja

Greenindia terbangun sekitar pukul tiga sore, diserang oleh rasa pusing yang mengerikan. Kepala seolah dihantam, sisa mabuk dan demam semalam. Ia hanya tidur beberapa jam, tetapi ia tahu tidak ada waktu untuk berleha-leha. Ia harus mengejar pekerjaan malam ini.

​Ia segera bangkit dan bergegas ke kamar mandi. Saat ia keluar, Rex Carson sudah duduk di kursi rodanya, kembali sibuk dengan tablet canggih di ruang tamu. Pria itu tampak lebih segar, walau aura angkuh dan mendominasi masih melekat kuat.

​“Kau sudah bangun? Wajahmu masih pucat, Green,” komentar Rex, tanpa mengangkat kepala dari layar.

​“Aku sudah lebih baik,” jawab Greenindia dingin, langsung menuju lemari. “Aku harus bekerja. Aku mendapat shift malam.”

​Rex akhirnya meletakkan tabletnya. Matanya menyipit penuh keraguan. “Bekerja? Sekarang? Kau baru saja keluar dari rumah sakit, Green. Dokter bilang kau harus istirahat total. Kau ingin aku menyeretmu lagi ke sana?”

​“Aku tidak butuh izinmu, Tuan Carson,” potong Greenindia tajam, mengenakan kaus hitam polos dan celana jins yang sudah usang. Ia tahu Rex sedang berakting, tapi ia tidak punya energi untuk berdebat. “Aku bekerja. Itu satu-satunya cara aku bertahan hidup di sini.”

​“Tunda saja. Aku akan menyuruh Antonio mentransfer uang untuk membayar sewa—”

​“Tidak!” Greenindia menyentak, menoleh dengan mata menyala. "Tidak ada hutang budi, Rex. Aku tidak mau terikat dengan uang siapa pun, terutama uangmu. Aku akan bekerja dengan uangku sendiri.”

​Rex mendesah, menyadari keangkuhan wanita ini setinggi gedung. "Baiklah. Pergilah. Tapi jika kau pingsan lagi, aku akan menyita semua kartu identitasmu, dan memaksamu tinggal di sini sebagai ibu rumah tangga seumur hidup, tanpa pekerjaan apa pun.”

​“Cobalah,” tantang Greenindia, meraih tas selempangnya. Ia sudah tidak punya waktu untuk berdebat.

​Greenindia sampai di The Vulture’s Nest tepat pukul tujuh malam. Klub itu sudah ramai, bahkan sebelum dibuka sepenuhnya untuk umum. Edward, sang manajer, menyambutnya dengan wajah tegang.

​“Greenindia! Syukurlah. Dengarkan. Malam ini kita kedatangan tamu VIP. Seluruh lantai atas telah disewa. Kau harus bekerja di sana,” jelas Edward. “Tamu VIP? Siapa?”

​“Kau pasti tahu. Dia aktor papan atas yang sedang naik daun, wajahnya ada di mana-mana,” bisik Edward, bersemangat. “Chester Anderson.”

​Greenindia tertegun, tetapi ia segera menetralkan ekspresinya. "Tuan Anderson. Tentu. Pesta besar?"

​“Sangat besar. Hanya ada para artis dan petinggi perusahaan hiburan. Kau harus profesional, Green. Berikan pelayanan terbaik!” Edward menepuk bahunya, lalu bergegas pergi.

​Greenindia menarik napas dalam-dalam. Chester. Kakak kandungnya. Ini adalah kebetulan yang paling buruk. Ia harus menguatkan dirinya. Ia tidak boleh ketahuan.

​“Hei, Green. Kau baik-baik saja?”

​Will, barista senior, mendekatinya dengan raut khawatir.

​“Ya, aku baik-baik saja. Kenapa?” tanya Greenindia, berusaha terdengar normal.

​“Kau tahu, Chester Anderson itu… dia agak temperamental kalau sedang minum. Dan dia menyewa seluruh tempat. Kalau kau merasa tidak nyaman, kau bisa menolak shift ini. Edward pasti mengerti. Gaji ganda itu menggiurkan, tapi jangan paksa dirimu,” tawar Will.

​Greenindia menggeleng. "Tidak perlu, Will. Aku sudah setuju. Aku akan bekerja secara profesional. Aku hanya barista, dia hanya pelanggan. Selesai."

​“Baiklah, kalau begitu. Semoga berhasil, nona keras kepala,” gumam Will, kembali meracik minuman.

​Greenindia menguatkan hatinya. Ini hanya beberapa jam. Ia bisa melakukannya.

​Pesta dimulai. Greenindia disibukkan dengan meracik minuman. Sekitar pukul sembilan, pesanan besar datang untuk ruang VIP di lantai atas. Greenindia ditugaskan mengantarkan dan menuangkan minuman di sana. Ia membawa nampan berisi cocktail dan berjalan perlahan.

​Ruangan VIP itu mewah, penuh tawa dan obrolan bernada tinggi. Greenindia segera mengenali Chester yang duduk di sudut sofa beludru. Ia memaksakan dirinya untuk mengabaikan dan fokus pada pekerjaan.

​Ia mulai menuangkan minuman. Jantungnya berdebar kencang. Saat ia menuangkan minuman untuk seorang wanita muda bergaun merah—artis yang ditangani agensi Chester—tangan Greenindia tiba-tiba gemetar.

​CRAK!

​Minuman itu tumpah membasahi gaun merah mahal itu.

​"Apa yang kau lakukan, hah?! Kau buta?! Kau tahu berapa harga gaun ini?!" Wanita itu berteriak nyaring, wajahnya memerah karena marah.

​"Maafkan saya! Ya Tuhan, saya sungguh minta maaf!" Greenindia panik, mencoba meraih serbet.

​"Jangan sentuh aku! Kau pikir kau bisa mengganti gaun ini dengan gaji pelayan sepertimu? Dasar ceroboh!" Wanita itu berteriak lagi, memicu cibiran dari tamu lain.

​"Ambil saja uangnya dari tip!"

"Dia pasti gugup melihat Chester, sampai tidak fokus!"

​Tiba-tiba, selebriti pria B-list yang mencibir tadi maju, menyentuh lengan Greenindia. "Dia terlalu ceroboh, tapi cantik. Lebih cocok jadi pelayan pribadiku. Kau mau, Green?"

​Sentuhan pria itu memicu alarm internal Greenindia. Tubuhnya menegang, rasa jijik memuncak. Ia ingat ancaman Rex di tebing.

​"Jauhkan tanganmu dariku," desis Greenindia, suaranya rendah dan dipenuhi amarah.

​"Oh, galak juga. Aku suka yang galak," pria itu tertawa, hendak memegang pipi Greenindia.

​Tiba-tiba, sebuah suara keras memotong keributan itu.

​BRAK!

​Chester Anderson membanting gelas whisky-nya ke meja. Es batu dan cairan kecokelatan berhamburan. Semua orang terdiam, menatapnya. Chester berdiri, wajahnya yang biasanya ramah kini mengeras, dingin, dan sangat marah.

​"Cukup!" teriak Chester, suaranya menggelegar. Ia tidak menatap Greenindia, tetapi tatapannya menyapu setiap orang di ruangan itu.

​Wanita bergaun merah mencoba memprotes, "Chester, dia menumpahkan minumannya di gaunku!"

​"Gaunmu bisa diganti. Aku bisa membelikan sepuluh gaun itu sekarang juga, Clara! Masalahnya," Chester melangkah maju, sorot matanya yang tajam menunjuk pada selebriti pria yang menyentuh Greenindia. "Aku tidak mentolerir pelecehan di pestaku. Wanita ini adalah pekerja di sini, bukan hiburan kalian. Lepaskan dia!"

​Pria itu dengan cepat menarik tangannya.

​"Dan kau," Chester menunjuk Clara, wanita bergaun merah itu. "Suaramu mengganggu. Kau merusak suasana perayaan. Bukankah pestaku adalah tempat untuk bersenang-senang, bukan untuk memaki pelayan?"

​Clara terdiam, tampak ketakutan.

​"Aku tidak peduli kau siapa, atau berapa harga baju yang kau kenakan. Jika kau hanya ingin menghancurkan pestaku, atau membuat masalah dengan staf, enyahlah! Keluar dari sini, sekarang juga! Aku ingin ruangan ini bersih dari energi negatif!" perintah Chester mutlak.

​Wajah Chester benar-benar marah. Orang-orang di sana tidak berani melawan, dan Clara pun segera bergegas keluar ruangan dengan mata berkaca-kaca, diikuti oleh beberapa temannya yang mencibir Greenindia.

​Setelah ruangan sedikit tenang, Chester kembali duduk, mengambil serbet dan membersihkan meja yang basah. Ia sama sekali tidak menoleh ke arah Greenindia.

​Greenindia masih berdiri kaku, napasnya tersengal-sengal. Kemarahan Chester, yang diarahkan kepada orang lain, entah kenapa terasa lebih menyakitkan baginya daripada makian Clara. Chester melindunginya, tetapi memperlakukannya seperti orang asing, seolah dia tidak berani mengakui hubungannya dengan seorang barista yang ceroboh.

​“Kau, kemari,” perintah Chester kepada seorang pelayan pria, bukan Greenindia. "Berikan dia minuman dingin. Dan bereskan ini. Suruh pelayan wanita itu pulang. Aku tidak ingin melihatnya di sini malam ini. Bilang pada Edward, gajinya akan dibayarkan dua kali lipat."

​Greenindia mendengar namanya disebut dengan jelas. Ia tahu Chester ingin ia pergi, secepat mungkin, sebelum ada yang melihat bahwa pelayan yang baru saja mengacaukan pestanya itu adalah wanita yang sama yang terusir dari hidupnya tiga tahun lalu. Air matanya tiba-tiba terasa panas. Tanpa berkata-kata, Greenindia meletakkan nampan kosong di meja terdekat, berbalik, dan bergegas keluar dari ruang VIP, menuruni tangga secepat yang ia bisa.

 

1
hasatsk
ada ya, seorang ibu kandung seperti itu kepada anaknya😭
Fera Susanti
othor..up lagi
momski
keren thor....makasih udah crazy up 🙏😍
Fera Susanti
kpn green ketemu ibunya??..
Fera Susanti
iya Thor..crazy up nya d tunggu
momski
crazy up thor jgn digantung pas lg seru 😄
Kunay: siap. ditunggu. direview satu-satu
total 1 replies
Fera Susanti
oke othor aku tunggu mereka saling jatuh cinta 🤭..
semangat up
momski
gpp thor tp syukur2 crazy up 😍
hasatsk
perjalanan Rex untuk mendapatkan greenidia tidak mudah,harus menembus benteng pertahanan Chester....
Fera Susanti
aku juga memantau mu thor🤭😬
hasatsk
tantangan Rex meluluhkan hati Chester untuk bisa menemukan greenidia...
Fera Susanti
makin seru..
Fera Susanti
serruuuu... lanjut
momski
keren.... 👏👏👏👏
Fera Susanti
Aya dong Chester,.cepat ikut mencari green..dia lagi terpuruk..jgn sampe Rex yg menemukan green lebih dulu..mau nya keluarga nya yg lebih dulu menemukan green
Fera Susanti
apa maksud dari mewujudkan permainan dengan tuan Anderson untuk terakhir kali nya??...
Kunay: tipo kk. maksudnya, permintaan. sudah diperbaiki tapi masih review. terima kasih sudah diingatkan🤭😍
total 1 replies
Fera Susanti
dih nenek2 nech cari masalah
momski
go... go.... go..... up thor
hasatsk
Lauren,bisa memanfaatkan neneknya Rex untuk menghancurkan pernikahan Rex dan greenidia..nenek Lauren menginginkan cucunya menikah dengan orang yang statusnya setara 🤣🤣
Fera Susanti
aku mh selalu menantikan up selanjutnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!