Entah apa jadinya jika seorang wanita modern bernama masuk kedunia lain, tanpa dalam novel. Membuatnya masuk kedunia lain setelah melewati sebuah tempat lama yang usang.
Hingga membawanya kesebuah dunia asing yang tak dia kenali sama sekali. Bahkan yang membuatnya terkejut adalah, dia rupanya seorang putri disuatu kerajaan terbesar diwilayah barat.
Akan tetapi ternyata meskipun dia berdarah bangsawan, kini hidupnya penuh kesunyian dan kesepian. Hampir seluruh keluarga bahkan kerabat menjauhinya dan berusaha menyingkirkannya dari kerajaan.
Bagaimana kisah perjalanannya selama hidup didunia lain, mampir jika berminat...! 😊🙏💜
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon THAN PUR2507, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bagian 10.
Ketika Sacha berbicara dan terlihat dia sangat ingin tahu isi liontin giok hadiah pemberian dari mendiang kakeknya. Valora menuruti permintaannya menunjukkan liontin giok ini padanya untuk mengurangi rasa penasarannya itu.
Satu tangannya dengan gerakkan pelan membuka kotak kuno ditangannya, mengambil liontin giok dari kotaknya.
Secara bersamaan Sacha mengamatinya dengan baik, dan mulai merasakan aura yang familiar sebelum dia membawanya tadi.
Ketika liontin giok itu berada digenggaman tangan tuannya, kedua mata Sacha tak lepas dari liontin giok itu dengan wajah kaget sekaligus tidak menyangka dengan apa yang dia temui sekarang ini.
["Tidak mungkin dia masih hidup!."]
Dahi Sacha berkerut terkejut setelah mengetahui apa yang dia dugakan adalah benar liontin giok milik tuannya ini.
"Siapa yang masih hidup, dan kenapa kamu sangat terkejut ketika menatap liontin giok ini?."tanya Valora bingung menatap ekspresi wajah Sacha yang berubah
Setelah Valora mengeluarkan liontin giok ini, ekspresi wajahnya jadi berubah dan terlihat sangat heran akan kata yang diucapkan oleh Sacha.
["Didalam liontin giok ini ada penghuninya dia bernama Vior dari ras dewa langit, saya sama sekali tidak salah mengenali aura kekuatan sucinya itu. Dulu dia dimiliki oleh seorang Duke diwilayah Barat, berkat kekuatan sucinya Duke tersebut menjadi kuat, terus menerus menang dalam sebuah perang, dan tubuhnya menjadi kebal oleh berbagai senjata ataupun racun.]
Kening Valora sedikit berkerut ketika mendengar penjelasan Sacha tentang liontin giok miliknya. Tetapi jika liontin giok ini milik Duke itu lalu bagaimana bisa sampai ditangan kakeknya.
Bahkan sampai diberikan padanya, sebagai hadiah sebelum kakeknya tiada.
"Tunggu dulu, kalau liontin giok ini dari ras dewa langit dan milik seorang Duke diwilayah Barat. Kenapa liontin giok ini bisa bersama mendiang kakek sebelumnya?."ujar Valora bingung menatap liontin giok ditangannya bingung tetapi juga tidak mengerti kenapa benda ini sampai berada ditangan kakeknya
["Mungkin saja ada sesuatu yang membuat liontin giok ini bersama kakek tuan semasa hidupnya."]
Jawaban Sacha terdengar menebak dan menebakkan jika itu benar terjadi. Dia tahu betul tidak sembarang orang bisa membawa liontin giok ini bersamanya.
["Saya juga tahu, bahwa tidak sembarang orang bisa membawa dan mengunakan liontin giok ini. Pasti kakek tuan telah mendapatkan izin dari pemilik sebelumnya."]
"Aku pikir liontin giok ini hanyalah liontin biasa yang dijual ditoko pada umumnya, tapi ternyata didalam liontin giok ini terdapat mahluk dari ras dewa langit."gumam Valora menjadi sama sekali tidak menduganya
Pandangan Valora tertuju pada liontin giok ditangannya, namun ada sesuatu yang membuatnya penasaran. Tatapanya seketika beralih pada Sacha yang terdiam mengusap dagunya sambil memperhatikan liontin ditangannya.
"Apakah penghuni dalam liontin giok ini bisa muncul orang yang dimaksut oleh Sacha. Sacha juga termasuk dalam dunia ras iblis, mungkinkah orang dari dunia ras dewa langit juga bisa seperti Sacha menjadi setengah manusia."batin Valora
Melihat tuannya melamun dan sedang memikirkan sesuatu, ekor Sacha bergerak dengan lembut. Bola matanya yang berwarna ungu terang menatap wajah tuannya dengan bingung.
["Apa yang sedang tuan pikirkan."]
Seketika Valora tersadar dari lamunannya, tersadar lalu menatap Sacha dengan rasa penasaran dipikirannya. Tentang penghuni didalam liontin giok miliknya ini.
"Apakah penghuni yang berada didalam liontin giok ini bisa keluar dari dalam sini."tanya Valora menanyakan apa yang sedang dia pikirkan
["Ya, akan tetapi sepertinya dia terjebak didalam liontin giok ini selama seratus tahun. Dan membuatnya terkurung begitu lama."]
"Apa ada cara untuk membebaskannya?."ucap Valora lagi dengan wajah terkejut saat mendengar penjelasan Sacha lagi
Cukup lama sekali orang ini terkurung didalam liontin giok ini. Ketika tahu sudah lebih seratus tahun terpenjara dalam liontin ini membuatnya merasa prihatin.
Telinga Sacha bergerak dengan cepat, pikirannya mulai memikirkan bagaimana cara untuk melepaskan Vior dari liontin tersebut. Meskipun dia berada dari ras iblis, Sacha sudah banyak sekali informasi yang dia dapat dari ras dewa langit.
Karena dulu dia sangat suka mencari informasi tentang dua dunia dari masing-masing dunia langit dan dunia bawah tempat dia berasal.
Setelah memikirkan selama beberapa waktu, Sacha menarik ujung bibirnya tersenyum kecil sambil menjentikkan jarinya bahwa dia tahu cara untuk melepaskan Vior dari liontin tersebut.
["Tuan saya tahu caranya."]
Ketika mengdengar Sacha mengingat cara yang harus dilakukan supaya bisa melepas penghuni didalam liontin giok ini agar terbebas.
"Katakan bagaimana caranya!."seru Valora menatap Sacha lalu bertanya dengan wajah serius
["Untuk membebaskan dia perlu mengunakan air surgawi dari dunia langit dan setetes darah dari pemilik sebenarnya. Dengan kedua cara itu dia dapat terbebas dari sini."]
"Air surgawi dan setetes darah dari pemilik sebenarnya?."ulang Valora berpikir
"Bukankah pemilik sebelumnya adalah seorang Duke, lalu dengan air surgawi dari dunia langit nya, tapi dimana aku bisa menemukannya kedua bahan itu."ujar Valora seketika mulai bingung dan sulit untuk mendapatkannya dengan mudah
["Air surgawi terletak dipuncak bukit bagian timur, tempatnya tidak jauh dari kediaman tuan saat ini. Sedangkan untuk bahan utama, tuan bisa mencari Duke itu untuk diambil darahnya.]
Mendengar perkataan Sacha, membuat Valora berubah lesu. Sebenarnya ada niat untuknya membebaskan mahkluk ini dari liontin itu, tapi mendengar bahan yang diperlukan membuat Valora sakit kepala.
Lagipula ditubuhnya sedang dimasuki aura hitam seperti yang dibicarakan oleh kakak Felix. Jika saat ini tubuhnya sangat lemah dan rentang terluka.
"Susah banget sih, buat bebasin mahkluk itu dari dalam sini. Kupikir mudah ternyata sulit banget toh."gumam Valora menjadi tak semangat setelah kedua bahan sulit untuk dia dapatkan
Pada saat Valora selesai bicara dengan wajah tak bertenaga karena sulit mendapatkan apa yang dia inginkan. Suara ketukan pintu mengejutkan Valora yang bersandar dikursi empuknya, tatapannya seketika tertoleh kearah pintu.