Pertemuan yang tak baik belum tentu menjadi akhir yang buruk, karna seiring berjalannya waktu perasaan itu pasti akan muncul, contohnya perasaan jatuh cinta dan suka.
seperti kisah Jovandra dan adelliana.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Annaaluvv, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 23
Liana mendengarkan obrolan mereka berdua, lalu menatap layar ponselnya yang kini di layar ponselnya ada sebuah pesan yang di kirimkan oleh seseorang yang tak Liana kenal.
Pesan itu berisikan...
' Tolong jauhi anak saya, dia sudah di jodohkan dan kamu dengan Joan tidak cocok sama sekali, status keluarga mu dan kami berbeda! '
Tanpa sadar Liana meneteskan air mata, jujur ini rasanya sakit.
Liana senang mendengar ucapan Joan di depan sana pada ayahnya, namun di sisi lain Liana lagi lagi tertampar kenyataan jika dirinya dan Joan benar benar tak bisa bersama.
" Gue harus atur ulang universitas yang gue pilih, supaya Joan ga dapet akses buat ketemu gue,,,, maafin gue Joan gue gamau Lo cape gue gamau Lo lakuin hal yang mustahil " Lirih Liana pelan.
Liana menutup gordennya dan beranjak menuju kamarnya.
Liana membuka laci nakasnya dan mengambil kotak kecil di sana, lalu duduk di tepi ranjangnya.
Itu gelang pemberian Joan, Joan berikan tadi saat pulang dari bukit itu.
" kenapa yaa, gue kira ini cuma ada di drama yang pernah gue tonton, tapi malah terjadi di hidup gue? " Gumam Liana lalu Liana memasang gelangnya di tangan kirinya.
Liana mengusap gelangnya yang sudah terpasang " gue belum pernah jatuh cinta sama seseorang selama hidup gue, tapi pertama kalinya malah menyakitkan gini yaa? Kenapa? "
Liana memutar memori mengingat hal hal menyenangkan dan bahagia saat dirinya bersama Joan, Liana pernah berharap kalau hal itu akan bertahan lama sebelumnya...
Namun yang terjadi, sesingkat itu.
" Maafin gue Jo,,, ternyata keberadaan gue di sisi Lo jadi masalah di keluarga Lo "
...----------------...
Joan merebahkan tubuhnya di ranjang, Menghela nafasnya lega.
Joan menyimpulkan bahwa yang di katakan Liana tak bisa bersama itu adalah Liana tak boleh berpacaran selama sekola, Apalagi setelah mengobrol dengan ayah Liana Joan jadi lebih mengerti.
" Tapi, ucapan dia waktu hujan itu kenapa seserius itu yaa? " Gumam Joan lalu bangkit dari tidurnya.
Betul juga, apa ada alasan lain? Kalaupun iya tapi apa alasannya? Selama ini Joan baik baik saja dengan Liana, bertengkar pun hanya hal hal sepele dan masalah dengan mantannya Yera pun sudah Joan jelaskan pada liana.
" Joan,, " Panggil seseorang yang baru saja masuk kedalam kamar Joan, itu ibunya.
Joan menoleh " Yaa maa, kenapa? " Tanya Joan.
Ibunya kini menghampiri Joan lalu duduk di samping Joan.
" lagi mikirin apa, mama masuk kamu lagi merenung gitu? " Tanya ibunya.
Joan menggelengkan kepalanya " Gapapa, ada apa mah? Ada sesuatu yang mau di omongin? " Tanya Joan, dia tak mau bertele tele.
Joan tau kedatangan ibunya pasti ingin membicarakan sesuatu.
" Soal perjodohan kamu, ayah Kinan sudah tentuin hari pertunangannya tanggal 5 bulan depan " Ujar ibunya, ibunya kini sedikit gugup, karna tau Joan pasti menolak mentah-mentah dan marah.
" maa,,, udah berkali kali aku bilang aku gak mau, apa mama gabisa tolong aku sama sekali ma? " Tanya Joan dengan nada rendah, Joan tak marah dirinya merasa muak saja dengan perjodohan ini.
" Joan baru aja mau lulus SMA, Joan baru mau lanjutin study Joan tapi yang mama papa bahas selalu soal perjodohan, di mata kalian bisnis kalian lebih penting daripada kebahagiaan anak sendiri? " Joan menolehkan wajahnya menatap ibunya yang kini tengah menundukkan kepalanya.
" Aku selalu turuti mau mama papa selama ini, tolong kali ini aja bebasin aku "
" Bahkan mama papa gatau, ada seseorang yang aku sayang maa "
Ujar Joan mengeluarkan apa yang dirinya pendam selama ini, ini sudah waktunya, tak selamanya Joan harus terus terperangkap di rencana kedua orangtuanya.
" Joan mama- "
Joan berdiri membuat ibunya yang hendak bersuara menghentikan ucapannya " Yang tau kebahagiaan aku cuma aku, bahkan mama papa ga pernah mikirin kebahagiaan aku itu apa kan? "
Lalu Joan bergegas meninggalkan ibunya, dan pergi dari rumah.
Joan menyalakan motornya dan meninggalkan rumahnya, entah dirinya mau kemana yang terpenting dirinya tak mau berdiam diri di rumahnya, bagi Joan itu membuat dirinya semakin muak jika terus berada di rumahnya.
...----------------...
Liana lagi lagi bangun dari tidurnya, lebih tepatnya sedari tadi Liana hendak tidur namun tak kunjung tertidur karna ada yang mengganggu pikirannya.
Liana pun bangkit dan duduk di kursi dekat jendela, membuka jendelanya dan menghirup udara malam.
ini sudah pukul 12 malam tapi mengapa Liana merasa belum mengantuk dan malah terpikirkan hal hal yang seharusnya Liana lupakan.
Tingg!!
Pesan masuk, itu dari Yohan teman Joan, Liana pun segera membaca isi pesannya, namun saat Liana hendak membaca isi pesannya telpon masuk dan itu dari Yohan juga.
Liana pun angkat telpon.
" Halo Han kenapa? " Tanya Liana pada Yohan
" Gue jemput Lo, gue mau minta tolong dan kayaknya cuma Lo yang bisa bantu Li " Ujar Yohan di seberang sana.
Liana mengerutkan keningnya " Ma-maksudnya gimana? "
" Ini soal Joan, nanti gue jelasin di jalan, ini gue udah Deket rumah Lo " Ujar Yohan.
" Tapi han- "
Tutt!!
belum sempat berbicara panggilan terputus, tapi tadi Yohan bilang soal Joan, Apa terjadi sesuatu pada Joan?
Liana pun bangkit dan meraih Hoodie yang tergantung di pintu kamarnya dan bergegas keluar, sesampainya di luar benar saja ada mobil hitam milik Yohan sudah terparkir di depan rumahnya.
Yohan keluar dari mobilnya dan menghampiri Liana.
" Langsung naik aja nanti gue anter Lo ke tempat Joan, dia sendirian di sana " Ujar Yohan.
" Tapi kenapa Han? Joan kenapa? " Tanya Liana, dirinya jadi panik, Yohan tak juga menjelaskan apa yang terjadi.
" Nanti gue cerita di mobil, Ayoo " Ujar Yohan.
Mereka berdua pun masuk kedalam mobil dan bergegas pergi menuju tempat yang hanya Yohan yang tau.
Yohan menepati janjinya untuk bercerita.
Dia pun menceritakan tentang Joan, bagaimana kehidupannya di dalam keluarganya, bagaimana Joan yang selalu jadi bidak catur kedua orangtuanya, soal perjodohan, hidupnya yang tidak bebas dan masih banyak lagi.
Yohan menceritakan semuanya yang dia tahu tentang Joan pada Liana, tujuannya agar Liana tau mengapa Joan begitu berusaha mendapatkan Liana, karna kehangatan yang Joan rasakan hanya ada pada Liana dan adiknya Joan sediri Yolla.
Mendengar cerita Yohan bagaimana Joan menjalani kehidupanya membuat Liana tak kuat menahan rasa kasihan, jadi selama ini dirinya begitu penting bagi Joan?
Ini menjawab pertanyaan Liana mengapa Joan begitu berusaha untuk selalu mendapatkan dirinya.
Liana jadi merasa bersalah, menambah kehidupan Joan menjadi lebih lelah lagi, jika Liana tau lebih awal, Liana tak akan sejahat itu pada Joan sebelumnya.
" Dia selalu nutupin semuanya dari gue han, seakan ga pernah ada yang terjadi di hidupnya, selama gue kerumah dia gue ga pernah liat orang tuanya dan ga pernah lihat langsung gimana hubungan Joan sama orangtuanya " Ujar Liana, Liana menundukkan kepalanya.
Yohan melirik Liana sesaat dan kembali fokus menyetir " Bukan salah Lo, yang terpenting Lo udah tau, jadi Joan ga akan nutupin hal ini lagi " Ujar Yohan.
" Juga sorry li, gue ga bermaksud buat maksa lo, tapi gue cuma mau liat temen gue bahagia sama pilihan dia sendiri " Ujar Yohan kembali, ya bagaimana pun Joan pernah membantunya lebih dari ini, setidaknya Yohan pun membantu apa yang tengah Joan perjuangkan.
Liana menggelengkan kepalanya " Ga Han, gue justru berterimakasih sama Lo, karna Lo gue jadi tau apa yang Joan jalanin selama ini, kalo Lo ga cerita gue mungkin udah jauh dari kehidupan dia " Ujar Liana.
" Agak cepet ya han, gue takut Joan lakuin hal yang ngga ngga " Gumam Liana.
' Maafin gue Jo, setelah ini gue bakal selalu ada di samping Lo '
...TO BE CONTINUED...