Baca dulu di season 1 yang berjudul Penyesalan ( Karena Telah Selingkuh ), agar paham dengan alurnya.
" Aurelia, ada yang ingin abang katakan kepadamu" ucap Fathaan dengan seriusnya
" Katakanlah " sahut Aurelia
" Aurelia, selama ini abang menyukaimu" ucap Fathaan membuat Aurelia terkejut
Seiring waktunya berjalan, tanpa disadari Fathaan bahwa dia sedang jatuh kepada adik tirinya yaitu Aurelia.
Dia juga tidak menyangka bahwa dirinya bisa menyukai Aurelia, awalnya dia masih menganggap Aurelia sebagai adiknya.
Namun dengan waktu berjalan begitu cepat baginya, perasaan itu berubah menjadi rasa suka yang begitu dalam sekali.
Saat dia mengutarakan perasaan yang sebenarnya kepada Aurelia, tetapi jawaban yang dia tunggu tidak sesuai dengan harapannya.
Akankah Fathaan bisa bertahan dengan perasaan itu atau dia mengakhirinya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NisfiDA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mood Yang Berantakan
Aurelia hanya diam saja dari awal pelajaran tiba hingga berakhir, bahkan dia tidak keluar dari kelasnya karena benar-benar merasa tidak mood sama sekali.
Dia merasa sedih hari ini, Bundanya juga tidak menegur dirinya dan bahkan dia juga bertengkar dengan Fathaan sehingga membuatnya menjadi sangat hancur.
Waktu menunjukkan pukul 2 siang, dimana mereka sudah diperbolehkan pulang. Namun Aurelia memang sengaja untuk pulang lebih lama karena menunggu semuanya sudah sepi.
Ternyata, Mona yang tidak terima apa yang dilakukan oleh Aurelia tadi pagi kini dia memanggil salah satu kakak kelas yang memang sering membuat masalah waktu dia masih sekolah ditempat mereka saat ini. Dan juga dia sering nongkrong disamping sekolahan. Itulah mengapa Mona bisa meminta bantuan dengan mereka.
Saat Aurelia ingin keluar dari kelasnya, namun dia ditahan oleh para Geng Kakak Kelasnya itu. Aurelia hanya menatap bingung saja dia juga melihat Mona tepat ada dibelakang mereka.
" Jadi ini yang membuatmu malu kepada Bobby?" tanya Kakak Kelas itu kepada Mona
" Iya benar, tadi pagi dia marah-marah kepadaku karena dia bertengkar dengan Abangnya"
Aurelia mengerutkan keningnya, dia merasa heran dengan ucapannya Mona padahal dia memang yang salah bukan?
Kakak itu panggil saja Cherly.. Dia mendekat kearah Aurelia seketika saja dia langsung memukul Aurelia membuatnya meringis kesakitan sehingga berlutut dilantai sambil memegangi perutnya.
Mona tampan terkejut dia tidak menyangka bahwa Cherly akan melakukan kekerasan kepada Aurelia, padahal dia hanya meminta untuk membuat Aurelia meminta maaf kepadanya.
Cherly memukul Aurelia hingga babak belur, Mona mencoba untuk menenangkan Cherly karena dia merasa begitu bersalah sekali sehingga membuat Cherly menghempaskan tangannya Mona.
" Kak, aku tidak menyuruh kalian untuk memukulnya, aku hanya ingin kalian membuat dia meminta maaf kepadaku" ucap Mona membuat Aurelia menatapnya
Mona menyadari tatapannya Aurelia membuatnya sedikit malu untuk melihatnya.
" Oh, jadi ini ulahmu Mona?" tanya Aurelia dengan nada dinginnya" Kenapa? Apa kamu sangat tidak bisa melawanku sehingga menyuruh mereka untuk menyerangku?" sambung Aurelia
Bugk!
Cherly memukul alisnya Aurelia saat mendengar ucapannya Aurelia, hal itu membuat Mona sangat terkejut karena melihat darah bercucuran diwajahnya Aurelia.
Aurelia hanya diam saja, dia menundukkan kepalanya rasanya begitu nyeri sekali tetapi dia mencoba untuk menahannya.
" Ku peringatkan lagi, ini hanyalah peringatan terkecil jika kamu mencoba untuk mencari masalah lagi kepada Mona maka kau akan berhadapan denganku lagi"
Cherly langsung pergi saat mengatakan seperti itu, dimana Mona yang masih tinggal disana. Air mata Aurelia menetes namun dia menangis dalam diam rasanya begitu nyesek yang dirasakan oleh Aurelia.
Melihat Aurelia berdarah, Mona merasa sangat bersalah dan khawatir dia mencoba untuk bertanya kepada Aurelia.
" Lia, apa kamu baik-baik saja?" tanya Mona dengan suara yang gemetar
Aurelia menarik nafasnya, dia mencoba untuk bangun dan menghapus darah yang menutupi matanya.
" Anggap saja kita tidak pernah kenal" ucap Aurelia dan pergi
Dug!
Jantung Mona merasa sangat sakit sekali saat mendengar ucapannya Aurelia, tetapi dia sadar bahwa itu adalah kesalahannya sendiri.
Benar ynag dikatakan Aurelia bahwa dia tidak bisa melawan Aurelia sehingga membuatnya meminta bantuan kepada Cherly.
****
" Abang masih diapartemen?"
Setelah kejadian disekolah tadi Aurelia tidak kembali kerumahnya, namun dia berjalan kearah apartemennya Fathaan.
" Iya, ada apa Aurelia?"
" Aurelia ada dibawah apartemen abang"
Mendengar itu, tanpa basa-basi apa lagi dia mengakhiri panggilannya lalu berlari keluar untuk menghampiri Aurelia. Sedangkan Aurelia dia sudah paham saat mengetahui Fathaan mengakhiri panggilannya kini dia menunggu untuk dijemput oleh Fathaan dia begitu merasakan sakit dibagian kepalanya namun dia menahannya.
Tiba-tiba!
" Aurelia" panggil Fathaan saat tiba dibawah
Aurelia langsung menoleh, betapa terkejutnya Fathaan saat melihat wajah Aurelia babak belur serta bekas darah. Dengan cepatnya Fathaan mendekat.
" Aurelia, ada apa denganmu?" tanya Fathaan dengan nada yang begitu khawatir
Bukannya menjawab, namun Aurelia malah menangis sehingga membuat Fathaan membawanya kedalam pelukannya. Rahangnya mengeras dia merasa begitu sangat marah sekali melihat keadaan Aurelia seperti ini.