NovelToon NovelToon
Time To You: Istri Kesayangan Sang Mafia

Time To You: Istri Kesayangan Sang Mafia

Status: tamat
Genre:Time Travel / Mafia / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:8k
Nilai: 5
Nama Author: Aplolyn

Clark hanya dianggap sebagai tumbal pelunasan hutang dalam pernikahannya dengan Dante, pemimpin mafia berdarah dingin, namun saat peluru nyasar menembus dadanya di pesta keluarga, ia baru menyadari tatapan pria itu yang penuh air mata, sungguh pemandangan tak pernah ia bayangkan ada pada sosok yang begitu kejam.

Lalu bagaimana jika takdir memberikan kesempatan kedua? Membuat Clark kembali terbangun enam tahun silam, tepat saat ia dipaksa menikah dengan pria yang kini ia tahu sangat mencintainya meski dulu ia hanya melihatnya sebagai sosok mengerikan yang harus ia hindari sebisa mungkin.

Kali ini, ia berjanji tak akan membiarkan tragedi yang sama terulang kembali.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aplolyn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22

"Hudson dan Yuna sudah empat tahun menikah. Mereka sama-sama anak tunggal yang mengurus rumah sakit keluarga, makanya sering bolak-balik antara Korea dan Tiongkok. Saat kita menikah dulu, mereka tak bisa hadir karena sedang di Korea, dan pernikahan kita pun terjadi begitu mendadak. Jangan merasa bersalah lagi. Mereka orang baik dan takkan membencimu."

"Aku tahu... tapi aku tetap malu," jawabnya lirih.

Dante menangkup wajah istrinya, menyeka sisa air mata di sudut matanya, lalu mengecup kening, kelopak mata, hidung, hingga berhenti tepat di bibirnya.

"Kelinci kecilku yang malang..." godanya pelan. "Apa yang sebenarnya dikatakan Paman sampai kau semarah itu?"

Clark kembali berkaca-kaca. "Paman bilang... kau sedang bertemu calon istri keduamu. Katanya kau pasti akan menyukai wanita pilihan dia..."

"Sstt... jangan bicara begitu. Aku tak butuh mereka. Yang aku butuhkan dan aku inginkan hanyalah kau."

"Tapi.."

"Tak ada tapi-tapian. Percayalah padaku. Aku akan mencintaimu selamanya."

"Kau bisa bicara begitu sekarang... tapi tak ada yang tahu apa yang terjadi nanti. Aku tahu ada benarnya ucapan Paman. Tapi aku tak sanggup berbagimu dengan orang lain... hatiku hancur membayangkannya..."

"Cup, cup... sudah jangan dipikirkan. Percayalah pada kesetiaan keluarga Luca. Kami hanya menikah satu kali seumur hidup. Kau tahu kan kenapa Paman tak pernah menikah lagi setelah istrinya meninggal dua puluh delapan tahun lalu? Padahal saat itu dia masih muda dan Hudson masih butuh sosok ibu? Dia memilih merawat keponakannya sendirian. Meski mulutnya sering pedas padamu, percayalah dia takkan berniat merusak kebahagiaan kita. Dia hanya bicara apa adanya, tapi hatinya baik," jelas Dante tulus.

Mengingat masa lalu, Clark sadar ada benarnya ucapan suaminya. Dulu Paman Zeck sering menekan Dante untuk menceraikannya, bukan karena ingin memisahkan, tapi karena tak melihat kebahagiaan keponakannya dalam pernikahan yang tampak kosong.

"Aku mengerti."

"Sekarang istirahatlah. Sudah larut dan matamu bengkak. Perlu kuambilkan es untuk kompres?"

"Tak perlu... peluk saja aku. Aku butuh tenaga supaya besok tak malu-malu lagi menghadapi mereka," jawabnya pelan.

"Jangan terlalu dipikirkan."

"Mari silakan dimakan. Saya tak terlalu pandai urusan dapur, jadi semua ini dibuat pelayan rumah," ucap Yuna ramah sambil menyendokkan lauk ke piring suami dan putranya.

Dante berdehem pelan, Clark mengangguk ragu namun mulai tenang. Mereka tampak begitu wajar, seolah tak ada kejadian memalukan semalam.

"Papa, kenapa duduknya gelisah terus?" tanya Josua polos. Hudson tampak kesakitan setiap kali bergerak, jelas bekas tendangan Clark.

Wajah Clark memerah padam, ingin menghilang saja.

"Itu... eh..." Hudson bingung menjawab.

"Josua, dilarang bicara saat makan," potong Yuna cepat, berusaha menjaga perasaan adik iparnya.

Setelah sarapan selesai, Hudson kembali ke kamar untuk beristirahat, tendangan sang kelinci yang marah ternyata cukup kuat membuatnya kesulitan bergerak. Sementara itu, Josua menarik paksa Dante bermain ke tepi pantai.

Yuna keluar dari dapur dan mendapati Clark diam menatap mereka dari kejauhan, wajahnya tampak sedih.

"Minum cokelat hangat dulu?" tawarnya sambil menyodorkan gelas. Clark menerimanya dan berterima kasih.

"Aku sudah dengar semuanya dari mertuaku. Kau tak perlu merasa bersalah, itu wajar terjadi apalagi kalian belum pernah bertemu sebelumnya," ucap Yuna tulus.

"Mm..." Clark mengangguk, lalu kembali menatap sosok yang tertawa riang bersama anak kecil itu. "Josua sangat lucu... kalian pasti sangat bahagia memilikinya."

Ada nada iri yang tak bisa disembunyikan.

"Dia adalah kebahagiaan kami. Kau tahu kan, aku dan suamiku jarang bisa berkumpul seperti ini? Tapi setiap kami bertemu, kami habiskan waktu sebaik mungkin bersama dia."

"Keluarga kalian sungguh sempurna. Kakak Ipar sangat beruntung memiliki suami sebaik Dokter Hudson dan anak seimut Josua."

Yuna tersenyum mengerti maksud ucapan itu. "Kau juga sangat beruntung memiliki Dante. Dia sudah mencintaimu sejak dulu... aku bahkan tak percaya cinta sedalam itu benar-benar ada."

Clark bingung. "Maksudnya cinta seperti apa?"

"Cinta pada pandangan pertama. Hudson pernah bercerita, Dante sudah jatuh hati padamu sejak pertama kali melihatmu, saat itu kau masih berusia sekitar lima tahun, dan dia mengira kau seorang gadis. Dulu aku sempat menganggap itu sekadar kekaguman anak-anak, tapi saat tahu bahwa kau lah orang yang dia maksud... aku sungguh kagum. Perasaannya begitu teguh sampai sekarang."

Mulut Clark ternganga tak percaya. Ia mencoba mengingat-ingat, namun tak ada jejak pertemuan itu dalam ingatannya.

"Dia tak pernah menceritakannya padamu?"

"Kau sungguh beruntung. Pria seperti dia sekarang sudah sangat langka, hampir punah. Harusnya dia dipajang di museum saja," canda Yuna.

Mendengar itu, mendung yang sempat menyelimuti hati Clark seketika lenyap. Ternyata cinta Dante bukan baru tumbuh belakangan, melainkan sudah ada sejak lama.

"Hei, Dante memanggilmu. Cepatlah ke sana."

"Mm!" Clark tersenyum lebar, lalu berlari menyusul suaminya yang sedang menanti di tepi pantai.

1
Ari Peny
masya Allah 👍👍👍
Ari Peny
bagus dante hrs tegas
Ari Peny
mencurigakan
Ari Peny
pasti berniat berkianat atau pemberontakan
Ari Peny
semangaaat
Siti Maemunah
benarkah si Clark bukan perempuan
Ari Peny
berdua hrs kuat
Ari Peny
lanjuuut
Muft Smoker
km slah cara Andrew ,, menghadapi bocah tantrum macam dante dg menggoda istri ny ,, sama aj km mau di usap2 malaikat maut 😂😂😂😂
Muft Smoker
kak brrti Clark bnran cowo????
😱😱😱😱
Ari Peny
lanjuuut
Ari Peny
waaah apa pamannya hanya ingin tau benar2 cinta gk
Muft Smoker
lanjuuut kak ,,
Muft Smoker
kasihan si dokter ,, di tendang ma Clark ,, moga gx lupa ingatan 😂😂😂😂😂😂😂😂 ,,


sakit perut adek bang ,,,
😂😂😂😂😂😂😂🤣🤣🤣🤣🤣
Ari Peny
moga salah orang 😭😭😭
Muft Smoker
ayooo segera cari dante jgn sampe Dy di culik gombel wewe
Muft Smoker
kak ni si Clark bnran cowo???
koq pemuda trus nyebutnya 🤭🤭🤭🤭
Ari Peny
jgn2 dante d jebak
Muft Smoker
akhirnya 😂😂😂
Ari Peny
🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!