NovelToon NovelToon
My Possessive Twins

My Possessive Twins

Status: tamat
Genre:Teen / Cintapertama / Cintamanis / Badboy / Tamat
Popularitas:5.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Wida Dwi Oktafiani

Saking posesifnya orang-orang sampai mengira jika Devano mencintai kembarannya sendiri.

'Jangan terlalu tanggepin Alex dia gak baik untuk kamu'

'Jangan dikuncit rambutnya'

'Jangan pakai baju kayak gitu, ganti!'

'Nanti pulang tunggu di parkiran'

Mereka beranggapan jika Devano mencintai Devina, padahal tidak sama sekali dia juga memiliki wanita yang dicintainya.

Perasaannya pada Devina hanya kasih sayang mereka sebagai saudara kembar.

Semua sikap posesifnya hanya untuk melindungi Devina dari luka yang bisa menyakitinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wida Dwi Oktafiani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

9 : Selangkah Lebih Maju

Wajah Devano yang terluka membuat banyak murid di SMA Kencana membicarakannya, tentu saja ini kali pertama Devano datang dengan keadaan seperti itu dan mereka penasaran apa penyebabnya. Ada banyak yang mengatakan kalau Devano terlibat keributan di belakang sekolah kemarin dan ada juga yang mengatakan kalau Adara merupakan salah satu alasan kenapa Devano bisa terlibat keributan.

Ada alasan kenapa mereka beranggapan jika Adara merupakan alasan Devano sampai terlibat karena mereka juga melihat wajah penuh luka gadis itu yang sebenarnya sudah biasa.

Bukan hanya itu bahkan guru yang masuk ke kelasnya pun ikut bertanya, kenapa dengan wajahnya?

Melihat banyaknya pertanyaan yang dilayangkan Adara mendadak merasa bersalah karena membuat pria itu sampai terluka apalagi beberapa kali dia melihat Devano memegangi bagian belakang kepalanya, apa masih sakit?

Mereka duduk berdua, tapi Adara enggan untuk memulai pembicaraan begitu pun dengan Devano yang fokus pada guru mereka yang sedang menjelaskan.

Berkali-kali Adara ingin bicara, tapi dia malu hingga akhirnya Adara menulis sesuatu di bagian belakangnya dan menyerahkan pada Devano untuk dibaca.

Masih sakit enggak? Maaf, orang-orang jadi banyak ngomongin lo karena gue

Devano tersenyum ketika membacanya lalu menuliskan sesuatu juga disana.

Udah enggak cuman kadang-kadang aja, hmm gak masalah dan gak perlu minta maaf

Adara menatapnya sebentar lalu tersenyum tipis dan menutup bukunya dengan cepat membuat Devano tak bisa menahan senyumnya.

Lucu sekali

Setelahnya mereka kembali diam dan tidak berbicara hingga pelajaran selesai.

Saat guru selanjutnya belum memasuki kelas Alex, Erick, dan Gara menghampiri Devano dan menanyakan tentang luka-lukanya. Mereka juga terkejut melihat pria itu datang dengan wajah terluka, bukan Devano sekali.

"Kenapa tuh Van muka lo bonyok?" Tanya Alex yang sekarang duduk di atas meja

"Lo beneran berantem Van?" Tanya Erick

Devano hanya bergumam pelan sebagai jawaban membuat teman-temannya berdecak kesal karena tidak mendapat jawaban.

"Van"

"Hmm"

"Kenapa kemarin lo gak suruh gue aja sih yang nganterin Vina pulang? Kenapa malah sama si Ziko?" Tanya Alex

"Gak percaya dia sama lo." Kata Gara sambil tertawa membuat Alex menatapnya dengan sengit

"Gue gak minta Ziko untuk antar Devina pulang, tapi dia yang minta dan Devina bilang juga enggak papa, yaudah gue izinin." Kata Devano santai

Alex mendengus kesal ketika mendengarnya, saingannya sudah selangkah lebih maju sedangkan Alex malah selangkah lebih mundur.

Sial!

Semua karena Hara yang membuat Devina jadi enggan untuk dekat dengannya.

"Ehh Dardara muka lo juga kenapa bisa bonyok gitu? Berantem sama siapa lo?" Tanya Alex

Adara menatapnya dengan malas, kalian harus tau kalau Alex itu sangat-sangat kepo dengan urusan orang lain.

"Bukan urusan lo kan?" Tanya Adara sambil menatapnya dengan menyebalkan

Merasa kesal karena keduanya sama sekali tidak mau menjawab dengan benar akhirnya Alex memilih untuk kembai ke tempat duduknya begitupun dengan yang lain.

"Gue yakin pasti Vano kemarin datang untuk menyelamatkan Adara dari kepungan orang-orang yang mau memukulinya." Kata Alex dengan penuh drama

Baik Devano juga Adara menghela nafasnya pelan, Alex memang selalu bisa membuat orang lain darah tinggi.

"Kamu ngapain disini Dar? Minggir, jangan sampai kamu terluka." Kata Erick yang ikut menyambung cerita Alex

Devano dan Adara masih diam dan tidak menanggapi, tapi mereka masih terus bicara bahkan dengan suara yang cukup kuat hingga teman sekelas yang lain ikut memperhatikan mereka.

"Enggak kamu yang minggir! Kamu kenapa bisa ada disini Vano?" Lanjut Alex

Wajahnya terlihat begitu menghayati perannya sebagai Adara.

Lalu Erick ikut menyambung dengan melanjutkan perannya sebagai Devano.

"Sudah seharusnya aku melindungi orang yang aku sayang, minggir Dar aku gak mau kalau kamu sampai terluka." Kata Erick

"Wah gila sih kalau Vano beneran ngomong gitu." Kata Gara sambil tertawa melihat tingkah kedua temannya

"Siapa tau Gar? Mungkin mereka ini lagi di mabuk asmara sampai...."

Perkataan Alex terputus ketika Adara melemparnya dengan buku dan menatapnya sengit.

"Ngomong lagi?! Gue pukul lo!" Ancam Adara

"Ampunnn makkk." Kata Alex sambil tertawa

Adara baru sadar kalau buku itu adalah buku yang dia dan Devano gunakan untuk bicara kalau sedang belajar.

"Siniin bukunya!" Kata Adara galak

"Nanti sih Dar gue pakai kipasan dulu, panas banget." Kata Alex

Kipas di atas yang terus berputar sama sekali tidak membantu dia untuk menghilangkan keringat.

Adara hanya diam dan membiarkan, lagipula Alex tidak mungkin sekepo itu untuk membuka-buka bukunya kan?

Tapi, ternyata salah ketika Adara kembali menatap ke depan Alex membuka buku miliknya dan langsung melihat kebagian belakang.

Beberapa kali Alex melihat mereka berdua saling geser-geser buku sambil nulis sesuatu dan Alex sangat kepo semuanya.

"Kayak tulisan Vano"

Alex hanya bergumam pelan membuat Adara langsung menoleh dan melotot ke arahnya.

"Siniin Lex!"

Melihat Adara yang berdiri dengan secepat kilat Alex berlari sambil membawa bukunya.

"Ternyata ini cara kalian berkomunikasi, ya ampun gemes banget." Kata Alex dengan wajah yang sangat menyebalkan

Devano menggelengkan kepalanya pelan melihat tingkah temannya yang sangat jahil dan menyebalkan.

"Alex balikin!" Seru Adara dengan raut wajah yang sangat tidak bersahabat

"Nanti mau gue foto dulu, biar jadi hotnews Kakak." Kata Alex

"Balikin Lex!" Kata Devano yang ikut bersuara

Alex baru akan menjawab, tapi ancaman Devano setelahnya membuat Alex diam dan langsung mengalah.

"Balikin atau jauhin Devina!"

Saat Adara mendapatkan kembali bukunya dia memukul Alex dengan cukup kuat.

"Mak lampir lo Dardara!"

Adara baru akan membalas, tapi guru mereka datang dan membuat dia mengurungkan niatnya.

¤¤¤

Saat istirahat dengan sangat terpaksa Devina pergi ke kantin bersama Alex, berdua. Sebenarnya Devina masih sedikit takut kalau nanti dianggap menjadi penyebab rusaknya hubungan Alex dengan Hara, tapi Alex bilang itu semua tidak akan terjadi.

Selama perjalanan ke kantin Devina hanya diam dan berjalan dengan santai disebelah Alex sambil membawa kedua tangannya ke depan, takut kalau Alex menggenggamnya lagi. Menurut Devina terlalu berlebihan dan membuatnya malu kalau harus berpegangan tangan di sekolah, dia tidak suka.

Saat sampai di kantin Alex mengajak Devina untuk duduk di tempat yang masih kosong lalu memesankan makanan untuknya.

"Mau makan apa Vin?" Tanya Alex dengan semangat

"Emm mau bakso." Kata Devina

"Minumnya?" Tanya Alex lagi

"Es teh"

"Oke, tunggu sebentar ya sayang." Kata Alex yang hanya dijawab dengan anggukan singkat oleh Devina

Setelah Alex pergi memesan Devina menatap sekelilingnya lalu melihat teman-temannya yang baru memasuki kantin dan Devano bersama yang lainnya di pojok kanan kantin.

Alex sengaja mengajaknya duduk disini ya?

Mata Devina beralih kedepan ketika Alex kembali dan membawakan mekanannya.

"Makasih ya Lex." Kata Devina sambil tersenyum manis

"Iya"

Devina memakan makanannya dengan sedikit canggung, tidak biasa dengan situasi seperti ini.

"Vin"

"Iya?"

"Kamu tau gak?" Tanya Alex yang dijawab dengan gelengan olehnya

"Vano sama Dara lagi dekat." Kata Alex lagi

Devina langsung tertarik mendengar topik pembicaraannya, dia selalu penasaran dengan kembarannya.

"Iya kan? Aku tau kalau Vano pasti suka sama Adara kalau enggak mana mungkin dia sampai mau babak belur gitu." Kata Devina

"Dari kemarin mereka duduk berdua." Kata Alex membuat Devina menatapnya dengan antusias

"Mereka sering ngobrol enggak?" Tanya Devina

"Mereka ngobrol lewat ini, bentar ini susah banget dapatnya aku sampai dipukul sama Adara." Kata Alex

Devina melihat ponsel Alex dan mendapati tulisan kembarannya di buku bersama dengan tulisan lainnya. Melihat hal itu Devina tersenyum ternyata kembarannya bisa semanis itu kalau sedang jatuh cinta.

"Coba kita sekelas ya Vin?" Kata Alex

"Em memang kenapa? Kita masih bisa ngobrol kok kalaupun gak sekelas." Kata Devina sambil tersenyum

"Pengen ngeliat kamu terus soalnya." Kata Alex membuat Devina tertawa dan sedikit salah tingkah

"Kita kan sering ketemu lagian kelas kita juga sebelahan kan? Kalau latihan sama tanding kita juga ketemu terus." Kata Devina lagi

"Tapi, bukan itu yang aku mau Vin." Kata Alex

"Terus apa?" Tanya Devina bingung

"Kamu pasti tau." Kata Alex

"Ihh aneh kamu kan bilang." Kata Devina

"Aku mau kita bisa dekat lebih dari seorang teman." Kata Alex membuat Devina terdiam

Dia tidak mau menanggapi apapun.

Memang secepat itu Alex melupakan mantan kekasihnya?

"Vin"

"Emm"

"Minggu ini mau jalan sama aku gak?" Tanya Alex

Devina terdiam sesaat lalu mengatakan hal yang membuat Alex diam dengan hati memanas.

"Aku ada janji mau nonton sama Ziko"

Ralat, ternyata Ziko bukan hanya selangkah, tapi sepuluh langkah lebih maju darinya.

Mungkin Alex memang benar-benar harus berjuang.

Tidak biasanya Alex berjuang keras untuk mendapatkan wanita yang dia suka.

Suka?

Apa Alex yakin perasaannya hanya sekedar rasa suka?

Iya, karena Alex tidak pernah mencintai seseorang seumur hidupnya.

1
Eka Dewi
Luar biasa
Nona QueenRa
seru cerita kembar
lily
alex tobat dlu klo mau sama Devina
Lies Atikah
iaku suka kalau ceritanya laki nya tu bucin .tapi tegas romantis dan sedikit gesrek .maunya gitu
Novia Ayu Apriani
hm
Abinaya Albab
setiap baca selalu ada rasa haru 😥
Abinaya Albab
hehhhhhh kesel...gemes ya Mon aku juga...
Abinaya Albab
jangan² adyra diam² suka sama ziko nih 🤔
Abinaya Albab
kadang aku pikir nama sahara itu typo ternyata gk ya 🤭
Rosa Rosiana
menarik
Rosa Rosiana
saya suka genre begini
Novia Cutez Yankslaluchynkmamah
baper bebz
Novia Cutez Yankslaluchynkmamah
baper beb
Liannawaty suparman
aq jadi ikut sesak dan sakit hati baca vina ampe kayak gtu..😭😭😭
Nurjanah Paris
082117464435adlimalik
nowhere🌱
cowok yg gak bisa tegas gini seringnya bakal ada konflik pelakor yg mengikuti. jadi harus siap-siap emosi, sih
Asra Waty
kenapa devina hilang dr cerita ini
Nona QueenRa: Karna dia punya cerita sendiri. bisa dilihat disana
total 1 replies
nowhere🌱
nooh, makanya jangan banyak main cewek, giliran dapat yg klop kan jadinya susah
nowhere🌱
makanya jangan jadi pucekboi
nowhere🌱
agak wah aja gitu nemu teenfict di nt, soalnya banyakan di sini perjodohan ceo dan gak jauh jauh sama pernikahan yg dihiasi pelakor, berasa hambat aja gitu jadinya nt. untung nemu cerita ni
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!