Viona gadis lugu yang mencintai ipar nya sendiri
dia mempunyai satu saudara perempuan
yang di jodohkan pada keluarga bangsawan dan sangat di segani semua orang..
entah dari sisi mana dia mulai menyukai kakak iparnya yang begitu dingin dan acuh kepada nya....
namun rasa penasaran viona dan tekat yang kuat akankah hati sang kakak ipar melunak???
mari simak lebih lanjut
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eka Nur Hastaman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
eps 11
Malam berganti pagi dengan keelokan mentari yang menyinari bumi.
kegiatan rutin yang saat ini di lakukan Viona adalah bangun pagi membuat sarapan, lalu membangunkan Wisnu yang ternyata adalah lelaki penyuka kasur(suka tidur).
"Bangun sudah pagi." Viona berusaha membangunkan Wisnu.
"Bangun." Viona memercikkan air.
seketika Wisnu membuka mata dan menatap wajah Viona dengan melebarkan senyum, kagum akan kecantikan dan perhatian yang Viona berikan pada dirinya.
"Keterlaluan kamu sayang! sekarang kamu akan ku hukum." Wisnu berdiri dan meraih lengan Viona.
"Wisnu apa-apaan sih kamu? lepaskan ini sudah pagi, kita harus ke kantor." jelas Viona dengan menunjuk arah jarum jam.
"Biar saja, saat ini aku hanya ingin menghukum kesayangan ku ini." Wisnu membopong tubuh viona ke atas kasur.
"Wisnu, hari ini kamu ada pertemuan dengan klien dari inggris bukan? ayolah, jangan menggoda ku terus." jelas Viona.
"Astaga, aku lupa. aduh kenapa kemarin kamu tidak memberi tahu aku? bisa kesiangan ini. tolong siapkan baju kerja ku." Wisnu beranjak dari tempat tidur lalu berlari ke kamar mandi.
"Aku kira dia itu lelaki yang dingin, arogan, dan disiplin. ternyata dia punya sisi yang seperti itu." lirih Viona.
dia pun mulai menyiapkan baju kerja Wisnu
dan menyiapkan sarapan pagi untuknya.
"Sayang kamu masak? tapi kita hampir terlambat, bagaimana jika kita bawa kekantor saja." teriak Wisnu dari dalam kamar.
Viona tak menjawab dia hanya bisa menggeleng kepala dengan tersenyum.
"Berasa bagai istri beneran." gumam Viona.
Tak lama Wisnu keluar dengan dasi yang sedikit berantakan.
"Sayang kita berangkat sekarang." ucap Wisnu tanpa menyadari ada hal yang salah pada penampilannya.
"Tunggu, dasi kamu sangat berantakan." Viona membantu Wisnu merapikan dasi di lehernya.
"Sweet banget kamu sayang, makasih ya." Wisnu mencium kening Viona.
mereka menuju kantor dengan tepat waktu.
saat mereka sampai semua orang memberi hormat dengan membungkukkan setengah badan lalu menyapa Wisnu begitu pula dengan Viona.
"Kenapa mereka seramah itu kepada ku, apakah aku sedang bermimpi?." Viona mencubit pipinya.
"Aw, ternyata ini sakit berarti ini semua nyata." Lirih Viona.
Wisnu melirik tingkah Viona yang membuat dirinya tersenyum geli.
"Dasar bodoh! kamu menyakiti dirimu sendiri,sini biar aku tiupkan." Wisnu meniup pipi Viona di hadapan semua orang.
Semua mata saling tatap dengan asumsi yang mereka pikirkan. akan tetapi mereka tak berani membuka mulut sedikitpun dengan apa yang saat ini mereka lihat, mereka takut jika Wisnu benar-benar akan menahan gaji mereka. karena Wisnu terkenal sebagai orang yang berpegang teguh dengan pendirian, dia juga tidak mudah menarik ucapan yang telah keluar dari mulutnya.
"Jangan seperti ini, banyak yang melihat kita." bisik Viona dengan sedikit menjauh darinya.
"Tak usah perdulikan mereka. mari kita masuk , sebentar lagi rapat akan segera di mulai." Ucap Wisnu dengan menggandeng Viona masuk kedalam ruang kerja.
"Sayang, kamu siapkan berkas-berkas yang nanti kita butuhkan.." ucap Wisnu dengan sibuk mencari file di laptop.
Viona hanya mengangguk dan menyiapkan semua yang diminta oleh Wisnu.
beberapa menit kemudian mereka menghadiri rapat khusus di sebuah resto ternama di kotanya.
beberapa orang mengira bahwa mereka adalah pasutri, banyak orang mengatakan wajah mereka sangat mirip dan itu tandanya mereka jodoh.
Rapat di mulai dengan baik dan berakhir dengan baik pula.
kemampuan Wisnu dalam bidang bisnis sudah tidak di ragukan lagi, dia seorang yang cerdas sehingga masalah sebesar apapun dapat terlewati dengan sangat mudah.
Rapat berlangsung selama hampir 2 jam, mereka pun menyudahi pertemuan singkat itu.
Setelah rapat selesai Wisnu dan Viona kembali ke kantor.
"Sayang, aku lapar. bawakan makanan yang tadi kamu masak." pinta Wisnu.
Viona pun membawa makanan yang Wisnu minta.
"Wisnu jika di kantor jangan memanggilku seperti itu, aku tidak nyaman dengan pandangan orang lain terhadap ku." jelas Viona.
wisnu tersenyum, dia mulai melahap makanan di hadapannya tanpa menghiraukan ucapan Viona.
"Bukankah tadi kamu sudah makan? kenapa sekarang kamu makan seperti orang yang lama tidak pernah memakan nasi. dan lagi ini hanya nasi goreng, mana bisa di sandingkan dengan masakan di resto tadi. masakan ku jelas tidak seenak masakan disana." ucap Viona dengan menatap Wisnu.
"Masakan kamu jauh lebih enak dari masakan resto tadi." jawab Wisnu dengan mulut yang masih di penuhi dengan makanan.
Viona hanya duduk menyaksikan Wisnu yang makan dengan lahap di sampingnya, dia benar-benar sudah melupakan siapa orang yang sudah membuatnya jatuh cinta.
NARENDRA WISNU AJI, dialah kakak ipar yang merebut hati Viona saat ini.
lnjut broo ya
mksih😘