Lian Az Zahra putri
Gadis mungil lulusan akuntansi universitas negeri ternama mulai meniti kariernya di ibukota seorang diri. Mempunyai karier yang cemerlang, ia menduduki jabatan penting di usia muda.
Keberhasilan kariernya tak membuatnya lepas begitu saja dari belenggu masa lalu. Trauma menjalin kasih dengan perbedaan status sosial membuatnya berada di situasi terendah dalam hidupnya.
Dapatkah Lian bangkit dari ujian yang datang bertubi-tubi di tengah kariernya yang menjulang tinggi.
Novel perdana saya, menceritakan kehidupan seorang Lian di ibukota. Karier dan kehidupan cintanya merubah banyak hal dalam dirinya.
Follow juga akun media sosial
FB : YoejaLove
Instagram : YoejaLove
Happy reading guys 🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YoejaLove, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hari yang melelahkan ( Part 4 )
-- Flasback dulu sebelum makan siang --
Setelah lian mengirim email, secepatnya Fery memeriksa kebenaran dokumen itu. Iya, Lian menemukan dokumen lain yang membuat jumlah angka korupsi berjamaah di kantor itu bertambah. Dia mendapatkan konfirmasi dari Dinas Pertanahan setempat jika sertifikat kepemilikan tanah yang seharusnya menjadi aset Winata Group berpindah tangan kepada orang lain. Dia dibantu oleh Fery mendapatkan akses itu untuk mempermudah pekerjaannya. Staff audit internal pun membenarkan pekerjaan Lian.
"Fer, kamu yakin data ini benar ?" William berbicara di telepon begitu menerima informasi dari keponakannya sekaligus Direktur Keuangan perusahaan itu.
"Sayangnya iya om, saya sudah pastikan dengan tim audit juga. Dinas Pertanahan pun membenarkan, apalagi yang perlu diragukan." Fery menegaskan keyakinan nya itu.
"B*j*ng*n!!!!! Bener bener kurang ajar mereka beraninya bermain-main dengan Winata Group !!! Arya menggebrak meja cukup keras mendengar pengakuan Fery di telepon yang di loudspeaker oleh William sang adek agar kakaknya mendengar sendiri.
"Om ke kantor sekarang fer, kamu panggil juga tim audit." Perintah William.
Setelah William Winata meninggalkan kantor kakaknya, Arya Winata. Datanglah Alvino & Dimas ke ruangan Arya.
"Pah, ada apa manggil Al buru-buru begini."
"Kamu perhatikan terus perkembangan kasus ditempat William, ternyata banyak yang mereka curi. Satu lagi, Dimas kamu tolong jadwalkan saya bertemu Fery & bawahannya yang anak baru itu.. duhh lupa lagi namanya siapa?"
"Maksud bapak Lian?" Dimas bertanya.
"Siapa lagi memangnya, bukannya kamu cukup dekat dengan dia?"
"Iyaa pak benar, dia masih adik tingkat saya waktu kuliah."
"Bisa kamu ceritakan latar belakangnya. Sepertinya William sedikit istimewa memandang anak itu."
"Maaf pak, Lian namanya."
"Ahhh iya iya..maaf."
Dimas menceritakan gambaran latar belakang keluarga dan pengalaman Lian di kota kelahirannya dalam bekerja.
"Dim, kamu tahu banyak tentang Lian??" Alvino mengerutkan alisnya bertanya, dia menebak nebak ada hubungan apa sebenarnya Dimas dengan gadis itu. Mendapat tatapan meminta penjelasan dari 2 orang atasannya, akhirnya Dimas membuka kenyataan yang sebenarnya dia rasa tidak perlu boss nya tahu karena menyangkut masalah pribadi Lian.
"Ok, begini...Lian itu mantan pacar sodara sepupu saya pak. Akhir hubungan mereka kurang bagus, karena pihak keluarga sepupu saya tidak menyukai Lian dan keluarganya. Biasa pak, perbedaan status sosial." Dimas menjelaskan. Dia tahu betul bagaimana karakter gadis mungil itu.
"Apa gadis itu memang polos dim? Tapi dia bisa punya analisa cukup bagus untuk kasus ini, bahkan untuk usianya yang masih muda."
"Begitulah bos, Lian memang pintar kalau urusan pekerjaan tapi jika menyangkut urusan pacaran anak itu lebih polos. Hehehehe." Dimas terkekeh menyampaikan kenyataan yang menurutnya saling bertolak belakang.
"Apa jangan-jangan anak itu mempunyai kepribadian ganda?"
"Bos bisa cek sendiri di file hasil test psikologis Lian, kalo memang ada indikasi ke arah itu, harusnya tim HRD sudah tahu dari awal bukan?"
"Papa rasa tidak Al, ya sudah kita bahas proyek di Surabaya saja. Jangan lupa dim, segera kabari saya kapan saya bisa bertemu gadis itu."
"Baik pak."
-- Flashback selesai --
Sekembalinya Lian dari ruangan pak William, dia tampak lelah dan sedikit lesu. Suasana hatinya kacau. Dia merasa seperti orang jahat yang membuka aib orang lain dengan sengaja. Apa mau dikata, ini resiko pekerjaan yang harus Lian jalani.
"Li, mau ice cream?" Ika menyodorkan mangkok ice cream yang tadi dia janjikan.
"Ehh, mbak beliin aku? Makasih banyak mbak." Ika menepuk pundak Lian memberi semangat.
Mood Lian sedikit membaik dengan memakan ice cream itu. Tak terasa sudah mangkok ke 3 Lian menghabiskan ice cream itu.
"Li, kamu doyan apa masih lapar?" Tiba-tiba Wati datang menghampiri nya setelah mengetahui kejadian tadi di cafetaria dari debora. Dia mengkhawatirkan adiknya itu.
"Eehh mbaakk." Lian menyambut kedatangan Wati untuk pertama kalinya di ruangan itu. Tadi pagi dia dengan tim HRD yang lain ditugaskan di tempat lain oleh William, makanya dia tidak melihat secara langsung kejadian itu.
"Udah duduk aja, mbak cuma mampir, dari ruangan pak Fery barusan." Dalam hati dia sedikit tenang melihat anak buah Lian menerima kehadiran anak itu dengan tangan terbuka. Bahkan begitu perhatian terhadap Lian, sesekali Lian merasa mempunyai banyak ibu disini.
"Ohh..."
"Nanti kita dijemput mas Dimas ya dek, mobil mbak tadi ngambek, masih di bengkel." Wati memberi tahu Lian.
"Iya mbak."
"Ok, mbak balik dulu."
"Mbak Ika, masih ada tidak?" Lian meminta ice creamnya kembali malu-malu.
"Hahahaha ada ini masih banyak kok. Di kulkas masih ada stok. Tadi sengaja beli 3 buat rame-rame." Ika menunjuk kulkas kecil yang berada di sudut ruangan.
"Alhamdulillah kalau gitu aku habiskan boleh?" Ucap Lian sambil menunjukkan sisa ice cream di kotaknya yang tinggal setengah.
"Boleh Li, apa aja boleh buat kamu. Kecuali ..."
"Kecuali apa mbak?"
"Hehehe, uang Liaaann, gaji kamu khan lebih besar bisa 2x bahkan 3x lipat dari kami." Dewi menimpali ucapan lian disertai gelak tawa di ruangan itu. Yaa, suasana sedikit mencair setelah kejadian tadi. Sementara hanya itu yang bisa anak buah Lian lakukan untuk membantu Lian, setidaknya suasana hatinya sedikit terobati di ruangan nya.
"Hahahahaha... sepertinya aku dapat ide, karena kita sama sama suka cemilan bagaimana kalo aku minta dikirimin ibuku cemilan khas kota ku. Dijamin disini gak bakal nemu kalian." Tawa lian terlihat lepas dan tidak dibuat buat. Teringat, dia memang menyukai cemilan dari buah-buahan yang dibawanya dari kota M sudah habis.
"Maauu Lian, boleh juga ide kamu."
"Urusan makan aja secepat kilat responnya. payah kamu Dewi." Bu citra meledek Dewi yang antusias dengan ide Lian.
"Sudah-sudah, kalian gak ingin pulang? Mau tidur disini?" Ika menghentikan obrolan mereka karena melihat Lian tampak lelah dan memang sudah waktunya jam pulang kantor.
"Saya duluan yaahh." Lian bergegas mengambil tas nya dan pamit kepada teman temannya. Dia ingat Wati menunggunya di lobby.
"Maaf mbak, nunggu lama yaa?" Lian menghampiri Wati yang duduk di lobby menunggunya.
"Gak masalah, mas Dimas bentar lagi sampai. Dek, kita makan malam dulu aja. Mas Dimas ngajak makan diluar. Dia ngajak ke warung sop iga. Mbak jamin kamu suka."
"Apa aja mbak, perutku lapar. Gak tahu ini kemana coba larinya makan siang ku tadi. Barusan makan ice cream pula..Huuuuffttt "
"Itu mobil mas Dimas, ayo dek." Wati menggandeng tangan Lian segera masuk ke mobil Dimas.
Di dalam mobil Dimas...
"Dek, kamu kenapa?" Dimas melihat raut wajah Lian yang tampak sedikit murung.
"Enggak mas, cuma capek dan lapar." Lian sedikit menyunggingkan senyumnya tipis.
"Hahaha.. yasudah kita langsung makan aja."
Setelah makan malam di warung sop iga. Dimas mengantar Wati dan Lian pulang. Dimas dan wati sengaja tidak membahas masalah Lian dikantornya tadi siang. Dia rasa, Lian pasti syok dan perlu untuk berfikir sendiri dulu. Lagian, Lian pasti sudah capek dan ingin istirahat.
a world full of zombies hadir lagi menceritakan tentang, Teen, Romantis, dan petualangan 👍😆
Salam kenal dari (Calon Istri vs Mantan Istri) 👋
Semangat terus yaa💪
salam sukses selalu buat thornya dari a world full of zombies hadir lagi 💚🙂
Jangan lupa mampir juga ya di ceritaku 😉
Like sama favorit juga biar bisa saling like tiap update baru 🙂