NovelToon NovelToon
Sistem Check-in Petani Sultan

Sistem Check-in Petani Sultan

Status: tamat
Genre:Sistem / Dikelilingi wanita cantik / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:61.9k
Nilai: 5
Nama Author: Cherlly

Gagal total merantau di kota, Arga terpaksa pulang kampung dengan dompet kosong dan niat setengah hati untuk bertani di lahan tua peninggalan kakeknya. Namun, nasib sialnya mendadak berbalik 180 derajat ketika sebuah layar biru hologram muncul di pagi buta, mengaktifkan "Sistem Check-in Harian" yang terus memberinya hadiah gila-gilaan setiap hari, mulai dari saldo puluhan juta rupiah, benih super ajaib, hingga barang-barang mustahil lainnya. Kini, dengan cangkul di tangan dan sistem overpower di sisinya, Arga bersiap menampar mulut julid para tetangga, menendang tengkulak serakah, dan membangun kerajaan bisnis pertaniannya sendiri untuk menjadi petani paling sultan yang pernah ada.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cherlly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 15

Arga membaca deskripsi sistem itu dengan mata berbinar-binar penuh perhitungan bisnis.

"Sayuran penyembuh lagi, ini pasti akan laku sangat keras kalau dijual ke orang kaya kota yang suka makan sembarangan."

"Cabai ini akan menjadi senjata keduaku untuk menaklukkan lidah Siska dan bos-bos restoran lainnya."

Arga menyimpan kembali kantong bibit itu ke dalam sakunya dengan sangat hati-hati.

Dia berniat menanamnya siang ini juga setelah pagar seng di halaman belakangnya selesai dibangun.

Brum brum brum.

Suara mesin mobil bak terbuka yang berisik memecah keheningan pekarangan rumah Arga.

Sebuah mobil pick up hitam yang dipenuhi tumpukan lembaran seng dan kayu balok masuk ke halaman.

Mang Udin duduk di kursi penumpang depan dan segera melompat turun begitu mobil itu berhenti sempurna.

Di belakang mobil bak itu dua orang kuli bangunan berbadan kekar ikut melompat turun sambil meregangkan otot mereka.

"Bos Arga, mamang datang bawa pasukan sesuai pesanan nih." Mang Udin berteriak riang sambil melambaikan tangannya.

Arga bangkit berdiri dan menyambut mereka dengan senyuman lebar.

"Mantap Mang Udin, kerjanya cepat sekali sesuai dengan harapan saya."

Mang Udin berjalan mendekati Arga namun raut wajahnya tiba-tiba berubah menjadi sedikit serius dan penuh rahasia.

Dia menoleh ke kanan dan ke kiri seolah memastikan tidak ada tetangga yang sedang menguping pembicaraan mereka.

"Ga, kamu beneran jualan tomat sebiji harganya seratus ribu perak di pasar tadi pagi?" Mang Udin berbisik dengan nada setengah tidak percaya.

Arga tertawa pelan menyadari bahwa berita kegilaannya di pasar pasti sudah menyebar secepat kilat di desa ini.

"Iya Mang, memangnya kenapa, apa salah kalau saya jualan barang premium dengan harga mahal?"

Mang Udin menepuk jidatnya sendiri lalu menggelengkan kepalanya berkali-kali.

"Bukannya salah Ga, tapi satu desa sekarang lagi heboh membicarakan kamu yang katanya pakai pelet buat nipu orang kota."

"Kata ibu-ibu pasar ada perempuan cantik kaya raya yang kesurupan sampai mau memborong tomatmu seharga lima juta rupiah."

"Bahkan ada yang bilang tomatmu itu sebenarnya batu akik yang disulap pakai ilmu hitam."

Arga memutar bola matanya malas mendengar betapa kreatifnya mulut ibu-ibu desa dalam mengarang sebuah cerita fiksi.

"Biarkan saja mereka bicara Mang, namanya juga orang iri melihat orang lain sukses sedikit."

"Masalahnya bukan cuma ibu-ibu gosip itu Ga, tapi Pak Bowo si tengkulak pelit itu juga ikutan panas telinganya." Mang Udin memperingatkan dengan nada khawatir.

Arga mengerutkan keningnya mendengar nama Pak Bowo disebut-sebut dalam urusan bisnis sayurannya.

Pak Bowo adalah orang terkaya nomor dua di desa ini yang memonopoli seluruh hasil panen petani dengan harga yang sangat murah.

"Apa urusannya Pak Bowo dengan tomat saya Mang, saya kan tidak pernah pinjam uang kepadanya."

"Kamu kan tahu Ga, Pak Bowo itu merasa dirinyalah satu-satunya penguasa sayuran di daerah sini." Mang Udin menjelaskan sambil menyalakan rokok kreteknya.

"Tadi pagi waktu mamang beli kopi di warung, Pak Bowo marah-marah banting gelas kaca sampai pecah berantakan."

"Dia dengar kabar kalau manajer restoran dari kota yang namanya Bu Siska itu beli sayur dari kamu."

"Padahal Pak Bowo sudah berbulan-bulan mencoba melobi Bu Siska itu supaya mau ambil sayur dari tengkulaknya tapi selalu ditolak mentah-mentah."

Arga kini mengerti sepenuhnya akar permasalahan yang membuat tengkulak serakah itu kebakaran jenggot.

Pak Bowo pasti merasa harga dirinya terinjak-injak karena manajer kota incarannya malah membeli sayur dari pemuda kemarin sore sepertinya.

"Wah ternyata Nona Siska itu bukan orang sembarangan ya sampai Pak Bowo saja mengemis kontrak padanya." Arga bergumam pelan memikirkan kartu nama di sakunya.

"Makanya kamu hati-hati Ga, Pak Bowo itu orangnya pendendam dan licik luar biasa."

"Dulu ada petani desa sebelah yang berani jual langsung ke kota tanpa lewat dia, kebunnya langsung habis disiram racun rumput diam-diam."

1
Wk Annuar
💪💪😍
Wk Annuar
nyam nyam 😍😍
Wk Annuar
👍💪💪
arniya
Arga dapat untung besar....
arniya
semangat kak
arniya
mampir
Ria Gazali Dapson
arga , kalo mo beli pp d sistem aja ato d online , kontraktor juga da d online , jdi g perlu tetangga²mu yg kerja , ato kmu bantu warga , buat beli sayur an nya mereka ,kamu jadi tengkulak dn kamu tolong warga , buat pinjam in uang k mereka yg lagi ke susahan
Ria Gazali Dapson
,secara g langsung ngaku² maling🤣🤣🤣 , ank buah nya p bowo
permaisuri cinta⊰
jadi inget ibu' yang nawar tempe satu 2k tapi nawarnya seribu 2 tempe 😔
kalo nawar kira-kira buk, sawa sampek heran dawg 😔😔
Jamrud Khatulistiwa
lanjut.........
Jamrud Khatulistiwa
selalu begitu, pimpinan peremannya dibiarksn pergi tdk terluka.......
Jamrud Khatulistiwa
arga, kenapa gak disita mobil jeepnya untuk kenderaan dikebun yg luasnya 10 ha. mobil jeep itu kenderaan lintas alam
Jamrud Khatulistiwa
arga, lokasi pertanian ada 4 tapi tdk ada satupun orang kepercayaanmu yg mewakili, apa dibiarkan begitu saja
Jamrud Khatulistiwa
arga, kabar penduduk desamu........
Jamrud Khatulistiwa
arga, gimana kebun yg di desa, kok ditinggali juga progres pembangunan rumah baru
Jamrud Khatulistiwa
arga, kenapa tdk sekalian belanja kebutuhan dapur dan juga kopi, gula....
setiawan
/Cake//Cake//Cake/
Jangkar pion
saya suka karya kak charly berkembang terus ya kaka karya nya,kami tunggu novel selanjut nya🥰
Anton barly
/Kiss//Kiss//Kiss//Kiss//Kiss//Kiss//Kiss//Kiss//Kiss/
fitri
😘😘😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!