Berantai kejadian yg diyakini sebuah kutukan, dari buyutnya. akhirnya terpecahkan . Karena sebuah dendam , hingga anak turun temurun nya mati karena serangan ilmu hitam.
Karena kakek buyutnya yang Bernama Gajah Wereng , menjadikan anak dan cucu cucunya mati dengan dada yg memar menghitam.
Hingga kelahiran Ayunda , yg dipercaya sebagai penakluk dari musuh bebuyutan dari Gajah Wereng.
karena ternyata sang Mertua Gajah Wereng adalah Pertapa yg mempunya Pedang Langit Kembar , penghuni taman langit.
Ikutilah perjalanan Ayunda , dari hal yg receh
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon si ciprut, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rian Sadar
Setelah mereka makan siang bersama , kini mereka berkumpul kembali diruang tengah , didekat balai tempat Raisha terbaring. Mereka tak menyadari jika Raisha sudah sadar.
Sedikit demi sedikit, mata Raisha terbuka, perlahan melihat pergelangan tangan kanannya , ada sebuah gelang seperti seekor naga yg melingkar ditangan kanannya itu , berwarna kehijauan menyala.
Perlahan cahayanya meredup , dan nampak lah seperti gelang pada umumnya , dan digenggaman tangan kanannya ada sebuah kalung yg diberikan oleh neneknya tadi , untuk diberikan kepada suaminya itu.
Setelah meyakinkan tenaganya ia berusaha untuk duduk dibalai itu.
" Raisha....!!" Teriakan Bu Sisil menggema diruangan itu
" mamah...." Raisha
" Sudah sadar nak ...pelan pelan..." Bu Sisil menimpali
Akhirnya Raisha bisa duduk dibantu Bu Sisil dan Bu Dewi. Diberikan ya minum agar segar dan segera pulih kembali
" Mah...mas Rian dimana...? " Tanya Raisha...
Sambil meneteskan air matanya Bu Sisil memberi tahu tentang keberadaan Rian di kamar itu.
" Dikamar....mau kesana...? " tanya Bu Sisil
" Iya mah...." Jawab Raisha
" Ya udah , ayo pelan pelan.." kata Bu Sisil
Akhirnya mereka melangkah menuju kamar Rian di rawat di rumah itu.
Perlahan membuka pintu , ternyata di dalam ada pak Ratmono sedang duduk sambil memegang tasbih , berdoa..
" Mas Rian..." kata Raisha
Kata dari Raisha membuyarkan lamunan sosok Rian yg berada didalam kamar itu..
Kemudian Raisha mendekati Sosok Rian dan beralih ke tubuh Rian Yg terbaring lemah .
Kemudian Tangan kanan Raisha menjulur memasangkan Kalung pemberian dari Nenek Roro Ratri tadi . Setelah terpasang sempurna , tiba tiba sosok Rian Mengejang , seakan kesakitan .
Sementara tubuhnya juga mengejang seperti orang sakratul maut
Roh yg tadi mengejang perlahan menghilang dan itu membuat Raisha menitikkan air matanya.
Berlangsung sebentar setelah itu keluarlah asap hitam dari dadanya perlahan mulai pudar dan menghilang .
Keadaan kembali tenang.
Raisha memegang tangan Rian dan menciumnya , meneteskan air matanya ,hingga perlahan-lahan Jemari Rian bergerak dan menggenggam tangan Raisha
" Mas....kamu sadar...? Tanya Raisha
Perlahan Mata Rian terbuka , menyipitkan matanya . Karena silau oleh cahaya , perlahan terbuka dengan sempurna.
" Shaaa....aduhh...!! Kata Rian
" Berbaring saja dulu , kepalamu masih sakit ..." Kata Raisha
Dari pintu bermunculan Pak Surya , Pak Pur , Bu Dewi , Bu Sisil dan Dr Aji, melihat Rian sadar dari komanya.
" Mah...pah..." kata Rian
" Berbaring dulu kak , kepalamu habis operasi..." kata Bu Sisil
" Apa yg terjadi....? " kata Rian
" Kamu tidak ingat..." tanya Pak Surya
Rian hanya menggelengkan kepala, secara sadar ia tidak ingat apa yg terjadi . Tampak Raisha memberikan air minum untuk Rian dan mencoba untuk bisa menghadapi hari ke depan . Berbagai cara untuk bisa memulihkan kondisi ini.
" Oh ya Nak Raisha..." Kata Pak Ratmono
" ih..iya pak ..eh om..." kata Raisha
Sambil tersenyum pak Ratmono berdiri , dan mengambil tas yg tadi di taruh di meja.
" panggil saja Pakdhe...akan lebih nyaman....Ini saya dititipi bunga ini untuk mandi Nak Raisha" kata Pak Ratmono
Sambil menyerahkan bunga bunga itu kepada Raisha . Ketika melihat bunga bunga itu Raisha kemudian mengambilnya
" Terima kasih..." kata Raisha
Pak Ratmono menganggukkan kepalanya , dan mencoba untuk memandang wajah Raisha , terlihat berbeda daripada pagi tadi , ia mulai paham akan hal itu.
Setelah itu Raisha keluar kamar kembali ke balai tempat terbaringnya tadi dan mengambil bunga mawar biru yang kemarin sempat diambil di taman , di bawanya masuk ke kamar tempat Rian terbaring , ia masuk kemudian menaruh bunga mawar itu di dadanya Rian , tiba tiba asap keluar berwarna putih dan berubah menjadi biru . Seakan telah mengangkat sakit nya itu . Rian dalam posisi itu kaget , tapi badan tidak bisa digerakkan sama sekali , seakan mengikuti apa yg terjadi . Semakin lama asap berwarna biru itu memudar dan hilang. Hingga Rian tak sadarkan diri , hal itu membuat semua panik.
" Tidak apa apa , itu proses penyembuhannya seperti itu..." kata Pak Ratmono
" Akan lebih baik nantinya , sekarang biarkanlah istirahat , dan Nak Raisha , segeralah mandi dengan kembang itu..." lanjut Pak Ratmono
" Baik pakdhe..." Raisha
" Mari saya antar.." kata Bu Dewi
Akhirnya Raisha mengikuti langkah Bu Dewi. Kemudian mengikuti saran pak Ratmono untuk mandi.
Dan yg ada dikamar itu berangsur meninggalkan Rian istirahat di kamar.
Setelah sampai ruang tengah mereka melanjutkan obrolan mereka yg sempat tertunda tadi.
Hingga hari menjelang sore , keadaan Rian juga semakin membaik , karena ulah Raisha tadi . Rian dirawat dirumahnya pak Purwadi , ditemani sang istri , sementara pak Surya dan Bu Sisil , kembali ke Jakarta karena tugas yg tidak bisa ditinggalkan terlalu lama , begitu juga Dr Aji , mengikuti untuk kembali ke Jakarta .
Pak Ratmono , ikut menginap di tempat adiknya selama beberapa hari .
Hari silih berganti , selama kehamilan Raisha tidak merasa kerepotan , hingga waktu kelahiran semakin dekat , Rian membantu Pak Pur di ladang , Raisha tinggal berdua dirumah , Bu Dewi menemani Raisha .
Raisha mengamati dua harimau yg ada di halaman rumah sedang bermain , harimau yg selalu menjaganya , ya dia masih tidak menyangka sampai sejauh ini , hingga Samapi disini. Kembali mengingat ketika peristiwa itu terjadi.
Saat pulang dari kantornya Rian suaminya yg berada di jakarta , Saat gerimis turun waktu itu , dari arah belakang mobil mereka terlihat ada yg membuntuti , sebuah bola api, terus mengejar , mereka berdua ketakutan dan akhirnya setiap jalan ia trabas agar bisa mengindari bola api itu , karena Rian mengemudi tidak fokus akhirnya melewati hutan kecil nampak sunyi dipinggir Kota , bola api itu sudah tidak nampak di belakangnya , namun tiba tiba dari depan mereka dihadang oleh orang berpakaian serba hitam , tampak seorang wanita menundukkan kepalanya. Maka Rian mencoba untuk mengerem mobilnya , khawatir menabraknya .
Wanita yg berpakaian hitam itu mengayunkan tangannya sehingga keluarlah dari telapak tangannya bola api hingga mengenai Kaca mobil mereka dan menghantam Rian.
Sekelebat bayangan putih keluar dari tubuh Raisha saat itu yg disadari oleh Raisha.
Menutupi depan mereka seakan melindungi Raisha dan Rian , sebuah bisikan seakan menyadarkan Raisha akan kejadian itu ,
" Pergilah Temui Ratmono Eko Purwadi di Wringin Biru "
sebuah bisikan hingga mereka berdua tak sadarkan diri.
Ketika sadar , Raisha sudah dirumahnya pak Purwadi di Temanggung.
Yang akhirnya bisa bertemu dengan Ratmono Eko Purwadi
Hingga hari ini Raisha dan Rian masih tetap berada di Wringin Biru ini. Sementara Pekerjaan Rian di ambil alih oleh adiknya , walaupun masih Kuliah tapi sudah bisa menghandle pekerjaan itu. Sebuah bisnis traveling , sementara Raisha yg tadinya bekerja di perkantoran , sudah mengundurkan diri , karena kondisi kehamilannya.
Raisha sadar tentang kejadian ini , kejadian yg pernah dialami oleh Bundanya dahulu , ketika hamil dan menjelang kelahiran , ayahnya meninggal dengan memar di dada , dan tak tertolong lagi , kejadian itu dialami ketika di Negeri sakura . Hingga setelah kelahirannya Bundanya memutuskan kembali ke Indonesia. Tinggal kakeknya yg berada di Negeri sakura tersebut dari pihak ayah Raisha
Sore hari Rian kembali dari ladang , melihat Raisha sedang asik bermain dengan 2 harimau putihnya , ya Rian yg akhirnya bisa melihat makhluk tak kasat mata setelah mengalami kejadian itu .
Sehingga dibantu Raisha untuk mengatasi rasa takut nya.
" Assalamualaikum...Calon bunda cantik..." salam dari Rian
" Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh...sudah pulang mas ..? " jawab Raisha dengan senyuman manisnya.
" Yuk , masuk mas..." lanjutnya
Hari hari mereka lalui bersama , tanpa kendala yg berarti , mungkin karena perlindungan yg diberikan oleh kakek dan nenek buyutnya itu.
#Bersambung
🙏🙏🙏
please
🙏🙏🙏🙏
sampai selesai ya ceritanya .. jgn gantung
berpulang dlm keadaan baik
klau KHUSNUL KHATIMAH
Berpulang dlm keadaan sesat
🙏🙏🙏
jadi ingat almarhum ayah yg juga bisa begini ..
😭😭
jangan sampai terpotong sebelum dapat pedang langit kembarnya