NovelToon NovelToon
Gairah Cinta Terlarang

Gairah Cinta Terlarang

Status: sedang berlangsung
Genre:Angst / Selingkuh / Cinta Terlarang
Popularitas:6k
Nilai: 5
Nama Author: Nopani Dwi Ari

"Sekali saja kita melangkah melewati batas ini, Arden... semuanya tidak akan pernah sama lagi."

Alyssa tidak pernah menyangka pernikahannya akan menyeretnya ke dalam pusaran dosa yang terlarang. Sebagai istri yang berbakti, ia selalu menekan keinginan pribadinya demi menjaga kehormatan keluarga besar suaminya.

Namun, benteng pertahanan itu runtuh saat Arden—adik iparnya—kembali dari luar negeri.

Arden bukan lagi remaja tanggung yang dulu ia kenal. Pria itu telah menjelma menjadi sosok dewasa yang penuh pesona, perhatian, dan diam-diam menawarkan kehangatan yang tak pernah Alyssa dapatkan dari suaminya sendiri.

Di sisi lain, Arden tersiksa. Semakin ia mencoba menjauh, semakin ia mendambakan Alyssa—wanita yang seharusnya haram untuk ia sentuh.

Kini, keduanya terjebak dalam tarik ulur perasaan yang menyiksa. Antara kesetiaan pada keluarga, atau menyerah pada godaan gairah yang candu.

Saat batas suci itu akhirnya dilanggar, siapkah mereka membayar harga yang teramat mahal?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nopani Dwi Ari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.27 -Trauma Masa Lalu

Maya mengusap air mata yang menetes di pipinya. "Cukup... cukup di masa lalu saja aku merasakan neraka itu. Anak-anakku gak boleh mengalami hal yang sama," bisiknya tegas.

Maya meraba dadanya yang terasa begitu sesak. Ia berjalan perlahan menuju meja rias di kamarnya, membuka laci paling bawah, dan mengambil sebuah album foto tua.

Pikirannya mendadak terlempar jauh ke masa lalu. Ditarik mundur oleh deretan memori kelam yang selama ini berusaha ia kubur dalam-dalam.

Luka pertama Maya dimulai sejak ia masih kecil. Ia harus menyaksikan kehancuran rumah tangga orang tuanya sendiri—saat sang Ayah dengan tega berselingkuh dengan adik dari Ibunya sendiri.

Pengkhianatan darah daging itu menghancurkan mental Ibunya dan merusak masa kecil Maya. Sejak saat itu, Maya bersumpah membenci perselingkuhan, terlebih yang melibatkan orang dalam keluarga.

Namun, sejarah seolah terus mengujinya.

Awal menikah dulu, Bagas adalah pria yang teramat dingin dan cuek karena pernikahan mereka murni hasil perjodohan. Maya yang kesepian dan haus kasih sayang, tanpa sadar menjadi dekat dengan paman Bagas—pria yang usianya hanya berbeda dua tahun di atas Bagas. Paman itu selalu ada untuk mendengarkan keluh kesahnya, memberikan kenyamanan yang tak pernah ia dapatkan dari suaminya.

Sama persis seperti posisi Arden dan Alyssa saat ini.

Namun saat hal itu ketahuan, Bagas tidak membuangnya. Bagas mau memaafkan Maya, memilih berubah menjadi suami yang hangat, dan menjauhkan paman itu dari kehidupan mereka. Tapi penderitaan Maya tak berhenti di situ.

Di tahun kedua pernikahan, Indah—ipar toxicnya—menuduh Maya berselingkuh hingga kabar itu memicu keretakan hebat. Bahkan saat Maya sedang mengandung Adrian, Indah menuduhnya mengandung anak pria lain. Hubungan Maya dan Bagas sempat hancur hingga berpisah sementara.

Hingga akhirnya, Adrian lahir dengan paras yang sangat menjiplak Bagas. Fakta itu membungkam mulut racun Indah. Bagas merengkuh kembali Maya, dan demi membentengi keluarga kecil mereka dari racun ipar-iparnya, mereka memutuskan pindah ke Jakarta dan memulai hidup baru yang tenang.

Maya memejamkan mata erat-erat. Air matanya menetes jatuh menimpa kaca album foto.

"Aku pernah ada di posisi Alyssa... aku tahu betapa hancurnya perasaan dituduh dan kesepian..." liris Maya dengan suara bergetar.

"Tapi aku gak akan biarkan Arden merusak rumah tangga kakaknya sendiri, dan aku gak akan biarkan Adrian mengulangi kesalahan Indah yang membuang wanita setia demi racun di luar sana!"

Setelah menerima perintah tegas dari Maya siang itu, tim anak buah Lucas langsung bergerak cepat mengurus izin penerbangan darurat. Menggunakan pesawat pribadi, mereka bertolak menuju Korea Selatan pada siang hari.

Dibutuhkan waktu sekitar tujuh jam penerbangan ditambah perbedaan waktu dua jam lebih cepat di Seoul. Begitu mendarat dan berkoordinasi dengan jaringan koneksi lokal, lokasi Adrian dan Hanum akhirnya berhasil terkunci dengan presisi.

Atas perintah Lucas, tim di lapangan tidak langsung menyergap. Mereka hanya bertugas mengawasi dari jauh agar Adrian tidak melarikan diri lebih jauh, sekaligus menjalankan eksekusi utama dari Maya: memutus total akses keuangan Adrian saat itu juga

Di salah satu pusat perbelanjaan mewah di daerah Gangnam, Hanum sedang tersenyum puas di depan kasir sebuah butik tas bermerek. Namun, senyum itu mendadak luntur saat melihat raut wajah Adrian yang merubah pucat.

"Kenapa, Mas?" tanya Hanum heran.

"Kartunya enggak bisa digunakan," balas Adrian panik, ia meminta pelayan butik untuk mencoba menggesek kartunya sekali lagi.

"Mohon maaf, Tuan. Transaksinya tetap ditolak," jawab pelayan butik ramah dalam bahasa Inggris.

"Masa sih?! Mesin EDC-nya kali yang rusak! Sini aku yang coba!" serobot Hanum gemas. Ia merebut kartu kredit hitam milik Adrian lalu menggeseknya sendiri.

Nihil. Hasilnya tetap ditolak.

"Kenapa bisa begini sih?! Tadi di restoran masih bisa!" sungut Hanum kesal, matanya menyalang menatap Adrian.

"Aduh... ya sudah, belanjanya besok lagi aja. Atau... kamu pakai uangmu dulu gimana?" usul Adrian pasrah.

Mendengar usul itu, Hanum langsung mendelik tajam. Muka mewahnya mendadak tertekuk datar. Namun, karena tidak mau menanggung malu di depan para pelayan butik yang memperhatikan mereka, dengan sangat terpaksa Hanum mengeluarkan kartu kredit pribadinya dari dalam dompet.

Bip! Transaksi berhasil.

"Awas ya, nanti Mas harus ganti dua kali lipat! Aku enggak mau tahu pokoknya!" omel Hanum ketus sembari merebut kantong belanjanya.

"Iya, iya... tenang aja, nanti Mas ganti," balas Adrian bernapas lega, mengusap tengkuknya yang mendadak dingin.

Mereka berdua berjalan keluar dari butik bermerek tersebut untuk kembali ke hotel. Tanpa Adrian dan Hanum sadari, dari jarak beberapa meter di belakang, sosok pria berjaket hitam terus mengawasi langkah kaki mereka sembari melapor melalui earpiece.

Laporan bahwa target kini sudah sepenuhnya "terkunci" dan kehabisan dana segar.

"Bagus," jawab Lukas, memberitahu bahwa sebentar lagi mungkin mereka akan tiba di tujuan.

*

*

Sementara itu, Alyssa sedang menikmati camilan sore di halaman belakang rumah ibunya. Angin sore berembus pelan, menemani pandangannya yang tertuju pada bunga-bunga yang sedang bermekaran indah di taman kecil itu.

Selama berada di rumah Tania, Alyssa memang sengaja mematikan ponselnya total. Ia benar-benar ingin menenangkan pikiran, tanpa tahu bahwa di luar sana Arden sedang frustrasi setengah mati dan terus-menerus mencoba menghubunginya.

"Sudah sore... kamu mau pulang jam berapa, Nak?" tanya Tania lembut yang tiba-tiba melangkah mendekat.

Alyssa terdiam sejenak. Tatapannya lurus menatap langit sore yang mulai memerah, menyambut datangnya senja.

"Entahlah, Bu... Aku betah di sini," balas Alyssa lirih, menyandarkan kepalanya yang terasa berat.

Tania menghela napas pelan. Ditatapnya wajah putri semata bakanya yang tampak menyimpan beban begitu besar. Tania lalu duduk di samping Alyssa, mengelus rambut putrinya penuh kasih sayang.

"Kalau kamu lelah, kamu boleh menyerah, Sayang. Rumah Ibu selalu terbuka lebar untukmu... kapan pun kamu mau pulang," bisik Tania tulus.

Airmata Alyssa hampir menetes. Ia tersenyum tipis, lalu menyusup masuk ke dalam pelukan hangat sang ibu—sebuah pelukan yang selalu berhasil menjadi tempat perlindungan paling nyaman baginya.

Bip... bip...

Di tengah keheningan itu, ponsel Tania berdering nyaring. Layar ponsel menunjukkan sebuah nama yang sangat familiar.

"Mertuamu..." ucap Tania pelan pada Alyssa, sebelum akhirnya menggeser tombol hijau.

Tania menyapa hangat besannya, lalu mendengarkan setiap patah kata yang diucapkan Maya di seberang telepon. Sesekali, matanya melirik lembut ke arah Alyssa yang memperhatikannya dengan raut penasaran.

"Baik, Jeng. Nanti akan saya sampaikan pada Alyssa," tutup Tania ramah sebelum akhirnya mengakhiri panggilan.

Alyssa yang mendengarnya langsung menatap sang ibu lekat-lekat, menanti jawaban.

"Ada apa, Bu? Mama Maya bilang apa?" tanya Alyssa penasaran.

"Mertuamu menyuruhmu untuk tetap tinggal di sini dulu beberapa hari," jawab Tania. "Katanya, mereka mau pergi ke Bogor dan rumah lagi kosong karena Arden juga belum pulang."

"Ke Bogor?" dahi Alyssa berkerut halus.

Merasa ada yang tak biasa, Alyssa akhirnya meraih ponselnya di atas meja lalu menyalakannya kembali. Seketika, rentetan notifikasi membanjiri layarnya. Puluhan panggilan tak terjawab dan pesan frustrasi masuk dari Arden, disusul sebuah pesan singkat dari Maya. Maya memberi tahu bahwa dirinya dan Bagas akan berangkat ke Bogor untuk beberapa hari.

Alyssa terpaku menatap layar ponselnya. Jemarinya membeku. Maya dan yang lainnya mendadak pergi ke luar kota tanpa mengajak dirinya atau biasanya dia selalu menunggu di rumah, dipadu dengan pesan-pesan panik dari Arden yang tertahan sejak pagi... membuat dada Alyssa mendadak berdesir aneh.

Ada sesuatu yang terasa sangat janggal, tapi ia belum bisa menebak apa yang sebenarnya sedang terjadi di kediaman Narendra.

Bersambung ....

1
jumirah slavina
jangan dengerin s' Maya itu., lakukan yang hati'mu mau biar tenang jiwa raga'mu...
jumirah slavina: Aku pengen jambak bibir s' Han Kak

🤭🤣
total 2 replies
jumirah slavina
makan tuh istri licik'mu., dasar Suami durjana.,
jumirah slavina
gak usah sok panik., itu hasil dari perkataan'mu., dasar playing victim
AriNovani: /Joyful//Joyful/
total 3 replies
jumirah slavina
sudah tau sama² selingkuh masih d'suruh sama²., aneh s' Mama
AriNovani: /Facepalm//Facepalm/
total 5 replies
jumirah slavina
SALAH.,
mana sih Suami'y.,
wwooii Suami Indah yang gak Indah.,
bawa pulang noh istri durjana'mu itu
jumirah slavina: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 6 replies
jumirah slavina
semoga s' Indah yang tak Indah ini ke gigit lidah'y sendiri 🤲🏻🤲🏻🤲🏻🤲🏻
jumirah slavina
enak aja., kuras harta'y.,
AriNovani: /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 7 replies
jumirah slavina
lihat nih Ma Anak'mu., nih yang mau Kamu pertahankan rumah tangga'y.,
Virna Vaina Voona
biarin si Adrian sama Hanum aja.. biar si Alyssa bahagia sama arden
jumirah slavina
semua ini gegara Otor., Al.,

🏃🏼‍♀️🏃🏼‍♀️🏃🏼‍♀️🏃🏼‍♀️🤣🤣🤣🤣🤣
jumirah slavina: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
jumirah slavina
wwooii Anton., ancam istri durjana lu.,

Intan : kali ini klo Kamu bikin ulah., mengganggu siapapun termasuk Alis., Aku akan mengembalikan Kamu sm Kakak'mu
AriNovani: samaa /Facepalm//Facepalm/
total 5 replies
jumirah slavina
ngapain jawab terserah., seret keluar sambil bilang

KAMU BOLEH BALIK KE SINI KLO SUDAH BAWA SURAT CERAI
jumirah slavina: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 6 replies
jumirah slavina
dana darurat gundul'mu kui., dasar playing victim
AriNovani: /Chuckle//Chuckle/🤣🤣
total 1 replies
jumirah slavina
sama pensil Alis wwooii
AriNovani: /Chuckle//Chuckle//Facepalm/
total 3 replies
jumirah slavina
s!alan... s!alan... kau yang s!alan bedeb4h
🌺🌺: /Facepalm//Facepalm/
total 3 replies
jumirah slavina
liburan seorang diri., auto menggembel dia., duit habis beli tas🤣🤣🤣
jumirah slavina: Papa gundul'nu kui.,

🤣🤣
total 2 replies
jumirah slavina
s' Indah yang gak Indah ini mesti d'wewelin cabe sekilo tiap hari
jumirah slavina: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 4 replies
jumirah slavina
ck... s' Mama... bisikin Aku.,. Ma... rahasia apa itu ??
AriNovani: /Facepalm//Facepalm/
total 3 replies
jumirah slavina
ya cerai lh., nikah sm sArden
jumirah slavina: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
jumirah slavina
udah sah dia... udah sahhhh...
s' Han ini bebener ya...
astagaaaaaaaa...

Han : ko' nyalahin Aku Jum., ini semua gegara Otor lo., bukan Aku

🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
jumirah slavina: Terpaksa Menikahi Tuan Muda

karya Lasheira
total 6 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!