NovelToon NovelToon
Bukan Mesin Atm Keluarga Mu

Bukan Mesin Atm Keluarga Mu

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:178k
Nilai: 5
Nama Author: Leni Anita

Maira, seorang istri yang harus membagi penghasilan nya untuk istri dari kakak ipar nya yang sudah meninggal dunia.

Sang suami dan mertua hanya memanfaatkan uang nya, demi kepentingan mereka semua.

Tidak hanya itu, Suami nya, Azam malah menjalin hubungan dengan kakak ipar nya dengan alasan mau membantu janda kakak nya tersebut.

Mereka semua kelimpungan saat Maira memutuskan untuk tidak mau membantu lagi, dan menyerahkan semua nya pada Azam, suami nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leni Anita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

14

Maira memesan taksi online untuk pulang ke rumah, percuma dia menelepon Azam. Pasti laki - laki itu menolak jika dia minta untuk menjemput nya, Maira memilih jalan aman dengan pulang sendiri.

Ketika baru saja memasuki rumah, sayup - sayup Maira mendengar teriakan dam bentakan dari Mama Wina. Seperti nya saat ini Mama Wina sedang berada di belakang.

"Dasar pembantu bodoh, sekarang juga cepat cuci semua pakaian kami. Jika kau masih nurani menolak nya, maka kau akan mendapatkan lebih dari ini!" Bentak Mama Wina dengan suara lantang.

"Mbak Rini!" Guman Maira dan dia teringat pada art nya itu.

Maira langsung pergi mencari asal suara, dan dia menemukan Mama Wina serta Nia saat ini ada di kamar cuci.

Keadaan mbak Rini sangat menyedihkan, dia sedang terduduk di lantai dengan tubuh yang basah kuyup. Baju dan jilbab nya tampak berantakan, seperti nya Mama Wina dan Nia sudah menyiksa nya.

"Astagfirullah hal adzim, mbak Rini!" Pekik Maira kaget.

Maira langsung mendekati mbak Rini dan dia segera membantu nya berdiri.

"Mbak Rini, ada apa mbak?" Tanya Maira kemudian.

"Tidak papa non!" Jawab mbak Rini sambil menggelengkan kepala nya.

"Itu akibat nya kamu memanjakan pembantu sperti dia, lihat lah dia menolak mencuci semua baju - baju kami!" Mama Wina berkata dengan ketus nya pada Maira.

"Apa??? Jadi Mama dan mbak Nia yanh sudah membuat mbak Rini jadi begini?" Tanya Maira dengan geram.

"Iya, memang nya kau mau apa? Dia hanya lah seorang pembantu dan sudah menjadi kewajiban nya mematuhi perintah ku di rumah ini!" Ujar Mama Wina dengan angkuh nya.

"Cuku Ma, tugas Mbak Rini di rumah ini cuma membereskan rumah dan juga masak. Di luar dari itu, bukan tugas nya mbak Rini!" Maira berkata dengan tegas.

"Oh tidak bisa begitu, dia adalah pembantu di sini dan sudah menjadi tugas nya mengerjakan semua nya!" Ujar Mama Wina lagi.

"Baik lah kalau begitu Mama harus membayar jasa mbak Rini untuk semua itu, sementara aku hanya membayar jasa mbak Rini untuk beres - beres rumah dan masak saja!" Ujar Maira lagi.

"Mana bisa seperti itu!" Mama Wina menolak apa yang di katakan Maira.

"Bisa lah Ma, jika Mama tidak bisa membayar nya maka jangan harap Mama bisa memerintahkan mbak Rini. Dan ini adalah peringatan pertama dan terakhir untuk Mama dan juga mbak Nia, sekali lagi kalian berani menyakiti mbak Rini maka aku pastikan kalian akan mendekam di dalam penjara!" Maira mengancam Mama Wina dan juga Nia.

"Kurang ajar kau Maira, menantu durhaka kau!" Mama Wina memaki Maira dengan suara lantang.

"Mbak Rini, ayo ganti baju mu mbak. Mbak bisa sakit!" Maira langsung menuntun mbak Rini melewati Mama Wina dan Nia.

Pada saat yang bersamaan, Azam pun tiba di rumah. Dari depan tadi dia mendengar teriakan ibu nya yang memaki Maira, bergegas Azam menemui mereka.

"Mama, Maira, ada apa ini?" Tanya Azam dengan penasaran.

"Lihat lah Zam betapa Kurang ajar nya istri mu ini. Dia membiarkan pakaian kita menumpuk begitu saja dan tidak mau mencuci nya, dia juga melarang Rini mencuci semua pakaian ini. Mau nya apa sih istri mu ini?" Mama Wina mulai menghasut putra nya dengan menujuk kan tumpukan pakaian kotor di dalam ember - ember besar.

"Ketelaluan kau Maira, kenapa kau biarkan pakaian kotor menumpuk hingga sebanyak ini!" Bentak Azam dengan kasar.

"Mas, ini semua pakaian Mama, Lara, mbak Nia dan juga Ayu. Mereka masih sehat dan punya kaki tangan yang lengkap, jadi silahkan merka cuci semua pakaian mereka sendiri. Lagian kan di sana tidak ada pakaian mu, jadi biarkan mereka mengerjakan semua nya!" Ujar Maira tak mau kalah.

"Lalu apa guna nya kau membayar pembantu di rumah ini, jika semua orang harus mencuci pakaian sendiri?" Azam bertanya dengan geram.

"Mas, aku membayar mbak Rini cuma buat beres - beres rumah dan masak. Jadi jika mereka semua mau menyuruh mbak Rini buat mencuci semua pakaian mereka, maka mereka harus membayar jasa mbak Rini sendirian!" Maira berkata dengan tegas.

"Maira, kau keterlaluan Maira!" Bentak Azam dengan kasar.

"Dan satu hal lagi mas, jika ada yang berani menyiksa mbak Rini di rumah ini, maka bersiap lah masuk penjara!" Maira langsung berlalu dari hadapan mereka semua setelah mengucapkan kata - kata itu.

Mama Wina langsung memaki Maira dengan kata - kata kasar yang tidak pantas di dengar, Maira tidak perduli dia langsung masuk ke dalam kamar nya. Maira duduk di tepi tempat tidur nya, ketika Azam ikut masuk ke dalam kamar.

"Mai, kamu berubah sekarang! Kamu bukan lagi Maira yang aku kenal dulu!" Azam berkata dengan nada kecewa.

"Mas, tidak ada wanita yang tidak berubah jika terus- terusan diberlakukan dengan buruk, keluarga mu sudah sangat keterlaluan pada ku!" Jawab Maira dengan nada datar.

"Mai, aku hanya ingin berbakti pada keluarga ku, jangan halangi itu!" Azam berkata pada Maira.

"Aku tidak pernah menghalangi mu untuk berbakti pada keluarga mu, mas. Tapi kau sendiri lupa akan kewajiban mu, demi mereka semua kau bahkan mengabaikan kewajiban mu pada ku. Kau melupakan kewajiban mu memberikan aku nafkah!" Maira mengingat kan kembali pada Azam.

"Mai, kau punya uang sendiri, jadi untuk apa kau harus memberikan nafkah pada mu lagi. Kau tahu sendiri kan, mbak Nia itu seorang janda dan dia juga punya anak. Aku wajib menafkahi nya dan anak nya, jadi mengerti lah Maira!" Azam berkata lagi.

"Sekalipun aku punya uang sendiri, tetap saja kau tidak bisa mengabaikan kewajiban mu pada ku, aku adalah istri mu, bukan mbak Nia. Dan yang lebih parah nya lagi mas, selain melalaikan kewajiban mu dengan ku, kau juga meminta ku untuk memberikan gaji ku pada seluruh keluarga mu, termasuk janda kakak mu itu. Aku bukan mesin Atm keluarga mu, mas!" Maira berkata dengan tegas.

"Mai, kau wajib membantu keluarga ku. Apapun yang menjadi milik mu, aku dan keluarga ku juga berhak!" Azam berkata dengan tidak tahu malu nya.

"Tidak mas, kau dan keluarga mu tidak berhak atas semua milik ku. Dan mulai sekarang aku ulangi sekali lagi mas, keluarga mu bukan lagi tanggung jawab ku. Aku bukan mesin Atm keluarga mu mas, yang bisa kapan saja kalian minta uang nya!" Kembali Maira menegaskan.

Azam menjambak rambut nya sendiri dengan kasar, Maira tidak bisa lagi dia kendalikan. Seluruh keluarga nya sudah pasti akan mengalami kesulitan keuangan, selama ini Maira lah yang menopang semua kehidupan mereka. Kini Maira sudah memutuskan untuk tidak mau lagi memenuhi semua kebutuhan keluarga nya.

1
JasmineA
heh tolol...khianati lo aja dia tega...apa la hanya sempret motor lo Kasi lo celaka...demi fulus apapun dia lakuin...tolol jg ya lo lama2...benar2 bego
dewi rofiqoh
Azam dan keluarga berkesempatan memperbaiki diri setelah menyadari semua kesalahannya dimasa lalu.
Lee Mba Young
penulis e pelakor juga mkne pro banget ma Nia. gk dpt karma ttp hidup enak ma Azam.
naudzubillah semoga di hidup nyata bukan pelakor ya penulis e atau nnti laki nya di rebut pelakor.

pokok e Aku pling gk suka ma penulis yg pro pelakor.
Thewie: pelakornya sudah dapat hidayah Bun. Mereka kan sudah dapat karma, bukti hidup mrk pas2an. tapi mereka menyadari nya bun🙏
total 1 replies
Lee Mba Young
Penulis e pro sm pelakor. pelakor hidup e enak gk ngrasain sakit hati. nggilani.
Lee Mba Young
kok enak men nasib pelakor Nia 🤣.
kl bgitu mnding jd pelakor.
Penulis e pro pelakor naudzubillah mindalik.
Sri Widiyarti
terima kasih atas karyanya Thor 🙏 sukses selalu 🥰
Sri Supriatin
Tka karyanya thor ditunggu karya barunu... 🙏🙏🙏😍😍😍
Anonim
GOBLOK lu ANYING...
LO GAK BERHAK NYEBUT NAMA TUHAN
Siti Zaid
Penyesalan memang selalu datang terlambat..tetapi menyesal kesalahan dan perbuatan salah diri sendiri dan berusaha utk menjadi kan diri lebih baik tidak pernah ada kata terlambat..🤭
Eka Haslinda
typo nya parah thor 🙏🙏
Lee Mba Young
kl Penulis nya gk ngasih karma ke Nia berarti Penulis e pro dng pelakor. mungkin pelakor juga dlm kehidupan nyata 🤣🤣
Lee Mba Young
semoga viral kl Nia pelakor biar di pecat 🤣. pokok nya hrs dpt karma mnderita SMP nangis darah. kl pelakor hidup enak ntar semua jd pelakor
Lee Mba Young
Nunggu karma pelakor Nia pokok nya. kok enak men gk dpt karma.
nyesel tp ttp menikmati jd istri Azam menjijikkan.
Anonim: AWOKAWOK BETUL... LAKNATULLAH SEPERTI DIA GAK BERHAK NYEBUT NAMA TUHAN
total 1 replies
Lee Mba Young
mbelgedes kl nyesel tu cerai ma azam. nyesel tp menikmati ttp tinggal di situ.
kl nyesel ya pergi Dr situ, nyesel tp mnikmati to jd pelakor.
Titien Prawiro
Banyak tulisan yg salah bingung untuk dibaca.
Titien Prawiro
Saling menyalahkan, mbok ya sdh memang kalian tuh hatinya jahat dan licik, daripada saling menyalahkan, mendingan sana pada cari pekerjaan biar bisa mendapatkan uang untuk sesuap nasi biar tdp pada kelaparan.
Titien Prawiro
Ke kantor bawa mobil Maira, Azam masih mengincarmu
Titien Prawiro
Gk malu banget mantan mertua, makanya kalau hidup sdh enak, jangan banyak tingkah, giliran kismin bingung dah
dewi rofiqoh
Nah gitu dong nia, jadi ibu yang bertanggung jawab untuk ayu
Lee Mba Young
nunggu karma Nia blm dpt balasan dia 🤣. enak bner nglakor kok blm dpt balasan blas.
haruse jd janda terhormat krn laki nya meninggal ini mlh jadi janda murahan nikah ma laki orang iuhhh.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!