Karena sebuah kesalahpahaman membuat Arif jadi membenci Rara, beberapa tahun mereka berpisah akhirnya keduanya kembali di pertemukan lagi, namun rasa benci arif semakin bertambah, tatkala orangtua nya memaksa diri nya untuk menikahi rara
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ra', isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tangisan
setelah berhasil keluar dari mobil arif, rara pun langsung berlari sambil menangis sesegukan, iyya tak menyangka bahwa arif akan berkata kasar seperti itu padanya. entah di mana gadis itu berada saat ini.
sedangkan di dalam mobil tersebut, arif terlihat sangat gusar, iyya sangat bingung, iyya tidak tahu apa yg iyya inginkan dan rasakan saat ini, hatinya sungguh kacau, cukup lama iyya berada di tempat itu hingga iyya memutuskan untuk beranjak dari tempat tersebut dan mengemudikan mobil nya.
sedangkan di tempat lain rara terlihat sedang menunggu angkutan umum untuk pulang ke kontrakannya, dalam perjalanan iyya masih memikirkan perkataan arif.
setibanya di rumah iyya langsung masuk ke kamar nya, iyya menumpahkan segala kesedihan nya di kamar tersebut, cukup lama iyya menangis hingga matanya terlihat sembab dan tak berselang lama iyya tertidur.
keesokan hari nya di kantor, rara tak sengaja berpapasan dengan arif, iyya menundukkan kepala nya sebagai tanda penghormatan kepada atasan nya dan segera berlalu dari tempat tersebut tanpa menatap sang atasan.
arif merasa heran di buatnya, karna biasa nya rara akan sangat bersemangat jika bertemu dengan arif. arif tak sengaja menatap mata rara dengan tatapan yg tak bisa di baca.
"kelakuan nya aneh sekali, biasanya iyya akan bersuara, tapi sekarang lihatlah iyya nampak sok jual mahal tapi matanya terlihat sangat sembab, apa iyya menangis semalaman karna perkataan ku" gumam arif dalam hati.
di kantor rara tak bersemangat seperti biasanya, para rekan kerjanya pun heran dengan sikap rara saat ini, iyya terlihat lebih banyak melamun, biasanya gadis itu akan terlihat sangat semangat dan banyak bicara tapi hari ini terlihat raut kesedihan di wajah nya.
"15 menit lagi kita akan mengadakan rapat dadakan, jadi persiapkan diri kalian karena yg akan memimpin rapat adalah presdir arif" ucap sang manajer yg datang secara tiba-tiba. para karyawan pun terlihat terkesiap begitu pun dengan gadis yg sedang di landa kesedihan saat ini.
"baik pak" ucap para karyawan secara serentak.
"sebaiknya kalian bersiap-siap dan segera pergi ke ruang rapat sekarang juga, karena yg akan kita bahas adalah masalah kemajuan perusahaan dan yg tak kalah penting adalah acara tahunan yg akan di adakan perusahaan kita" ucap sang manajer Dan segera beranjak dari tempat tersebut.
para karyawan pun bersiap-siap dan pergi berlalu ke ruang rapat yg di maksud tak terkecuali rara, rara tak mau berlarut terlalu lama dengan masalahnya saat ini, iyya harus membedakan mana urusan pribadi dan mana urusan kantor.
tak berselang lama presdir telah datang dan segera menuju ke arah podium. para karyawan pun langsung terdiam dan fokus memperhatikan sang presdir, apa lagi para karyawan perempuan, mereka tampak larut dengan ketampanan yg di pancarkan arif, namun tidak dengan rara iyya hanya menunjukkan raut wajah yg datar, hal itu pun tak luput dari perhatian arif, arif nampak mengerenyitkan dahinya dengan sikap rara hari ini, namun segera iyya menormalkan wajahnya, iyya mau bersifat professional di depan semua para karyawan.
"baiklah saya berharap dengan adanya para karyawan baru yg ada di perusahaan ini, dapat mengembangkan kemajuan perusahaan kita, saya menantikan kinerja baik kalian, saya berharap dalam waktu dekat ini ada berita baik tentang perusahaan kita jadi sy berharap kerja sama kalian" ucap arif dengan sangat berwibawa. nampak sesekali iyya terlihat mencuri-curi pandang ke arah rara, namun rara hanya diam dan menunduk tak bergeming di tempatnya.
terus semangat buat novel,,ku doain semoga nanti jadi penulis terkenal 🥰
Lea minta maaf ya...
kangen selalu sama kalian...