Dekat dengan calon mertua sejak SMP, membuat Syifa bermanja-manja pada Papa sang pacar. Siapa sangka pria itu malah mencintainya.
Syifa gadis berusia 25 tahun, terkejut dan menolak cinta papa sang pacar, karena dia sangat mencintai pria yang sudah bersamanya sejak SMP.
Sehingga Syerkhan, menanamkan benih kepemilikan di rahim Syifa agar gadis itu menjadi miliknya. Tanpa memikirkan anak dan istrinya.
Seperti apakah kisahnya? Yuk simak sampai Tamat.
Selamat membaca.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cinta Terindah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 11
Keesokan harinya...
Pagi sekali, Syifa sudah bangun, lebih awal dari biasanya. Hari ini, ia dan Syerkhan akan menghadiri pertemuan penting di sebuah kafe di kota.
Syifa sudah rapi, dan dia menunggu Syerkhan bersiap-siap di dalam kamar mandi. Entah mengapa, pria itu bersikap sama seperti sebelumnya.
"Semoga saja Om Syerkhan, akan tetap seperti ini sampai selamanya. Sebab, aku kecewa, saat dia menyatakan cinta padaku," batin Syifa lirih, matanya sedikit berkaca-kaca.
Pada saat itu juga, Syerkhan keluar dari kamar mandi, tampak sangat tampan dan mempesona. Bahkan, siapa saja yang melihatnya akan langsung jatuh cinta.
Namun, Syifa merasa biasa saja. Dia langsung bergegas pergi dari dalam kamar, karena ia ingin menunggu di mobil.
"Hari ini kau boleh menghindari aku. Tapi, besok pasti kau akan selalu mencari kebenaran ku," ucap Syerkhan sambil menatap kepergian Syifa. Senyum licik terukir di bibirnya, matanya berkilat-kilat.
Pria itu langsung mencampur dua obat ke dalam minuman yang ada di meja. Dia tahu saat pulang nanti Syifa akan meminum air tersebut.
"Maafkan aku sayang," ucap Syerkhan sambil tersenyum licik.
Pria itu bergegas pergi dari sana menuju luar dan masuk ke dalam mobil. Kemudian, supir mengantarkan mereka ke kafe.
Setelah sampai, mereka berdua langsung turun dan masuk ke dalam. Sebab, semua rekan bisnisnya sudah menunggu di dalam.
"Pagi Pak Syerkhan," ucap rekan bisnisnya.
"Pagi juga, Pak." Syerkhan berjabat tangan dengan rekan bisnisnya, sedangkan Syifa langsung duduk. Syerkhan tidak akan membiarkan siapapun menyentuhnya dari dulu sampai sekarang.
"Anak bapak semakin cantik saja!" ucap rekan bisnis Syerkhan dengan kagum.
Syerkhan tersenyum sambil menatap Syifa, kemudian dia memegang tangan gadis itu seperti biasanya.
"Maaf ya Pak, anak saya ini sudah ada yang punya, tidak bisa lagi di pinang oleh siapapun," ucap Syerkhan sambil mencium tangan Syifa dengan lembut.
Syifa terkejut dan langsung melepaskan tangannya. Dia diam sambil membuka laptop.
"Sayang sekali. Padahal, anak saya masih lajang dan baru lulus dari Korea," sahut rekan bisnis Syerkhan.
Syerkhan tersenyum, karena dia tidak akan membiarkan siapapun merebut Syifa darinya, termasuk anak rekan bisnisnya.
'Syifa hanya milikku, dan tetap milikku,' batin Syerkhan.
Pria itu sangat menyukai Syifa dari dulu. Namun, dia tidak tahu kalau rasa sukanya menjadi cinta.
"Pak, bila sudah selesai nanti kita ke bar ya," ucap rekan bisnis Syerkhan.
Syifa langsung membulatkan matanya, karena dia takut pria itu mabuk. Kemudian, ia menatap wajah Syerkhan dengan cemas.
"Tidak bisa Pak, karena anak saya tidak ada temannya di sini dan, saya takut dia akan mengadu pada mamanya," jawab Syerkhan dengan senyum manisnya.
Syifa bernafas lega, karena Syerkhan tidak akan pergi ke bar. Mereka melanjutkan pertemuan dengan lancar sampai selesai.
"Akhirnya selesai juga," ucap Syerkhan dengan lega.
"Papa, kenapa?" tanya Syifa dengan cemas.
Ya, bila di tempat kerja Syifa akan memanggil Syerkhan dengan sebutan papa. Pria itu tersenyum karena rencananya akan berhasil.
"Pak Syerkhan sakit?" tanya rekan bisnisnya.
"Tidak, hanya sedikit pusing dan mual, sepertinya asam lambung saya kambuh lagi, Pak." Syerkhan bangun dan terjatuh.
"Papa!" pekik Syifa.
Gadis itu langsung meminta supir membawa Syerkhan masuk ke dalam mobil, dan kembali ke kamar hotel mereka.
"Terima kasih, Pak." Syifa langsung menutup pintu kamar hotel mereka.
Betapa terkejutnya dia saat melihat Syerkhan ada di belakangnya dan, mengunci pintu kemudian mengambil kuncinya.
"Om, ada apa ini? Kenapa, mengunci pintu?" tanya Syifa dengan sangat cemas.
Syerkhan tidak menjawab. Dia langsung naik ke atas ranjang sambil membuka baju dan sepatu, kemudian melepaskan ke sembarang arah.
'Astaga, ada apa lagi dengannya?' batin Syifa.
Gadis itu sangat haus dan meminum air yang ada di dalam gelas sampai habis tak bersisa. Syerkhan tertawa lepas.
"Apa ada yang lucu, Om?" tanya Syifa sambil menatap wajah pria itu.
"Tidak ada," jawab Syerkhan dengan cepat.
Pria itu melepaskan celana dan, menyisakan celana pendek. Syifa tidak habis pikir.
"Om, kenapa tidak memakai baju?" tanya Syifa sambil duduk di sofa.
"Tidak, karena kamar ini sangat panas," jawab Syerkhan.
Syifa juga merasa panas, sehingga dia langsung menyalakan AC. Namun, masih panas dan, ia merasa ada gejolak yang aneh.
"Ada apa denganku?" gumam Syifa. Namun, Syerkhan mendengarkannya.
"Aaahhh!" jerit Syerkhan sambil memegang kepalanya.
"Om, ada apa?" Syifa langsung menghampiri Syerkhan.
Sebab, ia sangat khawatir pada pria itu yang sudah seperti ayah kandungnya. Namun, Syerkhan malah mencintainya.
"Kepala om sakit sekali!" Syerkhan menarik tangan Syifa, dan meminta gadis itu untuk memijatnya.
"Syifa pijat ya Om," ucap Syifa dengan lembut.
Syifa memijat Syerkhan, dan pria itu sengaja memberontak seolah-olah sangat kesakitan dan menyenggol tubuh Syifa.
"Sayang, sakit sekali kepala Om," ucap Syerkhan dengan sangat lirih.
Syifa tidak tahu lagi harus berbuat apa, sehingga dia memeluk pria itu. Syerkhan langsung diam.
"Tenang ya Om, biar Syifa bawa ke rumah sakit," ucap Syifa dengan lembut.
Gadis itu merasa ada yang aneh pada dirinya, karena dia ingin sekali menyalurkan. Padahal, sebelumnya tidak pernah seperti ini.
"Om, bisakah Syifa mandi dulu?" tanya Syifa sambil menahan yang mulai meminta disalurkan.
"Tidak! Sakit sekali," jawab Syerkhan.
Sebab, dia tahu Syifa tengah menahan gejolak obat yang ia berikan. Dengan perlahan, Syerkhan menyentuh pinggang Syifa.
Gadis itu hanya diam, karena dia sudah menikmati sentuhan dari Syerkhan. Pria itu tersenyum.
"Sayang, om sudah sembuh dan kamu bisa pergi," ucap Syerkhan.
Syifa hanya diam, karena jujur gejolak aneh yang dirasakan, ingin ia salurkan pada Syerkhan.
Pria itu hendak pergi. Namun, tangannya ditarik oleh Syifa sehingga mereka berdua terjatuh dan saling pandang.
"Om, bisakah lakukan hal yang tadi?" tanya Syifa dengan sangat lembut.
Rasa malu sudah tidak ada lagi saat ini, dan dia sama sekali tidak mengingat Anggi atau Dila. Yang diinginkan adalah menyalurkan.
"Kamu yakin?" tanya Syerkhan yang seolah-olah tidak tahu apapun.
Padahal, dia adalah dalang dari semuanya. Syifa menganggukkan kepala, karena jujur sudah tidak sanggup lagi menahannya.
"Jangan menyesal ya, sayang." Syerkhan tersenyum sambil membelai rambut Syifa dengan lembut.
"Om, bisakah lakukan itu sekarang? Syifa tidak tahan lagi," ucap Syifa dengan lembut.
Syerkhan menganggukkan kepala, dan ia tersenyum penuh kemenangan. Sebab, akan membuka segel milik Syifa, yang artinya dia bisa memiliki gadis itu sepenuhnya.
"Tahan sakitnya ya, sayang." Syerkhan langsung menerobos masuk.
Mereka melakukan itu sampai berjam-jam, dan Syifa terjatuh lemas di samping tubuh Syerkhan. Sedangkan Syerkhan tersenyum sambil mencium kening gadis itu.
"Terima kasih sayang, karena aku sudah menanamkan benih kepemilikan di sama sini." Syerkhan mengelus perut Syifa.
Berharap anaknya akan tubuh di dalam sana dan, Syifa tidak akan menikah dengan siapapun terkecuali dia.
BERSAMBUNG.
emang bisa Syifa menikah dengan Anggi sedangkan dia sudah tidur dan hamil anaknya syerkhan
walaupun nikah sama Anggi tetap saja Anggi tidak bisa menyentuh Syifa mereka haram untuk disentuh
ya emang baiknya cari wanita lain dinikahi...
beda cerita kalau Syifa tidur dan hamil anaknya BPK tiri masih ada kemungkin merak bersatu..
dan cintanya Juwita yang obsesi
sebenarnya kedua orang ini mempunyai cinta yang benar gk tulus soalnya aku suka banget tipe² orang² mencintai seperti mencari celah..
lebih prihatin sama nasip Dila dan Anggi lebih disakiti hatinya