NovelToon NovelToon
Terjebak Menjadi Villain Favorit

Terjebak Menjadi Villain Favorit

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Mengubah Takdir / Romansa Fantasi
Popularitas:10.2k
Nilai: 5
Nama Author: Aplolyn

Aruna tak menyangka kematiannya justru membawanya bertransmigrasi ke dalam novel kerajaan Eropa sebagai Lady Evelyne Ashcroft, villain yang ditakdirkan berakhir tragis.

Berbekal ingatan akan alur cerita, ia bertekad mengubah nasibnya dan menghindari semua bendera kematian. Namun, rencananya langsung berantakan ketika seluruh keluarganya dan sang tunangan tiba-tiba dapat mendengar isi pikirannya.

Rahasia masa depan yang terus terungkap membuat jalan cerita berubah. Keluarga yang semula membencinya mulai melindunginya, sementara tunangan yang seharusnya meninggalkannya justru semakin tergila-gila padanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aplolyn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1

Pagi itu, Aruna bahkan tak sempat menutup halaman terakhir novel yang ia genggam erat semalaman. Matanya terasa perih dan berat, berbayang-bayang akibat begadang menuntaskan kisah The Crown's Beloved, sebuah cerita kerajaan yang begitu merajai pembaca, namun baginya menyimpan rasa kesal yang tak kunjung usai.

Bukan tokoh utama yang ia kagumi. Justru setiap kali nama Lady Evelyne Ashcroft muncul, bibirnya tak henti menggerutu.

"Wanita itu cantik, lahir dari keluarga bangsawan paling terpandang, memiliki segalanya... kenapa harus sebodoh itu membuang semuanya hanya demi mengejar pria yang jelas-jelas tak pernah memandangnya?" gerutunya pelan sambil membalik lembar terakhir.

Dan akhir kisah itu sungguh menyayat hati. Evelyne dijebak menjadi dalang percobaan pembunuhan, dikhianati oleh keluarganya sendiri demi menyelamatkan nama baik, pertunangannya diputus sepihak, hingga akhirnya ia harus berakhir di tiang gantungan di hadapan rakyat yang dulu memujanya.

Aruna menghela napas panjang. "Kalau aku yang jadi dia, aku pasti akan pergi jauh. Menjauh dari semua tokoh utama, hidup tenang di desa terpencil. Apa itu sulit?"

Belum sempat kata-kata itu hilang, rasa kantuk yang luar biasa menyergap. Ponsel terlepas dari genggamannya, kelopak matanya perlahan menutup rapat.

Namun alih-alih merasakan empuknya kasur, tubuhnya seolah melayang lalu jatuh bebas ke dalam jurang yang tak berdasar.

"AAAAH!"

Dentuman keras terdengar samar saat tubuhnya menghantam sesuatu yang empuk namun lebar. Aruna tersentak terbangun, napasnya memburu, dan hal pertama yang tertangkap pandangannya adalah langit-langit tinggi berukiran emas mewah. Tirai beludru merah menjuntai anggun dari jendela besar, sementara lampu kristal bergoyang pelan di atas kepalanya, memantulkan cahaya keemasan ke seluruh ruangan.

"Di... di mana ini?"

Ia segera bangkit duduk. Tempat tidur yang ia huni begitu luas, karpet berbulu halus menutupi lantai, dan lemari besar berhias ukiran emas berdiri megah di sudut ruangan.

"Ini bukan kamarku..."

Kekhawatiran itu baru saja merayap saat ketukan pintu terdengar, disusul suara sopan seorang pelayan.

"Nona Evelyne? Apakah Anda sudah bangun? Tuan Duke dan seluruh keluarga sudah menunggu di ruang makan."

Evelyne?

Darah Aruna seketika berdesir hebat. Ia melompat turun dan berlari menuju cermin besar yang berdiri tegak di sudut ruangan.

Di sana, pantulan seorang gadis muda menatapnya balik. Rambut pirang keemasan yang berkilau, mata biru jernih seperti danau musim panas, dan wajah yang begitu sempurna hingga nyaris tak terlihat manusiawi.

Namun Aruna tak merasa bangga. Ia justru gemetar hebat.

'Ini... wajah Lady Evelyne Ashcroft...'

Jemarinya menyentuh pelan pipinya sendiri. Kulit yang halus dan dingin itu nyata.

'Aku... aku berubah menjadi penjahat itu?'

Seiring kalimat itu terucap, ribuan ingatan asing membanjiri benaknya sekaligus nama keluarga Ashcroft, aturan ketat dunia bangsawan, hubungan dengan setiap tokoh dalam cerita, hingga fakta bahwa ia telah bertunangan dengan salah satu pria paling berkuasa di kerajaan ini.

Aruna memegangi kepalanya yang berdenyut sakit. 'Jangan bilang... aku benar-benar masuk ke dalam novel itu?'

Beberapa saat kemudian, rasa sakit itu mereda, digantikan oleh kesadaran yang perlahan kembali utuh. Ia masih ingat setiap lembar cerita, setiap kejadian, dan setiap akhir nasib tokoh-tokohnya.

Dan saat ini, kisah baru saja dimulai. Tokoh utama wanita bahkan belum masuk ke akademi kerajaan. Artinya... waktu masih berpihak padanya.

Masih ada kesempatan untuk mengubah takdir.

Aruna mengepalkan tangannya erat, menatap pantulan dirinya dengan tekad yang baru tumbuh.

'Baiklah. Mulai sekarang, aku bukan Evelyne yang bodoh. Aku tak akan lagi mengejar Putra Mahkota atau mengganggu si tokoh utama."

'Bahkan jika perlu, aku akan berpura-pura sakit sampai cerita ini berakhir!'

Rencana itu terdengar begitu sempurna. Bagaimanapun juga, satu-satunya tujuan hidupnya sekarang hanyalah satu hal yaitu bertahan hidup.

Saat ia tersenyum kecil merasa puas, suara pelayan kembali terdengar dari balik pintu.

"Nona Evelyne? Tuan Duke mulai cemas menunggu Anda."

"A-ah! Aku segera turun!"

Aruna buru-buru merapikan gaun biru muda yang ia kenakan, menarik napas panjang untuk menenangkan jantungnya yang masih berdegup kencang.

1
Wahyuningsih
mampir q thor
haruuu
udahh kebongkar kocakk🤭
Fahreziy
👣👣👣
lin sya
sebastian penulis novel, atau pembaca novel yg nyasar kyk aruna, klo aruna bsa ubah alur ceritanya, otomatis dia bisa gk ya ttp selamat dan kluarganya ttp baik2 aj
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!