Dalam kehidupan pernikahan nya, Kinan tidak pernah bahagia. Suami yang dulu begitu lembut dan perhatian kini berubah bagaikan monster yang selalu menyiksa nya. Tidak hanya fisik, tetapi mental dan batin nya pun terluka. Bahkan dia hanya mendapatkan nafkah receh dari sang suami di setiap hari nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ana syaqila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ep 11. Jatuh tersungkur.
Sejak pertemuan nya dengan Bimo kala itu, Kinan tidak lagi bertemu suami nya. Begitu juga dengan Sam, karena kesibukan nya Sam tidak bisa untuk sering berkunjung ke rumah Kakak nya. Kinan menjali hari-hari nya seperti biasa bekerja dan mengurus Adam buah hati tercinta nya..
Ada yang berbeda dengan Kinan sekarang, dia membuka usaha online untuk menambah penghasilan nya. Hanya itu yang bisa dia lakukan. Jika dia harus berjualan dan membuat makanan seperti kegemaran nya, itu sudah tidak mungkin karena Adam juga butuh kasih sayang dari nya.
''Kinan, bagaimana usaha online mu. ?'' Ririn bertanya.
''Lumayan Rin, untung nya bisa u tuk membayar kontrakan rumah. '' kata Kinan dengan antusias.
''Bagus dong, pasti kedepan nya penghasilan mu akan lebih baik. Kinan wajah mu sekaran sudah semakin cerah lhoo, kamu harus rajin bersolek agar pelanggan mu juga senang. ''
''Apaan sih Rin, kan jualan ku tidak hanya kosmetik. '' kinan tersenyum malu.
''Lihat lah Kinan, orderan ku mulai banyak nih. '' Ririn menunjukan Jumlah orderan nyang masuk. Ririn juga memasarkan produk yang Kinan jual. Kinan mengambil barang-barang dari agen besar di kota nya, jadi bisa membeli dengan harga murah. Kinan pun tidak perlu stok barang jika ada yang beli baru mengambil. Jika harus stok barang Kinan tidak memiliki modal yang besar.
Bersama Ririn dia memai usaha dari nol, bersama Ririn pula Kinan memeiliki teman yang lumayan banyak. Semenjak Bimo berubah sikap, Kinan memang tak lagi bergaul dengan semua keterbatasan yang ada membuat Kinan minder untuk bergabung dengan yang lain.
Hari ini Kinan bekerja denvan penuh semangat di rumah maharani, apapun itu pekerjaan nya Kinan akan melakukan nya dengan sepenuh hati. Fokus Kinan berubah, melihat ada sepatu mengkjlat hang mengilaukan mata nya membuat Kinan berhenti melakukan aktivitas nya.
''Tuan Sam. '' Same mengganggu Kinan yang sedang mengepel lantai, bagaiman Kinan tidak menghentikan pekerkaan nya jika Same dengan sengaja menginjak kain pel yag sedang dia gunakan.
''Jangan terlalu fokus, nanti kamu bisa nabrak. '' ucap Same dengan senyum yang indah.
Kinan pun hanya membalas dengan senyum, sebab dia juga tidak tahu harus menjawab apa. Lagi pula dia juga merasa tidak dekat dengan Same, jadi tidak ada alasan untuk dia menimpali candaan nya.
''Irit sekali senyum nya, cuek begitu apa aku kurang tampan di mata nya. '' Sam berlalu sambil mengumpat di dalam hati.
Di rumah Maharani Sam selalu curi pandang pada Kinan, Buka nya Sam tidak ingin melangkah lebih maju tetapi status Kinan dan Bimo lah yang menghalangi nya.
Sebelum pulang bekerja, Kinanti mampir ke toko agen langganan nya untuk mengambil pesanan yang akan dia kirim ke pembeli. Dengan semangat dia mengayuh sepeda yang biasa dia pakai. Belum sampai di tempat yang dia tuju, dirinya terserempet mobil. Kinan jatuh tersungkur, beruntung dirinya tidak ikut terseret oleh mobil itu.
''Bimo..... '' Kinan melihat jika itu mobil Bimo.
Aw sakit..
''Mba, astaga sini saya bantu, kasian sekali kamu. '' beruntung nya ada beberapa orang yang membantu Kinan, Kaki Kinan lecet dan tangan nya besut.
''Dasar tidak bertanggung jawab, mentang-mentang naik mobil, kualat nanti tuh orang. '' mereka yang menolong Kinan pun mengumpat Bimo denga kesal.
Sambil menahan sakit, Kinana menatap mobil Bimo yang sudah hamlir tak terlihat. Tapi dia yakin jika itu Bimo, dia sempat melihat dengan jelas sticker yang ada di kaca mobil belakang nya.
''Aku tahu itu kamu Bimo, benar-benar tidak lunya hati, keterlaluam kamu setega ini kamu dengan ku, apa kamu tidak pernah memikirkan bagaimana Adam jika aku terluka. ''
''Haaaaaa, aku yakin wanita kampung itu tengah merintih kesakitan. Kamu lihat kan Mas tadi, seperti apa wanita itu tersungkur, biar mampus sekalian. '' ucap Mala.
''Iya sayang, aku puas bisa mengerjai Kinan. Besok jika kita ketemu dia lagi di pinggir jalan, kita tabrak saja dia sekalian supaya tidak bisa lagi sombong di hadapan kita. ''
Bimo rupanya sudah termakan hasutan Mala, wanita licik itu memang pandai bersilat lidah, apalagi jika menggoda seorang pria dia sangat lihai.
Kinan diantar oleh orang yang menolong nya, kafena sepedanya rusak yerpaksa di titipkan di warung terdekat. Kinan memikih pulang ke rumah Ririn, sebenar nya dia enggan ke sana karena takut merepotkan, tetapi Adam ada di sana jadi dia harus menjemout anak nya.
''Kinan, kamu kenapa.. ?'' Ririn begitu khawatir
''Aku di srempet mobil rin.. ''
''Ya ampun, sampai lecet-lecet begini lagi. Apakah sudah di obati, orang nya bertanggung jawab tidak. ?''
''Orang-orang yang menolongku, membelikan ku obat-obatan ini di apotik. Pelakunya melarikan diri, dan aku merasa jika itu adalah Bimo. '' Ririn yang mendengar nya pun langsung terkejut.
Bimo.... ! Apa dia sudah tidak waras melakukan ini pada mu, apa dia tidak memikirkan Adam sedikitpun jika kamu sakit. ''Ku rasa kamu harus bertindak Kinan, jangan sampai Bimo bertingkah mereaahkan terus menerus.. ''
Aku sudah memikirkan itu, ''hanya saja aku tidak tahu harus memulai dari mana. ''
''Kinan, bicaralah Pada Ibu dan Kakak mu, mereka harus tau keadaan mu di sini, supaya bisa membantu mu. '' Ririn memberi saran.
Kinan jadi berfikir, memang ada benar nya apa yang di ucapkan sahabat nya,.akan tetapi Kinan tidak mau Ibunya tahu dan banyak pikiran. Kinan tidak mau Ibu nya sakit jika harus memikirkan masalah hidup nya.
''Aku belum siap memberitahu mereka Rin. '' Kinan tertunduk lesu.
''Kinan, sampai kapan kamu egois terus begini. Jika aku jadi kamu sudah sejak awal ku ceritakan jahat nya Bimo pada merek. Jika aku tak bisa lagi membantu mu, kamu akan keman Kin.. ?Ayo lah jangan memendam semua nya sendiri. ''
''Akan ku fikirkan lagi Rin, terimakasih saran nya. ''
Karena kaki nya terluka Kinan tidak bisa pulang dengan berjalan Kaki sambil menggending adam, dia memesan ojek online agar bisa cepat sampe di rumah.
Dua hari Kinan tidak bekerja, beruntung nya Maharani pengertian dan membernya ijin sampai luka nya sembuh. Selama di kontrakan, Kinan menghabiskan waktu nya untuk mengurus Adam.
''Apa aku harus bilang Ibu dan Kak Habi, pasti mereka sangat marah besar dengan Bimo. Aku harus bagaimana, aku ingin menemui mereka di saat kondisi ku sudah stabil. Ibu maafkan Kinan ya.. '' Kinan bersedih, selama ini jika orang tuang nya telfon dia selalu berpura-pura bahagia menjakani kehiduoan nya dengan Bimo, terlalu sering nya berbohong Kinan sampai tidak tahu lagi beberapa kali dia menutupi semua nya.
☺💪
hempaskan kebathilan!!!
salken Sam....
semangat.....
buat naik darah nih....
waduhhhhhh
awal yg sulittttt.....