Setelah ayah nya meningal, Zoya terpaksa hidup dengan ibu tiri dan adik tirinya yang jahat, kedua orang itu kemudian mengorbankan Zoya sebagai alat untuk melunasi hutang itu agar mereka tidak jadi hidup miskin.
"Zoya Hernandez" pewaris tunggal dari seluruh kekayaan seorang CEO di perusahaan Hernan. Terjebak dalam permainan licik ibu dan adik tirinya.
"Lintang Kusuma" seorang laki-laki tampan yatim piatu, namun dia adalah keponakan seorang CEO terkaya di kota xx, karena kedudukan nya sebagai satu-satunya keponakan dari CEO terkaya ini lah, lintang begitu sombong dan juga keras kepala.
Bagaimana kisah hidup Zoya dan Lintang selanjutnya? Ayo ikuti kisah dari novel yang berjudul "Suamiku Tuan Muda Arogan"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 11
Zoya terdiam, ternyata paman Lenan juga menyadari bahwa ibu dan adik tiri nya itu hanya memanfaatkan dirinya untuk kehidupan mereka.
"Zoya, paman tau bagaimana perasaan mu, paman juga melihat kejahatan yang mereka lakukan kepada mu, bahkan mereka sekarang tidak menanyakan kabar mu bukan? Zoya kau jangan khawatir, perusahaan, aset lain dan juga mansion itu, di tulis atas nama mu, dan semua sertifikat asli nya ada pada ku, kau bisa balas dendam atas perbuatan mereka dan kapan pun kau mau kau bisa mengusir mereka dari mansion itu."Jelas sang paman yang membuat Zoya kaget seketika.
"Semua sertifikat ada di paman? Bagaimana bisa?"Tanya Zoya seketika kebingungan.
"Suatu saat kau akan tau Zoya, tapi untuk saat ini kau bisa membuat mereka bertekuk lutut secara perlahan dengan mu, suatu saat akan ada kebenaran yang akan terbongkar."Ucap sang paman Lenan penuh misteri.
Zoya terlihat kebingungan dengan ucapan paman Lenan barusan, tapi dia tidak tau harus bertanya apa lagi, karena paman Lenan sudah mengatakan suatu saat nanti yabg artinya tidak sekarang.
"Jangan khawatir Zoya, sekarang kau cukup fokus dengan suami mu saja, begini saja, aku akan memberitahu sebuah rahasia besar ini kepada mu, tapi dengan syarat kau dan Lintang harus bahagia terlebih dahulu, dalam kata lain kalian harus benar-benar bersama untuk menyelesaikan urusan ini."Ucap Paman Lenan sambil menepuk pundak Zoya.
"Baik lah, paman, aku tidak tau rahasia besar apa yang ada di dalam keluarga ku atau keluarga Paman, yang jelas aku akan menjalankan tugas yang telah paman berikan kepada ku."Ucap Zoya dengan perasaan campur aduk.
Paman Lenan pun tersenyum mendengar ucapan Zoya barusan.
Singkat cerita, sore pun tiba, kini paman Lenan sudah kembali ke villa yang sekarang menjadi tempat tinggal nya.
"Huh, hari yang melelahkan."Batin Zoya yang saat ini masuk ke dalam kamar nya sambil duduk memainkan ponselnya.
Namun tiba-tiba Zoya memikirkan, sebenarnya rahasia apa, yang ada di dalam keluarga nya, dan sebenarnya siapa paman Lenan itu sehingga dia begitu banyak mengetahui silsilah keluarga Zoya."Paman Lenan membuat aku kebingungan."Batin Zoya melepas ponsel nya dan kini memegang kepala nya yang sedikit pusing.
Sementara itu Lintang di kamar nya, dia juga sedikit kebingungan, mengapa saat tadi sang paman begitu lama berbincang dengan Zoya dan tidak mengijinkan diri nya untuk ikut serta.
Karena rasa penasaran, Lintang ini pun berjalan keluar dari kamar nya, dan berjalan menuju kamar Zoya yang letaknya hanya beberapa langkah dari kamar nya.
Tok ... Tok ... Tok.
Lintang beberapa kali mengetuk pintu kamar Zoya.
Zoya yang sedang melamun pun akhirnya tersadar dari lamunannya setelah mendengar kan ketukan pintu itu.
Ia pun berdiri dari duduknya dan berjalan untuk membukakan pintu.
"A,ada apa?"Tanya nya gugup saat melihat Lintang yang berdiri di hadapan nya.
"Tidak ada, aku hanya ingin bertanya, apa yang kau dan paman ku bahas saat di taman belakang tadi?"Tutur Lintang dengan sorot mata mengintrogasi.
"Ti, anu, tidak ada, paman hanya bilang soal perkembangan kesehatan nya, itu saja."Jawab Zoya berbohong.
"Kau pintar berbohong ya? Wajah polos ini, sama sekali tidak cocok berbohong."Ucap Lintang terlihat kesal.
"Sudah lah tuan, aku ingin istirahat, bisa kah kau pergi dari sini sekarang?"Tanya Zoya lagi.
"Beraninya kau mengusir ku, ingat, aku ini adalah suami mu, pemilik mansion ini, kau tidak ada hak untuk mengusir ku sama sekali."Marah Lintang kini dengan tatapan tajam nya.
Kira-kira begitu lah mereka berdua, yang bertemu hanya untuk berdebat satu sama lain.
"Ya,tuan, baik lah, lalu sekarang apa yang kau inginkan?"Tanya Zoya menahan rasa kesalnya dan bersikap lembut kepada Lintang karena dia teringat bagaimana pesan sang paman tadi agar mereka lebih saling memahami dan bisa lebih dekat.
"Dia terlihat menurut, apa aku kerjai saja? Mumpung paman sudah tidak ada di mansion."Timbul lah akal dengki Lintang untuk mengerjai Zoya karena dia kesal Zoya tidak mau jujur dengan nya.
"Mengapa diam?"Ucap Zoya melambaikan tangan nya di depan Lintang.
"Kau sudah jadi istri ku bukan? Jadi jangan lupa lakukan tugas mu sebagai seorang istri."Ucap Lintang tiba-tiba melenceng dari apa yang mereka bicarakan sebelum nya.
"I,iya, maksud mu?"Tutur Zoya sedikit negeri.
"Jangan berfikir macam-macam, aku hanya ingin kau masuk ke kamar ku saja."Ucap Lintang lagi.
"Apa? Secepat itu kah?!"Kaget Zoya sambil membelalakan mata nya.
Cetak ... "Bodoh, kau pikir aku meminta mu masuk kamar ku untuk melakukan sesuatu kepada mu? Tidak! Aku ingin kau membersihkan kamar ku."Tutur Lintang sambil menjentikkan tangan nya di jidat Zoya.
"Astaga sakit!"Ucap Zoya sambil memegang jidat nya yang terkena jentikan tangan Lintang.
"Siapa suruh otak berfikir begitu mesum, ayo cepat."Ucap Lintang yang berjalan duluan dengan angkuhnya masuk ke dalam kamar nya.
"Laki-laki gila."Umpat Zoya kecil.
Namun masih bisa di dengar oleh Lintang namun Lintang membiarkan sang istri untuk mengumpat nya karena setelah ini dia akan memberikan pelajaran untuk istri nya itu.
"Jika saja bukan karena paman Lenan,aku tidak akan sudi menuruti keinginan laki-laki jahat ini."Batin Zoya benar-benar tertekan.
Saat tiba di kamar Lintang, alangkah kagetnya Zoya, kamar itu seperti kapal pecah saja, baju ada di mana-mana,kaos kaki, sepatu berserakan dan juga, dasi yang berantakan di lantai.
Entah itu di sengaja ataupun tidak di sengaja, tapi ini membuat Zoya hampir menampar wajah suaminya yang menyebalkan itu karena sudah membuat dirinya akan lelah sepanjang malam.
"Segini berantakan nya? Mengapa kau tidak meminta pelayan untuk menerjemahkan kamar mu?"Tanya Zoya menatap wajah tengil Lintang.
"Kau? Beraninya kau membentak ku dengan seperti itu, apa kau Ingin paman tau bagaimana keponakan pilihan nya ini sangat kejam merawat suami?"Tutur Lintang lagi.
"Menyebalkan sekali "Ketus Zoya yang tidak bisa berbuat apa-apa dan kemudian mulai membereskan kamar itu.
Sementara itu Lintang hanya duduk di sofa dalam kamar sambil memainkan ponselnya dan juga mengawasi Zoya.
"Untung saja aku sudah terbiasa di perlakukan seperti ini di mansion sana, jika tidak aku juga mungkin tidak akan bisa mengurus laki-laki manja ini."Batin Zoya sambil beberes.
Satu jam pun berlalu, kini, Lintang yang tadi asik dengan ponsel nya, malah ketiduran di sofa dengan keadaan duduk.
"Semua sudah sele ... "ucap Zoya terhenti karena melihat sang suami yang sudah ketiduran.
"Apa? Dia tidur?"Ucap Zoya perlahan mendekati Lintang untuk memastikan apakah Lintang benar-benar tidur.
Zoya pun semakin mendekat untuk melihat apakah Lintang benar-benar tidur pulas dalam keadaan duduk seperti itu.
Bersambung ....
tapi cerita nya bagus banget. .. gak terlalu panjang dan gak bertele2,,, jd sangat menikmati membaca nya. .. semangat terus buat berkarya semoga sehat selalu, ,, dan makin banyak yg suka sama cerita nya. ..👍👍👍👍😘😘😘😘
sampai gak bisa ngontrol amarah nya. ..