Aina memutuskan untuk meminta cerai dari sang suami karena tidak sanggup untuk hidup berumah tangga dengan Darno lagi, Darno memang tidak berselingkuh namun segala sikap yang dia miliki begitu buruk serta sangat kasar sekali.
ekonomi mereka juga sangat turun sehingga membuat Aina begitu bingung untuk menghadapi ini semua, belum lagi mertua yang selalu ikut campur dalam urusan rumah tangga mereka, membuat Aina gelap mata dan memutuskan untuk bercerai.
namun belum sempat itu terjadi malah kejadian mengerikan terjadi pada wanita cantik itu, Aina mendadak saja sakit pada kemaluan dan mengeluarkan ulat berwarna putih yang berjumlah begitu banyak.
Apa terjadi pada Aina?
mengapa mendadak saja Aina menderita penyakit seperti itu?
ikuti terus kisah mereka di cerita Novita Jungkook.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 33. Aina menggila
Aina semakin menggila dan dia menatap semua orang yang ada di sana dengan tatapan tidak biasa, Wiwin juga sudah sangat ketakutan karena dia tahu saat ini bukan Aina lagi yang ada di hadapan mereka, melainkan sosok iblis yang sudah menyakiti Aina dengan cara begitu kejam dan dia pasti ingin menghalangi perjalanan mereka menuju padepokan.
Entah apa yang sebenarnya terjadi namun yang jelas saat ini perjalanan mereka harus terhenti terlebih dahulu karena halangan yang datang dalam perjalanan mereka, masa bingung yang timbul itu membuat mereka tidak tahu harus berbuat apa di dalam mobil ini karena terpaku melihat Aina yang sudah terlihat begitu mengerikan sekali.
Braaaaaak.
Aina menendang pintu mobil hingga terbuka lebar dan dia sendiri segera keluar dari sana dan berdiri di tengah jalan, Bu Putri kaget bukan main ketika Aina berdiri maka darah yang begitu hitam pekat mengalir deras dari kemaluan sang anak sehingga sampai membasahi jalanan yang terlihat begitu jelek sekali.
Ini kalau hanya sakit biasa maka tidak mungkin bisa mengeluarkan darah yang sangat banyak seperti itu, tapi darah yang keluar dari tubuh Aina memang sudah tidak biasa lagi sehingga orang yang melihat pasti akan sangat merasa ngeri sehingga mereka akan menjauh sebisa mungkin, ini hanya para keluarga yang sanggup bertahan untuk melihat genangan darah yang begitu banyak.
Wuuuussssh.
"AINAAAA!"
"Pakde itu ke mana Aina pergi dan kenapa dia bisa terbang?!" Wiwin panik bukan main melihat keadaan itu.
"Aina kamu mau ke mana, Nak?" Bu Putri berteriak keras dengan air mata berderai.
"Aina, Ya Allah Aina Kenapa kamu seperti itu?" Wiwin juga panik dan segera keluar dari mobil.
"Ainaaaaaa!" Pak Seno juga berteriak untuk memanggil sang anak yang saat ini entah ada di mana.
"Tadi dia menghilang ke arah mana, Win?" Bu Putri menatap Wiwin untuk bertanya kepada sang keponakan.
"Masuk hutan, Dia terbang menuju arah ke sana." Wiwin menunjuk hutan yang cukup lebat itu.
Mau tidak mau maka Pak Seno harus masuk ke dalam hutan itu untuk mencari keberadaan sang anak, ternyata ini adalah halangan yang dikatakan oleh kyai Ahmad ketika mata Aina tidak ditutup menggunakan kain hitam lagi, mereka mengira perjalanan ini akan baik-baik saja dan bisa mencapai padepokan.
Namun nyata iblis itu memang tidak akan membiarkan Aina sembuh sehingga dia akan melakukan apa saja untuk menghentikan perjalanan ini, sungguh perbuatan yang sangat kejam karena iblis tersebut ingin terus menyiksa Aina tanpa ada jeda sama sekali, tentu itu semua adalah perintah dari orang yang sudah mengirim santet tersebut.
"Kita harus masuk juga ke dalam hutan itu untuk mencari Aina." ujar Bu Putri mengambil kain hitam tadi.
"Tapi kalau kita juga ikut masuk makan nanti justru akan terpisah, Bi." cemas Wiwin.
"Kasihan Pakde mu kalau dia mencari sendiri karena kita juga tidak tahu Aina ada di bagian mana." kekeh Bu putri yang sangat yakin.
"Ya Allah mana mendadak saja hujan juga seperti ini." Wiwin mengeluh dengan hati yang sangat sedih.
"Aku terima semua cobaan ini dari dirimu ya Allah, tapi tolong beri kesembuhan untuk anak ku." Bu Putri berjalan sambil berdoa.
"Kenapa tadi bisa Aina membuka bungkus hitam itu dari mata dia sih?" Wiwin mengeluh sendiri.
"Iblis yang sudah menyakiti Aina pasti tidak terima karena kita akan mengobati dia, sungguh kejam iblis itu karena sangat tega pada Aina." isak Bu Putri sambil terus berjalan.
"Hati hati, Bi." Wiwin masih menuntun tangan Bu Putri walau saat ini hujan gerimis melanda kawasan hutan tersebut.
Suasana menjadi semakin tidak karuan karena mereka sudah ada di dalam hutan lebat dan hujan gerimis juga membasahi bumi sehingga suasana horor semakin terasa saja, lebih lagi mereka juga sedang mencari anak manusia yang dirasuki oleh setan sehingga vibes horor tentu saja sangat terasa untuk mereka semua.
"Ini ada bekas darah di atas kayu." Wiwin menunjuk kayu yang roboh di atas tanah.
"Ikuti jejak darah itu karena itu pasti Aina." ujar bu Putri.
"Ayo, kita harus segera temukan dia." Wiwin juga berkata penuh semangat setelah melihat bekas darah itu.
"Semoga tidak memberontak dan dia masih ingat bahwa dia harus sembuh." harap bu Putri.
Sementara itu Pak Seno mencari pada bagian yang lain karena dia juga tadi tidak tahu ke mana arah Aina pergi secara pasti, namun yang jelas dia segera masuk ke dalam hutan ini untuk mencari keberadaan sang anak, sambil membawa sebotol air yang telah diberikan Kiai Ahmad karena menurut kyai Ahmad itu bisa membuat Aina sedikit tenang dan perjalanan mereka bisa dilanjutkan lagi.
"Andai sejak berangkat tadi aku memberi dia Air ini maka Aina pasti akan tertidur." sesal Pak Seno di dalam hati dia.
"Hahaaaaaaa....
"Aina!" Pak Seno kaget karena dia mendengar suara tertawa yang begitu kencang di atas pohon.
Aina memang ada di atas pohon sana sambil tertawa mengejek Pak Seno yang ada di bawah, tampaknya iblis ini memang sangat puas ketika sudah berhasil mempermainkan manusia seperti ini sehingga dia terus saja tertawa kencang dan berusaha untuk membawa Aina kabur ke sana kemari.
"Tolong turun ke sini dan kita bisa pulang ya." Pak Seno berusaha untuk membujuk.
"Hahahaaaaa... kau tidak akan pernah berhasil membawa Aina pergi berobat." ejek iblis itu kepada Pak Seno.
"Apa salah Aina kepada dirimu? tinggalkan dia Dan tolong jangan ganggu Aina seperti ini." bentak Pak Seno.
"Dia tidak ada salah kepada diriku, aku juga tidak bersalah karena telah membuat dia tersiksa seperti ini. yang bersalah adalah orang yang menyuruh aku!" iblis itu menyeringai dengan sangat puas.
Bukan main geramnya Pak Seno saat ini karena dia tahu orang yang sudah menyuruh itu pasti adalah Darno, tekan dia untuk membalas Darno begitu besar ketika nanti Aina telah mendapat kesembuhan maka Pak Seno bertekad akan menyakiti pria itu juga.
"Kau makan saja ini." Aina membuka rok yang dia pakai dan segera mengucurkan darah ke arah muka Pak Seno.
Sroooootttt.
"Emmmpphh!" Pak Seno berteriak kaget ketika wajah Dia terkena semprot darah berwarna hitam kemerahan itu.
Jelas ini semua adalah permainan iblis yang begitu licik sehingga Aina bisa melakukan hal aneh seperti itu, bila saja tidak ada iblis di dalam tubuh dia maka tidak mungkin Aina bisa menyemprot wajah orang menggunakan darah dari kemaluan itu, sungguh tidak masuk akal namun saat ini Pak Seno justru mengalami hal seperti itu akibat ulah anak dia sendiri.
Selamat siang besti, jangan lupa like dan komentar kalian ya.
mknya .. benar kata Wiwin ,, terkadang omongan anak muda jg perlu di dengar ,, jgn mentang-mentang orang tua ingin nya di dengar trs 🤦🤦
si Nolan yaa mlh ribut sama si katiyem 🤦
pdhal di suruh cari informasi laah kok mlh kepancing emosi nya dn skrg mlh adu congor sama si Mak Lampir 🤦🤦
kaga bereeees ini anak 🤣🤣