NovelToon NovelToon
Terbelenggu Cinta Sahabat Suamiku

Terbelenggu Cinta Sahabat Suamiku

Status: tamat
Genre:Cinta Terlarang / Diam-Diam Cinta / Selingkuh / Tamat
Popularitas:1.6M
Nilai: 4.8
Nama Author: Red_Purple

‎Dua tahun pernikahan yang Nara jalani bersama dengan Arga mulai terasa hambar ketika Arga memilih untuk sibuk dengan pekerjaan. Hingga suatu malam dia menyaksikan suaminya itu tengah berselingkuh dengan sekretarisnya sendiri.

‎Saat dunianya terasa gelap, sosok Aditya Narendra yang merupakan sahabat baik Arga muncul sebagai pelindungnya. Rendra selalu ada di sisi Nara, memberikan dukungan dan perhatian yang telah lama tidak dia dapatkan dari suaminya.

‎Sentuhan lembut dan kata-kata hangat Rendra menjadi obat yang menyembuhkan luka dalam hatinya, sekaligus membawanya pada permainan penuh gairah pria itu. Namun, Nara tak menyadari bahwa di balik kebaikan Rendra tersembunyi sebuah rahasia besar.

‎"Jawab pertanyaanku, Nara. Lebih puas denganku, atau dengan suamimu yang selalu meninggalkanmu sendirian?" ~ Aditya Narendra.

‎‎📍Membaca novel ini mampu meningkatkan imun dan menggoyahkan iman 😁 bukan area bocil, bijak-bijaklah dalam membaca 🫣


Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Red_Purple, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 29

Beberapa saat berlalu dalam keheningan yang mencekam. Arga masih berdiri di sana, sesekali memanggil nama istrinya dengan nada khawatir. Namun, tidak ada sahutan dari dalam. Hanya kebisuan yang menyambutnya.

‎"Ah, mungkin dia sudah lewat jalan lain atau balik ke ballroom duluan," gumam Arga pelan, mencoba menenangkan pikirannya sendiri.

‎‎Suara langkah kaki Arga terdengar semakin menjauh, berjalan kembali menuju keramaian di dalam ballroom. Nara yang mendengarnya pergi pun bisa menarik napas panjang dengan lega, meski jantungnya masih berdegup kencang.

‎‎"Huuft..." Nara terengah-engah, tubuhnya lemas seketika. Dia menunduk, menyembunyikan wajahnya di dada bidang Rendra. "Kita hampir ketahuan, Ren. Aku takut..."

‎‎Rendra tidak segera menjawab. Dia hanya membiarkan istri sahabatnya itu bersandar lemas di pelukannya. Tangannya perlahan mengusap punggung Nara, mencoba menenangkan.

‎‎"Sudah pergi..." bisik Rendra rendah, suaranya terdengar serak dan dalam di kegelapan. Matanya menyala liar menatap wajah cantik yang kini terlihat begitu putus asa dan seksi di hadapannya.

‎‎"Aku harus kembali ke ballroom sekarang, mas Arga sedang menungguku." pinta Nara dengan tatapan memohon.

‎‎Rendra terdiam sejenak sebelum akhirnya mengangguk kecil, "Baiklah,"

‎‎Hanya kata itu yang terlontar, namun cukup membuat Nara menghela napas lega. Namun, leganya itu tidak berlangsung lama. Rendra tidak langsung melepaskannya. Sebaliknya, tangannya justru naik mencengkeram dagu Nara, memaksa wajah wanita itu mendongak menatapnya di tengah kegelapan. Tatapannya tajam, penuh gairah dan kepemilikan yang tak terbendung.

‎"Aku akan membiarkanmu pergi karena aku sayang padamu dan tidak ingin kamu semakin khawatir," bisik Rendra pelan, "Tapi ingat baik-baik,"

‎‎Rendra mendekatkan wajahnya, menempelkan keningnya di kening Nara.

‎‎"Meskipun kamu kembali ke pelukannya, meskipun kamu tersenyum padanya, hati dan tubuh ini sudah tercatat atas namaku, Nara."

‎‎Rendra mendekatkan bibirnya dan kembali menyambar bibir Nara untuk terakhir kalinya. Ciuman yang singkat namun sangat dalam dan panas.

‎‎"Pergilah," ucap Rendra akhirnya melepaskan ciumannya.

‎‎Nara hanya mengangguk kecil, lalu mendorong pelan dada Rendra dan membuka kunci pintu, dia bergegas keluar meninggalkan Rendra sendirian di ruangan yang gelap itu, menyisakan kesunyian dalam diri pria itu.

-

-

‎Nara masuk kembali ke dalam ballroom dengan wajah yang dibuat senatural mungkin seperti tidak terjadi apa-apa sebelumnya. Arga yang sedang berdiri di dekat meja makan langsung menyambutnya dengan wajah lega.

‎‎"Sayang, kamu dari mana saja? Aku tadi nyariin kamu kemana-mana tapi tidak ketemu," Arga langsung mendekat dan melingkarkan tangannya di pinggang istrinya.

‎‎"Maaf Mas, tadi aku jalan-jalan cari angin sebentar di luar," jawab Nara berusaha untuk tenang, meski jantungnya masih berdegup kencang.

‎‎Arga tersenyum, tidak menyadari apa-apa. "Ya sudah, acaranya mau mulai. Kamu jangan jauh-jauh dariku lagi ya,"

‎‎"Iya, Mas," jawab Nara pelan, mencoba tersenyum setenang mungkin.

‎‎Arga memandu Nara duduk di kursi yang telah disediakan di barisan depan, sangat dekat dengan panggung. Dia dengan sangat perhatian menarik kursi untuk istrinya, lalu duduk di sebelahnya dengan wajah tenang dan bahagia.

‎‎Arga menoleh ke samping untuk menatap istrinya. Senyum di wajahnya perlahan memudar saat matanya menangkap sesuatu yang aneh di bawah cahaya lampu yang terang benderang.

‎‎"Eh, Sayang..." Arga mengerutkan kening, tubuhnya sedikit mendekat. "Itu... leher kamu kenapa?"

‎‎Jantung Nara serasa berhenti berdetak. Dia refleks menelan salivanya, tangannya cepat-cepat terangkat menutupi area lehernya.

‎‎"Eh, ini..." jawabnya gugup, wajahnya memanas drastis. "Ini tadi di gigit binatang saat aku keluar sebentar."

‎‎"Digigit binatang?" Arga mengerutkan kening semakin dalam, matanya meneliti leher istrinya dengan saksama. Di bawah cahaya lampu yang terang, bercak kemerahan itu terlihat jelas, bahkan bentuknya terlihat seperti lengkungan bibir yang menghisap kuat.

‎‎"Tapi bentuknya aneh, Sayang," Arga menyentuh pelan area itu dengan ujung jarinya, membuat Nara tersentak kaget. "Ini seperti..."

‎‎Belum sempat Arga melanjutkan ucapannya, tiba-tiba sebuah tangan mendarat di pundaknya.

‎‎"Ga, lagi ngobrolin apa, serius banget,"

‎‎Arga langsung menoleh dan melihat Rendra sudah berdiri didekatnya, sejenak dia lupa dengan kecurigaannya pada Nara.

‎‎"Eh, Ren. Kamu darimana saja? Baru datang?" balas Arga bertanya.

‎‎Rendra tersenyum santai, wajahnya tampan dingin dan sangat tenang seolah tidak terjadi apa-apa. Dia berdiri tegak di samping kursi mereka, menatap Arga lalu perlahan mengalihkan pandangannya ke arah Nara.

‎‎"Tadi ada urusan sebentar di belakang," jawab Rendra santai, lalu dia menarik kursi kosong yang ada tepat di sebelah kanan Nara dan duduk dengan santai.

‎‎Suasana menjadi sangat mencekam dan mendebarkan bagi Nara. Dia duduk kaku di tengah-tengah dua pria itu, napasnya tertahan di dada. Tak lama kemudian suara mikrofon berdesir memenuhi ruangan. Suasana menjadi hening seketika.

‎"Hadirin sekalian, mohon perhatiannya..."

‎‎Acara resmi dimulai. Lampu-lampu di ruangan meredup, dan sorotan lampu beralih ke arah panggung yang megah. ‎Arga yang mendengarnya langsung membetulkan posisi duduknya. Dia melingkarkan tangannya di sandaran kursi Nara, bersikap protektif namun tidak lagi curiga pada tanda merah dileher istrinya.

‎‎Nara menghela napas panjang, berusaha menenangkan diri. Namun, ketenangannya buyar kembali saat dia merasakan tangan Rendra di bawah meja perlahan bergerak mencari, lalu dengan berani menggenggam tangan kanannya yang terletak di atas pangkuan. Jari-jari Rendra menyusup di antara jari-jarinya, menggenggamnya erat.

-

-

-

‎‎Mobil hitam berhenti di halaman depan. Pintu terbuka, Bayu dan Niken turun dari mobil. Mereka sengaja mampir untuk melihat keadaan rumah yang ditempati putra dan menantu mereka.

‎‎Bi Imah yang mendengar suara mobil berhenti di halaman pun langsung berlari kecil untuk membukakan pintu.

‎‎"Selamat malam, Tuan Besar, Nyonya Besar," sapa Bi Imah ramah sambil membukakan pintu lebar-lebar dan membungkuk hormat. "Silakan masuk, Tuan, Nyonya."

‎‎"Terima kasih, Bi," jawab Bayu sambil melangkah masuk, diikuti oleh Niken di belakangnya.

‎‎"Rumah sepi sekali, Bi. Arga dan Nara belum pulang ya?" tanya Niken sambil meletakkan tas tangannya di atas meja, matanya celingukan melihat sekeliling.

‎‎"Iya Nyonya, mungkin sebentar lagi juga mereka pulang," jawab Bi Imah sopan. "Permisi, Tuan, Nyonya, saya permisi kebelakang mau buatkan minuman dulu,"

‎‎"Ya sudah, terima kasih Bi," jawab Niken singkat.

‎‎Bi Imah pun segera berjalan menuju dapur, meninggalkan mereka berdua di ruang tengah.

‎‎"Pa, aku mau ke kamar tamu dulu ya, mau pakai kamar mandinya," ucap Niken.

‎‎"Ya sudah, Papa tunggu disini," sahut Bayu kemudian duduk di sofa.

‎‎Niken berjalan menuju kamar tamu yang letaknya tidak jauh dari ruang tengah. Dia membuka pintu pelan, berniat langsung menuju kamar mandi di dalamnya.

‎‎Namun, langkah kakinya terhenti begitu dia memasuki kamar. Matanya terbelalak, napasnya seakan tertahan di kerongkongan.

‎‎"Apa-apaan ini?"

-

-

-

Bersambung...

1
Farida Dalle
Nah lho... hmn Nara, sekarang kamu bilng benci pd Rendra, pdhl kalian sdh saling berbagi peluh... itulh kamu tetlalu yakin dg Rendra, nyesal jg kan??? iya psti nyesal lh, masak nggak🤣
Farida Dalle
Ayo Zoya, kamu hrs menceritakan semua yg km dengar... semoga ada peluang utk kamu dan Rendra
Farida Dalle
Kamu tdk mau baikan lg sm Arga krn km sdh
terpuaskan dg "barang " yg ada pd Rendra
🤭
Farida Dalle
Bongkar sekalian kebusujan Nara di depan orang tuanya, biar semua tahu bukan hanya Arga yg busuk
tp Nara jg...
Farida Dalle
Kamu yg lbh berengsek, Rendra... km tega menghancurkan rumah tangga sahabatmu😡
Farida Dalle
Kamu yg lbh berengsek, Rendra... km tega menghancurkan rumah tangga sahabatmu😡
Farida Dalle
Knp yah dlm novel ini semua tokoh2nya tdk ada yg akhlaknya baik... heran
Farida Dalle
Dasar si Nara,sama yg halal tdk mau tp giliran sm si Rendra dg suka rela ngangkang,dasar....
😡
Farida Dalle
lakukanlh Arga sesukamu, dia itu msh istrimu, yg tdk sah sj bisa dg bebas keluar masuk tanpa hambatan apalgi km yg msh berstatus suami... puaskan si gatal itu biar tdk mencari barang yg lain garuk smpe puas, wkwk
Farida Dalle
Rendra.... plis deh kamu itu sakit jiwa, tdk ada seorng sahabat yg menusuk sahabatnya dg pisau berkarat... kewarasan km benar2 dipertanyakan, mmngnya tdk ada wanita lain, sehingga hrs mengganggu istri orng, ini jg si Nara moralnya sdh rusak, mau2 aja dipeluk2dan dibawa tidur sm laki2 sementara msh jd istri, hadeuhhhh 🤭🤮🙏🙏
Farida Dalle
Kamu curhat pd orng yang salah Ga, dia itu bukan sahabatnu, tp dia adlh iblis... boleh gak thor klu aq nampar si Rendra, biar puas hati ini, sumpah thor aq sebel sampe ubun2😡😡😡
🔥Violetta🔥: Tampar aja kak 🤣🤣🤣✌️✌️
total 1 replies
Farida Dalle
pusing aq tuh.... jd nda bisa ngomong, kedua2nya bikin sebel, iya gak sih.... 🤭🤮
Farida Dalle
Jadi penasaran thor, gmn reaksi Arga klu Nara tiba2 hamil??? 🤔
Farida Dalle
Memangnya Arga ank kcl yg bisa dibohongi, klu itu adlh digigit binatang, Arga jg pengalaman keles🤭🤣
Farida Dalle
Hubungan yg sangat menjijikkan, Rendra adalh iblis berkedok sahabat😡
Farida Dalle
Mending kamu sm Zoya aja tuh Ren, jangan ganggu rumah tangga sahabatmu
Farida Dalle
Nara sdh tdk mau memperbaiki hubungannya dgnmu Arga, krn sdh candu dg yg lbh hot dn lbh beeeesaaaar🤣🤣🤣
Farida Dalle
Thor, biasanya klu tokoh utama itu sifat dn prilakunya baik, tp ini koq sangat2 menyebalkan yah... maaf🙏
🔥Violetta🔥: Yang ini emng dibuat agak laen kak 🤭🤭✌️✌️🤣🤣
total 1 replies
Farida Dalle
Seharudnya klu mmng Rendra sangat mr cintai Nara, dia tdk akan tega melakukan semua itu ke Nara, Rendra tega merisak rumah tangga sahabatnya dg dalih cinta... yuhhhh gak banged deh, dan dg seenak2nya menikmati tubuh si Nara... itukh yg disebut cinta? atau perusak???
Farida Dalle
Gak banged deh ini Rendra, egois ... trus si Nara nya jg, mau2 sj ditidurin sm si Rendra, klu mmng lbh suka ke Rendra, mending minta cerai dulu lah, setelhnya teserah.... mau tidur, mau tengkurap, atau apa aja serah deh..... 😡
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!