NovelToon NovelToon
Terbelenggu Cinta Sahabat Suamiku

Terbelenggu Cinta Sahabat Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Terlarang / Diam-Diam Cinta / Selingkuh
Popularitas:10.2k
Nilai: 5
Nama Author: Red_Purple

‎Dua tahun pernikahan yang Nara jalani bersama dengan Arga mulai terasa hambar ketika Arga memilih untuk sibuk dengan pekerjaan. Hingga suatu malam dia menyaksikan suaminya itu tengah berselingkuh dengan sekretarisnya sendiri.

‎Saat dunianya terasa gelap, sosok Aditya Narendra yang merupakan sahabat baik Arga muncul sebagai pelindungnya. Rendra selalu ada di sisi Nara, memberikan dukungan dan perhatian yang telah lama tidak dia dapatkan dari suaminya.

‎Sentuhan lembut dan kata-kata hangat Rendra menjadi obat yang menyembuhkan luka dalam hatinya, sekaligus membawanya pada permainan penuh gairah pria itu. Namun, Nara tak menyadari bahwa di balik kebaikan Rendra tersembunyi sebuah rahasia besar.

‎"Jawab pertanyaanku, Nara. Lebih puas denganku, atau dengan suamimu yang selalu meninggalkanmu sendirian?" ~ Aditya Narendra.

‎‎📍Membaca novel ini mampu meningkatkan imun dan menggoyahkan iman 😁 bukan area bocil, bijak-bijaklah dalam membaca 🫣


Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Red_Purple, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 29

Beberapa saat berlalu dalam keheningan yang mencekam. Arga masih berdiri di sana, sesekali memanggil nama istrinya dengan nada khawatir. Namun, tidak ada sahutan dari dalam. Hanya kebisuan yang menyambutnya.

‎"Ah, mungkin dia sudah lewat jalan lain atau balik ke ballroom duluan," gumam Arga pelan, mencoba menenangkan pikirannya sendiri.

‎‎Suara langkah kaki Arga terdengar semakin menjauh, berjalan kembali menuju keramaian di dalam ballroom. Nara yang mendengarnya pergi pun bisa menarik napas panjang dengan lega, meski jantungnya masih berdegup kencang.

‎‎"Huuft..." Nara terengah-engah, tubuhnya lemas seketika. Dia menunduk, menyembunyikan wajahnya di dada bidang Rendra. "Kita hampir ketahuan, Ren. Aku takut..."

‎‎Rendra tidak segera menjawab. Dia hanya membiarkan istri sahabatnya itu bersandar lemas di pelukannya. Tangannya perlahan mengusap punggung Nara, mencoba menenangkan.

‎‎"Sudah pergi..." bisik Rendra rendah, suaranya terdengar serak dan dalam di kegelapan. Matanya menyala liar menatap wajah cantik yang kini terlihat begitu putus asa dan seksi di hadapannya.

‎‎"Aku harus kembali ke ballroom sekarang, mas Arga sedang menungguku." pinta Nara dengan tatapan memohon.

‎‎Rendra terdiam sejenak sebelum akhirnya mengangguk kecil, "Baiklah,"

‎‎Hanya kata itu yang terlontar, namun cukup membuat Nara menghela napas lega. Namun, leganya itu tidak berlangsung lama. Rendra tidak langsung melepaskannya. Sebaliknya, tangannya justru naik mencengkeram dagu Nara, memaksa wajah wanita itu mendongak menatapnya di tengah kegelapan. Tatapannya tajam, penuh gairah dan kepemilikan yang tak terbendung.

‎"Aku akan membiarkanmu pergi karena aku sayang padamu dan tidak ingin kamu semakin khawatir," bisik Rendra pelan, "Tapi ingat baik-baik,"

‎‎Rendra mendekatkan wajahnya, menempelkan keningnya di kening Nara.

‎‎"Meskipun kamu kembali ke pelukannya, meskipun kamu tersenyum padanya, hati dan tubuh ini sudah tercatat atas namaku, Nara."

‎‎Rendra mendekatkan bibirnya dan kembali menyambar bibir Nara untuk terakhir kalinya. Ciuman yang singkat namun sangat dalam dan panas.

‎‎"Pergilah," ucap Rendra akhirnya melepaskan ciumannya.

‎‎Nara hanya mengangguk kecil, lalu mendorong pelan dada Rendra dan membuka kunci pintu, dia bergegas keluar meninggalkan Rendra sendirian di ruangan yang gelap itu, menyisakan kesunyian dalam diri pria itu.

-

-

‎Nara masuk kembali ke dalam ballroom dengan wajah yang dibuat senatural mungkin seperti tidak terjadi apa-apa sebelumnya. Arga yang sedang berdiri di dekat meja makan langsung menyambutnya dengan wajah lega.

‎‎"Sayang, kamu dari mana saja? Aku tadi nyariin kamu kemana-mana tapi tidak ketemu," Arga langsung mendekat dan melingkarkan tangannya di pinggang istrinya.

‎‎"Maaf Mas, tadi aku jalan-jalan cari angin sebentar di luar," jawab Nara berusaha untuk tenang, meski jantungnya masih berdegup kencang.

‎‎Arga tersenyum, tidak menyadari apa-apa. "Ya sudah, acaranya mau mulai. Kamu jangan jauh-jauh dariku lagi ya,"

‎‎"Iya, Mas," jawab Nara pelan, mencoba tersenyum setenang mungkin.

‎‎Arga memandu Nara duduk di kursi yang telah disediakan di barisan depan, sangat dekat dengan panggung. Dia dengan sangat perhatian menarik kursi untuk istrinya, lalu duduk di sebelahnya dengan wajah tenang dan bahagia.

‎‎Arga menoleh ke samping untuk menatap istrinya. Senyum di wajahnya perlahan memudar saat matanya menangkap sesuatu yang aneh di bawah cahaya lampu yang terang benderang.

‎‎"Eh, Sayang..." Arga mengerutkan kening, tubuhnya sedikit mendekat. "Itu... leher kamu kenapa?"

‎‎Jantung Nara serasa berhenti berdetak. Dia refleks menelan salivanya, tangannya cepat-cepat terangkat menutupi area lehernya.

‎‎"Eh, ini..." jawabnya gugup, wajahnya memanas drastis. "Ini tadi di gigit binatang saat aku keluar sebentar."

‎‎"Digigit binatang?" Arga mengerutkan kening semakin dalam, matanya meneliti leher istrinya dengan saksama. Di bawah cahaya lampu yang terang, bercak kemerahan itu terlihat jelas, bahkan bentuknya terlihat seperti lengkungan bibir yang menghisap kuat.

‎‎"Tapi bentuknya aneh, Sayang," Arga menyentuh pelan area itu dengan ujung jarinya, membuat Nara tersentak kaget. "Ini seperti..."

‎‎Belum sempat Arga melanjutkan ucapannya, tiba-tiba sebuah tangan mendarat di pundaknya.

‎‎"Ga, lagi ngobrolin apa, serius banget,"

‎‎Arga langsung menoleh dan melihat Rendra sudah berdiri didekatnya, sejenak dia lupa dengan kecurigaannya pada Nara.

‎‎"Eh, Ren. Kamu darimana saja? Baru datang?" balas Arga bertanya.

‎‎Rendra tersenyum santai, wajahnya tampan dingin dan sangat tenang seolah tidak terjadi apa-apa. Dia berdiri tegak di samping kursi mereka, menatap Arga lalu perlahan mengalihkan pandangannya ke arah Nara.

‎‎"Tadi ada urusan sebentar di belakang," jawab Rendra santai, lalu dia menarik kursi kosong yang ada tepat di sebelah kanan Nara dan duduk dengan santai.

‎‎Suasana menjadi sangat mencekam dan mendebarkan bagi Nara. Dia duduk kaku di tengah-tengah dua pria itu, napasnya tertahan di dada. Tak lama kemudian suara mikrofon berdesir memenuhi ruangan. Suasana menjadi hening seketika.

‎"Hadirin sekalian, mohon perhatiannya..."

‎‎Acara resmi dimulai. Lampu-lampu di ruangan meredup, dan sorotan lampu beralih ke arah panggung yang megah. ‎Arga yang mendengarnya langsung membetulkan posisi duduknya. Dia melingkarkan tangannya di sandaran kursi Nara, bersikap protektif namun tidak lagi curiga pada tanda merah dileher istrinya.

‎‎Nara menghela napas panjang, berusaha menenangkan diri. Namun, ketenangannya buyar kembali saat dia merasakan tangan Rendra di bawah meja perlahan bergerak mencari, lalu dengan berani menggenggam tangan kanannya yang terletak di atas pangkuan. Jari-jari Rendra menyusup di antara jari-jarinya, menggenggamnya erat.

-

-

-

‎‎Mobil hitam berhenti di halaman depan. Pintu terbuka, Bayu dan Niken turun dari mobil. Mereka sengaja mampir untuk melihat keadaan rumah yang ditempati putra dan menantu mereka.

‎‎Bi Imah yang mendengar suara mobil berhenti di halaman pun langsung berlari kecil untuk membukakan pintu.

‎‎"Selamat malam, Tuan Besar, Nyonya Besar," sapa Bi Imah ramah sambil membukakan pintu lebar-lebar dan membungkuk hormat. "Silakan masuk, Tuan, Nyonya."

‎‎"Terima kasih, Bi," jawab Bayu sambil melangkah masuk, diikuti oleh Niken di belakangnya.

‎‎"Rumah sepi sekali, Bi. Arga dan Nara belum pulang ya?" tanya Niken sambil meletakkan tas tangannya di atas meja, matanya celingukan melihat sekeliling.

‎‎"Iya Nyonya, mungkin sebentar lagi juga mereka pulang," jawab Bi Imah sopan. "Permisi, Tuan, Nyonya, saya permisi kebelakang mau buatkan minuman dulu,"

‎‎"Ya sudah, terima kasih Bi," jawab Niken singkat.

‎‎Bi Imah pun segera berjalan menuju dapur, meninggalkan mereka berdua di ruang tengah.

‎‎"Pa, aku mau ke kamar tamu dulu ya, mau pakai kamar mandinya," ucap Niken.

‎‎"Ya sudah, Papa tunggu disini," sahut Bayu kemudian duduk di sofa.

‎‎Niken berjalan menuju kamar tamu yang letaknya tidak jauh dari ruang tengah. Dia membuka pintu pelan, berniat langsung menuju kamar mandi di dalamnya.

‎‎Namun, langkah kakinya terhenti begitu dia memasuki kamar. Matanya terbelalak, napasnya seakan tertahan di kerongkongan.

‎‎"Apa-apaan ini?"

-

-

-

Bersambung...

1
Zuri
makanya milih melayani orang lain ya nar🤧
Zuri
tapi kan sekarang dirimu juga sama nar/Slight//Slight/
🔥Violetta🔥: Dia bakal ngaku 😅😅😅
total 1 replies
Zuri
giamana reaksi mereka ya kalo misal udah ada kecebong sebelum progam,
Zuri
karena mereka berdua slengki dengan pasangan masing masing.. omelin aja omelin, saklian othornya omelin juga🤧🤧
🔥Violetta🔥: Othornya masih polos .. diajarin sama Rendra ini 🤣🤣🤣
total 1 replies
Zuri
dirimu yg pernah slengki pasti paham lah itu apa
Zuri
lu itu suami juga bukan main asal klaim aja/Sweat//Sweat/
Zuri
eehh.. yakin mo dilepasin😏😏
Devi Novita
perempuan goblok harga diri kok murah apa bedanya sama Agra suamimu berhubungan dgn laki laki lain saat masih menjadi seorang istri melakukan kesalahan yg berulang ulang 😴😴😴
Devi Novita: 🤣emosi Aku jadi wanita tu berkelas Napa masak menjatuhkan Marwah harga diri sendiri katakan pada suami Dunia belum berakhir tanpamu duniaku indah tanpamu dan hidupku lebih bahagia tanpamu nah setelah cerai selesai baru cari pengganti bales dgn menjadi pasangan si renda biar tau tu laki kalau byk pria yg ngejer cintanya🤭🤣
total 2 replies
°RhaiKen™
ketauan pisah ranjang 👏👏👏👏
🔥Violetta🔥: 👏👏👏👏👏
total 1 replies
Endah Puji
thanks😍
🔥Violetta🔥: Kembali kasih kakak 🙏😁
total 1 replies
Zuri
eeeh... dobel pragrap ini. di atas ada,
🔥Violetta🔥: Efek lierr sama tulisan sendiri 😅😅😅
total 1 replies
Zuri
pasanganku lagi bersama pasanganya.. coba jwab gitu ren🤣
Zuri
bakal cemburu saling beradu sih ini🤧
°RhaiKen™
astagaa....😲 Mereka yg mau kepergok knp malah aku yg deg"an panik panas dingin c njirrr 😅😅😅 kyanya c akoh terlalu mendalami peran Nara 🤦
°RhaiKen™: /Chuckle//Chuckle//Chuckle/
total 6 replies
Zuri
biar bisa bebas main kemana aja gitu yaa😏
Zuri
sekarang binikmu yg lagi hobi ma ular lain🤧🤧
Zuri
kalo Nara tau rumah tangganya rusak karena Rendra, entah ya.. kan Cinta gak kenal logika. si Arga juga gak tahan godaan
Zuri
istri sahabatku..detik berikutnya kejang si papa Hendry🤧
Zuri
nar denger gak tuh?? dengerin yak🤣
Zuri
disaat suami ingin memperbaiki hubungan, tapi dia juga membuka peluang pabinor masuk🤧🤧
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!