NovelToon NovelToon
Pernikahan Yang Lahir Dari Luka

Pernikahan Yang Lahir Dari Luka

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / CEO
Popularitas:21.7k
Nilai: 5
Nama Author: peony_ha

Zara Ayleen adalah perempuan religius dari keluarga sederhana yang percaya bahwa hidup selalu punya jalan lurus untuk tetap dijalani. Namun satu malam yang kelam menghancurkan keyakinannnya. Dalam keadaan yang tak pernah ia kehendaki, Zara menjadi korban dari kesalahan seorang lelaki yang bahkan tak kenal dengan baik—Arsyad Faizandra Wiratama pewaris perusahaan besar yang hidupnya penuh kendali, kekuasaan dan kesombongan. Kesalahan itu memaksa mereka terikat dalam pernikahan tanpa cinta. Bagi Arsyad pernikahannya dengan Zara merupakan bentuk tanggung jawab bukan perasaan. Bagi Zara, pernikahannya dengan Arsyad adalah ujian terberat dalam hidupnya. Dibawah satu atap, mereka hidup sebagai suami istri yang asing. Arsyad dingin dan berjarak, sementara Zara memendam luka dan berharap dalam diam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon peony_ha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gak Cinta Tapi Posesif

“Kamu memang benar-benar mengujiku pagi ini Ayleen.”

Kata-kata mas Arsyad tadi pagi sungguh mengganngu pikiranku, membuatku jadi tidak fokus untuk bekerja. Aku jadi lebih sering melamun dibandingkan dengan bekerj, padahal kerjaan sedang menumpuk. Harus merekap jadwal peminjaman, harus merekap buku yang hilang. Semua kerjaan belum satupun aku selesaikan. Bayangan apa yang menyembul dibalik celana mas Arsyad sungguh mengganggu pikiranku.

Apa aku berdosa karena selama ini sudah membuat dinding yang kokoh, sehingga mas Ar tidak berani untuk memintaku untuk melayaninya, padahal mas Ar adalah laki-laki normal yang memiliki hawa nafsu, apalagi tinggal satu atap dan satu ruangan, apa mas Ar tidak berani menyentuhku karena dia masih merasa bersalah karena kejadian malam itu?, atau apa karena dia tidak mencintaiku?. Tapi sebagai laki-laki normal, pria akan memiliki nafsu syahwat sekalipun itu bukan wanita yang dia cintai.

Aku menggeleng-gelengkan kepala, rasa bersalah mulai mengelimutiku, beberapa kali memergoki mas Ar yang bermain dengan tangan sendirinya.

“Heh Ra. Kenapa si dari tadi keliatan ngelamu, terus geleng-geleng kepala lagi. Ngelamun lagi, gitu aja terus. Kenapa, lagi ada masalah?” Nura menyadarkanku dari lamunan, gadis berwajah manis itu kini duduk didepan mejaku.

Aku menggeleng. “Engga gak kenapa-napa ko, lagi kesel aja. Maklum lagi red day, jadi hormon lagi acak-acakan banget.”

“Oh gitu ya, Ra review dong gimana rasanya gituan sama suami. Biar aku mau nikah, jujur setelah banyak berantem sama pacar aku jadi males banget melangkah ke jenjang lebih serius. Tapi mama udah maksa aku buat cepet-cepet nikah.”

Pertanyaan dari Nura lucu juga. “Ra gini ya, pernikahan itu bukan semata-mata untuk menyalurkan nafsu birahi saja, pikiranmu kesana mulu. Pernikahan itu ibadah terpanjang, yang banyak sekali ujian hidup yang menunggu didalamnya. Makanya kita harus benar-benar selektif dalam memilih pasangan, jangan sampai salah pilih pasangan. Pilihlah Pasangan yang benar-benar mampu membimbing kita menyelami berbagai bahtera dalam kehidupan didunia ini, pasangan yang mampu menjadi nakhoda terbaik. Yang ketika kita didekatnya kita merasa aman dan nyaman.”

Nura melongo menatapku, dengan rangan bersedekap diatas meja kerjaku. “Apa suamimu memenuhi kriteria itu Ra, maaf aku bertanya seperti itu, karena yang aku tahu kamu menikah karena dijodohkan kan?”

Deg.

Jawaban yang aku lontarkan pada Nura bagaikan bumerang untukku.

Apa iya mas Ar sudah memenuhi kriteria yang tadi aku sebutku?. Mas memang tidak mencintaiku, tapi sejauh ini tanggung jawabnya sebagi suami cukup baik. Bahkan tadi pagi aku sudah mendapatkan notif bukti transferan pada rekiningku, dari mas Ar.

Aku mengangguk samar.

“Aku memang belum melihat wajah suamimu Ra, tapi dari bayanganku pasti suamimu itu sangat tampan. Apa kamu sudah memiliki rasa untuk suamimu Ra, banyak orang bilang katanya rasa cinta akan tumbuh dengan seiring waktu.”

Ada rasa hangat didalam dada, eh mengapa aku jadi berharap untuk mas Ar mencintaiku. Apa aku sudah memiliki rasa untuk mas Ar?, jika rasa cinta dihatiku tumbuh dengan seiring waktu, apa mas Ar bisa membalas rasa itu?. TIDAK. Mas Ar hatinya masih terpaut kencang dengan wanita dimasalalunya.

“Ra!, kok malah bengong lagi sih. Jangan lupa nanti sore ada acara amal dipanti.”

“Aku sampe lupa Nur, untung kamu ngingetin.”

“Ada mas Arya juga, dia mau dateng crush kamu tuh ra.”

Deg, laki-laki yang dulu sering kusebut namanya dalam do’a ku. Mas Arya.

***

Langit mulai berubah jingga ketika aku dan beberapa teman-teman organisasi tiba di panti asuhan yang berada dipinggir kota. Halaman panti sudah ramai dipenuhi relawan serta tamu undangan dari berbagai perusahaan yang ikut berpartisipasi dalam acara amal hari ini.

Anak-anak kecil berlarian dengan wajah ceria. Sebagian sibuk menerima bingkisan, sebagian lagi duduk rapi menunggu acara dimulai. Suasana hangat itu sedikit mengusir penat dikepalaku sejak pagi tadi.

“Ra, bantuin aku bagiin snack dong!” teriak Nura dari arah meja konsumsi.

“Iya bentar.” Aku segera menghampirinya sambil membawa beberapa kotak makanan ditangan. Baru beberapa langkah, seorang anak perempuan kecil tiba-tiba menarik ujung bajuku.

“Kakak cantik.”

Aku langsung jongkok dihadapannya sambil tersenyum. “Iya sayang?”

“Besok datang lagi ya.”

Dadaku menghangat mendengar itu.

Namun belum sempat aku menjawab, suara tepuk tangan terdengar dari arah depan halaman panti.

“Selamat datang untuk sponsor utama acara amal hari ini, dari perusahaan Faizandra Group.”

Deg.

Tubuhku langsung menegang.

Entah kenapa jantungku tiba-tiba berdetak lebih cepat.

Dan benar saja.

Dari arah pintu masuk, beberapa pria berpakaian formal berjalan masuk dengan wibawa yang kuat. Ditengah-tengah mereka, sosok tinggi dengan jas hitam itu tampak begitu mencolok.

Mas Arsyad.

Napas ku tercekat sesaat.

Wajahnya terlihat datar dan tenang seperti biasa, namun auranya selalu berhasil membuat orang-orang disekitarnya segan.

“Ya ampun Ra,” bisik Nura sambil mencengkeram lenganku heboh. “CEO Faizandra Group ganteng banget!”

Aku buru-buru memalingkan wajah, berharap mas Ar tidak menyadari keberadaanku.

Sayangnya harapanku gagal.

Mata elang tajamnya langsung menangkap sosokku ditengah keramaian. Tatapan kami bertemu sepersekian detik sebelum dia kembali memasang wajah profesionalnya.

Seolah kami hanyalah dua orang asing.

Aneh.

Padahal tadi pagi aku masih melihat sisi lain dirinya yang membuat pikiranku kacau seharian.

“Ra.”

Aku menoleh ketika mendengar suara yang familiar itu.

Dan seketika tubuhku sedikit membeku.

Mas Arya.

Laki-laki yang dulu sering kusebut namanya dalam doa-doaku.

Dia tersenyum hangat sambil berjalan mendekat. “Akhirnya ketemu juga.”

Aku membalas senyumnya tipis. “Iya mas.”

“Kamu makin cantik sekarang.”

Nura yang berdiri disampingku langsung menyenggol pinggangku pelan sambil cengar-cengir jahil.

Aku hanya bisa salah tingkah.

Namun entah kenapa…

Pujian itu tidak lagi membuat jantungku berdebar sehebat dulu.

“Sekarang kerja disini terus?” tanya mas Arya.

Aku mengangguk. “Iya.”

Kami mulai mengobrol ringan. Mas Arya bahkan beberapa kali membantu membawakan barang dan mengambilkan minum untukku.

Dulu perhatian kecil seperti itu pasti sudah berhasil membuatku salah tingkah setengah mati.

Tapi sekarang berbeda.

Pikiranku justru beberapa kali melayang pada sosok laki-laki bermata tajam yang sejak tadi berdiri diseberang sana.

Mas Arsyad.

Dan tanpa sadar, aku beberapa kali memergokinya sedang melihat ke arahku.

Tatapannya dingin.

Tapi anehnya justru terasa menekan.

“Ra,” ujar mas Arya lagi. “Nanti pulangnya bareng aku aja ya.”

Aku baru saja ingin menjawab ketika sebuah suara berat menyela dari belakang.

“Ayleen.”

Deg.

Aku langsung mengenali suara itu.

Tubuhku spontan menegang.

Mas Arsyad berdiri tepat dibelakangku dengan kedua tangan masuk kedalam saku celananya. Wajahnya tenang seperti biasa.

Terlalu tenang malah.

Namun entah kenapa rahangnya terlihat mengeras samar.

“Pak Arsyad?” Mas Arya tampak terkejut. “Kenal sama Ayleen?”

Jantungku berdetak kacau.

Aku menatap mas Ar gugup.

Pernikahan kami masih dirahasiakan.

Tidak ada seorangpun dilingkungan sekolah dan organisasi yang aku ikuti yang tahu kalau aku sudah menikah.

Mas Ar menatapku sesaat sebelum berjalan mendekat dan berdiri tepat disampingku.

Dekat sekali.

Sampai aroma parfum khasnya langsung memenuhi penciumanku.

“Ayleen,” ucapnya tenang. “Kamu lupa kalau tadi saya bilang jangan pulang terlalu malam?”

Aku tercekat.

Nada bicaranya terdengar biasa saja, tapi entah kenapa membuat suasana jadi berubah.

Mas Arya terlihat bingung. “Saya… kurang paham.”

Dan kalimat berikutnya sukses membuat napasku tercekat.

“Saya suaminya Ayleen.”

Hening.

Nura sampai melotot tidak percaya.

Sedangkan wajah mas Arya terlihat benar-benar terkejut.

“Suami?”

Aku menunduk gugup.

Sementara mas Ar tetap berdiri tenang disampingku.

Namun untuk pertama kalinya…

Aku merasa ada sesuatu yang berbeda dari sikapnya malam ini.

Tatapannya pada mas Arya terasa tajam.

Possesive.

Seolah dia tidak suka melihat laki-laki lain berdiri terlalu dekat denganku.

*

*

Uhuk-uhuk ngakunya gak cinta tapi kok cemburu, gimana sih mas Ar ini ah jadi gemes deh pengem cubit.

1
Ria Leilyhani
nah lo mas ar, ayleen cemburu, kasihan ayleen. lanjut thor
Ria Leilyhani: iya ga jelas banget jadi laki, buat mas Ar cemburu Ayleen biar tau rasa dia bininya ditaksir cowok lain😁
total 2 replies
Ria Leilyhani
lanjut thor, aku suka ceritanya
roses: makasih kak, dukung terus author💗
total 1 replies
roses
buci tipis tipis dulu ya kak😁
Ria Leilyhani
nunggu mereka membucin
Buku Matcha
merinding ya thor
Buku Matcha
Mas Ar kok bisa hafal dengan hal beginian, bener bener suami idaman. walaupun agak bakal dikit.
Amiroh
lho ko g lanjut
roses: tuunggu up besok ya kak
total 1 replies
Aniza
lanjut thooor
Aniza: oke thooooor👍👍👍
total 2 replies
Suren
mantappp👍 Arsyad butuh org ada disampingnya tapi egonya tinggi
roses: berul ka, dukung terus Author ya💗
total 1 replies
Ineu
baru mulai baca
roses: makasih kak, dukung terus Author ya💗
total 1 replies
Lisa Kusmiran07
ceritanya menarik,tp agak bingung pas percakapan.atau dialog nyaga ada tanda nya.
Sri Jumiati
cantik .cocok thor
roses: Makasi yah kak, dukung terus author💗
total 1 replies
roses
iya kak, selamat membaca dan siap-siap diobrak abrik perasaan
Sri Jumiati
bagus ceritanya
Buku Matcha
Typo nya banyak ni thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!