Clarisa Hani Wijaya seorang gadis berusia 16tahun, Gadis broken home karena kedua orang tuanya sibuk dengan kerjaannya masing masing,,
Namun siapa sangkan jika ternyata dirinya sudah di jodohkan oleh kedua orang tuanya dengan seorang Pria tampan..
Bagaimana kehidupan Hani setelah menikah,, terus ikuti ceritanya..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Encha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Melamun
Masih dengan memikirkan hal yang sama,
Hana melamun di dalam kelasnya,, dia berangkat lebih pagi dari biasanya karena semalam dia susah tertidur dan sampai akhirnya sudah pagi,,
Hana duduk di kursi kelasnya sambil menyangga wajah dengan kedua tangannya..
Dia masih belum siap untuk menikah apalagi diusianya yang baru menginjak 16tahun apalagi dia akan menikah dengan laki laki yang tidak dikenalnya, bagaimana dengan kehidupan mereka setelah menikah Nanti..
Hani menggidik saat terbayang film yang sering ditontonnya, menikah karena perjodohan dan akhirnya di perempuan hanya akan di aniaya suaminya..
" Dih,, Amit amit deh,, " Batin Hani
Amel dan Sita yang baru saja sampai bingung melihat Hani yang malah melamun di kursinya, dan tidak biasanya Hani sudah berangkat..
" Mel,, Itu beneran Hani,, tumben banget tuh anak udah sampai terus itu kenapa dia melamun.. Ucap Sita
Amel tidak menjawab, dia malah berjalan menghampiri Hani dan duduk di sampingnya.
" Eh kok gue malah ditinggal si,, Ucap Sita dan segera menyusul Amel
" Ehem,, Tumben Loe udah sampai Han,,
Hani tidak menjawab, dia terus melamun
" Han,, Hani,, Teriak Amel juga Sita
" Kalian apaan si teriak pagi pagi,, Ucap Hani dengan menutup telinganya.
" Lagian dari tadi kita panggil Loe diam aja,, Ngelamunin apa si Loe.. Ucap Amel
Hani bingung harus menjawab apa,
Tidak mungkin juga dia menceritakan semua dengan kedua sahabatnya, dia belum siap juga..
" Yah,, melamun lagi dia Mel,,, Ucap Sita..
" Hani sayang,, Loe sakit.. Mending pulang aja deh kalo sakit..
" Siapa bilang gue sakit, gue sehat kOk..
" Terus kenapa dari tadi Loe melamum,
" Eh gue laper Guys,, kita ke kantin Yuk ucap Hani mengalihkan pembicaraan mereka
" Ah,, Yuk,, gue juga Laper Ucap Sita
Amel terus menatap Hani, dia tau jika Hani menyembunyikan sesuatu, namun dia sendiri tidak mau memaksanya untuk menceritakannya..
Akhirnya Amel mengikuti mereka ke kantin..
" Kalian gak sarapan di Rumah tadi,, Ucap Amel saat melihat kedua sahabatnya memesan mie instan
" Sarapan Mel,, cuma gue laper lagi Ucap Sita
" Tadi gue gak sempet sarapan,, Ucap Hani dengan melahap mie nya..
Sedangkan Amel hanya memesan jus dan menatap kedua sahabatnya..
********
Di kampus,,
Riki baru saja sampai, dia keluar dari mobilnya..
Pemandangan yang membuat mahasiswi terpana,,
Setiap hari Riki semakin saja terlihat tampan..
Riki bersikap biasa dan berjalan menyusuri lorong,,
" Rik,, Riki,, Ucap Seseorang dari belakang
Riki berhenti dan menoleh ternyata Miko lah yang memanggilnya..
" Tumben Loe udah dateng,, Ucap Miko
Riki tidak menjawab, dia berjalan dengan coolnya melewati semua tatapan mahasiswi yang mentapnya kagum..
" Loe bener bener kaya Pangeran Rik, semua cewek pada liatin Loe..
" Hem,, Ucap Riki
" Rik,, Loe salah minum obat ya..
Riki mengenyitkan keningnya mendengar ucapan Miko
" Loe kaya lagi ada masalah deh,,
" Sok tau Loe,,
Saat mereka duduk di kursinya tiba tiba Serly datang menghampiri mereka dengan membawa kotak makan di tangannya..
" Pagi Rik, Mik,, Ucap Serli
" Pagi Serli cantik,, Ucap Miko
Dan jangan salah Riki sama sekali tidak menghiraukan keberadaan Serli yang terus menatap juga tersenyum kepadanya..
" Oya Rik,, Ini buat Loe tadi sengaja gue buat sanwich,, Loe makan ya.. Ucap Serli dengan memberikan kotak makannya
" Sorry gue udah makan,,
" Em,, Gak papa,, Loe makan nanti aja.. Ini gue spesial buat buat Loe..
" Mik,, Loe pasti belum sarapan kan..
Riki mengambilnya dan langsung memberikannya kepada Miko,,
" Ah thanks Serli Cantik,, Ucap Miko
Serli merasa kesal,
Dia pun segera berjalan meninggalkan mereka,
" Rik,, Loe beneran gak Mau.. Ini enak banget Ucap Miko dengan mengunyah
" Buat Loe semua..
Riki berjalan meninggalkan Miko yang masih menikmatinya..
Dia berjalan menuju taman Kampus, dia masih memikirkan perjodohannya dengan Hani..
Minggu depan mereka akan tunangan,
Baginya menikah adalah sesuatu yang sangat sakral dan satu dalam seumur hidup,,
Dia takut jika nantinya semua tidak berjalan sesuai pikirannya, dia akan menyakiti atau bahkan tidak bisa membahagiakan Hani kelak setelah mereka menikah..
" Apa gue bisa hidup dengan wanita yang baru gue kenal, gue takut menyakitinya, membuatnya tidak bahagia, ,
Pernikahan sangat sakral dan apa gue bisa melakukannya". Batin Riki
**********
Di sekolah,,
Ketiga gadis cantik masih berada di kantin dengan obrolan obrolan kecil dan menikmati minuman,
Tiba tiba Dimas datang menghampiri mereka..
" Hai Guys,, Sapa Dimas..
" Hai Kak Dimas,, Ucap Amel juga Sita namun Hani yang tersenyum dia masih merasa tidak enak dengan Dimas setelah menolaknya kemarin..
" Oya Han,, Ini buat Loe.. Ucap Dimas memberikan Coklat
" Waah.. So sweet Ucap Sita
Hani membulatkan matanya menatap Sita,,
" Maaf Kak,, ini
" Nyokap Gue kemarin baru dari Swiss,,
" Tapi Kak,, Gue,,
" Ya Udah gue ke kelas dulu ya,, Ucap Dima memotong ucapan Hani
" Emm,, Hani,, so sweet deh.. Gue pengin di gituin Ucap Sita
" Ya Udah ni buat Loe,, Ucap Hani memberikan coklatnya
" Beneran Han,, ini buat gue
" Iya buat Loe semua,, Ya udah yuk ke kelas bentar lagi Bel..
Hani, Amel juga Sita berjalan menuju kelasnya karena memang Bel sudah berbunyi..
Untung aja Riki mengenalkan Hani ke Dion sebagai istri,kalo pacar atau temen ,pasti langsung di tikung tuh,,