.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tuanzero, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 10
Zai menyeruput kopi yang baru saja diantar oleh OB, dia ingin menjelaskan kesalahpahaman tadi namun pria itu tak menunggu responnya sama sekali.
Akhirnya dia memilih untuk tak terlalu menghiraukannya dan kembali fokus pada layar komputernya, namun tiba-tiba saja telepon masuk memecah fokusnya.
"Ya?" Tanya Zai yang sedikit malas.
"Datang ke ruangan ku sekarang," Zai sedikit terkejut saat mendengar nada dingin dari orang yang ada di dalam telepon, dia tidak lain adalah Justin Tuannya.
Panggilan itu terputus dan Zai segera beranjak dari ruangannya, dia tak mau membuat pria itu menunggu terlalu lama dan malah membuatnya murka.
****
Saat Zai membuka pintu, dia sudah disambut dengan tatapan dingin dari sang bos. Apakah aku tak bisa melihat sebuah senyuman? setiap hari tak pernah berekspresi. Zai membatin, dia hampir tak pernah melihat senyuman dari pria itu, wajahnya selalu mengeluarkan hawa dingin yang membuat siapa pun merinding saat di dekatnya.
"Ada apa Tuan?" Tanya Zai dengan posisi menunduk hormat.
"Selesaikan ini semua... aku ingin istirahat," kata Justin langsung memeramkan matanya dengan masih dalam posisi duduk.
Tuannya itu memang seringkali bekerja sampai lembur bahkan tak tidur semalaman, Zai terkadang sedikit prihatin dengan keadaan pria itu.
Namun lambat-laun ia sudah terbiasa, Tuannya itu memang kerap menyuruh dirinya untuk menggantikan tugasnya, karena dia juga sadar bahwa pria itu pasti kelelahan.
Apakah tidak ada waktu lain? tugas ku saja bahkan belum selesai di sana, dan kau sudah menambahnya lagi!
"Cepat selesaikan itu, aku tak suka membuang - buang waktu," Entahlah kemampuan super atau apa, namun Justin seolah tahu apa yang sedang dilakukan oleh Zai.
"Baik tuan," Zai tak bisa membalas ataupun menolak permintaan tuannya itu, dia hanya bisa menghela nafas pasrah dan mulai mengerjakan tumpukan dokumen yang ada di atas meja Justin.
****
Setelah menyelesaikan Tugasnya, Zai segera pergi menuju ruangannya. Dia benar-benar di buat pusing dengan tumpukan dokumen yang menggunung di ruangan bosnya, entah bagaimana cara pria itu hingga kebal dengan rasa lelah.
Zai kembali masuk ke dalam ruangannya dan duduk di kursinya, kopi panas yang sebelumnya ada di atas meja itu kini telah dingin.
Saat menyalakan komputernya yang sempat tertidur, dia dikejutkan dengan apa yang dilihatnya. "Ohh tidak! aku melupakan Isabella! ini sudah hampir 3 jam!" Zai segera berlari keluar dari ruangannya, dia sempat melihat wajah Isabella yang sudah kusut di dalam layar komputer.
Dia menduga wanita itu pasti sudah kehabisan kesabarannya, saat lift yang digunakan oleh Zai telah sampai di lantai paling bawah. Dia segera mencari keberadaan Isabella, entah itu sebuah kebetulan atau apa namun mereka saling bertemu.
Zai menahan tawanya karena melihat perubahan ekspresi wajah dari Isabella, wanita itu langsung mengeluarkan senyuman ceria saat Zai menyapanya.
Padahal beberapa saat lalu wajah Isabella terlihat sangat kusut di layar komputernya, namun entah bagaimana, wanita itu bisa merubah ekspresi hatinya dalam sekejap mata.
Zai segera mengajak Isabella untuk menuju ruangannya, dia memang sedikit tak enak hati namun itu benar-benar menghiburnya. Zai menekan giginya sendiri agar dapat menahan tawa.
Dia benar-benar ingin terkekeh saat membayangkan wajah Isabella, entah apa yang dipikirkan wanita itu di belakangnya. Namun rasa lelahnya seolah terangkat dengan hiburan yang baru saja dilihat nya.
Hahaha... ini benar-benar lucu, mengapa mengerjainya begitu menyenangkan. Zai menahan tawanya dengan senyuman, bahkan punggungnya sedikit bergetar karena menahan tawanya sendiri.
Flashback End~~
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
SaLaMnOlNoL (⌐■-■)
dan Justin gimana ceritanya??
mudah-mudahan ga terlambat
jangan lupa like dan comment
terimakasih
Gmn mau ks like & vote klo ceritaNya putus2...
Autor hy bikin yg baca jd penasaran..