Lili wijaya gadis sederhana yang memiliki paras cantik dan baik. ia tidak menyangka kehidupan nya akan berubah dalam hitungan jam. ia harus menanggung amaslah hutang piutang tante nya dengan bos besar yang terkenal dingin dan kejam.
ia harus pasrah menerima kenyataan yang pahit dalam hidup nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shkira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
eps 11
setelah perdebatan antara dirga dan Lili kemarin pagi.
dirga pergi keluar kota untuk pekerjaan bisnis.
Lili yang baru keluar dari kamarnya untuk sarapan mata nya menatap lurus kursi di mana biasa nya dirga sudah berada di ruang makan,mata nya terus mencari cari dirga namun tidak menemukan kebradaan nya.
"hmmm,kemana di? biasanya sudah berada di ruang makan, kenapa hari ini tidak ada," gumam lili,
saat Lili menengok kesana kemari paman han yang melihat Lili dari kejauhan mendekati lili untuk mengetahui apa yanh di cari Nyonya mudanya.
"nyonya mencari siapa?" tanya paman han datar.
"eh,paman han kau mengejut kan ku,
emm itu, ehem, di mana tuan kalian biasanya pagi-pagi sudah duduk di ruang makan tapi hari ini aku tidak melihat nya," jawab Lili malu karena terlihat paman han saat ia mencari cari dirga.
"ohh..ternyata nyonya sedang mencari tuan. hahah,Tuan Dirga sedang keluar kota untuk melakukan bisnis,emm,kemungkinan satu minggu tuan baru kembali.
apa nyonya merindukan tuan sehari tidak melihat nya," ucap paman han menjelaskan dan menggoda Lili.
"Hahah, apa yang kau katakan paman han siapa yang merindukan pria jahat itu aku hanya bertanya saja,itu lebih bagus jika ia bisa lebih lama lagi di sana,jadi kesmpatanku kabur terbuka lebar,Eh? ah baiklah aku akan sarapan kau bisa kembali paman han, jangan anggap serius kata-kataku tadi,"
ucap Lili gugup,ia keceplosan mengungkapkan isi pikirannya.
tidak terasa tiga hari berlalu setalah kepergian Dirga ke Luar kota.
malam harinya.
Lili yang biasanya berada di kamar setiap malam hanya untuk menghindari Dirga saat pulang kantor.
namun kali ini ia tida lagi di kamar.
ia sedang menikmati malam cerah berbintang dan udara segar di teras belakang.
" Haah,ternyata saat malam hari di luar sangat indah dan sejuk,aki haru memanfaatkan waktu ini sebaik mungkin,seblum pria pemarah itu kembali.
tapi,tidak ada dia rumah ini sepi juga ya,Huh kenapa aku jadi memikirkan dia? jelas-jelas pria itu sangat kejam dan menyebalkan," gumam Lili terus bergumam sambil menatap bintang-bintang di langit yang cerah malam itu.
tidak terasa sudah hampir satu jam Lili di teras belakang bergumam dan menatap langit.
angin meniup wajah nya hingga kantuk menyerang mata Lili.
tanpa sadar ia tertidur di kursi.
baru beberapa menit ia memejamkan mata,tiba-tiba di kejutkan dengan air yang membasahi tubuhnya hingga kuyup.
Lili terkejut dan berdiri.
ia melihat Lisa membawa ember kecil di tangan nya,Lili sudah menduga kalau yang menyiramnya adalah Lisa.
Lili merasa sangat geram tangan nya terkepal ia tidak bisa menahan amarahnya lagi.
tangannya melayang tepat mendarat di pipi Lisa.
suata tamparan terdengar nyaring.
Lisa terkejut ia sangat marah dan tidak terima dengan perlakuan Lili.
ia ingin membalas tamparan Lili namun seblum ia menampar Lili menarik tangan Lisa dan memukulnya Lagi di tempat yang sama,kali ini tamparan itu lebih kuat dari sebelumnya,sampai membuat Lisa menitikan air mata menahan panas bekas tangan Lili.
"Kurang ajar,wanita kampung murahan,kau memukulku dua kali.
aku akan mengadukan perbuatan kasarmu pada tuan Dirga,agar kau cepat di buang dari rumah Ini," oceh Lisa memaki Lili sambil menangis menahan sakit di pipinya.
mendengar Lisa terus mengoceh,Lili mengambil gelas berisi Air yang ada di meja lalu menyiramnya ke wajah Lisa.
"Ka..kau beraninya kau," teriak Lisa dengan sangat geram ia ingin memukul Lili,namun lagi-lagi di tahan oleh Lili.
"Nona Lisa,jangan kau fikir aku tidak berani denganmu, jika kau ingin mengadu pada dirgantara,Silahkan saja itu sangat bagus untukku,aku memang beraharap secepat mungkin aku di buang dari temapat ini," cetus Lili sinis.
Lisa memaki Lili tanpa henti sampai Lili menghilang dari pandangannya.
ke'esokan hari nya
Lili yang sudah berada di ruang makan melihat ruangan itu kosong dan tidak melihat Lisa
"bi tuti," pangil panggil Lili datar.
"Ada apa Nyonya ," jawab bi tuti sambil berlari mendekati Lili
"bi,di mana Lisa? kenapa aku tidak melihat nya sejak tadi." tanya Lili bingung.
"Nona Lisa, sedang demam nyonya,sekarang ada di kama nya, saya juga sedang memasakan bubur untuk nya ," jawab bi tuti cemas.
"oh baiklah bi, kau bisa lanjutkan membuat bubur untuknya" seru Lili datar, ia acuh saat mendengar lisa sakit ia tidak perduli karna saat itu lisa dululah yang membuat masalah dengan nya.
BERSAMBUNG..