NovelToon NovelToon
Dari Pembantu Jadi Istri

Dari Pembantu Jadi Istri

Status: tamat
Genre:CEO / Percintaan Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:132.3k
Nilai: 4.7
Nama Author: Volis

Di hari pertama masuk kerja di sebuah perusahaan besar tanpa sengaja di tengah jalan menuju perusahaan Safira menabrak sebuah mobil mewah. Karena terburu-buru Safira hanya bisa meminta maaf dan memberikan nomor ponselnya agar dia bisa ganti rugi.

Dan ketika Safira tiba di rumah pria tampan pemilik mobil itu, Safira tidak mampu membayar biaya perbaikan mobil yang terbilang sangat mahal baginya.

"Kebetulan saat ini saya sedang kekurangan pembantu. Jika kamu mau saya bisa membayarmu 10 juta perbulan."

Tawaran seperti itu, bisakah Safira menolak?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Volis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11. Segera Kembali

Aditya yang menunggu Arini tidak melihat dia muncul juga. Aditya memutuskan untuk mencarinya.

“Apa yang kalian lakukan?” teriak Aditya melihat Arini dan Safira berdiri di depan kamar mandi sepertinya sedang bertengkar.

Safira dan Arini berbalik bersamaan mendengar suara Aditya. Arini langsung mengusap air mata di pipinya melihat Aditya datang.

“Kamu menangis?” kata Aditya setelah tiba di depan keduanya.

Arini menunduk tidak berani menatap Aditya. Aditya memegang dagu Arini membuatnya mendongak melihat wajahnya.

“Kenapa kamu menangis?” tanya Aditya mengulurkan tangannya menghapus air mata Arini yang jatuh lagi.

Arini hanya diam tidak ingin menjawab pertanyaan Aditya. Aditya berbalik menghadapi Safira tidak mendapatkan jawaban dari Arini.

“Apa yang kamu lakukan padanya sehingga dia menangis?” tanya Aditya kesal.

Menghadapi tatapan kesal Aditya membuat Safira merasa sakit di hatinya. Dia tidak berbuat apa-apa pada Arini, dia hanya mengatakan pikirannya dan Arini langsung menangis sendiri.

Arini menarik lengan Aditya tidak ingin dia menyusahkan Safira. “Ini tidak ada hubungannya dengan Safira. Safira adalah sahabatku dan tidak mungkin menyakitiku. Aku hanya tidak sengaja terpeleset tadi, karena itu aku menangis,” kata Arini mencari alasan.

Safira menatap Arini tidak percaya. Kenapa dia berbohong seperti itu?

“Benarkah? Apa kamu terluka?” tanya Aditya khawatir.

Arini menggelengkan kepalanya. “Aku tidak terluka. Untungnya ada Safira yang menolongku tadi.”

“Ayo kita pergi,” kata Arini menatap Aditya dengan mata memohon.

“Oke.” Aditya menarik tangan Arini meninggalkan tempat itu tanpa melihat Safira.

Safira yang ditinggalkan sendirian merasa bingung. Kenapa Arini membelanya di depan Aditya?

Bukankah seharusnya dia mengatakan yang sebenarnya?

Dia seharusnya menyalahkan dia di depan Aditya, bukannya membelanya. Karena seperti itulah yang ada di drama Korea. Tidak, sepertinya yang seperti ini juga ada di dunia nyata.

Safira menggelengkan kepalanya menghilangkan pikirannya yang terbang entah ke mana.

°°°°°

~New York, Amerika Serikat.

Ruang konferensi.

Amar baru saja menyelesaikan sebuah kontrak besar dan berjabat tangan dengan CEO perusahaan mitra bisnisnya kali ini. Mereka lalu meninggalkan ruang konferensi.

Lukas sebagai asisten mengambil dokumen di atas meja dan segera menyusul Amar.

Lukas yang mengikuti di belakang Amar merasakan ponsel di saku jasnya bergetar. Dia mengeluarkan ponsel itu dan melihat kata ‘Paman Gilbran’ di layar. Lukas langsung menepuk pundak Amar dan memperlihatkan layar ponsel.

Gilbran Danapati merupakan adik dari ayah Amar. Dia adalah anak kedua jadi Amar sering menyebutnya paman kedua.

Amar melihat nama pemanggil di layar ponsel yang diarahkan Lukas. Dia kemudian meminta maaf dan mengambil ponsel dari tangan Lukas setelah mendapat persetujuan dari mitra bisnis barunya.

Berjalan sedikit menjauh, Amar mengangkat panggilan dari pamannya. “Halo, Assalamualaikum, Paman.”

Wajah Amar langsung berubah khawatir setelah mendengar apa yang dikatakan melalui ponsel.

“Baik. Amar akan segera kembali dan langsung ke sana. Alaikumsalam, Paman.” Amar berkata, lalu menutup panggilan.

“Segera pesan tiket ke Indonesia sekarang juga! Saya akan pulang. Kamu tinggal dan mengurus sisanya. Kamu bisa kembali setelah semuanya selesai,” perintah Amar pada Lukas yang menunggu dibelakannya.

Mereka baru berada di sini selama 2 hari, masih ada beberapa hal penting dalam perusahaan yang harus diselesaikan dalam 2 hari ke depan. Amar meminta Lukas tinggal untuk mengurus masalah itu.

Masalah perusahaan memang penting, tapi bagi Amar masalah yang dikatakan pamannya lebih penting.

Lukas tidak bertanya kenapa Amar ingin kembali ke Indonesia secepat ini. Dia hanya akan melaksanakan perintah Amar.

“Baik, Bos,” kata Lukas segera membuka ponselnya dan memesan penerbangan tercepat ke Indonesia.

“Saya sudah memesan tiket untuk Bos. Pesawat akan berangkat dalam 3 jam. Saya akan mengantar Bos ke bandara,” kata Lukas.

Amar mengangguk dan keduanya berjalan keluar meninggalkan perusahaan menuju bandara.

°°°°°

~Jakarta, Indonesia.

Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Setelah berada di pesawat begitu lama, Amar akhirnya tiba di Indonesia. Amar segera keluar dari bandara dan naik mobil yang telah disediakan paman kedua untuknya.

Di dalam mobil, Amar memejamkan matanya beristirahat. Mobil itu membawanya menuju rumah sakit.

“Tuan Muda, kita sudah sampai.” Pengemudi berkata mengingatkan.

Amar membuka matanya, memperbaiki perasaannya, lalu membuka pintu mobil. Amar memasuki rumah sakit dan menuju ruangan yang dikatakan oleh paman kedua.

Amar berlari menyusuri koridor rumah sakit hingga tiba di bangsal VIP. Dia langsung membuka pintu dan masuk ke dalam. Amar melihat paman keduanya duduk di ruang tamu dengan bibinya sedang makan siang.

“Kamu sudah datang,” kata paman kedua melihat Amar masuk.

Paman kedua berdiri dari kursi dan berjalan menghampiri Amar. Dia menepuk pundak Amar menenangkan. “Dia sudah baik-baik saja sekarang. Dan saat ini sedang tidur. Ayo duduk dulu. Kamu pasti lelah habis dari perjalanan jauh. Paman akan menceritakan segalanya nanti.”

Amar mengangguk dan mengikuti paman kedua yang menariknya duduk di kursi.

“Paman tahu kamu pasti belum makan. Ayo makan dulu. Paman akan berbicara sambil kamu makan,” bujuk paman kedua menyerahkan piring makanan pada Amar.

Amar menerima piring itu dan mulai makan, karena paman tidak akan bicara jika dia tidak makan. Paman kedua juga mulai bercerita pada Amar melihatnya makan.

°°°°°

Amar masuk ke kamar dan melihat seorang pria paruh baya dengan wajah pucat berbaring di atas ranjang rumah sakit.

Pria itu membuka matanya mendengar suara langkah kaki. Dia melirik ke arah pintu dan melihat putranya berjalan ke arahnya.

Ya, pria yang sedang berbaring sakit itu adalah papa kandung Amartya, Chandra Danapati.

Amar mendekat, menarik kursi dan duduk di depan ranjang. “Kenapa Papa tidak mau di operasi?” tanya Amar.

Amar teringat perkataan pamannya tadi.

~ Flashback ~

“Papamu mengalami gagal jantung dan akan bertahan paling lama 3 bulan. Dia harus melakukan operasi pencangkokan jantung sesegera mungkin jika ingin selamat,” jelas paman kedua.

Amar yang sedang makan menghentikan gerakannya mendengar penjelasan paman. Papa Amar memang telah tidak sehat sejak kecil, tapi dengan perawatan yang sangat baik, papa menjadi lebih sehat dan kuat, dan tidak pernah sakit lagi.

Amar tidak menyangka penyakit papa sekarang menjadi sangat parah.

“Kalau begitu papa harus segera dioperasi. Amar akan menemukan donor jantung untuk papa secepatnya.” Amar berkata menatap pamannya dengan tegas.

Paman kedua menggelengkan kepalanya. “Itulah masalahnya. Jantung yang cocok telah ditemukan, tapi papa mu tidak mau melakukan operasi. Paman sudah mencoba membujuknya, tapi dia tidak pernah berubah pikiran. Mungkin kamu bisa membujuknya,” kata paman kedua menepuk pundak Amar menyemangati.

~ Flashback And ~

“Untuk apa aku di operasi jika sudah tidak ada lagi yang membuatku merasa ingin bertahan. Lebih baik aku seperti ini,” kata papa Chandra perlahan.

Amar terkejut mendengar apa yang dikatakan papanya. “Kenapa Papa mengatakan hal itu? Bukankah masih ada aku, paman kedua, dan yang lainnya. Kami sangat menyayangi Papa dan tidak ingin Papa pergi. Apa Papa juga akan meninggalkanku seperti mama?” kata Amar kesal.

Papa Chandra menatap putranya dengan lembut. “Jangan berkata seperti itu. Mama mu tidak meninggalkanmu. Kamu masih terus bertemu dengannya kan? Dan juga kamu sudah dewasa dan mampu mengelola perusahaan sendiri. Kamu tidak membutuhkan Papa lagi.”

Amar menggenggam tangan papanya, matanya memerah. “Tidak. Amar masih membutuhkan Papa. Bukankah Papa selalu ingin agar aku menikah? Kalau begitu aku akan segera menikah!” kata Amar impulsif.

“Papa harus tetap hidup melihatku menikah dan punya anak!” Air mata Amar perlahan terjatuh tidak sanggup menahan keluh kesah yang tertahan di dalam hatinya.

1
kalea rizuky
lah jenis kelaminnya apa
Upriyanti II
kan kak Leon sma kak naomi yg menculik kak safira
Lusia Wulandari
kenapa Aditya yg ditangkap ? kan ini ulah Leon ???
Volis: Aku nggak sadar klo ternyata salah nama 😔. Nanti ku ganti 😁
total 1 replies
Viney
Ceritanya bagus, Thor.
Queenzele
Semangat thor jgn lupa mampir ya
nesaric
otw kakkk
nesaric
masih bayi langsung dijodohin 😭😭😭
kasian itu
Ruiyun
Bayinya cowok apa cewek sih, Thor? Kok nggak di jelasin?
aichan
ijin mampir kak dari grup nohuman❤️
nesaric
semangat kak volis
Volis: Iya, Kak. Makasih~
total 1 replies
nesaric
siappp kakkkk
♥️♥️♥️♥️
nesaric
semangat kakkk
Nur Mastina
Semangat, Thor 🥰

Suka banget cerita kayak gini, tentang CEO konglomerat yang baik hati dan nggak angkuh.
nesaric
ahahahah suka suka
ROSSET
Keren bangettt! Pemeran utama prianya punya identitas tersembunyi kayak gitu. Amar tuh jadi kek serba bisa gitu, dia nggak takut lawan apapun. Malah orang jadi segan sama dia. 👍👍👍
Volis: Makasih dukungannya 🤗
total 1 replies
Ruiyun
Semangat, Thor~🤗
Mommy Lingling
mobil tuan muda itu pasti😆jangan lupa di folback dan mampir yaa kakk
Otakunime
mampir dong kak di novel Cyberpunk ke dunia Isekai
李慧艳
Luar biasa
李慧艳
semangat Thor ..
ayo ajukan kontrak...
agar mkn bnyak pembaca..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!