Apakah perceraian harus menjadi jalan satu-satunya saat rumah tangga tertimpa masalah? Jika benar seperti itu, maka tidaApakah perceraian harus menjadi jalan satu-satunya saat rumah tangga tertimpa masalah? Jika benar seperti itu, maka tidak akan ada ucapan sakinah mawadah warahmah, dalam pernikahan.
Bertahan dalam pernikahan yang memberi tangis kesedihan bukan hanya bentuk kebodohan, tetapi bentuk dari perjuangan dalam mencapai pernikahan yang bahagia. Karena tidak ada pernikahan yang berjalan mulus tanpa masalah. Begitu juga pernikahan antara Zaara dan suaminya–Arjuna.
Malam pertama pernikahan yang harusnya memberikan Zara kebahagiaan, justru memberikan luka yang begitu menyakitkan untuk Zara, saat Zara mengetahui jika suaminya mencintai wanita lain.
Apakah Zara memilih menyerah? Tidak. Karena Zara mencoba bertahan dan berjuang untuk pernikahannya.
Apakah perjuangan Zara akan berbuah manis? Entahlah.
Ikuti ceritanya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mamie kembar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 11
Kesedihan yang dirasakan oleh Zara seakan dapat dirasakan oleh kedua pria tampan yang tidak tahu mengapa merasa begitu gelisah memikirkan adik tercinta mereka
Kedua pria itu tengah berkumpul di taman belakang rumah mereka bersama dengan sahabat mereka.
"Ada apa dengan kalian?" tanya Rian pada Zavier dan Zayan yang terlihat larut dalam lamunan mereka masing-masing.
Kedua pria yang dimaksud oleh Rian langsung menatap satu sama lain. "Ada apa denganmu?" tanya Zavier pada Zayan saudara kembarnya.
"Aku merindukan Zaza," jawab Zayan membuat Rian tertawa mendengarnya.
"Dia menikah hari ini, dan malam ini malam pertamanya. Bisa-bisanya kalian merindukannya," ucap Rian, tetapi tak dihiraukan oleh kedua pria tampan itu yang masih saja menatap satu sama lain.
"Hatiku merasa tidak tenang. Aku takut terjadi sesuatu dengannya. Aku benar-benar mengkhawatirkannya," ucap Zavier.
"Ya akan terjadi sesuatu dengannya!" sahut Rian tertawa dalam artian mengatakan jika malam ini Zara akan melepas apa yang selama ini dijaga sebagai perempuan untuk Juna–suaminya.
"Diamlah!" bentak Zayan dan Zavier secara bersamaan pada Rian yang seketika terdiam.
"Hubungi dia!" pinta Zayan kembali menatap Zavier.
"Hey! Ada apa dengan kalian, dia sudah besar. Ini malam pertamanya, jangan mengganggunya." Rian yang tak habis pikir dengan sikap teman kembarnya tersebut kembali berbicara.
"Diam!" ucap kedua pria itu lagi, secara bersamaan membuat Rian seketika bungkam.
Zavier mengikuti apa yang di minta oleh Zayan. Tangannya mulai bergerak mencari nama adik kesayangan mereka dan menghubunginya, tetapi sayang hingga panggilan ketiga pun Zara tidak menjawab panggilan darinya.
"Sudah aku katakan, ini malam pertamanya. Berhenti mengganggu mereka," ucap Rian kembali berbicara.
"Zay, mungkin benar yang dikatakan Rian." Zavier meletakkan kembali ponselnya di atas meja setelah tak mendapat tanggapan dari Zara.
"Baiklah, aku berharap dia bahagia. Aku hanya ingin adikku bahagia," jawab Zayan berusaha untuk tenang, meskipun hati kedua pria kembar itu tetap saja merasa khawatir akan keadaan adik kesayangan mereka.
Di tempat lainnya. Tangis Zara semakin menjadi menatap ponselnya. Zara sangat mengerti apa yang menjadi penyebab kakaknya menghubunginya. Kesedihan yang tengah dia rasakan pastinya memberikan dampak yang tidak baik juga di hati kedua kakaknya. Mungkin tidak semua akan mengalami hal seperti itu. Namun ikatan batin antara Zara dan kedua kakaknya sangat kuat dan itu juga yang membuat Zara selama ini tak pernah bisa menyembunyikan apapun dari kedua kakaknya tersebut.
"Maafkan aku, Kak. Kalian pasti akan semakin curiga jika mendengar suaraku. Aku merindukan kalian, sangat merindukan kalian," ucap Zara menatap foto mereka bertiga dimana dia tersenyum senang saat kedua kakaknya mencium pipi kiri dan kanannya ketika hari ulang tahunnya.
Zara bangkit berdiri dari duduknya. Kakinya terasa sangat berat untuk menopang tubuhnya sendiri. Zara mencoba menghentikan tangisnya, meletakkan ponselnya di atas nakas lalu membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur.
"Ya Tuhan. Meskipun ini semua seakan terlihat jelas, tapi aku tetap berharap apa yang aku pikirkan tidak benar. Aku mohon selamatkan pernikahanku, aku mencintainya," ucap Zara menatap langit-langit kamarnya.
Mencintai. Kenapa Zara bisa mengatakan dia mencintai Juna padahal mereka tidak pernah menjalin hubungan sebelumnya?
Jawabannya adalah karena Zara sudah sangat lama mengagumi pria tampan bernama Arjuna tersebut. Tutur katanya yang baik, serta keramahan yang dimiliki pria itu menjadi hal pertama yang membuat Zara menyukainya.
Keluarga Emirhan dan Nugraha sudah mengenal sejak lama. Kedua orang tua mereka berteman dan hubungan itu terjalin sangat baik hingga sekarang. Keluarga Nugraha yang tidak memiliki keturunan perempuan membuat kedua orang tua Juna sangat menyayangi Zara. Keduanya hampir setiap minggu datang ke rumah Zara untuk mengunjungi Zara.
Zara baru bertemu dengan Juna saat ulang tahunnya yang ke tujuh belas tahun, dimana untuk pertama kalinya keluarga Nugraha membawa Juna hadir ke ulang tahunya. Bukan tanpa sebab Juna tak pernah terlihat, itu karena Juna sudah menimba ilmunya di luar negeri sejak pria itu lulus sekolah dasar. Ulang tahun Zara yang ke tujuh belas tahun bertepatan dengan Juna yang telah selesai mendapatkan gelar masternya dan akan menetap kembali di Indonesia menggantikan posisi ayahnya di Nugraha Group.
Zara sudah mencoba memejamkan matanya dan menepis semua pikiran buruk di benaknya, tetapi tetap saja ia tak bisa tidur. Zara memutar tubuhnya menghadap samping dan saat itu juga pikirannya kembali memikirkan hal yang menyakitinya.
"Bahkan pikiranku mengatakan kalian pernah bersama di ranjang ini," gumamnya memilih bangkit dan turun dari ranjang menuju sofa yang ada di sana.
Zara merebahkan dirinya di sana dan mulai memejamkan matanya berharap hari esok akan lebih baik dari hari ini dan berharap semua kejadian buruk yang dialami hari ini hanyalah sebuah mimpi. Mimpi buruk yang akan segera menghilang saat ia membuka mata.
'Tolong bangunkan aku dari mimpi buruk ini,' batinnya.
Perfect deh.....
ada season kedua kah???
ternyata selama itu kamu pergi , gimana keadaan papa Emir juga Juna sekarang....