NovelToon NovelToon
Cintaku Untuk Pengasuhku

Cintaku Untuk Pengasuhku

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:10.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: ananda andin angraini

Zuy adalah gadis cantik Yang sederhana, dia pernah jadi pengasuh Seorang anak laki-laki yg bernama Rayyan. mereka terpisah karena Rayyan harus pindah ke Amerika.

Beberapa tahun kemudian..

Zuy bekerja menjadi OB di sebuah Perusahaan CV, suatu ketika di Perusahaan di mana tempat ia bekerja mengumumkan bahwa Pak Willy Ceo dari Perusahaan CV mengundurkan diri, dan di gantikan oleh keponakannya yang bernama Rayyan G Michael. Dari situlah mereka di pertemukan kembali.

Rayyan G Michael, sosok Pria tampan blasteran, berkharisma, dan sosok pemimpin yang bertanggung jawab, akan tetapi sifatnya sangat dingin dan emosional, terutama terhadap Wanita. Namun sifatnya tersebut tidak berlaku untuk Pengasuhnya yaitu Zuy.

Setelah pertemuannya dengan Zuy, perasaan Rayyan terhadap Zuy semakin besar, perasaan Cinta yang tumbuh di hati Ray sejak lama, bahkan saat ia berpisah dari Zuy dan tinggal di Amerika.

Lalu apakah kisah Cinta Tuan Muda akan terbalaskan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ananda andin angraini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rasa Yang tumbuh di hati

<<<<<<

*****

"Sebenarnya niat Mam kesana juga ingin mencari Putri Mam yang Mam tinggalin dulu, Zoya Lestari aku akan mencarimu sampai ketemu.." batin Maria.

"Tapi bagaimana kalau Ay benar-benar ingin membatalkan pertunangan ini, Kim takut Mam, kim takut itu terjadi.." cemas Kimberly

"Kamu tenang aja, kalau sampai itu terjadi, Mam gak akan tinggal diam, Mam punya cara ampuh, dan Liora pasti akan membantu kita, Kamu fokus aja ke karirmu ya sayang.." ucap Maria..

"Yaudah, Kimberly juga mau siap-siap, soalnya ada syuting iklan terbaru, Mam pilihkan baju yang cocok untuk Kim ya..!!!" pinta Kimberly

"Baiklah, ayo kita pergi, Mam selalu punya baju yang cantik buat anak Mam tersayang," ujar Maria..

"Yes.. Kimberly sangat senang punya Mam Desainer terkenal, I love Mam.. mmmuaach.." ucap kimberly mencium pipi Maria

**********

^Sementara itu di Rumah pak Willy..

Ray pun udah siap berangkat menuju rumah Zuy, ketika hendak berjalan keluar, Pak Willy menghampiri Ray..

"Ray, kamu udah rapih sekali, mau kemana?!!" tanya Pak Willy.

"Eeh Om, Ray mau pergi, karena ada janji dengan seseorang, Om." ungkap Ray

"Oh, dimana Davin, dari tadi gak keliatan?" tanya Pak Willy

"Kak Davin mungkin pulang ke rumah lama," jawab Ray

"Oh iya Ray. Sebelum pergi, Om ada sesuatu yang mau Om bicarakan, ayo ikut Om..!!" ajak Pak Willy,

Lalu Mereka pergi ke Ruang kerja pak Willy..

"Ray, Om sangat bangga, kerjamu kemaren sangat memuaskan, gak nyangka dengan mudahnya kamu mengalahkan perusahaan XC dan akhirnya mau bekerja sama dengan kita," puji pak Willy dengan bangga

"Iya Om, itu gak seberapa di bandingkan Perusahaan milik Uncle Mario Fuca..." ungkap Ray

"Tapi akhirnya kamu berhasilkan?"

"Iya Om, terus ada apa om nyuruh Ray kesini?!!" tanya Ray

"Ini berkas yang kamu perlukan nanti," kata pak Willy menyerahkan berkas untuk Ray

"Oke Om, terimakasih.." ucap Ray

"Siapa yang mau kau temui, apa seorang wanita?!!" tanya Pak Willy..

"Iya Om, teman lama.." jawab Ray

"Ooh, kamu harus hati-hati Ray, pasti banyak mata-mata yang mengawasimu, kamu harus lebih waspada!" nasehat Pak Willy untuk Ray

"Baik om Ray akan selalu berhati-hati, Ray berangkat ya Om..." ucap Ray

Lalu Ray pergi..

******

**Sementara itu di Rumah Zuy

"Hai manis, kamu makan dulu ya! Soalnya aku mau pergi sebentar, kamu boleh kok main di luar, tapi jangan jauh-jauh ya..!!" kata Zuy untuk si anak kucing sambil memberi makan si anak kucing itu, tak lama kemudian...

Tok Tok Tok

"Iya sebentar.." seru Zuy,

Zuy pun berjalan menuju ke arah pintu, sesampainya ia membukakan pintu.

Cekleeek

"Maaf Aku datang terlambat, tadi ada urusan sama Om Willy. Apa kamu udah siap? ayo kita jalan..!!" ajak Ray

"Iya gak apa-apa Tuan Muda, tapi Tuan muda yakin berpakaian formal gitu? tunggu perasaan Zuy punya baju Laki-laki yang pas untuk Tuan, ayo masuk dulu!!" ajak Zuy, "Nanti Zuy ambilkan bajunya!"

Lalu Ray masuk kerumah Zuy dan duduk di sofa. Zuy pun masuk ke kamar mengambil baju, dan tiba-tiba si anak kucing menghampiri Ray mengusel di kaki Ray.

Meoong...

"Duuh anak kucing ini cakep banget, kamu yang udah temani Zuy ya? Ngomong-ngomong anak dan suami Zuy kemana ya?" tanya Ray mengelus si anak kucing itu

Beberapa saat kemudian, Zuy pun keluar dari kamar.

"Nih tuan! Baju, Sweater dan juga sepatu," Zuy memberikan pakaian pada Ray.

"Oke, aku akan ganti baju tapi aku pinjam kamar mandi mu ya Kak?"

Ray beranjak dari posisinya dan bergegas menuju kamar mandi untuk ganti baju, setelah beberapa saat kemudian Ray pun keluar.

"Apakah ini cocok untukku?!" tanya Ray.

"Waah sangat cocok Tuan, ayo kita berangkat! nanti keburu malam," ajak Zuy.

"Ayo!" balas Ray.

Mereka pun bergegas pergi.

*******

Taman Hiburan

Beberapa saat kemudian, mereka akhirnya sampai di tempat tujuan.

"Yaap, udah sampai. ayo Tuan muda turun!!"

"Ka-kamu nggak salah tempat kak? kenapa ke tempat seperti ini?!!" tanya Ray yang ke heranan.

"Iya nggak salah, memang inilah tempat yang ingin Zuy datangi malam ini. Dari kemaren Zuy pengin kesini tapi nggak ada waktu dan nggak ada teman. Nah kebetulan Tuan Muda ngajak pergi jadi ya Zuy kesini aja," ujar Zuy, "Apa Tuan Muda keberatan?!!"

Ray menggelengkan kepala. "Aah, ti-tidak sama sekali Kak."

"Syukurlah, ayo kita kesana!"

Zuy menarik tangan Ray membuat Ray tersentak.

"Aku pikir, aku yang akan membawanya pergi Restoran, ternyata malah dia yang mengajakku ke tempat seperti ini. Taman hiburan ya? Dasar Kak Zuy ini, tapi ya udahlah nikmatin aja." batin Ray.

"Kenapa Tuan Muda? Apa Anda tidak menyukainya?!!" tanya Zuy.

"Tidak, Ray justru seneng Kak. Ray juga butuh hiburan seperti ini." balas Ray. "Eum, sekarang kita mau kemana dulu?!!"

"Hmmm, ayo kita coba naik itu Tuan Muda.." Zuy menunjuk ke salah satu wahana di taman hiburan.

Mereka pun mencoba menaiki beberapa jenis wahana permainan, Ray yang awalnya tidak suka jadi menikmatinya.

"Gimana Tuan muda, seru kan?! tanya Zuy.

"Iya kak, ini sangat seru. Ray tidak pernah sebahagia ini, ayo sekarang kita main Game di sana!" Ray menggenggam tangan Zuy.

"Oke, ayo kita akan main Lagi!!" kata Zuy

Lalu mereka memainkan Game dan akhirnya Zuy yang menang dan mendapatkan hadiah

"Waaah kak Zuy keren, nggak nyangka kamu bisa sehebat ini," batin Ray yang kagum.

"Oh iy Tuan muda, Zuy ingin beli sesuatu, ayo kita kesana..!!" ajak Zuy

"Emang mau beli apa Zuy?!!" tanya Ray

"Mau beli hadiah untuk Nara." jawab Zuy

"Nara! siapa dia?!!" gumam Ray di dalam hati.

Setelah selesai membeli barang Zuy dan Ray pergi Ke tempat makan , sesampainya Ray nampak keheranan karena Zuy membawanya ke tempat makan yang biasa.

"Yakin Mau makan di sini Kak?!!"

"Iya dong, ayo Tuan!!"

Lalu Mereka masuk ke kedai Makanan tersebut.

"Pak, Ayam bakar dua ya! Sekalian tempe tahunya, nasinya dua tapi yang satu dikit aja!" Zuy memesan makanan.

"Baik Non, silahkan duduk dan tunggu ya!" kata pedagang itu.

"Baik Pak, ayo Tuan muda kita duduk di sana.." Zuy menuju tempat duduk.

"Ini kok gak ada tempat duduknya Zuy..?!!" Tanya Ray

"Ini Lesehan Tuan, Ayo sini duduk!!"

"Hmmm, oke." Ray mengangguk patuh.

"Tuan Muda maaf ya! Zuy ajak Tuan muda ke tempat seperti ini, Maaf kalau Tuan Muda nggak suka." ucap Zuy.

"Iya, awalnya sempat kaget tapi Ray senang, semua beban Ray hilang begitu saja, jadi terimakasih kak!" ungkap Ray.

"Syukurlah.... Tuan Muda inget nggak? Dulu Zuy pernah janji mau ajak Tuan Muda ke taman hiburan dengan uang Zuy sendiri tapi ternyata Tuan Muda malah pergi. Namun akhirnya sekarang Zuy bisa nepatin janji Zuy pada tuan," lontar Zuy di susul senyumnya.

"Kak Zuy, maafin aku ya kak sudah ninggalin Kakak." ucap Ray tertunduk.

"Aduh anak ini! Udah nggak apa-apa, Tuan Muda." Zuy memegang kepala Ray.

"Eeh, kak Zuy.." lirih Ray memandang Zuy.

"Ma-maaf Tuan Muda! Udah Kebiasaan Zuy waktu dulu sering pegang kepala tuan muda." ujar Zuy melepaskan tangannya.

"Kamu nggak berubah sama sekali, tetap cantik dan perhatian. Ah kenapa jantungku berdegup kencang seperti ini?" gumam Ray di dalam hati.

Nampak wajah Ray merona membuat Zuy melirik ke arah pria di hadapannya itu.

"Tuan muda, kenapa wajah Tuan Muda memerah gitu, Tuan muda sakit?!!" tanya Zuy.

Ray mengibas satu tangannya. "Aku nggak apa-apa Zuy, aku baik-baik saja."

"Oh.... Kirain tuan Muda sedang sakit."

Lalu akhirnya makanan pun tiba.

"Ini Nona makanannya sudah siap." kata Pak Pedagang

"Terimakasih Pak, ayo Tuan kita makan!"

"Baik Kak."

Ray mencoba sedikit makanannya itu.

"Gimana Tuan muda?!!" tanya Zuy.

"Waah, Ini enak sekali Kak, nggak terlalu pedas juga." ungkap Ray.

Ia pun kembali memakannya hingga lahap.

"Hihihi.." kekeh Zuy melihat Ray makan dengan lahapnya,

"kenapa Zuy?!!" Ray melirik ke arah Zuy.

"Ng-nggak apa-apa Tuan, ayo lanjutkan makannya!"

Mereka melanjutkan makannya, setelah selesai makan keduanya pun pergi.

"Kita mau kemana lagi Zuy?!!"

"Kita duduk di situ yuk, sambil liat pemandangan langit.." Zuy menunjuk ke arah kursi panjang.

Mereka mendudukkan dirinya di kursi tersebut.

"Nah Tuan bagaimana, bagus kan?!!"

"Iya bagus banget Zuy, cantik pula." jawab Ray, tapi matanya hanya tertuju pada Zuy.

"Ya.... Zuy sering kesini kalau habis pulang kerja, apalagi kalau di ajak Nara." ungkap Zuy.

"Kak Zuy Aku mau tanya sesuatu.."

"Hmmm, apa Tuan?!!" tanya Zuy

"Na-Nara itu sebenarnya siapa, apa laki-laki yang tadi datang ke kantor? apa Nara itu suamimu dan yang kecil tadi anakmu?!!" tanya Ray dengan penuh penasaran. Lalu ....

Hahaha....

Zuy menyemburkan tawanya sehingga membuat Ray mengernyit heran.

"Lho kok malah ketawa sih. Ray cuma penasaran aja Kak. terus ini pasti ini baju suamimu itu.." gerutu Ray menunjuk ke arah bajunya.

"Maaf-maaf aku tertawa. Oh jadi itu yang bikin Tuan muda dari tadi cemas ya? Kan tadi Airin udah jelasin, bagaimana Zuy bisa punya anak nikah aja belum. Dan untuk baju sebenarnya itu punya Zuy belum ke pakai sama sekali, Zuy beli di online karena suka modelnya, eeh ternyata khusus Laki-laki." Zuy menjelaskannya pada Ray.

"Oh gitu ya, lalu anak kecil sama pria tadi itu siapa?!!" Ray nampak masih penasaran sehingga bertanya kembali.

"Oh, pria itu tu kak Aries keponakan paman Randy dan yang kecil tadi Nara anaknya paman Randy serta Bi Nana."

Ray membelalakkan matanya.

"Jadi Bi Nana udah nikah dan punya anak?! Ray jadi kangen sama Bi Nana, Ray pengin ketemu sama Bi Nana, kangen sama kroket buatan Bi Nana." kata Ray. "Dan untuk tadi, maaf ya karena udah salah paham."

"Iya Bi Nana nikah sama majikannya pemilik Resto. Setelah tuan pergi Bi Nana bekerja di Resto, lalu majikannya menyukai Bi Nana begitu juga Bi Nana, jadi ya mereka Nikah." jelas Zuy, "Nanti Zuy bilang ke Bi Nana suruh buatin kroket ya."

"Lalu kenapa kamu belum nikah dan kerja menjadi OB" tanya Ray..

"Ya Karena ada Cita-cita yang belum kesampaian, jadi Zuy ingin meraih Cita-cita itu. Tuan waktu kecil ingat nggak, Zuy sering gambar model baju? Itulah sebenarnya cita-cita Zuy ingin menjadi desainer yang hebat. Tentang Zuy jadi OB ya karena pendidikan Zuy hanya sampai SMA saja," lontarnya pada Ray.

Ray memegang tangan Zuy.

"Oh, sekarang Ray paham, sekali lagi maaf ya Zuy!"

"Udah nggak apa-apa Tuan. Oh iya gimana kabar Mr. Michael dan Mrs Candika?!!"

"Daddy baik-baik saja, tapi Mom udah lama meninggal, setelah 2 bulan melahirkan Lesya dan ternyata selama ini Mom menyimpan penyakitnya tanpa sepengetahuan kami, Zuy.." jelas Ray

"Apa..!!" Zuy terkejut mendengarnya. "Ya ampun Mrs Candika, maaf Tuan Zuy baru tau."

"Iya nggak apa-apa, lagi pula kita selama ini nggak ada kontak jadi wajar saja kalau kamu baru tau."

"Mrs Candika...." tangis Zuy

Ray melirik. "Kak kenapa nangis sih? Udah nggak apa-apa Zuy. Mom juga udah tenang di sana dan udah nggak sakit lagi. Ayo kita pulang..!!"

"Iya Tuan Muda, gak terasa sudah malam, besok juga kerja," Zuy mengusap air matanya.

Lalu mereka bangkit dari duduknya dan pergi...

***************

Rumah Zuy

Beberapa saat kemudian akhirnya mereka sampai di Rumah Zuy..

"Tuan muda, terimakasih untuk hari ini, Tuan Muda hati2 ya!" ucap Zuy

"Iya Zuy, Besok baju ini ku kembalikan lagi ya.." ujar Ray

"Eeh nggak usah! Nggak apa-apa buat Tuan Muda aja." balas Zuy.

"Oh, makasih kak! Kalau gitu aku pergi dulu, dah.."

Ray bergegas pergi....

"Tuan muda...."

Zuy pun masuk ke rumah.

********

Rumah pak Randy

Sementara itu....

"Mami, kakak nggak main kesini ya?!!" tanya Nara.

"Kakak kecapean Nara, mungkin besok kakak main kesini lagi. Nara tidur ya udah malam!!" suruh Bi Nana.

"Iya Mami.." Nara mengangguk patuh.

Bi Nana menemani Nara, setelah tertidur, ia langsung keluar dari kamar Nara.

"Lho Ries, kenapa ngelamun?!!" tanya Bi Nana.

"Eeh Tante, nggak kenapa-napa Tan.." kata Aries

"Oh, jangan banyak ngelamun, tau kan hantu sini paling doyan sama orang yang suka ngelamun," Bi Nana menakuti Aries,

Lalu ia pun mengambil air minum.

"Apa bener begitu Tante?!!" tanya Aries sedikit gemetar karena takut.

"Pffft.." Bi Nana tertawa karena tingkah Aries.

"Lho, kenapa Tante malah tertawa?!!" tanya Aries penasaran

"Ternyata bener ya, kata Papinya Nara kamu penakut, hahaha.." ledek Bi Nana.

"Om sama Tante kompak ya bikin jantung Aries mau copot karena kaget." gerutu Aries.

"Maaf-maaf.." ucap Bi Nana.

"Hmmm.. Tante ada yang mau aku tanyain ke tante." ujar Aries

"Mau nanya apa?!!

"Ini tentang Zuy, maaf bukan Aries ikut campur, tapi Aries pengin tau katanya Tante cuma satu-satunya orang yang di miliki Zuy, apa itu benar?!!" cecar Aries karena penasaran.

"Oh ternyata itu yang ingin kamu tanyakan, Iya Tante yang merawatnya, Tante yang jadi pengganti orang tuanya yang udah meninggal." Bi Nana menceritakan ke Aries..

"Maaf Tante, Aries nggak bermaksud bikin Tante sedih," ucap Aries.

Bi Nana menggelengkan kepalanya.

"Tidak apa-apa Ries, kamu juga keluarga tante jadi kamu harus tau yang sebenarnya, soalnya tante takut jika suatu hari nanti ada kesalah pahaman tentang Zuy." kata Bi Nana

"Terimakasih Tante, udah menganggap Aries keluarga. Sebenarnya Aries kagum pada Zuy, dia selalu tersenyum bebas gitu, ramah sama semuanya," puji Aries.

"Iya Zuy anaknya mudah senyum, ramah, tidak suka membebani orang, dia pandai menutupi kesedihannya. Makanya waktu Tante nikah dengan Om mu, dia nggak mau di ajak ke Rumah ini. Dia lebih ingin hidup sendiri, katanya nggak mau lagi ngerepotin Tante, dia ingin Tante bahagia. Padahal Tante sama sekali nggak merasa di repotin karena dia keponakan Tante yang berharga peninggalan dari kakak Tante." ungkap Bi Nana

"Oh itu sebabnya Zuy lebih memilih hidup mandiri ya tante," kata Aries.

Bi Nana mengangguk pelan.

"Ya seperti itu, tapi tetap Tante awasi karena tante nggak mau Zuy kenapa-napa. Yaudah tante ke kamar dulu ya nanti kapan-kapan tante akan ceritakan semuanya."

"Baik tante, selamat Tidur tante.." Ucap Aries.

Bi Nana masuk ke kamar..

"Zuy, sungguh aku nggak percaya kehidupanmu sangat begitu keras, apa mungkin aku bisa melindungimu?!" gumam Aries.

°°°°°°°

Rumah Ray

Sementara itu, Ray sudah sampai di Rumahnya setelah bebersih dia bersiap untuk tidur, akan tetapi Ray selalu kepikiran tentang Zuy, wajah Zuy dan semuanya. perasannya tercampur aduk setiap kali membayangi wajah Zuy.

"Rasa ini, kenapa pikiranku di penuhi oleh Zuy? Apalagi ketika berhadapan dengnnya jantungku selalu berdegup kencang seperti ini? Padahal setiap wanita yang mendekat, aku biasa saja apalagi kimberly, tapi ini sangat berbeda, apa yang terjadi sebenarnya padaku? Apa cinta lama ku pada Zuy kembali bersemi di hatiku lagi?"

***

*Keesokan harinya.

Ketika Ray sudah siap-siap dan menuju ke meja makan, akan tetapi ada yang berbeda dari Ray sehingga Davin terkejut bahkan sampai terkekeh geli melihatnya.

"Mata Tuan Ray kenapa kok hitam gitu seperti panda?! Apa semalam Tuan begadang atau mimpi basah?" ledek Davin.

Ray melirik tajam. "Davino Roveis! Berhenti meledekku!"

"Sorry tuan Ray? Tapi apa karena pekerjaanmu terlalu banyak tuan? sehingga kamu sampai nggak tidur?!! tanya Davin.

"Bukan masalah kerjaan yang membuatku gak tidur tapi ada masalah lainnya." ungkap Ray

Davin mengernyit. "Masalah lainnya? Jangan-jangan tentang Cewek. Waaah wanita mana yang bisa naklukin hati Tuan Ray. hahaha" lagi-lagi Davin meledek Ray.

"Bukan wanita ta-tapi karena mungkin aku pulang malam pas jalan sama Zuy.." Ray berbohong.

"Iya percaya deh, tapi gimana kencannya sukses?!!" tanya Davin..

"Si-siapa yang kencan, ki-kita cuma jalan aja" Ray terlihat begitu gugup.

" Hmm, iya percaya cuma jalan. Yaudah kita berangkat sekarang! Oh ya, sebelum keluar anda pake kacamata nih! biar kantung matanya gak keliatan," Davin memberikan kacamata ke Ray.

"Oke, makasiih kak, Ayo berangkat.!!"

Mereka pun pergi menuju ke Perusahaan CV.

*******

Perusahaan CV

Seperti biasa Airin dan Zuy selalu bareng kalau berangkat kerja menggunakan motor, mereka pun langsung menuju parkiran untuk menaruh kendaraan mereka.

"Lho Zuy itu bungkusan apa?!!" tanya Airin.

"Oh ini bajunya Tuan muda, semalam tertinggal di Rumah." jawab Zuym

"Ooh bajunya Tuan muda," lirih Airin. "tunggu!Maksudmu Tuan muda itu Tuan bos, apa yang kalian lakuin semalam?!!"

Airin membulatkan matanya dengan sempurna.

"Ssst... kita nggak ngapa-ngapain Rin, kita cuma pergi ke taman hiburan. Lagian Tuan muda pakaiannya terlalu formal, jadi Zuy kasih baju yang waktu itu Zuy beli biar nggak mencolok banget." jelas Zuy.

Airin manggut-manggut.

"Oh jadi semalam kalian kencan nih ceritanya. Eehmmm."

"Si-siapa yang kencan Rin? Kita cuma Makan sama main disana doang kok." jelas Zuy

"Aah sayang sekali semalam aku nggak kesana.." kata Airin yang sedikit kecewa.

"Udah ah, awas kamu jangan Bocor alus ya! Pokoknya ini Rahasia kita. Ayo masuk sebelum Bu Rere datang." ujar Zuy.

Mereka pun masuk dan mulai beraktivitas.

Beberapa saat kemudian, Ray akhirnya datang, ia langsung menuju ke ruangan kerjanya.

Ruang Ceo

Saat berada di dalam ruangan, Ray tercengang melihat bungkusan di atas mejanya, Ray pun mengambilnya.

"Ini bungkusan apaan?!!" tanya Ray kebingungan

"Ya mana saya tau tuan, coba buka aja!" kata Davin.

Lalu Ray membukanya, ternyata isinya baju miliknya terus ada sebuah kertas kecil bertuliskan ....

Tuan ini Baju anda yang semalam.. Semangat kerjanya Tuan muda..

^^^Zuy^^^

Isi tulisan dari kertas itu..

"Kak Zuy..." lirih Ray sambil tersenyum

"Ehmmmm, duh senangnya sampai tersenyum gitu.." Davin meledek Ray.

"Si-siapa yang tersenyum." kata Ray gugup

"Hehehe, wajah anda merah Tuh," gumam Davin,

Sesaat Friska datang...

"Permisi Tuan..." ucap Friska.

"Ada apa bu Friska?!!" tanya Ray

"Oh, ini berkas-berkas yang anda perlukan," ujar Friska.

"Terimakasih, lalu hari ini ada jadwal apa untuk saya?!!" tanya Ray

"Kalau hari ini saya cek dulu, hari ini sepertinya tidak ada jadwal, tapi besok siang ada rapat di Perusahaan YV, lalu anda di undang makan malam Pribadi oleh pak Wildan dari perusahaan XC.." jelas Friska

"Oke baiklah, kau boleh pergi!!" perintah Ray

"Terimakasih Tuan.." ucap Friska, lalu Friska pun pergi..

......................

Sore hari...

Zuy nampak sedang buru-buru, ia pun dengan cepat menyelesaikan pekerjaannya, setelah selesai ia siap-siap untuk pulang, Airin yang melihatnya pun langsung menghampiri Zuy,

"Zuy, sepertinya kamu sedang buru-buru banget?" tanya Airin.

"Ooh iya, hari ini aku mau ke Resto bantuin paman, aku duluan ya Rin, Bye..." ucap Zuy,

"Oh, iya hati-hati Zuy." ucap Airin.

*******

*Sementara itu...

Maria sedang berada di Cafe, ia sedang menunggu seseorang, karena sudah janjian dari awal, lalu Maria pun melihat temannya dan memanggilnya.

"Liora, Di sini...!!" seru Maria seraya melambaikan tangannya.

Lalu orang itu langsung menghampiri Maria.

"Ada apa Maria?" sepertinya penting sekali, sampai ingin bertemu denganku secara pribadi?!" tanya Liora seraya duduk di samping Maria.

"Ya tentu saja aku ingin membicarakan soal hubungan Ray dan Kimberly." jawab Maria

"Emang ada apa? Sampai harus pribadi gini, kan kita bisa obrolin dengan Daddynya Ray" tutur Liora.

"Justru aku memang sengaja ingin mengobrol pribadi sama kamu, Li. Begini akhir-akhir ini semenjak Ray di Indonesia, dia sering mengabaikan kimberly jadi Kimberly merasa cemas kalau Ray akan berpaling darinya dan punya wanita lain.." jelas Maria

"Jangankan Kimberly, Ray juga nggak pernah menghubungi Kami."

"Nah itu makanya Kimberly takut kalau Ray akan membatalkan pertunangannya itu" cicit Maria.

"Tidak, pertunangan ini tidak boleh di batalkan! pokoknya aku hanya ingin Kimberly menjadi menantu keluarga Michael," papar Liora, "Terus apa Rencanamu?!!"

"Tentu aku punya rencana bagus." ucap Maria.

Lalu Maria mendekati Liora dan berbisik, Liora pun langsung tersenyum.

"Ya aku setuju! Kita harus mencari waktu yang pas untuk rencana kita ini..." ujar Liora sambil tersenyum sinis.

*Bersambung....

1
ZasNov
Novel ini super keren.. 😍
Kisah Zuy & Ray benar2 luar biasa, selalu bikin meleleh.. 🥰
Konfliknya bikin greget, tapi endingnya benar2 memuaskan & membahagiakan 🤍
Semangat terus Kakak Author.. 😘
ZasNov
Wah makasih banyak Kak, novelku dipromoin disini. Love u so much pokoknya 🤗🥰
ZasNov
Kisah Zuy & Ray bener2 bikin meleleh. Perjuangan Ray meyakinkan & membahagiakan Zuy sangat luar biasa. Zuy yang sllu menderita terutama karena Mamanya, jd bisa bahagia berkat adanya Ray. Bahkan mereka bisa punya 3 anak yg menggemaskan 😍 Terima kasih ya Kakak Author untuk kisah luar biasa ini. Semoga sukses selalu. Love u🥰
ZasNov
Selain diajarin, pasti anak2 juga liat cara Ray memperlakukan Zuy yang sllu romantis 😍🥰
ZasNov
Selamat buat Davin & Airin yang sebentar lagi punya baby 🤍
ZasNov
Ray benar2 me-Ratu-kan Zuy, dia juga mendukung semua mimpi Zuy. Suami idaman banget 🥰
ZasNov
Wah Davin & Airin puas banget itu honeymoon di Korea 😍🥰
ZasNov
Boleh dibayangkan berdasarkan imajinasi masing2 ya kak 😆
ZasNov
Ya ampun Kak Yiou iseng banget sih sama temen berantemnya 😆🤣
ZasNov
Eh udah tamat kah?
Ending yang sangat memuaskan, semua kisah tokoh2nya berakhir bahagia 🥰
Selain Ray & Zuy, Davin & Airin juga yang lain bahagia sama pasangannya masing2, aku juga seneng Maria & Kimberly berubah jd baik.. Akhirnya Zuy bisa ngerasain kasih sayang Ibu kandungnya..
ZasNov
Aamiiiiin.. #palingkenceng
ZasNov
Eh Henri, katanya td cuma mitos, tp dikejar juga 😆
ZasNov
Ray & Zuy juga Davin & Airin, makasih banyak ya udah mengundang Bryllian & Zivara juga Bradley & Briley.. 🥰🙏
Semoga selalu bahagia, sampai menua bersama & sampai maut memisahkan 🤍
ZasNov
Ah aku beneran terharu, akhirnya kebahagiaan mereka semakin lengkap 🥰
Ray & Zuy juga Davin & Airin, bahagia terus ya, sampai maut memisahkan 🤍
ZasNov
Ray & Davin udah keburu panik, takut Zuy sama Airin kenapa2. Untungnya mereka baik2 aja.. 🥰
ZasNov
Davin masih trauma, sampai setakut itu..
Semoga semua baik2 aja ya..
ZasNov
Senangnya Archo & Melan makin bahagia sm keluarga kecilnya 🤗
ZasNov
Sahabatnya Davin siapa ya? Apa aku lupa ya.. #mikirkeras
ZasNov
Terharu, karena keadaannya jauh lebih baik. Maria menunjukkan kasih sayangnya sm Zuy. Tapi kenapa Kimberly harus melarang Maria ketemu Zuy. Berubahnya jangan setengah2 dong Kimberly 😭
ZasNov
Apa Citra bakalan berjodoh sama Brian ya, biar yang sama2 patah hati ini bisa saling mengobati 😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!