Ig: @nabilakim28
"Bukan mau gua jadi brandalan kayak begini!" -Hera-
Hera adalah seorang siswi SMA yang dikenal sebagai badgirl, langganan pindah sekolah dan hobi berantem sama cowok.
Bukan karena brokenhome, bukan karena dihianati, bukan karena dendam .... Terus kenapa dia jadi bad girl? Apa alasannya?
"Gue gak bisa janji untuk bahagiain lo selamanya, ataupun bersama lo untuk selamanya. Tapi gue janji cinta gue cuma milik elo" -Sean-
Sean cowok dingin yang paling ganteng, irit ekspresi dan bicara, ngomong lebih dari lima kata aja adalah satu kejadian yang langka!
Terus ngimana jadinya kalo bad gril kayak Hera ketemu sama ice kayak Sean?
Note: ini bukan cerita dimana cewek berusaha untuk mencairkan si pria es ..., tapi si pria es yang berusaha untuk membuat si bad girl tobat!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon blue rose, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kesepuluh
'love' adalah sebuah mantra yang dapat mengubah seseorang
-Hera cantik kalian jelek-
Pagi itu tante Ana baru saja keluar dari salon langganannya. Dia baru saja melakukan perawatan untuk pergi ke acara ulang tahun perusahaan nanti malam. Maklum saja selaku nyonya besar Vernandi beliau harus tampil semaksimal mungkin di acara seperti ini.. walaupun sudah berumur tapi tante Ana masih terlihat cantik dan anggun, ya udah tau kan sekarang salah satu faktor kenapa Sean dan Steven gantengnya kebangetan?
Tante Ana menunggu di depan salon karena seharusnya Sean menjemputnya sekarang, tante Ana bahkan menolak untuk memakai supir supaya Sean bisa menjemputnya... yah memang tante Ana yang memaksa Sean menjemputnya. Namun entah kesialan apa yang menimpa wanita itu hari ini, baru saja ada pencopet yang merampas tas bawaan Tante Ana. Pencopet itu lari dengan sangat cepat, terlalu cepat untuk dikejar oleh tante Ana.. wanita itu berteriak meminta tolong dan itu membuahkan hasil masa mulai bergerak dan ikut mengejar pencopet itu.
Brukk!!
Suara itu terjadi akibat benturan tubuh kekar pencopet itu dengan aspal jalan. Sebenarnya apa yang terjadi? Sulit untuk dijelaskan yang pasti ada seorang perempuan yang datang entah dari mana langsung menendang pencopet itu, kejadian itu terjadi sangat cepat.. bak adengan action di film laga. Gadis itu sekarang memelinrikan tangan pencopet itu kebelakang lalu mengambil tas Tante Ana yang masih berada ditangan pencopet itu.
"Elah masih jaman apa ngincar tas cewek? Pengecut banget sih jadi cowok!? Nggak menghormati yang lebih tua!" Hera bangkit dan menepuk-nepuk kecil baju dan celananya yang dipenuhi dengan debu jalanan.
"Ini punya tante, kan?" Hera mengembangkan senyuman yang paling manis. Tante Ana masih terperangah dengan aksi heroik yang dilakukan Hera.. seumur hidup baru itu kali pertama tante Ana melihat cewek seberani dan nggak tau takut kayak Hera.
"Ma-makasih banget.. ah! Bentar.." tante Ana mangeluarkan beberapa lembar uang seratusan dari dompetnya. "Anggap aja tanda terimakasih.." Hera menolaknya dengan kikuk tapi perhatiannya teralihkan kembali pada seorang pengamis yang duduk diseberang jalan. Jadi Hera memutuskan untuk menerimanya begitu saja.
"Makasih ya tante^^" Hera langsung berlari menyembrang jalan dengan secepatnya.
Memang nggak ada yang mau nolong secara percum-- tante Ana menghentikan pemikiran sepihaknya tentang gadis yang baru menolongnya itu, dan sekarang beliau terkagum-kagum bukan main karena melihat Hera (gadis yang menolongnya) sedang memberikan uang yang diberikan oleh Tente Ana barusan kepada pengemis itu, dan dengan segera dia langsung pergi begitu saja. Sungguh menantu idaman.. andai aja menantuku seperti gadis itu.. pikir tante Ana sambil senyam senyum.
"Mama kok disini? Bukannya tadi nyuruh Sean jemput di depan salon?" Tanya Sean yang muncul entah dari mana. Secepat kilat tante Ana memukul kepala Sean dengan menggunakan tasnya.
"Aw! Sakit ma.." Sean mengaduh kesakitan sambil memegangi kepalanya yang terasa sakit.
"Makanya kalo mau jemput itu jangan terlambat!"
"Kan mama yang nyuruh.."
"Jangan nyolot! Tadi itu untung ada cewek baik yang nolong mama.."
"Emang tadi mama kenapa?"
"Kecopetan! Karena kamu sih!"
"Lho kok salah Sean sih?"
👸👸👸
Hera menghempaskan tubuhnya keatas sofa, dia membuka topinya dan digunakan sebagai kipas. Terlihat wajah kelelahan tersirat dari ekpresi Hera. Seorang pelayan menghampirinya dengan wajah yang menunduk sopan, sebenarnya beberapa kali telah Hera katakan bahwa dia tidak suka diperlakukan bak seorang putri.. apalagi mereka lebih tua darinya, tapi sepertinya itu tidak mengubah apapun? Buktinya sampai sekarang mereka tetap memperlakukan Hera bak seorang putri raja.
"Ada apa?" Tanya Hera sambil terus mengipaskan topinya.
"Komisaris telah pulang, beliau menyuruh semuanya untuk berkumpul dirumah utama.." ujarnya sopan.
"WHAT!?? KAKEK UDAH PULANG!?" Hera langsung berlari dengan tergesa-gesa sampai kakinya menyandung ujung sofa dan membuat gadis itu mengaduh kesakitan. Hera tentu saja sangat tahu bagaimana disiplinnya kakeknya itu, telat 5 menit potong uang jajan, telat sepuluh menit mobil disita! Telat sejam.. siap-siap lo jadi gembel seminggu!
Hera langsung berlari keluar rumah dan menuju rumah utama yang terletak tidak jauh dari rumah yang ditempati oleh Hera dan saudaranya yang lain. Diperkarangan rumah Hera terdapat dua buah rumah, rumah pertama (rumah utama) dimana orang tua Hera serta kekeknya yang tinggal disana, sedangkan rumah kedua ditempati oleh Hera dan saudaranya yang lain.
Hera berlari dan terus berlari hingga akhirnya gadis itu sampai ditempat tujuannya. Hera langsung masuk sambil ngos-gosan, entah mengapa hari ini terlalu menguras energinya. Hera langsung memasang wajah tersenyum begitu melihat kakek dan seluruh anggota keluarganya yang lain telah berada dimeja makan.
"Kakek~~" panggil Hera sambil memeluk kakeknya yang sedang duduk.
"Ini udah 10 menit dan kau baru datang?" Seru kakek Hera tegas
"Ayolah kakek~ biarkan aku kali ini.. lagian aku baru pulang dan tidak ada yang mengabariku tentang kepulangan kakek.." jelas Hera manja. Dia lalu menatap Henry yang sedang duduk dengan tajam seperti sedang mengamati musuh bebuyutan, bagaimana tidak? Sudah jelas sekali kalo yang membuat Hera terlambat adalah Henry, dia sengaja tidak memberitahu Hera tentang kepulangan kakek.
"Ya sudah duduk dulu sana..." Hera menurut dan duduk disamping Kak Riana yang sudah berada disana terlebih dahulu.
"Kalian sudah dengarkan akan ada acara ulang tahun SKY Corp. Tommy (ayahnya Sean) mengundang kita, ini adalah langkah bagus untuk kerja sama antara dua perusahaan.." jelas Kakek sambil memasukkan potongan steak kemulutnya. Sementara yang lain hanya mangut-mangut mengerti inti pembicaraan kakek. Bukan hal baru lagi kakek membicarakan masalah perusahan, apalagi kali ini beliau membahas SKY Grub.. selama ini SKY Grub lah yang menjadi mitra kerja utama HN Grub di Eropa.
"Jadi siapa saja yang bisa ikut denganku ke acara itu?" Mereka saling melihat satu sama lain.
"Aku ikut, lagian aku udah janji sama Sean.." jawab Henry santai sambil melanjutkan makannya.
"Dasar pengikut Sean!" Sindir Hera.
"Diem lo!" Bantah Henry tidak terima.
"Aku akan berangkat ke Paris nanti malam." Jawab ayah Hera kaku seperti biasa.. ayah nya memang tidak terlalu pandai mengekpresikan emosi, sangat berbeda dengan keempat anaknya yang tergolong upnormal dalam mengekpresikan emosi mereka.
"Riana dan aku harus keluar negri untuk konser dan peluncuran novel barunya Riana.." jelas Rendy dengan sopan. Jika ada yang normal di antara mereka maka hanya Rendy satu-satunya orang itu, dan yang lain? Pikirkan saja sendiri. "Hera kau harus ikut!" Perintah Kakek mutlak. Hera yang mendengarnya langsung tersedak dan terbatuk-batuk, dengan sigap tante Karina selaku ibu dari Hera langsung memberikan air kepada putri bungsunya itu.
"Makannya pelan-pelan.." seru Tante Karin khawatir.
"Aku gak apa-apa.. tapi kek, kenapa aku harus ikut? Kakek kan tau kalo aku nggak suka acara formal begituan!" Bujuk Hera manja. Acara seperti ini adalah salah satu acara yang dibenci oleh Hera, apalagi ini adalah acara dimana dipenuhi oleh kolongmerat yang bakal pamer kekayaan. Dan yang paling membuat Hera tidak suka adalah.. jika dia keacara seperti ini maka dia harus berdandan! Dan Hera paling benci yang namanya 'dandan'!!
"Gak ada tapi-tapi ,Hera..! sebagai pewaris utama HN grub, sudah semestia kau memperluar relasi dengan sesama pembisnis.
"Jika kakek sudah berbicara panjang lebar maka tidak ada alasan lagi untuk mengelak apa lagi membuat alasan konyol untuk tidak pergi.
"Ba-baiklah!" Ujar Hera terpaksa, beberapa kali terlihat ia menghembuskan napas berat seakan sedang memikirkan strategi dimedan perang.
"Oh ya Hera, titip salam dari mama ya untuk tante Ana.." seru tante Karin lalu meminum air dari gelas yang terletak tepat didepannya.
"Tante Ana? Siapa?" Tanya Hera bingung.. dia sepertinya pernah mendengar nama itu, tapi dia tidak mengenalnya.. aneh kan?
"Nanti kau tahu sendiri..." tante Karin hanya terseyum melihat tingkah laku anak-anaknya yang suka bikin rusuh. Malah sekarang didepan kakek mereka Henry dan Hera sedang berebut daging yang ada dipiring Henry, sementara Rendy terlihat susah payah mendiamkan kedua adiknya.. sangat berbeda dengan Riana yang lebih cuek dan melanjutkan makanannya tampa memperdulikan keadaan saudaranya yang lain. Tante Karin bingung sendiri bagaimana dia bisa melahirkan 4 anak yang kepribadiannya bertolak belakang semua.. Rendy tipe anak memiliki rasa tanggung jawab tinggi sebagai anak sulung, Riana lebih cuek dengan kehidupan didunia nyata dan lebih suka bergelut dengan dunia hayalannya, Henry anak yang suka bikin onar dalam diam.. benar-benar tipe anak yang sulit dimengerti karena selalu berubah-ubah, sedangkan Hera lebih aktif dan kepribadiannya berubah total dari saat dia masih SMP.. dulu dia adalah anak sekolahan yang suka belajar.. sekarang malah jadi BadGirl terpopuler.
😸😸😸
Hera turun dari mobil dengan saudara kembarnya, sementara kakek berada di mobil yang lain. Cahaya kamera terus menyorot ke arah Hera dan saudaranya, di antara para tamu yang hadir, pesona kedua saudara kembar itu tidak kalah malahan mereka menjadi sorotan bak bintang ternama. Gaun pink soft yang sangat cocok dengan warna kulit Hera membuat semua mata terpaku pada gadis itu.
Mereka kemudian masuk ke tempat acara dilaksanakan. Pesta mewah ala para kolongmerat, dan bagi Hera itu adalah hal yang membosankan.. terlebih lagi tidak ada yang menarik perhatiannya membuat gadis itu semakin mengantuk. tak ada yang lebih menarik selain makanan mewah yang tersaji dimeja makan, dia langsung bergerak menuju meja makan sampai sebuah suara lembut menyapanya.
"Permisi.. kamu gadis yang kemarin kan?" Tanya tante ana sambil mendekati Hera.
Hera tersenyum ramah ketika menyadari siapa yang menyapanya. "Iya tante, tante apa kabar? Kamaren pulang dengan selamat kan?" Tanya Hera kepo, sebenarnya dia nggak enak hati ninggalin tante ana gitu aja kemarin.
"Iya, kemarin anak anak tante jemput tante kok. Jadi tante pulang ke rumah dengan selamat.. tenang saja.. oh itu anak tante! Sean! Sini!" Panggil tante ana kearah seorang pria yang tidak lain adalah si kulkas berjalan a.k.a Sean.
Sean berjalan mendekati ibunya yang terlihat sedang berbicara dengan seorang gadis didepan meja makanan. Pria dingin itu terlihat sangat tampan dengan pakaian formal membalut tubuhnya.
"Ya ma, kena-- lho.. Hera?" Ujar Sean ketika menyadari bahwa yang sedang berbicara dengan ibunya adalah cewek yang selama ini mengusik hidunya, atau malah yang memberi warna hidupnya (?).
"Sean?"
"Jadi kalian udah kenal yah?" Tanya tante ana.
"Dia kembarannya Henry mah..." jelas Sean, dan tanpa diduga wajah tante Ana langsung berubah happy gitu.
"Jadi kamu anaknya Karina?" Tanya tante Ana, mendengar nama mamanya disebut Hera langsung mengangguk.
"Kamu udah besar, dulu tante sering gendong kamu waktu masih kecil, sekarang udah besar banget"
"Lah tante, kan Henry anak mama Karin juga.. kok rasanya cuma Hera yang di perhatiin," ujar Henry yang muncul entah darimana.
"Kalau kamu udah sering tante liat Ry,"
"Iya kan ma, dia itu sering nyasar ke rumah kita... padahal rumahnya sendiri segede istana, tapi masih juga ke rumah kita buat nyari makan," sahut Steven sambil mengambil makanan dimeja yang berada tepat di depan mereka.
"Tante... Steven jahat sama Henry😢" ujar Henry dengan wajah lugunya, dan sontak membuat semua yang ada disitu tertawa, tidak terkecuali dengan Hera dia tertawa... dan entah sadar atau tidak saat dia tertawa di menjadi sangat cantik. Dan diam-diam Sean terus memperhatikannya dengan wajah yang sulit diartikan, sampai sudut bibirnya terlihat tertarik keatas menyiratkan senyuman yang sangat.... sangatttt singkat.
\-TBC\-
tapi aku ingin mereka berdua putus aja dulu.