NovelToon NovelToon
Hubungan Terlarang

Hubungan Terlarang

Status: tamat
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Tamat
Popularitas:65k
Nilai: 5
Nama Author: riena

Peringatan!
Cerita ini hanya fiksi, jadi kalau tidak sesuai dengan apa yang terjadi disekitar kita. kembali lagi, ini hanyalah fiksi.
Jadi, tahan jarinya untuk tidak menghujat penulis, kalau tokoh yang di hujat, silahkan!
*******

Sebuah perselingkuhan terjadi bukan karena niat pelaku, tapi karena adanya kesempatan, ingat! Kesempatan, maka waspadalah!

Kehidupan Shakilah dan Jojo, yang belum di karuniai anak, semula berjalan dengan sangat manis.
Sampai akhirnya kedatangan Shopia, adiknya Shakila, mengubah apa yang semula semanis gula jawa, menjadi lebih pahit dari empedu.

Shakila yang kurang menghargai suaminya, membuat Jojo mulai melirik adik iparnya yang jauh lebih penurut seperti kelinci dibandingkan dengan Shakila yang pembangkang.
Dan akhirnya, hubungan terlarang itu terjadi di belakang Shakila.

Shopia hamil, anak siapa? Ikuti kisah rumah tangga Jojo dan Shakila selanjutnya.

Follow Ig rii.ena

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 11. Berdamai

Di kamar, bang Jojo duduk di tepi ranjang, masih cemberut. Syakila keluar dari kamar mandi, cuma memakai daster tipis transparan, rambut setengah basah, aroma lotion semerbak memenuhi seisi kamar.

Syakila berjalan pelan ke arah suaminya, gayanya begitu menggoda.

"Bang... masih ngambek ya? Ih, masa aku udah seksi begini masih dicuekin?" ujarnya centil.

Bang Jojo cuma melirik sebentar, lalu membuang mukanya ke arah lain.

"Bukan masalah seksi atau nggak. Mulut kamu itu lho… nyelekit. Nggak enak dituduh kayak gitu."

Syakila mendekat, lalu duduk di pangkuan bang Jojo. Tangannya langsung memainkan kerah kaos yang dikenakan oleh suaminya.

"Aku salah, oke? Tapi siapa suruh mukanya tenang-tenang aja, kayak nggak niat punya anak. Aku curiga, wajar dong?" bela Syakila.

Bang Jojo melirik sebentar, masih jual mahal.

"Nggak semua hal bisa kamu tuduh sesuka hati, Dek Sya."

Syakila menggigit bibir bawahnya, sembari mengerling nakal.

"Aku udah minta maaf, kan? Sekarang aku siap bayar ‘denda’. Mau dibayar pakai apa? Daster transparan? Pijatan spesial? Atau… tubuh istri abang yang udah kebelet?" gida Syakila, sambil tangannya yang nakal mulai meraba kebanggan punya bang Jojo.

Bang Jojo berusaha menahan senyum, tapi mulai tergoda. Siapa yang tidak tergoda jika titik koordinatnya di belai. "Kamu tuh ya…"

Tangan Syakila sekarang berganti mengelus dada bang Jojo pelan.

"Aku butuh nafkah batin, Bang… kalau nggak dapet, bisa-bisa aku menjerit tengah malam loh. Terus tetangga kira kita berantem, padahal aku cuma kehausan… akan cinta." gaya Syakila sudah seperti perempuan bi*n4l

Bang Jojo hanya bisa tertawa pelan, tapi masih jaim.

"Dasar, mulutmu…"

Syakila lalu berbisik di telinga bang Jojo, suaranya berat dan menggoda.

"Mulutku bisa kasar, tapi bisa juga lembut… tergantung Abang izinkan ke mana arahnya malam ini."

Bang Jojo menarik napas panjang, menyerah, lalu memeluk Syakila erat.

"Udah, sini. Jangan banyak gaya. Abang juga udah nahan dari tadi." ceplos bang Jojo.

Syakila tertawa menang, seraya berbisik manja.

"Gitu dong… ayo, kita buktikan hasil lab tadi bukan cuma angka di kertas."

Angin dari jendela menggerakkan tirai perlahan. Cahaya lampu temaram jatuh di wajah Syakila yang kini sudah berada di pangkuan Bang Jojo. Wajahnya dekat, napasnya hangat.

Jari telunjuk Syakila menggambar pola abstrak di dada suaminya.

“Abang tau nggak… tubuh ini cuma bisa tenang kalau disentuh orang yang sama setiap malam—orang yang kupercaya buat menenangkan badai di dalamnya.”

Tangan bang Jojo mulai melingkar ke pinggang Syakila, suaranya terdengar parau.

“Bahasamu sekarang puitis ya… biasanya galak.”

Syakila tersenyum miring, “Karena aku lagi haus rindu. Rindu tangan Abang yang nggak cuma memeluk, tapi menyalakan nyawa yang kadang padam.” lirih Syakila.

Syakila lalu menyentuhkan keningnya ke dada bang Jojo, mendengar detak jantung suaminya. Perlahan, ia mengangkat wajahnya, menatap mata suaminya dalam-dalam.

“Aku pernah salah tebak tentang Abang… Tapi sekarang aku cuma pengen satu hal—biarkan aku tebak lagi, lewat pelukan Abang malam ini. Sampai aku yakin... benih Abang bukan cuma subur, tapi juga membakar.”

Bang Jojo mengusap pipi istrinya, matanya mulai melembut. Ia tarik tubuh Syakila pelan, mendekat hingga napas mereka berpadu.

“Kamu bukan cuma istri... kamu itu candu.” balas bang Jojo yang sudah mulai terbakar.

“Maka biarkan aku mabuk malam ini. Mabuk dalam pelukan Abang. Tanpa sadar, tanpa jeda, sampai fajar pun iri.” lirih Syakila berbisik, nyaris tidak terdengar.

Selimut tersibak pelan. Hembusan napas saling beradu. Lalu, sunyi. Tapi bukan sunyi yang kosong—melainkan sunyi yang penuh bisikan, desahan, dan cinta yang meledak di antara dua jiwa yang akhirnya berdamai.

Beberapa saat setelah segalanya reda. Ranjang sedikit berantakan, udara di kamar terasa hangat, lembab, dan penuh sisa napas yang belum sepenuhnya teratur. Syakila berbaring di dada Bang Jojo, jari-jarinya menggambar lingkaran kecil di kulit suaminya.

“Kalau gini caranya... aku bisa minta maaf tiap hari.” ucap Syakila setengah berbisik, matanya setengah terpejam.

Bang Jojo tertawa pelan, rambutnya acak-acakan, tapi wajahnya terlihat damai.

“Ya jangan sengaja nyakitin dulu, baru minta tebusan pakai tubuh.”

Syakila lalu mengangkat kepalanya, menatap suaminya sambil tersenyum nakal.

“Tapi kan berhasil? Abang luluh juga. Badanku aja masih gemetar, tau?”

Bang Jojo mengusap rambut istrinya lembut,

“Aku juga... Kayaknya ranjang ini baru sadar siapa tuannya sekarang.”

Sunyi sebentar. Hanya terdengar detak jam di dinding, dan sesekali desiran angin yang menyelinap lewat sela jendela.

“Tadi… Abang menyentuh aku kayak aku sesuatu yang berharga banget. Bukan cuma karena nafsu.” suara Syakila lebih pelan, penuh rasa.

Bang Jojo lalu menatap mata Syakila, penuh arti.

“Karena kamu memang berharga. Judesmu itu cuma tameng. Tapi pas kamu menyerah, kamu jadi rumah. Tempat Abang pulang.”

Syakila memejamkan matanya, mencium dada bang Jojo pelan. Lalu berbisik seperti doa.

“Kalau nanti aku hamil, aku pengen anak kita tahu… dia lahir dari cinta yang meledak malam ini. Dari dua hati yang sempat retak, tapi menyatu lagi di bawah cahaya bulan.”

Bang Jojo lalu mencium ubun-ubun istrinya.

“Aamiin. Tapi kalau belum hamil juga… ya berarti harus ulang lagi tiap malam, kan?”

Syakila langsung tertawa geli,

“Gitu aja udah ngajak ronde kedua…”

"Belum selesai jadi suami, kalau belum bikin istri nggak bisa jalan besok pagi.”

Syakila masih tertawa geli, tapi tawa itu cepat padam saat Bang Jojo tiba-tiba membalik tubuhnya pelan, membuat Syakila kini terbaring di bawah.

“Abang serius?” bisik Syakila, matanya melebar, campuran kaget dan senang.

Bang Jojo menunduk, wajahnya dekat sekali, napasnya masih panas.

“iya dong.”

Syakila menggigit bibir bawahnya, tubuhnya kembali merinding.

“Tadi kan udah… aku masih gemetar, Bang.”

Bang Jojo tersenyum miring, jarinya mengusap pipi istrinya.

“Justru itu. Abang pengen gemetarnya bukan cuma karena capek… tapi karena bahagia.”

Syakila menelan ludah, lalu mengerling nakal.

“Hati-hati, kalau aku kebablasan bahagia, besok aku mogok jalan ke dapur.”

Bang Jojo menunduk, bibirnya hampir menyentuh telinga istrinya.

“Kalau kamu nggak bisa jalan, Abang yang bakal masakin. Asal jangan suruh Abang berhenti sekarang.”

Syakila menutup wajah dengan tangan, separuh malu, separuh tergoda.

“Ya Tuhan… kalau tetangga tahu, mereka pasti bilang aku istri nakal.”

Bang Jojo langsung menangkap tangan istrinya, menyingkirkannya dari wajah. Tatapannya dalam, tegas.

“Biar semua dunia tahu, malam ini kamu bukan nakal. Kamu halal. Kamu milik Abang sepenuhnya.”

Syakila terdiam sejenak, lalu tersenyum tipis, matanya berair tapi penuh gairah.

“Kalau gitu… aku nyerah lagi. Tapi janji, Bang… jangan setengah hati.”

Bang Jojo menarik napas dalam, lalu menunduk, menyatukan bibirnya dengan bibir istrinya, kali ini lebih rakus, lebih dalam.

Suasana kamar kembali bergemuruh. Tirai jendela berkibar pelan diterpa angin malam, cahaya bulan jatuh membias di kulit mereka.

Dan malam itu, untuk kedua kalinya, cinta yang sempat retak benar-benar membakar hingga lupa waktu.

**********

1
achyar sussanady
aku selalu suka semua karyamu thor,walau pun sudah ganti² hp aku tetap cari karyamu dinoveltoon dan di aplikasi lainya juga,semangat berkarya thor 💪💪🤗🤗
Syafrida Harahap
alur cerita seru ada lucu nya juga emosi nya dapet
Mmh dew
/Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose/
Mmh dew
💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖
Mmh dew
/Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose/
Mmh dew
💖💖💖💖💖💖💖💖💖
Syafrida Harahap
tapi cerita nya beda dengan judul nya hubungan terlarang karena shopia dengan bg jojo dan blom hamil jd kan hubungan dah gak terlarang dong
Syafrida Harahap: maksud nya shopia dgan bg jojo nikah
total 1 replies
Yani Hendrayani
ka riee ko ga dilanjut
Saftanierni Erni
maaf baru lanjut keterusan di sebelah apa.lg sekarang lg bapar sama ivy&zaky
Wasni
Ini gk lanjut lagi ya kk ???
Sri Mulyani
mak rie kpn update nya .....
Mmh dew
💖💖💖💖💖💖💖💖
Mmh dew
💖💖💖💖💖💖💖
Mam AzAz
hadir lagi Mak, terimakasih up nya 😊
Mam AzAz
akhirnya bisa selesai maraton 🤭
Meimei Hirs
selalu teh best karyamu Thor 👍
Meimei Hirs
next aka Thor 🤗
Safitri Agus
lanjut kak Riena 👍😍
Meimei Hirs
tak dpt ku bayangkan 😳😳🤣
Yudya Ratna
up up ka Rie 😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!