NovelToon NovelToon
Sistem Ayah Level Dewa

Sistem Ayah Level Dewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Perubahan Hidup / Sistem / Kaya Raya / Bapak rumah tangga
Popularitas:16k
Nilai: 5
Nama Author: Surya Mandala

"Arya Pratama adalah mahasiswa miskin yang hidup pas-pasan. Satu-satunya kebanggaannya adalah Kirana, pacar tercantik di kampus.

Namun segalanya hancur saat Kirana datang dengan kabar: ""Aku hamil."" Keluarga Kirana yang kaya raya menghina dan mengusirnya.

Dunia Arya runtuh—hingga sebuah sistem misterius aktif di kepalanya: [Sistem Ayah Level Dewa]. Setiap langkah tanggung jawabnya sebagai ayah diganjar hadiah luar biasa: uang miliaran, saham, teknologi canggih.

Kini Arya berjuang melawan preman, fitnah, dan musuh politik, sambil membangun kerajaan bisnis. Bisakah ia membuktikan bahwa menjadi ayah muda bukanlah akhir—melainkan awal dari segalanya?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Surya Mandala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 33

Bab 033: Jiwa Produk

Ruang pengembangan PT Surya Teknologi menyala sampai lewat tengah malam.

Di dinding kaca, daftar bug tertulis panjang. Angka merah, catatan kecil, panah, dan coretan Rizky Hakim memenuhi hampir seluruh permukaan.

Bug kritis: 17.

Bug tersisa: 4.

Rizky berdiri di depan papan itu dengan mata merah. Rambutnya berantakan. Di tangan kanannya ada spidol, di tangan kirinya ada gelas kopi yang sudah dingin.

"Sinkronisasi gudang cabang masih lompat tiga detik," katanya.

Seorang engineer muda menjawab dari meja sebelah.

"Kalau jaringan turun ke 3G, antrean data menumpuk."

"Pakai queue lokal. Kirim bertahap. Jangan paksa server menelan semua dalam satu waktu."

"Siap, Mas Rizky."

Arya Pratama masuk tanpa suara. Dimas Saputra menyusul di belakangnya sambil membawa roti isi dan kopi baru. Bayu Setiawan datang terakhir, membawa dua dus air mineral.

"Anak-anak teknologi," kata Dimas, "kalian tampak seperti korban perang."

Rizky menoleh.

"Kami memang sedang perang."

"Melawan bug?"

"Melawan kebodohan desain lama."

Dimas langsung mengangkat kedua tangan.

"Saya mundur dari wilayah teknis."

Arya tersenyum tipis, lalu mengambil tablet uji coba dari meja. Di layar, aplikasi SuryaWMS menampilkan dashboard gudang: total stok, barang masuk, barang keluar, stok minimum, dan status rak.

Tampilannya bersih, tetapi Arya merasa ada sesuatu yang kurang.

Panel sistem menyala.

【Analisis Bisnis Produk aktif】

【Konteks: Produk SaaS logistik dan gudang】

【Kelemahan terdeteksi: alert lambat, mobile flow terlalu panjang, nilai lokal belum kuat】

Arya mengetuk layar tiga kali.

"Rizky."

"Ya?"

"Kalau mandor gudang sedang berdiri di lorong, tangannya penuh, dan stok beras hampir habis, apa dia akan membuka dashboard lengkap seperti ini?"

Rizky diam.

Bayu langsung menjawab.

"Di gudang asli, dia akan teriak ke anak buah."

"Tepat." Arya menggeser layar. "Kita butuh peringatan stok real-time yang muncul dalam satu sentuhan. Merah untuk kritis, kuning untuk mendekati batas, hijau untuk aman. Jangan suruh pengguna mencari masalah. Masalah harus datang ke layar mereka."

Rizky meletakkan kopi dingin.

"Bisa. Kita buat rules engine sederhana."

"Kedua, mobile flow terlalu panjang. Untuk menerima barang, sekarang butuh enam langkah. Jadikan tiga. Scan, jumlah, simpan."

Engineer di belakang langsung mencatat.

"Ketiga," Arya berhenti sebentar, "tambahkan perintah suara bahasa Indonesia."

Ruangan mendadak hening.

Dimas membuka mulut.

"Bro, itu keren."

Rizky menatap Arya dengan mata yang tiba-tiba lebih hidup.

"Perintah suara lokal?"

"Ya. Bahasa Indonesia. Nanti bisa dikembangkan ke Jawa, Sunda, Madura, sesuai pasar. Untuk rilis awal, cukup: cari barang, tambah stok, kurangi stok, cek rak, buat laporan."

Rizky mengambil spidol baru.

"Kalau ini berhasil, produk kita punya pembeda kuat."

Bayu mengangguk cepat.

"Di gudang, banyak pekerja lebih nyaman bicara daripada mengetik. Apalagi kalau pakai sarung tangan."

Dimas menunjuk Bayu.

"Ini dia. Suara rakyat gudang."

Bayu menatapnya datar.

"Kamu pernah masuk gudang selain buat konten?"

"Pernah. Aku hampir tertabrak troli."

"Berarti belum cukup."

Arya mengetuk meja.

"Kita jalankan. Rizky, pecah jadi modul kecil. Bayu, kamu duduk dengan tim UX dan jelaskan alur gudang sungguhan. Dimas, kamu mulai pikirkan cara menjual fitur ini tanpa berlebihan."

"Live demo," jawab Dimas cepat.

Arya menoleh.

"Jelaskan."

Dimas melompat ke depan papan kaca dan menggambar kotak-kotak rak.

"Kita bikin mini warehouse di panggung. Ada rak, barang contoh, barcode, layar besar. Bayu jadi operator gudang. Dalam 30 detik, dia scan barang, sistem hitung stok, alert muncul, lalu perintah suara jalan. Audiens lihat langsung. Tanpa PPT membosankan."

Rizky menambahkan garis panah.

"Kalau live demo gagal?"

Dimas menunjuknya.

"Maka kamu jangan biarkan gagal."

Ruangan tertawa, tetapi tawa itu pendek. Semua tahu ide itu berisiko. Semua juga tahu ide itu bisa membuat pasar langsung mengerti.

Arya menatap papan.

"Kita lakukan."

Rizky menarik napas panjang.

"Berarti dua malam lagi."

"Kamu butuh apa?"

"Empat engineer tambahan dari shortlist kemarin, satu server staging khusus, dan akses penuh ke data simulasi Bayu."

"Ambil."

Bayu membuka buku catatannya.

"Saya punya data dari tiga gudang berbeda. Barang cepat keluar, barang lambat, barang rusak, dan stok yang sering salah hitung. Kita pakai itu."

"Bagus."

Malam berubah menjadi pagi tanpa banyak suara.

Tim bekerja dalam ritme yang padat. Keyboard berbunyi seperti hujan kecil. Kertas bungkus nasi menumpuk di sudut ruangan. Dimas merekam beberapa cuplikan untuk teaser, tetapi Arya membatasi agar fitur utama tetap rahasia.

Pukul tiga pagi, modul alert real-time hidup.

Di layar, stok kopi turun melewati batas minimum.

Kotak merah menyala.

PERINGATAN: Stok Kopi Arabika tersisa 12 unit.

Seorang engineer spontan bertepuk tangan.

Pukul empat lewat sepuluh, mobile flow berhasil dipangkas.

Scan.

Jumlah.

Simpan.

Bayu mencoba sendiri.

"Ini baru bisa dipakai orang lapangan."

Pukul lima pagi, perintah suara pertama berjalan.

Rizky menekan tombol mikrofon.

"Cari barang tepung premium."

Layar memuat satu detik.

Barang ditemukan: Tepung Premium 25 kg. Rak B-07. Stok 84.

Ruangan meledak.

Dimas hampir menjatuhkan kopi.

"Ini gila. Ini jualan banget."

Rizky duduk lemas di kursi, lalu tertawa kecil.

"Akhirnya."

Arya berdiri di depan layar. Matanya terasa perih karena kurang tidur, tetapi dadanya penuh.

Ia melihat para engineer muda yang masih duduk di kursi. Sebagian baru bergabung beberapa hari lalu. Sebagian karyawan lama yang dulu lesu kini menatap produk seperti melihat masa depan sendiri.

Inilah jiwa produk.

Produk yang lahir dari masalah nyata, dibuat oleh orang yang paham medan, dan dipimpin oleh tujuan yang jelas.

Pagi itu, Arya menulis satu kalimat di dokumen produk.

Untuk Indonesia, oleh Indonesia.

Ia menatap kalimat itu sebentar, lalu menambahkan baris berikutnya.

Setiap gudang berhak bekerja dengan teknologi kelas dunia.

Panel sistem menyala.

【Cabang Misi Selesai: Jiwa Produk】

【Peningkatan produk terkonfirmasi】

【Efisiensi simulasi dibanding metode manual: +47%】

【Hadiah: Pengalaman Keterampilan Bisnis +200】

【Reputasi internal tim R&D meningkat】

Arya menutup panel.

Rizky mendekat dengan laptop.

"Pak, hasil final test stabil. Aku masih mau jalankan stress test sampai siang."

"Jalankan. Setelah itu semua pulang tidur bergiliran."

"Siap."

Dimas mengangkat tangan.

"Panggung live demo saya booking hari ini."

"Booking."

Bayu menatap simulasi rak.

"Saya perlu cari pallet mini."

"Ambil budget."

Semua bergerak lagi.

Namun saat ruangan mulai kosong, Rizky kembali memanggil Arya.

Suaranya berubah.

"Pak."

Arya menoleh.

"Apa?"

Rizky memutar laptop.

Di layar ada log akses server. Beberapa baris tampak biasa. Lalu ada satu rangkaian koneksi aneh, terjadi pukul dua lewat empat belas, masuk lewat endpoint lama yang seharusnya sudah ditutup.

"Ada yang mencoba masuk ke staging server."

Arya menatap baris itu.

Alamat IP berubah-ubah, melewati beberapa server luar.

Namun waktu aksesnya terlalu dekat dengan stress test mereka.

"Berhasil?"

"Belum. Firewall menolak. Tapi mereka tahu struktur lama."

Arya merasakan udara pagi menjadi dingin.

"Simpan semua log. Jangan hapus apa pun."

Rizky mengangguk.

"Aku sudah clone ke penyimpanan terpisah."

Arya melihat layar sekali lagi.

Produk mereka sudah punya jiwa.

Musuh juga sudah mencium nilainya.

"Mulai sekarang," katanya pelan, "SuryaWMS masuk status perang."

1
Ria Gazali Dapson
kirana bnyak tanya ya, udh untung arya mo tanggung jawab, dg fasilitas wow , ga da rasa syukur nya ,cuma penasaran⁹ doang , liatin ja dulu , bersama dg waktu akn mnjawab semua , karena suatu anugerah, sedang tercurah k arya
Maulana Sejati
buruk
Maulana Sejati
ni yg nggak masuk akal, punya sistem,sdh tau ada ancaman tpi trnyata msh dbuat cerita yg bgini...prettt
penggemar_Uangkecil?!
👍👍👍
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
sitanggang
gak seru, kok system org Lain ad yg tau🤣🤣🤣🤣🤣
σяιмσтσ (^• . •^)
.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!