NovelToon NovelToon
Dilamar Perjaka, Dinikahi Duda

Dilamar Perjaka, Dinikahi Duda

Status: tamat
Genre:Cintamanis / Nikahkontrak / Menantu Pria/matrilokal / Tamat
Popularitas:29.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Uni Ramadhani

Dilamar seorang perjaka, namun ternyata dinikahi seorang duda, bagaimana rasanya?? temukan jawabannya di Novel terbaru uni.

Semoga terhibur 😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Uni Ramadhani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Malam menggoda

Dinda yang tengah bergelut dengan contoh soal-soal ujian, kini mulai terserang lapar. Dilihatnya jam sudah menunjukkan pukul 23.30 kantuknya terasa hilang saat perutnya terasa lapar.

"Uhh laper banget"

Kemudian Dinda beranjak dari tempat duduknya dan berjalan keluar menuju ke dapur. Dinda melihat makanan sudah habis, lalu Dinda menemukan mie instan didalam lemari

"Dinda?!"

Dinda berbalik dan terkejut begitu melihat Dika sudah berada di belakangnya

"Abang?! ngagetin Dinda aja!" ucap Dinda gelagepan

"Lagian kamu, ngapain malem-malem gini ke dapur? laper?" tanya Dika melihat Dinda membawa sebungkus mie instan

"Hehe,, iya bang, Dinda laper habis belajar" jawab Dinda dengan senyum tak enak, malu ketahuan laper di tengah malem

"Abang belum tidur?" tanya Dinda

"Belum, Abang juga laper jadi ke dapur mau cari makanan" jawab Dika

"Eh,, bisa sama gitu ya?! mau Dinda buatin mie?" tanya Dinda

"Boleh, yang pedes ya" ucap Dika

"Oke" jawab Dinda

Dinda menunduk dan akan mengambil saute pan yang berada di dalam lemari bawah kitchen set dapur itu. Pergerakan nya sedikit sulit karena Dika masih berdiri ditempatnya tanpa bergeser sedikitpun. Dinda yang tidak ingin menyenggol Dika akhirnya berjongkok dan mencoba mengambil saute pan didalam

Dika POV

Saat setelah aku menyelesaikan pekerjaan ku memeriksa tugas anak-anak yang masuk di email ku, perutku merasa sangat lapar. Akhirnya aku memutuskan untuk ke dapur dan mencari makanan yang bisa dimakan dan tak ku sangka, aku melihat Dinda yang tengah mencari-cari sesuatu di lemari.

Malam ini Dinda memakai Dress tidur berwarna maroon, sejak makan malam tadi, mataku seakan terpaku untuk terus menatapnya. Dinda terlihat biasa saja, tapi kenapa terlihat sangat menggoda ku, atau aku saja yang tidak kuat iman?! Oh,, Tuhan,, mata ku tidak hanya terpaku dalam satu tempat, namun menjelajah tak karuan. Hingga setelah makan malam, aku memilih untuk menghindari nya saja dengan masuk keruang kerjaku. Tidak ku sangka malah aku bertemu dengannya lagi didapur ini.

"Bang,,, Abang tunggu di meja makan aja bang" ucap Dinda terdengar samar-samar ditelinga Dika

Dia berjongkok dan aku bisa melihat dengan jelas dua bongkahan menyembul keatas hingga hampir terlihat, dan lagi-lagi mataku tidak ingin berpindah dari tempat itu.

"Astagfirullah!!"

Dika terlonjak kebelakang beberapa langkah, karena gerakan Dinda yang langsung berdiri dengan memegang Saute pan. Hampir saja bamper Dinda menyentuh Dika yang berdiri di belakangnya.

Buru-buru Dika beralih dan duduk dimeja makan

"Kan udah Dinda bilang, Abang tunggu aja di meja makan. Dinda kan jadi susah geraknya" ucap Dinda yang tidak mengerti apapun bahkan menyadari apapun yang difikirkan suaminya.

"Iya iya maaf" jawab Dika

Lalu Dinda merebus air dan menyiapkan bahan tambahan lain untuk di campur kan kedalam mie buatannya. Melihat Dinda mondar mandir membuat Dika malah menerawang jauh, membayangkan apa saja yang berada di balik dress Maron yang tengah di pakai Dinda malam itu.

"Ohh,,, tidak,,, apa yang aku pikirkan!!!" Batin Dika yang langsung beranjak dari tempat duduknya

"Abang tunggu di ruang tengah ya Din" ucap Dika berlalu cepat meninggalkan Dinda didapur. Sekilas Dinda melihat Dika yang pergi meninggalkan nya.

Dika mengambil remote dan menghidupkan TV diruang tengah. Beberapa kali Dika membuang nafas kasar untuk mengusir pikiran kotornya. Beberapa saat kemudian Dinda datang dengan membawa dua porsi mie kuah pedas dengan toping diatasnya.

"Wahh,,, kayaknya enakkkk nihh" ucap Dika yang kemudian mengambil sendok dan tak lupa berdoa sebelum makan. Setelah itu Dika mencicipi kuahnya terlebih dahulu

"Uuhhh,,, pedesnya mantep!" ucap Dika yang langsung menikmati mie kuah pedas Dinda. Dinda tersenyum kecil saat melihat Dika yang begitu lahap menyantap mie kuahnya.

Baru setengah mangkok mereka menikmati, keduanya tampak kepedasan, terlihat dari keduanya sudah bercucur keringat. Bahkan Dika beberapa kali menarik tissue dan mengusap keringatnya

"Pedes banget ya bang?" tanya Dinda

"Hehe lumayan, sampai buat bibir Abang Jontor" kekeh Dika dengan bibir merah merekah karena kepedesan

"Kirain Abang suka pedes" jawab Dinda

"Suka sih tapi gak pedes-pedes banget. Jangan sering-sering makan pedes gini, nanti sakit perut" ucap Dika yang sudah menghabiskan mie kuah pedasnya.

Dinda pun selesai makan dan membawa peralatan makan mereka ke dapur untuk dicuci. Sementara Dika menghabiskan teh hangatnya untuk menghilangkan rasa pedas dimulut nya.

Dika melepas kaosnya yang terasa sudah basah karena keringat. Tak lupa ia pun menghidupkan kipas angin sambil menonton TV.

"Astagfirullah bang!" ucap Dinda yang kaget dan membuang muka ke arah lain saat melihat Dika tidak menggunakan kaosnya. Dika yang juga kaget sontak saja berlarian kecil menuju ke kamar dengan menutupi dirinya dengan kaosnya yang basah. Melihat tingkah Dika seperti itu, membuat Dinda tersenyum kecil, karena merasa lucu saja.

Lalu Dinda duduk di sofa dan tak lama Dika kembali keluar dari kamar

"Kamu,, belum mau tidur Din?" tanya Dika menghampiri Dinda

"Belum ngantuk bang, mungkin efek kekenyangan kali" jawab Dinda

"Ohh,, sama kalau gitu. Kita nonton aja yuk?"

"Nonton apa bang?" tanya Dinda

Lalu Dika mencari film yang bisa mereka tonton malam itu. Setelah ketemu, Dika pun memutarnya

"Action aja ya" ucap Dika

"Terserah Abang" jawab Dinda

Kemudian Dika mematikan lampu dan duduk lesehan di karpet rasfur, Dinda yang awalnya duduk di sofa pun turun mengikuti Dika yang duduk lesehan di karpet itu.

Ntah siapa yang mulai mengantuk lebih dulu, ntah juga siapa yang mulai tertidur lebih dulu. Kini kedua orang itu nampak sudah terbaring di karpet rasfur dengan sangat begitu dekat. Karena terbiasa tidur memeluk guling, Dika menarik Dinda dan memeluknya seperti gulingannya. Kaki panjangnya mengunci begitu juga dengan tangannya . Dinda pun sepertinya tertidur pulas dengan berbantalkan lengan kekar penuh kehangatan.

Kini bukan film yang mereka tonton, tapi mereka yang ditonton film😀

.

.

.

.

To be Continue 😍

Sempet kesel banget, 2x nulis error dan tulisan ilang gitu aja! alhasil ngulang lagi dan ini yang ketiga kali. Jadi telat deh update nya😥🤐

1
Tian tika
tp kisah bu nanad yg jahat sma mantu nya ada loh thor,, dn sadar pas dia jatuh sakit dan strok.. yg ngurusin mantunya
Tian tika
pertama bubur ayam,, skrg seblak.. 🤭
Tian tika
ngakak. ragara baca kata "kepletet" doank 🤣🤣🤣
Tian tika
mulaaii deh sieraa menggataalll
Tian tika
hormon bumil mulai muncul 🤭
Tian tika
sieraaa kiniiiihhh,, pling dia main api sama pejabat² tinggi biar bsa leluasa mainin dika... iihhh dasar uler kadut
Tian tika
udah nampak ko hilalnya
Tian tika
jangan² juragan empang ini yg akan jadi jodohnya dimas 🤭🤭
Tian tika
gaya helikopter,,cicak nemplok didinding,,katak melompat 🤣
Tian tika
iihh aku jga ikutan makin emeessshh tau ngga sih din sama abang dika mu 🥰🥰🥰
Tian tika
jangan sampe lu jadi ulet bulu
Tian tika
Najis bgt deh sama si dimas... iuuhhh
Tian tika
jgn sampe jadi ulet bulu nih pegawe baru
Rea Sitta
😂😂😂
Rea Sitta
Luar biasa
Pagit Tarigan
iklan terus
Pagit Tarigan
iklan trus
bhunshin
Dara....???? si dara....??? oh iya Kerang dara🤣🤣🤣🤣
bhunshin
wah 36 nomer benda keramat 🤣🤣
bhunshin
ah kasihan bgt si Dika 😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!