WANING !!!! BUKAN AREA BOCIL
Elvina Carissa seorang gadis berusia 19 tahun
harus menghadapi kenyataan yang pahit setelah kematian ayahnya 2 tahun lalu dia harus di hadapkan dengan kenyataan ibu nya yang ternyata memiliki penyakit dan harus memiliki operasi.
Henry Alexander Mateo seorang CEO tampan dan kaya raya yang memiliki perusahaan REAL ESTATE SEASIA yang memiliki sifat dingin sombong dan kejam.
bagaimana kisahnya !!! Apakah takdir mempertemukan mereka dengan kisah yang indah ????
ini karya pertamaku mohon dukungan nya!!!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yhani_HT, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
HARI BARU
Pagi menjelang di sebuah kamar yang luas seorang gadis bangun dari tidurnya dan bergegas melangkahkan kakinya ke kamar mandi yang ada dalam kamar tersebut
Setelah mandi dia mengarah ke arah lemari untuk mencari pakaiannya dan kemudian dia ke luar dari kamarnya sambil menggulung tinggi rambut nya tujuan berikutnya adalah ke dapur membuat sarapan untuk Henry.
Pagi ini dia hanya membuat nasi goreng seafood dan telur ceplok serta jus jeruk karena hanya itu saja yang ada dalam kulkas dan rencananya hari ini adalah belanja kebutuhan di rumah tuannya itu
Setelah berperang dengan alat dapur akhirnya dia selesai dengan tepat waktu kemudian dia menyajikan dibatas meja dia melirik sekilas ke dinding sebelah kanan dia melihat sudah jam 6 lewat.
"Apa aku bangunkan dia sekarang" gumamnya lirih
Kemudian melangkahkan kakinya menuju lantai 2 di mana kamar Henry
Tok....tok...
"Tuan bangun sudah jam 6" ucap elvi depan pintu
Lama menunggu akhirnya dia mengulanginya
Karena tidak ada jawaban akhirnya dia memberanikan diri masuk ke dalam kamar itu
dia melihat kamar Henry yang cukup luas bahkan lebih besar kamar Henry dari pada rumahnya di kampung
ini kamar atau rumah luasnya melebihi rumah di kampung
Dengan langkah sedikit gemetar karena ini pertama kalinya dia masuk dalam kamar seorang pria
Dia mendekat ke arah ranjang berdiri samping tempat tidur menarik nafas dalam lalu menghembuskan pelan-pelan
" Tuan bangun sudah pagi" ucap elvi pelan
Dia tidur apa pingsan si Sabar...sabar....sabar batin Elvi
Akhirnya dia memegang lengan Henry " tuan bangun sudah pagi" ucap elvi
Setelah melihat pergerakan dari tuannya dia mundur kebelakang
Eeuuggg
"Kenapa berisik sekali sih tidak bisa kah membangunkan orang pelan-pelan" bentak Henry merasa tidurnya di ganggu karena semalam dia tidur pukul 2 dini hari karena kerjaan nya
"Maaf tuan ini sudah mau jam 7 pagi" ucap elvi sekalipun ada raut ketakutan di wajahnya karena bentakan Henry
"Hebm siapkan air mandi aku mau mandi" ucap Henry
Elvi langsung bergegas ke kamar mandi mengisi bathup kemudian dia menambahkan sabun dan beberapa tetes aroma terapi
Tidak lama terdengar pintu kamar mandi terbuka Henry masuk dalam tanpa pakaian hanya memakai boxter
Aaaaahhhkkkkk
Teriak Elvi saat melihat siapa yang masuk yang hanya memakai celana boxer
" Berisik ke luar siapkan pakaian kerjaku " Henry melewati Elvi dan masuk dalam bathup tanpa memperdulikan Elvi yang sudah pucat pasi
Elvi pun langsung ke luar dari kamar mandi sambil memegang dadanya dan mengatur nafas nya
Kemudian dia bergegas ke ruangan ganti untuk menyiapkan kan pakaian kerja tuannya
Merepotkan sekali ini baru hari pertama gumamnya sambil membuang nafasnya kasar
Kemudian dia mengambil kemeja lengan panjang jas berwarna Maron serta celana panjang yang sesuai dengan warna jasnya dan dasi
Setelah itu dia letakan di atas kursi yang ada dalam ruangan tersebut
"Bantu aku bersiap" ucap Henry setelah masuk dalam ruangan itu
"Apa kamu tidak dengar aku bilang bantu bantu aku bersiap"titahnya lagi namun Elvi masih diam di tempatnya mencerna maksud dari perkataan tuannya
"Apa aku harus membatalkan operasi ibumu" ucap Henry dingin membuat Elvi sadar dari lamunannya
"Baik tuan" Elvi maju mendekat ke arah Henry Mengambil kemeja dan memakaikannya ke henry
Sedangkan Henry hanya diam sambil memperhatikan kan gerakan Elvi mengancingkan kemejanya dengan sedikit gugup membantunya bersiap hingga sentuhan terkahir memakaikan jas.
Seleranya tidak buruk lumayan bagus gumam Henry sambil memakai jam tangan mahalnya
Kemudian mereka menuju meja makan di mama di sana sudah ada sekertaris nya
Elvi menundukan kepalanya ketika melihat sekertaris tuannya
" Selamat pagi tuan" ucap elvi
" Dia sekertarisku bukan tuanmu" ucap Henry dingin
"Panggil sekertaris Jo saja" ucap Jose sambil tersenyum melihat tingkah bosnya itu
Elvi hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti
Kemudian dia mengambil piring untuk mengambilkan nasi goreng dan juga telur untuk Henry setelah itu dia meletakan depan Henry
" Dia bisa sendok sendiri makanan" ucap Henry dengan tatapan tajamnya sedangkan yang di tatap hanya mengangguk saja
" Biar saya sendiri saja,saya bukan anak kecil yang harus layani" ucap Jose sambil menggoda bosnya itu
Sedangkan Henry hanya diam sambil memakan sarapannya Dan Elvi juga sudah duduk untuk sarapan
"Tuan apa saya bisa ke luar sebentar membeli keperluan dapur" ucap elvi setelah mereka sudah selesai dengan sarapannya
Hebm
" Pakai kartu ini untuk membeli keperluan yang kau butuhkan" ucap Henry sambil meletakkan kartu di atas meja makan setelah itu dia beranjak dari duduknya untuk pergi ke kantor dan di ikuti sekretarisnya
"Baik tuan" ucap elvi
"Kau bisa membeli juga keperluan pribadimu" ucapnya sebelum ke luar dari apartemen setelah itu dia keluar dan menghilang dari balik pintu itu
Sedangkan Elvi bergegas membersihkan piring sisa makanan mereka tadi setelah itu Dia membereskan kamar Henry mengganti sprei karena tiap hari harus di ganti mengambil pakaian kotor untuk di cuci membersihkan kamar mandi
Selesai urusan dalam kamar bos nya dia membersihkan apartemen yang menurut nya lumayan luas dan itu membuat nya lelah
Setelah selesai semua Elvi istirahat sebentar sebelum dia harus pergi belanja untuk keperluan dapur
"Sudah mau siang sebaiknya aku mandi terus ke Hypermart"Elvi berdiri menuju kamarnya untuk mandi
Setelah selesai dengan ritual mandinya dia ke laur dan menuju lemari pakaiannya setelah itu dia duduk depan meja riasnya yang ada dalam kamar itu dia memakai bedak rambutnya di kuncir dan tidak lupa lipblam.
Kemudian dia ke luar dari apartemen itu untuk pergi belanja.