Allard Junior Anderson adalah satu-satunya pewaris perusahaan properti raksasa di Indonesia dan Amerika. Baginya Milly Lynelle Harrison, wanita cantik yang lahir tepat di hari ulang tahunnya adalah kado terindah dari Tuhan.
Milly hanya untuk Allard dan Allard hanya untuk Milly.
Namun yang terjadi, Milly harus merelakan hatinya hancur berkeping-keping melihat Allard tunangannya sedang bermesraan dengan wanita lain.
Bagaimana kelanjutan kisah cinta Allard dan Milly?
Akankan janji untuk saling menjaga di sepanjang usia akan berakhir hanya karena sebuah pengkhianatan yang tak berdasarkan cinta?
"Kuizinkan kau untuk hancurkan hatiku. Hancurkan saja berkali-kali, hingga tak tersisa sedikitpun cinta untukmu. Cintaku terlalu berharga untuk pengkhianatanmu yang murahan!" gumam Milly.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ShasaVinta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 10 . Janji
Tok.. tok.. tok..
Allard mengetuk pintu kamar Milly .
" Baby , aku masuk yah , " teriak Al dari depan pintu.
Dengan perlahan Al membuka pintu , dilihatnya Milly yang berbaring dan meringkuk di bawah selimut .
Al duduk ditepi tempat tidur , dengan perlahan menarik selimut Milly .
Dilihatnya Milly yang berbaring memunggunginya .
" Baby , kamu marah ? " tanya Al .
Tak ada jawaban dari Milly .
" Baby , aku janji tidak akan ada yang berubah meski aku jauh darimu . " ucap Al .
Milly bangun dan ikut duduk . Matanya yang berkaca- kaca menatap Al .
" Tidak ada yang berubah katamu Jun ? "
" Ya jelas banyak yang akan berubah . Semua yang ku lakukan setiap hari , hampir semuanya bersamamu . Dan sekarang saat kita baru saja resmi berpacaran , kau malah pergi jauh dariku . " Ucap Milly .
" Harusnya aku berangkat ke Indonesia sejak 5 bulan yang lalu , tapi aku menundanya karena aku ingin kamu terikat padaku lebih dulu sebelum ku pergi . " Ucap Al , sedangkan Milly bungkam dan memalingkan wajahnya dari Al .
" Syarat Daddy jika aku ingin menikahimu adalah saat aku bisa membuktikan aku pantas Lily . Aku dan Daddy sudah sepakat , jika dalam 1 tahun aku bisa memperbaiki keadaan perusahaan di sana , maka Daddy akan mengijinkan kita bertunangan saat kamu lulus high school . " Jelas Al .
" Baby ku mohon bertahanlah . Kita telah bersama 17 tahun , berpisah karena jarak beberapa tahun tidak akan merubah apapun . " ujar Al .
" Meski nanti waktuku bersamamu tidak sebanyak dulu , tapi kesetiaanku padamu akan melebihi apapun . Aku mencintaimu Baby , sejak hari pertama kamu terlahir ke dunia aku yakin jika kamu adalah pelengkap hidupku . "
Al berusaha meyakinkan Milly .
Milly masih tak bergeming .
" Milly , Baby , bolehkah aku tau seberapa besar kamu mencintaiku ? " tanya Al .
Cara Al berhasil , Milly berbalik menatap Al .
" Kamu tanya seberapa besar cintaku ? Cih ... "
" Oke aku yakin sekarang kalau cintamu sangat besar padaku . Tapi Ly , bisakah aku percaya padamu ? " tanya Al lagi .
" Kamu meragukan aku Al ? " tanya Milly dengan nada yang meninggi .
Al tahu jika kini Milly sudah sangat kesal padanya , buktinya kini Ia sudah memanggil dengan nama Al.
" Tidak pernah aku meragukanmu . Aku percaya padamu , sebesar rasa percayamu padaku , Baby . " ucap Al .
" Apa sekarang , jarak masih akan jadi penghalang jika hatiku dan hatimu mengatakan hal yang sama ? " tanya Al .
Milly menggeleng .
Al memang selalu tau cara meyakinkan Milly , hanya Al yang bisa .
" Baby , bukannya kita tidak akan bertemu bertahun-tahun . Aku berjanji akan sering pulang menemui mu . Kita bisa terhubung lewat pesan dan panggilan . " Jelas Al .
" Aku disana akan sangat sibuk dengan pekerjaan , karena perusahaan benar- benar kacau sekarang . Tidak akan ada waktu bagiku untuk bersenang-senang Baby . Lagian Kelvin juga akan ikut bersamaku , " sambungnya .
Milly mulai terisak, air matanya berlinang membuat dada Al terasa sesak .
Al membawa Milly dalam dekapannya . Ia peluk erat kekasihnya .
" Tapi kata Daddy wanita di Indonesia cantik , dan juga ramah . Banyak yang bilang sulit untuk menolak pesona gadis Indonesia . " Ucap Milly .
" Pantas saja aku tak pernah bisa menolak pesonamu . Kamu tidak lupakan , kalau kita berdua memiliki darah Indonesia ? "
Milly tertawa lalu mengangguk .
Al semakin mendekap erat kekasihnya , membelai lembut surai panjang Milly yang berwarma hitam .
" Allard kamu tak akan mengingkari janjimu kan ? " tanya Milly .
" Milly , aku janji Baby . Aku janji hanya akan selalu ada kamu seorang di hatiku . Tak akan ku hianati kepercayaanmu . "
Milly menjadi lebih tenang setelah mendengar janji Al padanya .
Dan hari itu , hari kedua di tahun 2016 , sepasang kekasih yang sebentar lagi akan terpisah jarak , hanya menghabiskan waktu mereka berdua di mansion .
Keduanya benar benar memanfaatkan setiap detik kebersamaan mereka .
Menonton film , membaca buku , membuat kue , bermain game , hingga bersantai sambil menikmati segelas cokelat panas , semuanya mereka lakukan berdua .
Hingga malam pun tiba , keduanya kini berada di atap . Milly bersandar pada dada bidang Al , dan Al yang memeluknya dari belakang . Melindungi tubuh mereka dari udara dingin dengan selimut tebal .
" Al , apakah nanti kita akan tetap melihat langit yang sama ? " tanya Milly .
" Tentu saja , kita akan tetap melihat langit , bulan , dan matahari yang sama . " Jelas Al .
" Hanya waktunya saja yang berbeda , " sambungnya .
" Jadi apakah boleh jika aku menitipkan rinduku terhadapmu pada Bulan ? " tanya Milly .
" Tentu saja boleh . " Jawab Al .
" Tapi dari pada kamu menitipkan pada bulan , akan lebih efektif jika kamu mengambil ponsel dan langsung menghubungiku , " sambungnya .
Milly sontak cemberut .
" Bebb...... , kamu merusak suasana romantisnya ... , " ucap Milly yang kesal karena Al merusak suasana romantis malam itu .
Allard tertawa . " Ku pikir kamu sedang membaca sebuah puisi Beb . "
Milly makin cemberut . Bibirnya makin mengerucut , membuat Al semakin gemas .
" Kamu mau tau suasana romantis seperti apa ? " tanya Al dan dijawab anggukan oleh Milly .
Al segera menangkup wajah Milly dengan kedua tangannya .
Semakin mendekatkan wajah mereka , mengikis jarak sehingga dua bibir yang saling candu itu kini bertemu .
Ciuman lembut yang perlahan menjadi menuntut , didukung dengan dinginnya malam membuat keduanya terhanyut untuk menaikkan level permainan mereka saat ini .
Sasaran Al kini berpindah ke ceruk leher kekasihnya . Hembusan napas Al terasa seperti menggelitik sesuatu yang ada di dalam diri Milly.
" Beb , aku pasti akan sangat merindukanmu . Merindukan ini semua . " Ucap Al sambil mengecup seluruh wajah Milly .
Milly tertawa karena merasa geli dengan yang dilakukan Al .
" Sssttt .... pelankan suaramu Beb , " pinta Al .
Milly mengangguk sambil menutup mulutnya dengan kedua tangannya yang masih ingin tertawa .
Dan benar saja dugaan Al , hanya beberapa menit setelah tawa Milly , terdengar suara Kelvin yang memanggil - manggil nama mereka berdua .
Al melirik jam di pergelangan tangannya .
" Pantas saja Kelvin mencari kita , ini sudah waktunya . " Gumam Al .
" Beb , kamu ganti pakaian yah . Yang santai saja , tapi ku mohon jangan pakai yang terlalu terbuka . " pinta Al .
" Memangnya mau kemana ? " tanya Milly .
" Ikut saja , nanti akan ku jelaskan , " ucapnya .
Milly kembali ke dalam kamarnya untuk bersiap sedang Al menyusul Kelvin yang masih mencarinya
Malam semakin larut , tidak menyurutkan semangat muda mudi untuk berkumpul dan bersenang - senang .
Di salah satu arena balap mobil , Al memarkirkan mobil sport miliknya .
" Ini arena balap mobil kan Beb ? " tanya Milly .
Al mengangguk .
" Untuk apa kita kesini ? Kamu tidak berniat balapan kan Beb ? " Milly menahan tangan Al yang hendak membuka pintu mobil .
Al menggeleng , " Di sini hampir sebagian besar remaja New york berkumpul . Aku ingin mereka semua mengenalmu sebagai kekasihku ," Jawab Al jujur
" Beb , jangan kira aku tak terbebani meninggalkanmu disini sendiri . Kamu tau sifat posesif dan cemburuku akan sangat menyiksa . Jadi sebelum keberangkatanku, aku ingin semakin banyak orang yang tau tentang hubungan kita . " Jelas Al .
Milly tersenyum , Ia pikir hanya dirinya yang hawatir jika Al akan berpaling . Ternyata Al juga sama hawatirnya seperti dirinya .
Malam itu Al benar-benar mengenalkan Milly sebagai kekasihnya pada setiap teman yang Ia temui .
Al , Kelvin dan Milly, menghabiskan malam ini dengan keseruan menyaksikan para pembalap melajukan mobil mereka secepat mungkin . Berlomba - lomba untuk menjadi yang pertama sampai di garis finish .
Al memandangi wajah Milly yang tertidur saat perjalanan pulang .
" Ku rasa aku tak perlu hawatir akan menyakitinya . Berpaling darinya saja aku takkan mampu , apalagi sampai menghianatinya . Ku yakin itu tak akan mungkin terjadi. " batin Allard .
.
.
.
Jangan saling berjanji untuk tidak saling meninggalkan. Cukup berjanjilah untuk saling mempertahankan.
.
.
.
.
to be continue