Gadis itu bernama Faika Sabrina Dwi Putri. Gadis yang kesehariannya terkenal ramah, supel dalam bergaul, baik hati dan periang. Faika Sabrina Dwi Putri Gadis yang kuat dan tangguh. Faika anak sulung dari tiga bersaudara. Faika berasal dari kampung T dan memilih untuk berkuliah dan bahkan bekerja di Ibu kota Jakarta.
Faika terpaksa meninggalkan kampung halamannya untuk menempuh pendidikannya di Ibu kota.
Rian Cowok yang cakep, Pendiam, Dan irit bicara bahkan dijuluki oleh sahabatnya si Manusia kaku, saking pintarnya menyimpan perasaannya, tapi penyayang dan setia terhadap pasangannya.
Rian adalah Cowok yang tertarik dan terpesona dengan penampilan Faika disaat Faika menyanyikan sebuah lagu.
Faika mampu membuat Rian jatuh cinta pada pandangan pertama nya kepada Faika.
Tapi karena perjodohan yang telah direncanakan oleh ke dua orang tua Faika membuatnya harus terpisah dari Rian Alaric Kim sehingga suatu hari mereka
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fania Mikaila AzZahrah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB. 11. Mencari Kerjaan
Selamat Membaca..
Sudah sebulan Faika mencari Kerjaan tapi hasilnya masih sama saja. Jika Faika mengantar pesanan kue yang dipesan oleh Langganan Bakery Khadijah pasti Faika sempat untuk bertanya kepada langganannya itu atau pun melihat di sekitar jalan brosur yang tertempel di dinding atau pun tembok pembatas jalan.
Hari ini Faika mengantar banyak kue pesanan ke salah satu Perusahaan yang ternama di Ibu kota, Perusahaan tersebut sudah menjadi langganan paling setia Bakery Khadijah jika mereka mengadakan acara apa saja pasti akan Memesan berbagai jenis kue.
Biasanya Faika mengantar pesanan konsumennya dengan menaiki motor tapi untuk kali ini Faika mengantar pesanan kue tersebut dengan mobil bak.
Faika sampai di depan Perusahaan tersebut dan kaget melihat betapa besar dan megahnya bangunan Perusahaan tersebut. Faika sampai melongok tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Karena selama ini jika Faika mencari kerjaan biasanya hanya dengan Perusahaan kecil saja tidak seperti yang ada di hadapannya.
Faika membayangkan jika dirinya bekerja di perusahaan ini. Faika sampai senyum-senyum sendiri. Teman kerja Faika membuyarkan lamunan Faika. Dengan Cara memukul halus lengan Faika.
"Hooopp, kamu hati-hati kalau mau mengkhayal sesuatu lihat tempat dong ntar kamu kesurupan lagi" ujar teman kerja Faika sambil memukul lengan Faika dengan kertas.
"Kaget gw, Aku kira ada hantu beneran yang mukul tanganku" jawab Faika sambil bercanda dengan temannya.
"Dasar kamu yah, mana ada hantu cantik yang ada itu hantunya jelek" ujar Kania salah satu sahabat Faika yang sekaligus teman kerjanya dan tetangganya di kosan.
"Maaf Mbak apa yang ada bisa kami bantu??." tanya pak Security karena melihat gerak gerik Faika dan Kania yang hanya asyik memandang Perusahaan sedari tadi.
"Ooh Bapak, Saya kira hantu om-om lagi" ujar Kania yang kaget setelah mendengar Pak Security berbicara.
"Maafkan teman saya Pak, Teman Saya canda saja kok, gak serius sumpah jadi jangan Marah-marah yah Pak" ujar Faika panjang lebar sambil mengacungkan jempolnya ke atas.
Pak Security yang awalnya ingin marah malah ketawa Setelah mendengar perkataan Faika.
"Untung temannya yang satu Cantik kalau tidak aku pasti udah marahin mereka" ucap Security dalam hatinya sambil tersenyum penuh arti.
"Maaf Pak, kami sebenarnya ke sini itu mau ngantar pesanan kue Perusahaan bos bapak tapi kami tidak tahu mau masuk lewat pintu mana, terlalu banyak sih pintu nya pak" ujar Faika dengan polosnya sambil menunjuk ke arah mobil bak yang berisi banyak kue.
"Kenapa gak bilang sedari tadi cantik kan kalau ngomong dari tadi teman kamu tidak akan cerewet, Aku suka lihat cewek cantik kayak kamu loh" ucap Security tersebut sambil menatap Faika.
"Cepetan pak tunjukkin jalannya, tidak usah banyak basa-basi lagi, ntar kami terlambat lagi gara-gara Omelan dan celotehan bapak yang seperti burung Beo saja" ucap Kania yang sudah jengah melihat tingkah Security yang mulai ganjeng melihat Faika.
Mereka kemudian diantar oleh Security tersebut Lewat pintu samping, Faika dan Kania membawa kotak kue secara bergantian. Faika tanpa sengaja melihat ada tulisan di tembok. Faika penasaran dengan isi dari tulisan tersebut, sehingga Faika berjalan ke arah tembok itu dan terus menatap ke arah tembok tanpa Faika sadari ada orang yang sedang membawa banyak barang. Faika sudah berusaha untuk menghindari barang bawaan orang tersebut tapi sudah terlambat.
Faika terjatuh dan kena tumpukan beberapa barang. Faika langsung berteriak minta tolong. Orang yang membawa barang itu segera membantu Faika. Sambil mengambil beberapa dokumen dan buku yang tercecer orang tersebut tidak diam dan terus meminta maaf.
"Maafkan Saya Mbak, Saya sengaja" ujar orang tersebut.
"Tidak apa-apa kok Mbak, lagian aku juga yang salah karena berjalan dengan tidak hati-hati". ucap Faika sambil berusaha berdiri tapi Faika tidak sanggup berdiri malah mengeluh.
"Aaauuhh sakit" ucap Faika sambil menyentuh bagian kakinya yang tampak membiru dan memar.
Kania yang sedang mencari keberadaan Faika tidak sengaja mendengar suaranya Faika yang berteriak. Kania segera menyelesaikan pengantaran kue tersebut.
"Maaf bagian mana yang Sakit Mbak, maaf yah ni semua gara-gara Saya Sehingga kaki Mbak terluka" ujar Lidia.
Lidia pun membantu Faika duduk di kursi yang tidak jauh dari tempat mereka berdiri. Kania segera membantu Faika berjalan karena Lidya dengan body yang tipis banget tidak sanggup untuk berjalan cepat dan cukup kesulitan untuk membantu Faika.
"Kok bisa kakimu terluka sih Faika.??" tanya Kania yang sudah keluar lagi sifat cerewetnya.
Setelah berhasil mendudukkan Faika ke kursi.
"kakiku gak apa-apa kok" ucap Faika yang berusaha menahan Sakitnya.
"Gak apa-apa gimana, kakimu itu sudah memar dan bengkak baru kamu bilang ga apa-apa" ucap Kania yang memeriksa keadaan kaki Faika.
"Maaf Mbak boleh minta tolong ambilkan air putih dingin, kalau ada kain bisa tolong bawakan juga, nama kamu siapa kalau boleh aku tahu??." Tanya Kania.
"Panggil saja Lidya" ucap Lidya sambil berlari ke arah Pantry untuk mencari Apa yang dibutuhkan oleh Kania.
"Kania jangan galak gitu dong kasihan juga sama Lidya, Dia tidak sengaja lagian aku juga yang salah jalan tapi tidak hati-hati" ujar Faika yang terus berusaha untuk menahan rasa nyeri di bagian kakinya.
"kamu pasti nahan Sakitnya kan? kamu tidak perlu bohong Faika, keringat di dahimu yang membuktikan kalau kaki kamu sakit. ujar Kania yang sudah khawatir dengan kondisi sahabatnya itu.
Lidya segera mempercepat langkahnya sambil membawa sebuah baskom yang berisi air dingin sesuai permintaan Kania.
"Kalau jalan hati-hati dikit kenapa, emangnya kamu lagi pain sambili jalan tadi??" tanya Kania yang mengompres kaki Faika yang terluka.
"Tadi aku lihat ada di tembok ujung sana ada tulisan kalau gak salah tulisan yang isinya lowongan pekerjaan, tapi aku belum baca baik sudah terjadi seperti ini" ucap Faika yang menunjuk ke arah ujung tembok.
"Oh itu, iya benar perusahaan kami sedang mencari karyawan baru dan kebetulan perusaan kami butuh banyak karyawan dari semua jurusan yang sesuai dengan bidang Perusahaan kami" tutur Lidya.
"Kira-kira sampai kapan pendaftarannya Lidya??" Tanya Faika.
"Besok hari terakhir pendaftarannya" jawab Lidya.
"Aaaaaaaapa??." tanya Faika dan Kania secara bersamaan.
"Kalian kaget nya gak usah berlebihan seperti itu kali, Slow saja. Emangnya kenapa??." tanya Lidya dengan wajahnya yang heran.
Faika dan Kania saling bertatapan.
Bersambung..
jangan Lupa untuk mampir Baca dong cerita Fania 🙏✌️🤭.
Makasih banyak atas dukungannya yah 🙏🙏.
tp knpa d ulang2 trusss...
siapa tau suka dan bikin baper
terima kasih.
ditunggu ya