Drama rumah tangga, mohon bijak dalam membaca.
Season 1 Erik dan Meta.
Dinyatakan hamil setelah menjalin hubungan gelap dengan mantan pacarnya.
Siapakah ayah dari anak yang dikandung Meta?
Penyesalan datang terlambat, Ia berusaha menyelamatkan pernikahannya.
Season 2 Tomo dan Anisa.
Pria yang tidak bisa setia, akankah ia bisa mengembalikan keluarganya seperti sediakala?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SariAdja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
11 . Kesepakatan
Pagi hari, dirumah Erik.
"Maafin Meta mas," kata Meta setelah Erik keluar dari kamarnya. Meta sudah dari tadi menunggu Erik keluar dari kamar.
Erik masih diam dan terus berjalan melewati Meta menuju ruang tamu.
"Mari kita bercerai Ta," kata Erik mengawali pembicaraan sambil duduk di kursi ruang makan.
"Jangan mas, jangan ceraikan Meta Mas," Meta memohon kepada Erik.
"Kesalahan kamu fatal Ta, kenyataan kalau kamu tidur dengan laki - laki lain dan hamil, itu tidak bisa aku maafkan " kata Erik mencoba menahan amarahnya di depan Meta.
"Mas Erik ini anakmu mas, Meta yakin ini anak mas Erik " kata Meta dengan mata mulai berkaca kaca.
"Masalahnya aku tidak yakin kalau itu anak ku Ta," kata Erik tersenyum sinis.
"Okelah mungkin ini anak Tomo mas, tapi kamu akan nyesel mas kalau setelah anak ini lahir dan tes DNA bisa menjawab kalau ini anak kamu mas, kamu yakin akan menceraikan aku mas, kamu yakin?" kata Meta berharap Erik merubah pikirannya.
"Baik lah kita tunda perceraian kita sampai anak itu lahir, jika Tes DNA anak itu menunjukan bahwa anak itu bukan anak ku kamu harus bersedia aku ceraikan, dan selama anak itu belum lahir, kamu bebas tinggal dirumah ini dengan satu syarat kamu jangan mencampuri hidup aku, jangan bicara denganku, jangan menyentuh ku, aku harap kamu bisa mengerti peraturanku " jelas Erik.
"Tapi mas apa kamu sudah tidak mencintaiku?" Tanya Meta penuh harap.
"Apa itu penting sekarang ? setelah yang kamu lakukan, apa cintaku ke kamu masih penting?" tanya Erik dengan ekspresi Marah.
"Penting mas, aku ingin tau kamu masih mencintaiku atau tidak mas?" tanya Meta.
Erik membuang muka kemudian pergi bekerja meninggalkan Meta.
Meta bingung apa yang harus dilakukanya sekarang , kemudian bi Iyem menghampirinya.
"Apakah bu Meta sedang hamil ?" tanya bi Iyem sembari mendekati Meta dan membawakan teh hangat untuknya.
"Iya Bi" jawab Meta singkat.
"Syukurlah bu, akhirnya ibu hamil juga" kata bi Iyem.
"Masalahnya Erik tidak menginginkan bayi ini bi, dia tidak yakin bayi yang aku kandung ini adalah anaknya" kata Meta sudah tidak bisa lagi menahan tangisnya.
"Sudah bu jangan nangis bu, ibu istirahat saja ayo bibi antar ke kamar " kata bi Iyem menenangka majikannya itu.
"Dimana kunci mobilku bi, tolong ambilkan," perintah Meta pada bi Iyem.
"Ini bu kuncinya" jawab bi Iyem sambil memberikan kunci mobil pada Meta.
"Makasih bi, ku pergi dulu bi, " kata meta berjalan cepat ke garasi mobilnya.
"Mau ke mana bu?" tanya bi Iyem mengikuti Meta di belakangnya.
"Aku mau gugurin anak ini" kata Meta sambil menyalakan mobilnya dan bersiap pergi.
"Jangan bu, jangan bu " kata bi Iyem sambil lari mengejar Meta, namun mobil Meta sudah berjalan keluar daei gerbang rumahnya.
Bi Iyem lari kedalam rumah kemudian menelfon Erik.
📞"Hallo " kata suara di seberang .
📞"Hallo pak Erik, ibu pak" kata bi Iyem.
📞"Ada apa dengan Meta Bi?" tanya Erik.
📞"Bu Meta barusan pergi, mau gugurin kandungannya pak" jelas bi Iyem.
📞"Oh ya baik bi" kata Erik menutup telponnya.
Erik mengecek posisi mobil Meta lewat gps yang sudah dia pasang di mobil Meta. Erik keluar dari toko kue kemudian mengemudikan mobilnya mengikuti posisi mobil Meta, Erik menambah kecepatan mobilnya dan akhirnya iya bisa menyusul mobil Meta. Erik melihat mobil Meta yang baru saja berhenti di sebuah klinik bersalin yang cukup jauh dan di berada kawasan sepi.
Erik menghentikan Meta yang sedang ingin masuk ke dalam klinik.
"Meta, " panggil Erik sambil menarik tangan Meta.
"Kamu ngikutin aku ya mas,"bentak Meta.
"Ayo balik ke mobil, jangan macam - macam kamu ya," teriak Erik sambil menarik Meta masuk kedalam mobilnya.
Erik memaksa Meta masuk kedalam mobilnya kemudian Erik melajukan mobilnya menuju rumah .
"Apa - apaan sih mas?"mencoba melepas tangan Erik.
"Kamu gila ta? kamu mau gugurin bayi kamu, tega sekali kamu ta, itu bayimu,"kata Erik pada Meta.
"Tadi aku memang berfikir untuk gugurin mas, tapi pikiran itu sudah Meta buang jauh - jauh" kata Meta tenang.
"Tadi bi Iyem telefon katanya kamu mau gugurin bayi kamu, makanya aku ngikutin kamu" kata Erik.
"Engga ko mas, aku ga akan gugurin bayi ini " sanggah Meta.
"Baiklah, sekarang aku antar kamu pulang, biar mobil kamu Adit yang ambil nanti" kata Erik.
Meta hanya diam saja di dalam mobil sesekali dia melirik Erik yang yang menyetir. Dan membaca apa yang dipikirkan Erik tentang dirinya.
"Kamu sudah makan?" tanya Erik membuka percakapan.
"Belum" jawab Meta singkat.
"Kamu mau kita berhenti dan makan dulu?" tanya Erik.
"Tidak usah mas, kita langsung pulang saja? " jawab Meta, ada rasa senang di hati Meta, Erik kembali memperhatikannya.
Erik dan Meta berjalan memasuki rumah tiba - tiba Anisa dan seorang temannya datang untuk menemui Erik.
"Sini Nis masuk" kata Erik dan membiarkan Meta yang terus berjalan ke kamarnya di lantai dua.
"Baik pak Erik" jawab Anisa sambil masuk ke dalam rumah Erik.
"Tumben datang kerumah ada apa ya?" tanya Erik melihat Anisa heran.
"Jadi gini pak Nisa satang kesini mau mengundang pak Erik dan bu Meta di pesta pertunanganku dan Tomo " Anisa menjelaskan.
"Kapan Nis?" Tanya Erik penasaran.
"Sabtu malam pak di rumah Nisa," jawab Anisa.
"Okok , nanti aku datang" jawab Erik.
Bodoh banget ni cewek udah tau Tomo tukang selingkuh masih saja mau tunangan sama dia, Anisa kenapa kamu sebodoh ini.
"Ya udah pak Nisa pamit dulu ya pak" ucap Anisa pada Erik.
"Sebentar Nis, sini " kata Erik mengajak Meta menjauh dari temannya.
"Iya pak" Anissa mengikuti Erik dari belakang.
"Kamu yakin mau tunangan sama Tomo?" tanya Erik ragu.
"Iya pak, saya yakin," jawab Anisa.
" Dia itu..,"Erik belum selesai mengucapkan kalimat yag ingin dia utarakan.
"Saya Sudah mengandung anak Tomo pak, demi anak yang saya kandung ini, aku mau tunangan dan segera menikah dengan Tomo, aku harap pak Erik tidak mencegah ku lagi untuk bertunangan dengan Tomo" kata Anisa menjelaskan alasan dia mau bertunangan dengan Tomo.
Erik bengong mendengarkan penjelasan Anisa, bisa - bisa nya gadis secantik itu tergoda oleh rayuan laki - laki seperti Tomo.
"Pak Erik, Nisa pulang dulu" pamit Nisa pada Erik.
Bersambung.
***
Terima kasih sudah membaca tulisanku.
Jangan lupa!
🌺 Like
🌺 Vote
🌺 Komen
Dan tingalkan.
🌺 Kritik
🌺 Saran
Dikomentar.
Selamat berpuasa bagi yang menjalankan.
🙂🙂🙂
bagi wanita; ceraikan suami yg selingkuh krn sabarmu terbatas tak seperti Tuhanmu. tegaknya hak (keadilan) adalah batas sabar khusus bagi istri...😂👍💪
untuk dapat kesempatan kedua atas kesalahan perselingkuhan harus melalui tahap ini
mengaku salah
benar2 menyesal
berjuang minta maaf
berjuang menebus kesalahan
berjuang memperbaiki kesalahan
berjuang mendapat kesempatan kedua
berjuang mengobati hati pasangan yang luka
menebus kesalahan dengan kebahagiaan
baru benar2 dibilang layak dapat kesempatan kedua
tapi kalau dengan mudah dimaafkan perselingkuhan bisa saja terulang
dan meta tidak berjuang sama sekali dan hanya karena suaminya mempunyai cinta yang tulus meta bisa dapat kesempatan
sebenar meta belum pantas dapat kesempatan kedua hanya kerena dia pemeran utama wanita jadi dia tidak perlu berjuang karena posisi pasti aman
untuk novelis jangan malu buat karakter wanita berjuang
dan satu lagi pebinor tetap laknat
Sampah bener...
ga slalu laki2 yg salah dlm novel, perempuan bisa juga salah
mantap thor.