NovelToon NovelToon
SKENARIO KEHANCURAN UNTUK SUAMIKU

SKENARIO KEHANCURAN UNTUK SUAMIKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / CEO
Popularitas:9.7k
Nilai: 5
Nama Author: blcak areng

Bagi Aris dan ibunya, Tita adalah istri sempurna: kaya, penurut, dan sabar. Saat Tita divonis tak bisa memberi keturunan, mereka berlagak menerima dengan lapang dada. Padahal di belakangnya, Aris diam-diam menikah siri demi mendapatkan anak sambil terus menikmati kemewahan dari uang Tita.
​Mereka pikir Tita bodoh. Padahal, Tita sudah tahu segalanya.

​Tanpa air mata atau labrakan emosional, Tita tersenyum dingin. Ia mulai memutus aliran dana, merebut asetnya, dan menjebak bisnis Aris ke jurang utang.

​"Kalian pikir bisa hidup mewah di atas penderitaanku? Mari kita lihat seberapa lama kalian bertahan tanpa sepeser pun uangku."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon blcak areng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Skenario

​Siang itu, matahari di luar gedung Glowinc Tower terasa membakar kulit, tetapi hawa dingin yang menjalar di dada Aris jauh lebih menusuk. Setelah meninggalkan ruangan kerjaku dengan tangan kosong dan lutut lemas, Aris berjalan menelusuri koridor bagaikan mayat hidup.

​Ancaman Larasati yang berniat mendatangi kantor dan membongkar pernikahan siri mereka tepat pukul dua belas siang terus berdengung di kepalanya seperti bom waktu yang siap meledak.

​Tanpa opsi tersisa dan dalam kondisi panik luar biasa, Aris terpaksa pulang ke rumah megah yang kami tinggali. Langkah kakinya yang tergesa-gesa memecah keheningan ruang tamu utama.

​Di sana, Mama Rahma sedang duduk santai di sofa kulit favoritnya. Wanita setengah baya yang selalu berpenampilan glamor itu sedang membolak-balik majalah gaya hidup sembari menyesap teh hangat. Ketika mendengar pintu depan terhempas cukup keras, Mama Rahma menoleh dengan kening berkerut.

​"Aris? Kamu kok sudah pulang jam segini?" tanya Mama Rahma bingung, meletakkan cangkir tehnya ke atas tatakan porselen. "Bagaimana urusan di kantor Tita? Uang talangan empat miliar itu sudah bisa dicairkan hari ini, kan? Masalah suplier restoranmu sudah selesai?"

​Aris tidak langsung menjawab. Ia membanting tubuhnya ke sofa di hadapan ibunya, menyapu kasar wajahnya yang dibasahi keringat dingin. Napasnya memburu, tak beraturan.

​"Kacau, Ma... Semuanya kacau!" desis Aris dengan suara parau yang tertahan.

​Wajah Mama Rahma seketika berubah tegang. Ia memperbaiki posisi duduknya, condong ke depan. "Kacau bagaimana maksudmu? Tita tidak mau membantu? Bukankah dia itu cinta mati sama kamu? Masak cuma minta talangan saja tidak dikasih?"

​"Bukan Tita tidak mau, Ma! Tapi perusahaannya sedang melakukan audit eksternal!" Aris mengacak rambutnya yang tertata rapi hingga berantakan. "Tim audit Tita menemukan adanya aliran dana tidak jelas dari rekening restoran selama enam bulan terakhir. Uang puluhan juta yang sering Aris tarik buat Larasati itu terdeteksi sebagai aliran dana gelap!"

​"Apa?!" Mama Rahma membelalakkan mata, memegangi dadanya yang mendadak sesak. "Bagaimana bisa terdeteksi?! Kamu ini bagaimana sih kerjaannya, Ris? Harusnya kan bisa ditutup-tutupi!"

​"Aris mana tahu kalau tim audit Glowinc bakal secerdas dan sekejam itu, Ma!" potong Aris panik, suaranya naik satu oktav sebelum ia buru-buru menurunkan nadanya kembali karena takut didengar asisten rumah tangga. "Gara-gara itu, dewan komisaris Tita membekukan seluruh dana empat miliar itu! Aris tidak bisa ambil uang sepeser pun!"

​Mama Rahma menyenderkan punggungnya dengan tubuh gemetar. "Lalu... lalu bagaimana dengan suplier bahan baku yang menagih utang delapan ratus juta itu?"

​"Itu belum seberapa, Ma..." Aris mendekatkan wajahnya pada sang ibu, matanya memerah menahan tangis dan ketakutan yang mencekat leher. "Larasati... Larasati baru saja mengancam Aris."

​"Larasati?!"

​"Sewa apartemen mewahnya jatuh tempo siang ini jam dua belas. Dia juga minta uang bulanan dan biaya kontrol kandungan. Kartu kreditnya kan sudah terblokir semua. Dia bilang... kalau siang ini Aris tidak kirim uang minimal dua puluh juta, dia bakal nekat datang ke kantor Tita atau ke rumah ini untuk membongkar nikah siri kami!"

​Plak!

​Mama Rahma menepuk pahanya sendiri dengan wajah yang sangat pucat. "Wanita kurang ajar! Dasar perempuan gatal tidak tahu diri! Sudah dibiayai hidup enak, malah mau menghancurkan kita!"

​"Sudah, Ma! Jangan maki-maki Larasati dulu!" sergah Aris frustrasi. "Yang penting sekarang Aris butuh uang dua puluh juta detik ini juga! Kalau Larasati nekat datang ke Tita, rahasia kita terbongkar! Tita pasti bakal menceraikan Aris dan menarik semua sahamnya dari restoran! Kalau itu terjadi, Aris tidak cuma bangkrut, tapi bisa masuk penjara gara-gara utang suplier dan cek kosong!"

​Pikiran Aris melayang pada konsekuensi mengerikan itu. Jika Tita tahu, seluruh kemewahan hidupnya akan sirnah dalam sekejap. Rumah megah ini, mobil-mobil atas nama perusahaan, dan statusnya sebagai pengusaha sukses akan lenyap. Ia akan kembali menjadi pria biasa yang tak punya apa-apa, bahkan terancam mendekam di balik jeruji besi.

​Mama Rahma mulai menangis tanpa suara, meremas jemarinya yang dipenuhi cincin. "Lalu kita harus bagaimana, Ris? Mama tidak punya uang tunai sebanyak itu. Tabungan Mama kan juga sudah kamu pakai bulan lalu..."

​Aris menatap ibunya dengan tatapan penuh desakan dan keputusasaan.

Matanya tertuju pada pergelangan tangan dan jari-jari Mama Rahma, lalu beralih ke kamar utama ibunya di lantai bawah.

​"Mama..." suara Aris memelan, sarat akan permohonan yang mendesak.

"Simpanan perhiasan dan emas batangan koleksi Mama... Aris butuh itu sekarang."

​Mama Rahma terperanjat hebat, refleks memegangi dadanya. "Apa?! Emas koleksi Mama?! Ris, kamu gila?! Itu semua tabungan masa tua Mama! Perhiasan-perhiasan itu Mama kumpulkan bertahun-tahun!"

​"Cuma dipinjam sementara, Ma! Aris mohon!" Aris berlutut di lantai, memegangi kedua lutut ibunya dengan mata berkaca-kaca. "Cuma ini satu-satunya cara! Kita gadaikan dulu perhiasan Mama untuk bayar Larasati dan kasih dia uang tenang! Kita harus jaga hubungan dengan Tita tetap baik-baik saja! Selama Tita masih percaya kalau Aris ini suami yang polos dan setia, Tita bakal terus berjuang melobi dewan komisarisnya buat cairkan dana empat miliar itu!"

​Mama Rahma menggeleng-gelengkan kepala dengan bibir bergetar, mencoba menolak.

​"Ma, dengarkan Aris!" Aris makin meremas jemari ibunya. "Kalau Tita sampai tahu soal Larasati sekarang, Tita bakal hancurkan Aris! Tapi kalau Tita tetap tidak tahu, Tita akan tetap jadi Tita yang bucin! Tita bakal pakai uang pribadinya begitu pemeriksaan pajaknya selesai untuk bantu Aris! Cuma butuh waktu beberapa hari, Ma! Setelah uang dari Tita keluar, Aris janji... Aris bakal tebus semua emas dan perhiasan Mama lipat dua!"

​Mama Rahma menatap putranya dengan cemas. Ketakutan akan kehilangan sosok Tita sebagai 'sumber uang' keluarga mereka akhirnya mengalahkan rasa sayangnya pada koleksi perhiasan tersebut. Jika hubungan Aris dan Tita hancur sekarang, selesai sudah nasib keluarga Pratama.

​"Benar ya, Ris... kamu janji tebus lagi emas Mama?" bisik Mama Rahma dengan suara bergetar dan air mata menetes di pipinya.

​"Janji, Ma! Aris janji demi Allah!" seru Aris cepat.

​Dengan langkah berat dan napas terengah-engah, Mama Rahma berdiri dan berjalan menuju kamarnya. Beberapa menit kemudian, ia keluar membawa sebuah kotak beludru merah berukuran sedang. Di dalamnya terbaring beberapa gelang emas padat, kalung berlian, dan dua keping emas batangan lima puluh gram aset bernilai ratusan juta rupiah yang menjadi kebanggaan sosialitanya.

​Dengan tangan gemetar, Mama Rahma menyerahkan kotak itu pada Aris. "Jual atau gadaikan secukupnya saja, Ris... Kirim ke Larasati supaya wanita itu diam. Sisanya kamu pakai untuk tahan suplier restoran dulu. Jangan sampai Tita curiga sedikit pun. Ingat, kamu harus tetap berakting jadi suami yang perhatian dan teraniaya di depan Tita!"

​Aris menyambar kotak beludru itu bagaikan menemukan pelampung di tengah samudra. "Iya, Ma! Aris paham! Aris bakal bersikap sangat manis di depan Tita malam ini!"

​Mereka berdua bernapas lega, mengira bahwa skenario darurat ini telah menyelamatkan rahasia busuk mereka dari pengetahuan Tita.

​Namun, apa yang sama sekali tidak mereka sadari adalah kenyataan di balik kemewahan ruang tamu itu.

​Di balik vas bunga porselen tinggi yang bertengger di sudut meja sudut, serta di dalam kap lampu hias gantung yang menggantung di tengah ruangan, terdapat dua lensa mikro hitam yang tak kasat mata.

​Mikrofon penyadap suara berfrekuensi tinggi dan kamera CCTV tersembunyi.

​Perangkat canggih yang dipasang dengan sangat rapi oleh tim intelijen bentukan Siska tiga hari lalu itu merekam setiap detik adegan dramatis tersebut. Suara isakan Mama Rahma, bisikan panik Aris tentang Larasati, rencana penggadaian emas, hingga konspirasi mereka untuk terus memanfaatkan kebucinan Tita semuanya terekam dengan kualitas audio dan visual definisi tinggi.

​Sementara itu, di lantai dua puluh gedung Glowinc Tower.

​Aku duduk santai di kursi kulit CEO-ku, menyandarkan punggung dengan sangat anggun. Di hadapanku, layar monitor sekunder menampilkan siaran langsung (live streaming) dari kamera tersembunyi di ruang tamu rumahku.

​Audio dari penyadap suara terdengar begitu jernih melalui headphone nirkabel mahal yang terpasang di telingaku.

​"Janji, Ma! Aris janji demi Allah! Cuma ini satu-satunya cara supaya hubungan kita sama Tita tetap baik-baik saja..." suara Aris bergetar dari pemutar audio, terdengar sangat menyedihkan sekaligus menggelikan.

​Aku mengulas senyum dingin yang sangat tipis. Jemari lentikku dengan kuku berpoles warna merah marun mengetuk-ngetuk permukaan meja kayu mahogany.

​Siska yang berdiri di samping mejaku mematikan rekaman layar setelah Aris tampak terburu-buru keluar rumah membawa kotak beludru merah tersebut.

​"Skenario yang sangat menyedihkan ya, Bu Tita," komentar Siska dengan nada dingin tanpa simpati. "Pak Aris benar-benar menggadaikan perhiasan ibunya sendiri demi membungkam istri sirinya."

​"Pria pengecut akan selalu mengambil jalan pintas terbodoh saat terdesak, Siska," sahutku tenang, melepas headphone dan meletakkannya di meja. "Dia pikir dengan membungkam Larasati hari ini, masalahnya selesai. Dia tidak sadar bahwa dia sedang menggali lubang kuburnya sendiri semakin dalam."

​"Apakah rekaman video dan audio ini perlu kita kirimkan ke tim hukum sekarang untuk berkas gugatan cerai, Bu?" tanya Siska.

​Aku menggelengkan kepala pelan, menatap pemandangan kota Jakarta dari balik jendela kaca besar di belakang meja kerjaku.

​"Belum saatnya," jawabku mantap. "Simpan semua file rekaman hari ini di folder tertutup. Rekaman ini adalah kartu truf kita. Biarkan Mas Aris menikmati uang hasil gadaian emas ibunya untuk beberapa hari ke depan. Biarkan dia merasa aman dan berpikir bahwa rencananya berhasil."

​"Lalu apa instruksi selanjutnya untuk Larasati, Bu?"

​Aku menyunggingkan senyum paling beracun yang kupunya.

​"Pastikan Siska... begitu Larasati menerima uang transferan dari Aris hari ini, minta orang kita untuk secara acak 'membocorkan' informasi pada Larasati bahwa Aris sebenarnya punya simpanan emas batangan puluhan gram lagi di rumah ibunya. Buat Larasati makin gila dan makin memeras Aris tanpa henti."

​Siska terkekeh pelan, mengagumi kekejaman taktikku. "Baik, Bu Tita. Larasati pasti akan menagih lebih banyak lagi minggu depan."

​"Dan untuk Mas Aris..." aku berdiri, merapikan blazer kerjaku yang elegan. "Malam ini aku akan pulang ke rumah dengan wajah penuh simpati dan rasa bersalah. Aku akan berakting menjadi istri yang sangat menyesal karena belum bisa membantunya secara finansial. Kita lihat seberapa pandai suamiku itu memainkan perannya di atas panggung yang sudah aku siapkan."

​Aku melangkah keluar dari ruang kerja, meninggalkan layar monitor yang masih merekam ruang tamu rumahku yang kosong.

​Pengkhianatan yang mereka tanam dengan begitu rapi kini mulai berbuah kebinasaan dan aku akan memastikan mereka memakan buah pahit itu sampai tak tersisa sedikit pun.

1
Noey Aprilia
Udh nebak dr awl kl felix emng ada rsa sm tita...kl ga mh,ga mngkn rela ninggalin smuanya dmi mmbela tita...ykin bgt kl smua prosesnya cpt krna cmpr tngan dia.....😁😁😁....
tp bgus lh...saatnya ngejar cntamu kmbli y felix...
Noey Aprilia
Do'amu d kbulkn y jesika....bntr lg klian bkl ktmu sm mntan,bedanya sma2 jd gembel.....😛😛😛
Arieee
bagus👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Wega Luna
babat habis orang kayak mereka yg maunya instan dan gratisan🤣🤣🤣🤣
Ariany Sudjana
hahaha nikmati saat terakhir kamu Reno, kamu dan mama kamu juga akan jadi gembel
Ariany Sudjana
itulah hukum tabur tuai, terima saja konsekuensinya 🤣🤣😂😂
Noey Aprilia
Nmanya hkum tabur tuai...
dlunya nabur kjhtan,skrng mnuai akibtnya....slmt jd gembel.....😛😛😛
Muft Smoker
dtggu season si Jessica tinggal di kolong jembatan kak 😒😒😒😒
Noey Aprilia
Ngsih mkan ank2nya dr hsil nipu sih,jdinya ya ky gt....yg 1 d sel,yg 1 mlah ga mau nampung emaknya....dfnisi hkum krma ta smnis kurma.....😛😛😛
Anita Rahayu
Thor adiknya masa gk kena miskin sih thor gk adil dong masa berat sebelah penebusan karmanya😤😤😤😤😤😤😤😤😤
blcak areng: sabar kak
total 1 replies
Noey Aprilia
Aku lg byangin....hkumn apa yg bkl mreka ksih????d gebukin dlu,atw pke balok gt...ga mngkn sling jmbak kn y,scra bkn emak2 yg lg lbrak pelakor.....🤣🤣🤣🤣
Muft Smoker
waah semoga jantung si Aris Bae Bae aj ,,
😂😂😂 jgn sampe deh pindah ke jempol kaki ,, 😁😁😁😁
Muft Smoker: hadiiir kakk ,, duh jgn panggil2 gt doonk ,, gx kmn2 koq ,, msh di pantau si Aris dr sini ,, 😂😂😂😂😂
total 2 replies
Muft Smoker
aduuh si Aris otw jd perkedel niih ,,
tu laa akibat dr keserakahan berkedok pengen punya anak ,, 😒😒😒😒
Muft Smoker
waaah raja singa yg sesungguh ny ,, msh otw ke jakarta ,,
😱😱😱😱😱
Muft Smoker
bagus tita ,, hama Kya mereka yg gx pandai bersyukur mending hempas kan saja ,,
pdahl msh byk cara lain supaya punya anak ,, bisa adopsi anak kn ,, emnk dasar pgen selingkuh aj ,, 😒😒😒😒
Noey Aprilia
tragis jg y nsib mreka.....stlh msuk bui,gliran emaknya otw jd gmbel...
tp yg pling ngeri,nsibnya aris d pnjra.....scra kknya tita udh blik buat ngsih doa pljran......
Wega Luna
💪💪💪tita kamu keren perempuan kuat GK akan mengisi penghianatan,
Noey Aprilia
Ga msti viral krna jambak2an,toh akhrnya mreka kalah sndri....tkang tipu vs korban tipu...😛😛😛
Muft Smoker: kompak kn mereka kak ,, sang penipu dan si tertipu ,,
😂😂😂😂
total 1 replies
Lee Mba Young
keren istri sah🔥🔥🔥🔥
Noey Aprilia
Ckkk.....abg labil....
udh buka aib sndri,skrng mlah msuk kandang singa......ga ykin kl pad kluar dia msih utuh.....🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!