NovelToon NovelToon
Sistem Bakat: Dari Pengangguran Menjadi Raja Bisnis

Sistem Bakat: Dari Pengangguran Menjadi Raja Bisnis

Status: tamat
Genre:System / Balas dendam. / Perubahan Hidup / Tamat
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Hadid

"Raka Pradana, pengangguran dengan uang pas-pasan, tiba-tiba mendapatkan Sistem Arsitek Talenta—kemampuan melihat potensi tersembunyi yang dibuang perusahaan besar.

Syaratnya: dirikan perusahaan legal, bayar karyawan layak, ubah bakat menjadi keuntungan. Dari pabrik kasur kecil di Cikarang, ia membangun PT Arunika Karya Nusantara menjadi jaringan bisnis raksasa.
Konglomerat lama panik dan melancarkan fitnah, perang harga, hingga sabotase ekspor. Namun setiap serangan justru membuka kekuatan baru. Ketika Arunika ekspansi ke Kuala Lumpur, musuh menawarkan harga yang bisa membuatnya kaya seumur hidup.

Dua pilihan: menjual semua orang yang percaya padanya, atau gunakan bakat yang dulu diremehkan untuk menumbangkan imperium. Kali ini, sistem tak akan memilihkan jawabannya."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hadid, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 10

"Besok kita periksa semua yang tadi hampir kita abaikan."

Kalimat itu kembali ke kepala Raka ketika ia masuk ke Pabrik Cikarang pada pagi hari kesepuluh. Uang pertama sudah masuk, tetapi udara di dalam produksi masih menyisakan bau tajam dari lem dan busa lama.

Yusuf Maulana tidak mengucapkan selamat.

Pria berusia tiga puluh delapan tahun itu datang atas undangan Bima, membawa tas hitam, masker, dan map kosong. Ia berhenti di pintu produksi, menarik napas pendek, lalu langsung mundur setengah langkah.

"Bau perekat terlalu kuat."

Bima memperkenalkannya singkat. "Pak Yusuf biasa menangani audit, izin, dan pembukuan operasional. Saya minta dia melihat sebelum kita keburu bangga."

Yusuf mengangguk kepada Raka. "Saya tidak datang untuk membuat pabrik terlihat bagus. Saya datang untuk mencari bagian yang bisa membuatnya ditutup."

Kalimat itu membuat beberapa pekerja saling pandang.

Pemeriksaan dimulai dari hal yang tidak terlihat keren. Jalur keluar darurat terhalang dua palet busa. APAR ada, tetapi satu segelnya sudah tua. Data keselamatan bahan perekat tidak ditempel di area kerja. Ventilasi menyala, tetapi aliran udara hanya memutar bau ke dalam ruangan.

Yusuf menulis tiga poin besar di papan.

Ventilasi.

Bahan perekat.

Jalur darurat dan dokumen K3.

"Produksi berhenti sampai tiga hal ini diperbaiki."

Raka menatap papan itu. "Kalau berhenti dua hari, uang aman kita turun lagi."

"Kalau jalan terus dan ada pekerja sakit, Level 2 Bapak tidak perlu dibekukan oleh sistem apa pun. Reputasi dan kas Bapak akan membekukannya sendiri," kata Bima.

Raka menoleh tajam. "Kita baru dapat pesanan pertama. Momentum penting."

"Paru-paru orang lebih penting dari momentum," jawab Bima.

Ruangan hening.

Hendra berdiri di antara pekerja. Ia tidak memotong. Justru ia menatap Raka seperti sedang menunggu apakah bos muda yang kemarin menolak menyembunyikan kegagalan akan melakukan hal sama saat uang mulai masuk.

Raka menarik napas. "Berhenti dua hari. Gaji tetap dibayar."

Keluhan langsung muncul, adalah karena kebiasaan. Beberapa pekerja menganggap bau lem adalah bagian dari pabrik. Ada yang berkata bahan baru akan lebih sulit menempel. Ada yang takut target berikutnya hilang.

Yusuf tidak berdebat panjang. Ia meminta faktur pembelian, foto area, dan daftar pekerja yang masuk sif malam. Lalu ia memberi tanda pada setiap pengeluaran yang belum punya bukti lengkap.

"Mulai hari ini, uang keluar tanpa dokumen pendukung saya tahan."

Seorang pekerja bertanya pelan, "Kalau berhenti, gaji dua hari benar masuk?"

Bima membuka layar pembayaran dan menunjukkannya ke perwakilan pekerja. "Masuk sesuai jadwal. Ini bukan libur tanpa upah. Ini pekerjaan memperbaiki tempat kerja."

Pertanyaan itu menyebar lebih cepat daripada pengumuman resmi. Wajah beberapa orang berubah. Mereka masih cemas, tetapi kecemasan itu tidak lagi bercampur rasa ditipu. Di pabrik lama, berhenti produksi berarti pulang tanpa uang. Di sini, berhenti produksi justru dicatat sebagai bagian dari kerja.

Raka menatap Bima.

Bima mengangguk kecil. Ini bukan orang yang akan membuat hidup mereka lebih mudah. Justru karena itu ia dibutuhkan.

Pembelian baru dilakukan siang itu: perekat rendah volatil, dua unit exhaust tambahan, pelindung mata, dan tanda garis lantai. Biayanya membuat Bima mencoret rencana meja kantor, kursi tamu, dan papan nama depan.

"Kita akan terlihat seperti perusahaan miskin," kata Dimas ketika melihat daftar yang hilang.

"Kita memang perusahaan miskin," jawab Naya. "Bedanya, sekarang tidak bau bohong."

Hari pertama berhenti produksi terasa aneh. Mesin diam, tetapi pabrik tidak kosong. Pekerja memindahkan palet dari jalur darurat, Hendra memasang tanda area panas, dan Yusuf memeriksa satu per satu data BPJS serta kontrak yang sudah masuk.

Panel SAT muncul ketika Raka berdiri di samping meja pelatihan.

[Pelatihan Terarah dapat diterapkan.]

[Topik: penggunaan bahan perekat rendah volatil dan batas paparan area kerja.]

[Durasi efektif: 8 jam.]

[Batasan: tetap membutuhkan instruktur, praktik fisik, dan ujian manual.]

Raka tidak menyebut sistem. Ia memanggil Hendra dan menyerahkan daftar latihan yang disusun cepat.

"Pak Hendra, kita latih satu kelompok dulu. Bukan teori panjang. Cara buka, cara oles, waktu tunggu, dan tanda kalau bau terlalu kuat."

Hendra membaca daftar itu, lalu mengubah beberapa istilah agar pekerja lebih mudah paham. "Ini bisa. Tapi besok tetap saya tes satu per satu."

"Harus."

Delapan jam pelatihan membuat beberapa pekerja mengeluh. Perekat baru lebih lambat kering. Tangan yang terbiasa bekerja cepat harus menunggu hitungan detik lebih lama. Namun pada sore hari kedua, hasilnya mulai terlihat: jahitan lebih bersih, busa tidak mudah bergeser, dan bau tajam turun jelas.

Hendra menguji satu panel percobaan dengan menarik sisi kainnya. Biasanya, bahan lama meninggalkan garis gelembung kecil di pinggir. Kali ini permukaannya lebih rata. Ia meminta pekerja yang paling keras mengeluh untuk mencoba ulang.

"Lebih lambat," kata pekerja itu.

"Tapi lepas?"

Pekerja itu menarik lagi, lebih kuat. Kain tidak bergerak.

"Tidak."

"Berarti tanganmu yang harus belajar sabar, bukan bahan yang harus kembali beracun."

Beberapa orang tertawa pendek. Tawa itu kecil, tetapi cukup untuk memecah rasa kalah karena dua hari berhenti.

Yusuf berdiri di dekat pintu, menarik napas lagi.

"Belum sempurna," katanya.

"Tapi?"

"Tapi ini pabrik yang bisa diaudit, bukan gudang yang berharap tidak ada orang datang."

Itu pujian paling hangat yang mungkin keluar dari mulutnya.

Raka menyiapkan kontrak kerja untuk Yusuf sebagai penanggung jawab keuangan dan kepatuhan. Di bagian kewenangan, Yusuf meminta satu kalimat ditulis tebal: ia berhak menolak pencairan dana tanpa bukti dan mencatat keberatan tertulis bila keputusan operasional melanggar daftar kepatuhan.

"Kalau saya hanya memberi saran, saya dekorasi," katanya. "Kalau Bapak mau saya bertanggung jawab, beri saya rem."

Raka menandatangani.

Beberapa pekerja membaca kalimat tebal itu dari jauh. Mereka paham satu hal: orang baru ini punya kuasa menghentikan uang, bahkan uang yang diminta bos.

Sore itu produksi belum kembali penuh, tetapi satu jalur percobaan berjalan lebih stabil. Pekerja yang tadi mengeluh melihat hasil lem baru dan mulai diam. Hendra menempelkan jadwal ujian manual di papan. Bima menghitung ulang kas dan meringis, tetapi tidak meminta keputusan dibatalkan.

Kemenangan kecil itu tidak bertahan lama.

Naya masuk ke ruang kantor dengan laptop terbuka. Di layar ada unggahan akun pesaing: foto pabrik yang sepi, mesin diam, dan palet dipindahkan.

Tulisannya besar.

Arunika Karya Nusantara disegel? Baru kirim satu pesanan, pabrik sudah kosong.

Dimas berdiri di belakangnya dengan wajah panas. "Aku sudah potong video balasan. Kita hajar sekarang."

Naya menatap Raka. "Kalau salah potong, kita membantu mereka."

Di layar, angka komentar naik terus.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!