Duke Arland.
Seorang Duke yang dingin dan kejam. Selama menikah, dia mengabaikan istrinya yang sangat menyayanginya, hingga sebuah kejadian dimana dirinya harus berpisah dengan istrinya, Violeta.
Setelah kepergian istrinya, dia bertekad akan mencari istrinya, namun hasilnya nihil.
......
Violeta istri yang sangat mencintai suaminya. Selama pernikahannya, ia tidak di anggap ada, hingga sebuah kenyataan yang membuatnya harus pergi dari kediaman Duke.
Kenyataan yang membuatnya hancur berkeping-keping. Violeta yang putus asa pun mencoba bunuh diri, sehingga jiwa asing menemani tubuhnya.
Lima tahun kemudian.
Keduanya di pertemukan kembali dengan kehidupan masing-masing. Dimana keduanya telah memiliki seorang anak.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sayonk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pencarian
Aronz berdiri seraya memejamkan matanya melihat kereta yang keluar begitu saja dari gerbang kediaman Duke. Rasa penasaran menyeruak di hatinya, ia begitu ingin tahu ada apa dengan Alfred. Sewaktu datang ke sini, wajahnya biasa-biasa saja, ya dia meyakini wajah patung es itu, seperti ayahnya.
"Aronz!" Duke Aland menuruni anak tangga itu tergesa-gesa, ia mencari keberadaan putranya.
"Iya, Ayah." Sahut Aronz seraya memutar tubuhnya karena menerima panggilan sang ayah. "Ada apa Ayah?" tanya Aronz. Lagi-lagi ia di buat keheranan melihat wajah sang ayah, tadi temannya dan sekarang ayahnya. Apa jangan-jangan ayahnya melakukan sesuatu pada Alfred.
"Ayah, apa ayah bertemu dengan Alfred?"
"Dimana dia?" tegas Duke Aland, ia ingin menanyakan keberadaan anak itu. Pikirannya linglung, ia sangat yakin anak itu ada hubungannya dengan Violeta.
"Sebenarnya ada apa Ayah?"
Bukannya menjawab, Duke Aland malah menanyakan hal lainnya. "Kamu tahu di mana rumahnya."
"Mana aku tahu, Ayah. Aku saja bertemu dengannya di kota. O iya ayah, aku hanya tahu tokonya, aku pernah bertemu dengan ibunya, cantik sekali. Ibunya seorang pembisnis gaun di toko Rose Moor."
Jedar
Satu kali tamparan yang ia dapatkan, ibunya? "Kesatria Lio, cepat bawakan lukisan itu, apa benar Violeta yang di temui oleh Aronz?"
Kesatria Lio mengangguk dan langsung berlari menaiki tangga ke lantai atas.
"Violeta?" Aronz semakin di buat bingung, ia tidak pernah mendengarkan nama itu. "Siapa Violeta ayah?"
Sebelum Duke Aland menyahut, Kesatria Lio datang menghampiri mereka dan membawa sebuah kertas yang di gulung.
"Aronz, Aronz, Nak. Apa kamu melihat wanita ini?" Duke Aland membuka gulungan itu.
Aronz menerima lukisan itu, ia meneliti wajahnya, mulai mata, hidung dan bibir, lalu rambutnya. Satu yang ia ingat, wanita yang pernah ia temui sebagai ibunya Aleta dan Alfred. "Dia .. Dia ... Ibunya Alfred dan Aleta Ayah."
Duke Aland menganga, jantungnya seakan meminta keluar, nafasnya terasa berhenti. Violeta ada di depannya, ada di dekatnya, tapi ia tidak pernah menemukannya.
Duke Aland langsung duduk lemas di lantai, laki-laki yang angkuh dan Arogant itu, kini mengeluarkan air matanya, ia menangis seraya memegangi dadanya. Hatinya hancur remuk, Bertahun-tahun dia mencarinya, semua orang mengatakannya telah mati, tapi ia yakin Violetanya masih hidup. Ia butuh penjelasan, kenapa Violeta tidak mau pulang menemuinya, memintanya untuk merawat anak-anaknya? Ia tidak akan pernah melepaskannya lagi.
"Kesatria Lio, bawa seluruh pengawal untuk mencarinya. Kita harus mencarinya di seluruh Kota Hunderbugh ini!" Teriak Duke Aland. Dia bangkit dan langsung berlari keluar. "Siapkan kuda ku!" teriaknya kembali menggelagar.
Seorang kesatria tergopoh-gopoh membawa kuda hitam milik Duke Aland, sedangkan Kesatria Lio memerintahkan beberapa pengawal untuk mengikutinya. Walaupun beberapa pengawal keheranan mendengarkan perintah Kesatria Lio yang menyuruh mereka mencari keberadaan Duchess yang sudah di anggap mati.
"Kesatria Lio, cepat kita tidak memiliki waktu. Setiap kereta yang keluar dari kota Hunderbugh harus di periksa. Jangan sampai terlewatkan oleh siapapun."
"Cepat! kalian berpencar, cari semua kota Hunderbugh."
Langkah kuda yang di ketua oleh kuda hitam keluar dari kediaman Duke Aland. Semua orang yang melihat beberapa pengawal dan pasukan berkuda hanya saling bertanya. Dalam sekejap rumor itu tersebar luas, banyak yang tidak menyangka, wanita yang telah bertahun-tahun di nyatakan sudah mati, tapi masih hidup. Ada yang merasa iba, ada yang mencibir. Iba karena Duke Aland sudah memiliki istri lainnya, dan tentunya Felica menjadi Selir bukan menjadi Duchess.
Sedangkan di tempat lain.
Aleta dan Alfred di kejutkan dengan pindahan tiba-tiba, sang ibu telah selesai membereskan semua pakaian mereka, dan sudah waktunya menaiki kereta. Pada akhirnya pun, mereka kembali menaiki kereta.
Selama di perjalanan pulang, Alfred menceritakan semuanya, hingga Aleta menyadari ayah Aronz adalah ayahnya. Kini ia mengerti ketegangan sang ibu waktu Aronz menyebutkan nama ayahnya.
"Kita tidak boleh menceritakannya pada ibu, Kak. Dia akan khawatir," ujar Aleta yang di benarkan oleh Alfred.
akoh mampir Thor