NovelToon NovelToon
Ciwi Barbar

Ciwi Barbar

Status: tamat
Genre:Teen / Komedi / Teen School/College / Persahabatan / Tamat
Popularitas:6.9M
Nilai: 4.8
Nama Author: Mutia Aulia Agustin

Tahap revisi.

⚠️ JANGAN COPY PASTE WOI !! KREATIF DIKIT YEEE! – Mengandung kata-kata kasar.

________________________

"Hai guys, gue Zia Amanda."

"Gue Brivant Alexand."

"Kalau gue manusia paling ganteng, Aska Radiansyah."

"Kami bertiga akan menghibur kalian di cerita iniiii" - Ivan.

"Jangan sampe ketinggalan yaa!" - Zia.

"Jangan lupa like," - Ivan.

"Jangan lupa coment," - Zia.

"Dan jangan lupa subscribe," - Aska.

"Subscribe ndasmuu!" - Ivan, Zia.

"Hehe, ye maapp." - Aska.

"Jangan lupa vote ya guys!" - Ivan, Zia, Aska.

"Ikuti terus cerita gue sama temen-temen guee." - Zia.

"Oiyaa, bakal ada kejutan nantinya untuk kalian di setiap episodenya." - Ivan.

"Jangan sampe ketinggalan yaa!" - Aska.

"Kalau gitu sampai jumpaaaa di setiap chapter! Bye~" - Ivan, Zia, Aska.


~ Adapun kesalahan atau kesamaan dalam cerita ini saya minta maaf, karena saya buatnya murni dari pikiran dan hasil kegabutan saya 🙏🏻

Fyi, nama Hitler diubah menjadi Adler setelah revisi.

Selamat membacaaa <33

📍200308 - 201106

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mutia Aulia Agustin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jebakan terencana

Zia tiba di kelas dengan tangan kosong, membuat temannya bertanya-tanya. "Lah woi, minum lu mana? Terus, pesenan gue juga manaa?" tanya Tania heran.

"Eh tungguu, itu bibir lo kenapa ?" tanya Ica setelah melihat muka Zia dari dekat. Zia menghela nafas kesal, "Gue gak jadi ke kantin, tadi ngeliat anak monyet berantem. Maksud hati gue mau misahin eh malah kena samberr."

"Wehhh, enak aja anak monyet. Gue seganteng ini di bilang anak monyet. Aneh lu." Zia berbalik, ternyata itu Aska yang nongol tiba-tiba. "Kan memang anak monyet. Muka mirip monyet di bilang ganteng, cihhh!"

Aska mendengar perkataannya tapi tidak membalas karena sedang terburu-buru. "Nanti lagi kita berantem ya, gue sibuk." Aska lanjut mengambil barangnya lalu pergi.

"Wowww langkaaa!!" Tania heboh.

"Apaan yang langka?"

"Aska tu jarang begitu. Dia jarang banget ngomong sama cewek. Ngomong sih ngomong, tapi kalau ada hal penting doang yang bener-bener penting. Oh iya, dia ketua osis di sini, jago beladiri, jago segalanya. Pokoknya dia idaman banyak cewekkk."

"Oh."

"Kamprett! Gue udah jelasin panjang kali lebar kali tinggi cuma dibalas oh doang," dumel Ica kesal. Zia nyengir tanpa rasa bersalah. Ia melihat sekitar dan tidak melihat adanya Qiara dan Alya. "Qia sama Aya mana?"

"Rapat OSIS."

Beberapa menit kemudian, ketika sedang asik bercerita banyak hal, pintu kelas mereka diketok. Semua beralih melihat ke arah pintu. "Assalamu'alaikum, kak. Kak Zia di panggil sama pak Asno di suruh ke ruang guru."

"Lahhh, ngapain?"

"Gak tau kak, gue pergi dulu. Makasih, assalamu'alaikum."

"Waalaikumsalam. Cakk, pak Asno siapa?" tanya Zia pada teman-temannya. "Pak Asno tu guru olahraga. Cepet dah samperin sana, pak Asno gak suka nunggu."

"Oke lah, gue pergi dulu, byee~" Zia pergi sendiri menuju ruang guru, berjalan santai tanpa memperdulikan orang-orang.

Begitu sampai di ruangan bertuliskan nama pak Asno, Zia kebingungan. Ternyata ruangannya kosong, Zia keluar dari sana. Ia melihat ke kanan dan kiri, untungnya ada seorang guru yang lewat. "Permisi pak, saya mau tanya, pak Asno yang mana ya?"

"Ada urusan apa nak sama pak Asno?"

"Ada siswi tadi nyamperin saya, pak, katanya saya di panggil sama pak Asno."

"Saya Asno, kamu Zia?"

"Ooo, ternyata bapak yang nyariin saya. Iya saya Zia, pak. Bapak ada perlu apa sama saya??"

"Kita bicarain di ruangan saya aja."

"Baik, pak."

...—·—...

Pulang sekolah, di dalam mobil. Dirinya sedang terdiam, bengong memikirkan sesuatu. "Woi, Ziaaa!" teriak Zai keras.

"Apaaannn dahh?! Santuy aja kelesss!"

"Salah lu sendiri, di panggilin kagak nyautt! Btw, lu kenapa sih? Ada masalah?" tanya Zai khawatir. "Tadi tu pak Asno manggil gue. Gue di suruh ikut kompetisi olahraga bagian bela diri. Dua hari lagi di sekolah, dan latihannya cuma bisa besok anying."

"Lah teruss kenapaa?? Kan lu jago bela diri, kak."

"Gue tu udah lama gak latihan. Udah banyak kelupaan jurus."

"You can do it, sist!" kata Zai menyemangati. Zia menghela nafas. "I can't, that's impossible."

"Nothing is impossible." Zai menatapnya seolah meremehkan. "Huu, belom nyoba aja udahh nyerah. Kan papa gak pernah ngajarin kita buat jadi orang lemah."

Setelah mendengar perkataan Zai, Zia terdiam. "Udah, jangan mikir yang nggak-nggak. Ayok pulang ajaa," ajak Zai. Ia berpindah ke kursi kemudi dan mulai menyetir.

"Gue bisa gak yaa?"

"Bisa lahh. Pasti bisaa. Lu tu Zia, kakak gue yang cantik dan hebat. Gak perlu meragukan diri sendiri, gue yakin banget lu pasti bisa."

...—·—...

Setibanya di rumah. Zia langsung berganti baju dan pergi ke ruangan olahraga yang ada di rumahnya. Beberapa lama setelah Zia latihan, Zai dan Zean datang menghampiri.

Zia beristirahat sejenak.

"Latihan yang bener lu, kakk."

"Berisik!"

"Wih ngamokk," ledek Zai sambil tertawa. Zean duduk di samping Zia, ia juga memberikan handuk kecil. "Latihan tu jangan pake emosi, dek. Harus tetap tenang, kalau lu emosi tenaganya bakal cepet banget terkuras. Ingat pesan abangg."

"Iya bang, iyaaa. Zia inget kok. Tapi sebenarnya ya, Zia ngerasa ada yang janggal tau," kedua pria itu menatap Zia heran. "Kenapa?" tanya keduanya bersamaan.

"Zii baru pindah, yakali disuruh ikut kompetisi beladiri, emang gak ada orang lain?"

"Oh iya gue inget, kak. Lu tadi siang berantem kan sama cowok setingkat lu? Lu tendang anunya itu?"

"Hohh? Lu tau darimaneee?"

"Temen gue lihat. Lu kan tau kak, gue sekelas sama si micin. Nah, pas temen gue ngasih tau ke gue, gue rasa si micin dengerin. Kemungkinan dia ngelapor ke bokapnya, terus mungkin dia mau balas dendamnya pake cara ini."

"Oalahh, kuasa orang dalam."

"Ini micin siapa dah?" tanya Zean.

"Nabila."

"Nabila siapa, dek?" tanya Zean lagi. "Itu mantannya Zai, bang. Banyak tingkah tu anak, jijik gue lihatnya."

"Oohh, kenapa lu bilang micin?"

"Gue bilang micin karena otaknya rada geser macem kebanyakan makan micin," jawab Zai dengan watados. Abang dan kakaknya yang mendengar lawakan Zai tertawa.

"Kalau emang dia yang jebak gue, dia salah sih. Super-duper salah!" kata Zia kembali ke topik. "Iya dia salah, bocil gue dilawan, besok sewaktu udah mau tempur inget pesan abang, hajar musuhmu dengan tenang paham?!"

"Hahayy, Zia kok dilawan. Oke-oke, bang, Zia bakal ingat pesan abang." Sepersekian detik berikutnya, terdengar suara ketukan pintu. "Nona dan tuan muda sudah di tunggu tuan besar di ruang makan."

"Okee, biii. Bentar lagi kami nyusulll."

^^^Revisi, 2021.^^^

1
Tatata
wahh namanya udah di revisi yaa. kalo ga salah dulu namanya zia amanda hilter eh apa hitler? gatauu lupaaa kalo ga salahh😭😭
Tatata
plis kangen. jadi balik lagiii🤩
Qaisaa Nazarudin
OMG jangan bilang Bian yg nabrak Zia,Apa Bian mabok? Gak mungkin kan gak liat tuh orang yg di jalan,Setelah dia tau udah nabrak kenapa gak berenti,malah jalan gitu aja..Wah parah Bian gak ada rasa tanggung jawab..Semoga aja bukan Bian yg nikah ama Zia..
Qaisaa Nazarudin
Wooowww kenapa bisa sama banget..
Qaisaa Nazarudin
Zai kali ya,Kan Zia nya lagi koma..
Qaisaa Nazarudin
Jangan Kayak org miskin aja,Kalo Zia gak nikah sama Bian,Zia bakal hidup menderita, Ckk emangnya kalian udah jatoh bangkrut..🙄🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Apa Ivan Mantannya Zia ya,,Makanya Ivan tau nama mobil kesayangan Zia,Flupy..
Qaisaa Nazarudin
Ckk Modus kamu Van,Udah basi..😜😜
Qaisaa Nazarudin
Waahhh ntar yg ada Ivan yg bucin akut sama Zia..😂 Aku suka aja cerita sang badboy skolahan,Tapi susah ketemu novelnya..
gue baca di tahun 2024 telat gak sih ? /Awkward/
Kirana di Nabastala
Luar biasa
Ernadina 86
santuy nya lo celaka mulu
Ernadina 86
hu'um Zia bego emang...padahal gak di paksa maen nerima ajah
Ernadina 86
bagus Luis...bentak aja...apa apaan dia kasar
Ernadina 86
emang harus gitu jangan berpikir pendek ada tanggung jawab yg harus kamu jalani sebagai anak..soal jodoh kalo beneran jodoh pasti bersatu..justru kamu sekarang wajib berjuang untuk masa depanmu
Ernadina 86
ganti dari Alder jadi Hitler gitu?
Ernadina 86
avika alika 🤔
Ernadina 86
Nabila ganti nama jadi Salsa apa gimana?
Ernadina 86
backsound di puter .. tet tet tet teeeet
Khadijah Aisyah Syauqi
kereeeeennn...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!