NovelToon NovelToon
Singgah Yang Tertukar

Singgah Yang Tertukar

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Terlarang
Popularitas:818
Nilai: 5
Nama Author: Ranu Kallanie Jingga

Enam tahun berpisah dari Nathaniel meninggalkan Elena dalam kehampaan, memikul rahasia besar: seorang anak rahasia bernama Gavin. Di tengah keterpurukannnya, Elena kembali pada sahabat masa kecilnya, Julian. Hubungan mereka kian rumit ketika Julian terikat open marriage dengan wanita lain demi tetap bisa melindungi Elena dan Gavin.
​Takdir berputar kejam saat Elena tak sengaja bertemu kembali dengan Nathaniel di pesawat. Penyesalan memuncak ketika wajah Gavin tanpa sengaja terpampang sebagai brand ambassador perusahaan Nathaniel. Terjebak di antara cinta masa lalu, ikatan darah, dan kompromi sunyi sahabatnya, ke mana Elena harus melabuhkan hatinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ranu Kallanie Jingga, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Claire

Merasa tenaganya sudah mulai kembali, Elena bergerak perlahan mengibaskan selimut lalu bangkit dari tempat tidur. Langkahnya yang agak sedikit goyah mengarah menuju toilet untuk membasuh wajah.

Melihat Elena bergerak, Julian yang sudah berada dalam mode super protektif langsung berdiri sigap. Jarinya terulur, siap memapah dan memegang tubuh Elena agar tak limbung.

Namun, Elena tersenyum tipis dan menggeleng pelan, memberi tanda bahwa ia sudah sanggup berjalan sendiri. Bersamaan dengan tolakan halus itu, nada dering ponsel Julian membahana di dalam kamar hotel yang tenang.

Di layarnya, terpampang nama kontak yang hanya ditandai dengan satu simbol: sebuah emotikon hati merah. Kekasih Julian menelpon.

Elena menunjuk layar ponsel itu dengan dagunya, memberi kode tanpa suara agar Julian segera mengangkat panggilan tersebut.

Julian mengangguk singkat. Ia melangkah mendekati jendela kamar yang menghadap pemandangan kota Medan dari ketinggian, lalu menggeser tombol hijau. Perbincangan ringan dan nada suara yang melunak mengalir dari bibir Julian selama beberapa menit—sebuah rutinitas komunikasi antara dirinya dan sang kekasih.

Saat sedang mendengarkan lawan bicaranya di telepon, pandangan mata cokelat Julian secara tak sengaja jatuh ke atas meja nakas di samping tempat tidur.

Ponsel milik Elena tergeletak di sana dengan layar yang masih menyala. Sebuah video pendek sedang berputar secara berulang. Di dalam rekaman berdurasi singkat itu, tampak sosok Elena yang sedang tertawa lepas bersama Nathaniel kenangan manis dari masa-masa enam tahun mereka yang kini tinggal puing-puing.

Seketika, kata-kata Julian di telepon tertahan di tenggorokan.

Ada rasa sesak yang mendadak menghantam dadanya sebuah rasa panas dan cemburu yang teramat asing, menyelinap cepat tanpa permisi. Julian mengepalkan tangannya di samping celana.

Ia tak paham apa arti dari rasa sesak ini: apakah ini murni kemarahan atas penderitaan sahabatnya, ataukah ada rasa kepemilikan mendalam yang mulai menolak kenyataan bahwa Elena pernah begitu mencintai pria lain.

Sadar bahwa emosinya mulai berantakan dan napasnya memburu, Julian mencoba menata suaranya agar tetap terdengar normal di hadapan wanita di seberang sana. Ia mengalihkan pandangannya dari layar ponsel Elena yang masih menampilkan video kenangan itu.

"Claire..." panggil Julian lirih, suaranya sedikit tercekat.

Di seberang sambungan, Claire wanita yang menjadi kekasih resminya menangkap perubahan nada bicara Julian seketika. Sebagai seseorang yang sangat mengenal Julian luar dalam, Claire langsung paham. Tanpa perlu penjelasan panjang, wanita berjiwa modern itu bisa merasakan gejolak batin yang tengah melanda kekasihnya.

"Ada yang mengganggu pikiranmu, Jules?" tanya Claire lembut, suaranya tenang dan penuh pengertian.

Julian mengusap wajahnya dengan satu tangan.

"Maaf, Claire... Aku lagi nggak stabil. Aku lagi di kamar hotel sama Elena. Perutnya sempat kambuh tadi, jadi aku bawa istirahat ke sini. Tapi tiba-tiba... aku lihat sesuatu yang bikin kepalaku panas sendiri. Rasanya sesak, dan aku nggak suka..."

Claire terdiam sejenak di ujung telepon, mencerna pengakuan jujur Julian. Alih-alih marah atau melontarkan nada cemburu, Claire justru menghela napas pelan dengan senyum tipis di bibirnya.

"Jules, dengar aku," ucap Claire tenang.

"Perasaan cemburu dan marah yang lagi kamu rasain itu sangat wajar. Kamu manusia, dan wajar kalau kamu merasa terganggu saat melihat bayang-bayang masa lalu Elena. Jangan disangkal, tapi juga jangan disiksa."

Julian tertegun mendengarnya. Kebebasan berpikir Claire selalu berhasil membuatnya takjub.

"Udah ya, kamu tenangkan diri dulu di sana," lanjut Claire dengan nada penuh dukungan.

"Aku matiin teleponnya sekarang, ya? Biar kamu punya space buat mikir dan nemenin dia tanpa terbebani keberadaanku."

"Claire, makasih..." gumam Julian tulus.

"Sama-sama, Jules. Take care of her."

Sambungan pun terputus. Claire menutup panggilannya bukan karena marah, melainkan karena kedewasaan luar biasa yang ia miliki dalam hubungan mereka.

Hubungan Julian dan Claire memang sudah melangkah jauh menuju jenjang yang lebih serius, namun di atas kertas komitmen itu, mereka membangun fondasi yang sangat transparan dan bebas.

Claire memberikan kebebasan penuh pada Julian, begitu pula sebaliknya. Itulah mengapa Claire tidak pernah sekalipun merasa terancam atau cemburu pada kedekatan Julian dan Elena. Terlebih lagi, hubungan open relationship mereka berjalan dua arah Claire sendiri pun kerap berkencan dengan beberapa pria berbeda untuk memenuhi ruang sosial dan personalnya sendiri tanpa ada ikatan cemburu buta.

Begitu layar ponselnya menggelap, Julian mematikan perangkatnya dan memasukkannya ke dalam saku. Ia menarik napas dalam-dalam, mencoba menjernihkan kepalanya, tepat saat pintu toilet terbuka dan Elena melangkah keluar dengan wajah yang sudah segar kembali.

1
Aurora odelyn Nakeisha
alurnya agak berat tapi bikin penasaran
Anandaaa
lanjutin torr gas
Langi Wijaya
ceritanya seru agak bikin tensi naik turun.....
ayo tor lanjutin update nya
Langi Wijaya
julian cowo bingung tapi clear agak out of the box pemikirannya😭😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!