NovelToon NovelToon
Masuk Ke Tubuh Selir Terlupakan

Masuk Ke Tubuh Selir Terlupakan

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Mengubah Takdir / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:9k
Nilai: 5
Nama Author: Aplolyn

Elara terjebak dalam novel–bukan sebagai pahlawan, bukan juga sebagai penjahat, melainkan selir yang bahkan namanya kerap terlupa.

Lebih dari itu, ia adalah orang yang hanya ingin hidup tenang, bermalas-malasan, bahkan terlalu malas untuk melafalkan dialog yang ditetapkan untuknya.

Oleh sebab itu, sebagai tokoh pendukung yang bangkit dari kematian, ia tak berniat menuntut balas? Ia memilih tak ikut campur sedikit pun.

Namun, bagaimana jika alur malah berbalik dan membuatnya menjadi tokoh utama?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aplolyn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2

Dalam alur cerita asli, Kaisar Lucian seharusnya datang ke ruangan ini hanya untuk memastikan kematian Selir Tingkat Enam yang tidak pernah ia pedulikan, sebelum kemudian pergi dan bertemu dengan Putri Mahkota yang sedang menangis di koridor.

Namun saat ini, Kaisar Lucian menatap pemandangan di hadapannya dengan dahi yang berkerut dalam.

Ia tidak melihat jenazah yang menyedihkan. Ia melihat seorang wanita berbalut kain kafan putih, duduk di atas meja pemotongan mayat, dengan pipi yang mengembung karena sedang mengunyah kue lapis, dan tangan yang sedang memegang setengah tangkai buah anggur.

Keheningan yang canggung menyelimuti ruangan itu. Nira langsung sujud kening di lantai, gemetar ketakutan.

Elara menelan kue di mulutnya. Ia menatap Kaisar, lalu menatap kain putihnya, lalu menatap Kaisar lagi.

“Maaf, Yang Mulia,” ucap Elara datar, suaranya terdengar sangat tulus. “Kematian ternyata terlalu melelahkan. Bolehkah saya kembali tidur sekarang?”

Kaisar Lucian tidak menjawab. Matanya yang tajam menelusuri wajah Elara, mencari kebohongan, mencari ketakutan, atau mencari ambisi tersembunyi seperti yang biasa dilakukan wanita-wanita di istana ini.

Namun, yang ia temukan di mata wanita itu hanyalah satu hal yang belum pernah ia lihat di seluruh penjuru kerajaannya.

Keinginan mutlak untuk tidak melakukan apa-apa.

“Kau..” suara Kaisar Lucian terdengar rendah, berbahaya, namun untuk pertama kalinya dalam hidupnya, ada nada bingung yang samar di sana. “Kau baru saja bangkit dari kematian, dan permintaan pertamamu adalah untuk tidur?”

“Ya,” jawab Elara tanpa ragu. “Dan jika Yang Mulia mengizinkan, saya ingin pindah ke Paviliun Angin Barat. Di sana tidak ada yang akan mengganggu saya.”

Kaisar Lucian menyipitkan matanya. Di istana ini, semua orang berebut untuk berada di sisinya. Semua orang berlomba-lomba menunjukkan kesetiaan, kecantikan, dan kecerdasan mereka.

Namun wanita di hadapannya ini, yang seharusnya menjadi mayat, justru memintanya untuk dibuang ke tempat paling terpencil di istana.

“Menarik,” gumam Kaisar Lucian pelan, sebuah senyum tipis yang tidak mencapai matanya terukir di bibirnya. “Kau tidak akan pergi ke mana pun, Elara von Clervant. Kau akan tinggal di istana utamaku. Dan kau akan menjelaskannya padaku secara langsung.”

Elara menatap Kaisar, lalu menatap kue di tangannya yang tiba-tiba terasa tidak enak lagi.

*Astaga,* batin Elara pasrah. *Aku hanya ingin menjadi figuran. Kenapa alur ceritanya malah rusak begini?*

Kaisar Lucian tidak berkedip. Elara juga berusaha untuk tidak berkedip, meskipun matanya mulai perih karena sisa asap dupa kematian yang masih mengepul di sudut ruangan.

“Turun,” perintah Kaisar Lucian. Suaranya datar, namun memiliki bobot yang membuat lutut Nira yang masih bersujud di lantai tampaknya ingin menyatu dengan ubin.

Elara mengangguk patuh. “Dengan senang hati, Yang Mulia.”

Ia mencoba menggeser kakinya ke tepi meja batu. Namun, tubuhnya yang baru saja "meninggal" dan kemudian "hidup kembali" ini tampaknya belum mendapatkan notifikasi bahwa gravitasi masih berlaku. Kakinya yang lemas tergelincir dari tepi meja.

*Brak!*

Elara jatuh telentang di lantai batu yang keras. Punggungnya sakit. Kepalanya berputar. Kue lapis yang masih ia pegang remuk di telapak tangannya, mengubah jari-jarinya yang lentik menjadi berwarna hijau lumut.

“Sial,” gumam Elara. “Lantainya keras. Desainer novel ini tidak punya hati.”

Nira menjerit tertahan, menutup mulutnya dengan kedua tangan. Kaisar Lucian menatap pemandangan itu dengan ekspresi yang sulit diartikan.. campuran antara jijik, bingung, dan... entahlah, mungkin sedikit terhibur?

“Kau baru saja bangkit dari kematian,” kata Kaisar Lucian, melangkah masuk ke dalam ruangan. Jubah hitamnya menyapu lantai, menghindari genangan air tumpah. “Dan hal pertama yang kau lakukan adalah makan, hal kedua adalah jatuh. Apakah ini bagian dari rencana besar seseorang?”

Elara mendongak dari lantai, menatap Kaisar yang berdiri di atasnya seperti menara kegelapan yang tampan.

“Rencana?” Elara mencoba duduk, tapi kepalanya terlalu pening. “Yang Mulia, satu-satunya rencanaku adalah tidur selama dua belas jam ke depan. Jika ada yang merencanakan sesuatu, tolong bilang pada mereka untuk melakukannya besok. Atau lusa. Aku sedang tidak mood untuk berkonspirasi.”

1
Wega Luna
disini elara harus mematuhi peraturan novel kah? lah kalo emang gitu ngapain harus dihidupkan lagi di novel ? kan aneh sudah ditime travel eh GK boleh ngerubah alur ceritanya,🙏
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
Wega Luna
ternyata yg gelap itu putri mahkota aurelia sendiri🤣🤣🤣🤣🤣apa pendetanya buta semua yh,,,,wahai dewa matahari tunjukkan kuasamu untuk menghukum si aurelia gelap ini
Wega Luna
sederhana jawabannya dari awal kamu masuk ke tubuh ini seharusnya sudah berfikir dampak nya jika berbeda jiwa dan berbeda sifat ,kamu memilih menjadi diri sendiri tapi tidak berfikir dampaknya, jawab saja saya dihidupkan dewa lagi
Ray
🤣🤣🤣
Ray
🤭🤭🤭
Wega Luna
yg mau gimana lagi ,kamu sendiri lebih mentingin tidur daripada waspada , setidaknya harus bisa jaga diri apalagi hidup di kerajaan.
Ray
🤣🤣🤣
Ray
😄😄😄😄😄
Wega Luna
🤣🤣🤣🤣🤣GK takut gemuk kah nih anak makan tidur makan tidur GK aktivitas lain gitu
Wega Luna
akhirnya nira sekarang naik tingkat menjadi asisten pribadi elara sudah bawa buku dan pena kemana mana🤣🤣🤣🤣🤣🤣, mencatat hal hal random ,jadi ingat pertama kali jadi sekertaris🤣🤣🤣🤣diajak bos rapat atau ketemu klien harus ada memo pad dan stylus pen🤣🤣🤣jadi kebiasaan sampai sekarang,malah sekarang pake iPad 🤣🤣🤣dan kebiasaan itu nurun ke anak anak ku🤭🤭
Wega Luna
lucian itu kosakata bahasa modern,,,sebagai orang jaman purba kamu tidak akan paham🤣🤣🤣🤣🤣
Wega Luna
ayo digas elara,,,, keluarga mu itu perlu diberi kursus privat sedikit🤣🤣🤣🤣
Rina Yuli
gitu donk thor kalau punya cerita yang sering kocaknya biar kagak stres 🤭🤭🤭🤭
Wega Luna
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 kayaknya nanti sampai ending kalo kocak gini seru banget loh no drama drama ,selir elara harus pintar ngedrama biar lucian panjang umur kasian stress mikirin haremnya🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Wega Luna
ayo elara,,,kita bully selir badut ini🤣🤣🤣🤣🤣 tunjukkan kekuatan mu
Wega Luna
mantap ,👍👍👍ayo elara ajari mereka yg namanya perekonomian, pembukuan,dan bisnis 🤣🤣🤣🤣🤣
Wega Luna
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣itu adalah pelajaran pembukuan sederhana versi anak smk,,,,,lucian 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Wega Luna
lebih cocok jadi penasehat kerajaan daripada selir🤣🤣🤣🤣🤣
👑Lenny💣
Di tunggu kepanjutan nya, semangat kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!