Felicya adalah perempuan yang mempunya jiwa yang tenang. Ia memegang prinsip stoik; tidak semua hal harus dilawan, dan tidak semua luka harus dibalas.
Namun prinsip itu diuji ketika ia bertemu seorang laki-laki Machiavellian-cerdas, manipulatif, dan terbiasa memainkan manusia seperti bidak dalam permainan.
Di saat yang sama, Felicya harus berhadapan dengan perselingkuhan suaminya bersama seorang perempuan NPD.
Di antara kebohongan, manipulasi, dan permainan ego, Felicya perlahan menyadari bahwa membalas dengan elegan, bukan berarti jahat. karena mempertahankan boundariesnya dan tidak kehilangan jati dirinya, hanya perbuatan 2 orang yang mempunyai 2 sifat Dark Psichology.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Ayu Ningrum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 2. Pagi Yang Indah
Pukul 09.00. Matahari mulai meninggi ke atas. awan pun terlihat cerah.Kilauan cahaya matahari menerpa wajah Felicya, membuatnya perlahan membuka mata indahnya.
kepalanya menoleh ke samping.
Tempat tidur di sebelahnya sudah kosong.
"Mas Galang?" batin Felicya, matanya mencari kesudut pandang kamarnya mencari sosok suaminya.
Felicya bangkit dari tempat tidur dan melihat sekeliling kamar. Tidak ada siapa-siapa.
Ia kemudian kakinya berjalan menuju kamar mandi. Mendengar suara air di dalam sana. Ternyata suaminya sedang mandi. Tiba-tiba ia teringat kegiatan tadi dengan suaminya. Pipi Felicya berubah ke merah-merahan. Ia ingat bagaimana suaminya memperlakukannya lembut di sana. Ia diajak bercinta di kamar mandi. Saat ia masih melamun di depan pintu. Galang membuka pintu kamar mandi, ia tersontak kaget Felicya memegang pipinya didepan pintu. Felicya tidak sadar sekarang Galang di depan wajahnya. Galanngpun menderes. "Ehemm..." suaranya di telinga Felicya. Felicya pun terpaku, diam dan tersenyum kikuk di hadapan suami nya saat ini.
"Aduh aku harus ngomong apa ini, pasti Mas galang mengira aku sedang mengintipnya?" gumamnya dalam hati, wajahnya masih merah merona disana. Galang pun mencoba menggodai dirinya lagi. "Kamu sengaja sayang berdiri di depan pintu gak berpakaian seperti itu?" bisiknya ditelinga felicya, ia sengaja menggoda felicya.
Felicya yang di bisik seperti itu, lalu matanya melirik kebawah. ia sangat malu bahwa dirinya tidak menggunakan sehelai pakaian. Lalu ia berlari ke tepi ranjang dan mengambil selimut menutupi seluruh tubuhnya itu.
" Ya ampun. Aku gak sadar," gumamnya dengan suara kecil.
Ia hanya menutupi wajahnya dengan bantal. Galang yang melihatnya terkekeh kecil.
"haha... ternyata menikah dengannya, sedikit ada hiburan untukku," Galang mendekati dirinya dan mengatakan padanya. "Sudah sana kamu mandi, kalau kamu masih di atas kasur kayak sekarang. Aku yakin akan melahapmu lagi sayang," Senyum menyeringai sambil mengelus pundaknya dengan telunjuk.
Felicya berjinjit kaget. Ia lompat dari kasurnya dan langsung menarik selimutnya menutupi semua badannya. Ia pun langsung lari ke kamar mandi membawa selimutnya.
"Haha... Ada-ada saja dia, kenapa harus lari dan malu kayak gitu," gumam Galang tertawa kecil.
Namun, bukan Galang yang akan biasa saja melihat tingkah istrinya seperti itu. Bisa sebagai hiburan untuk dirinya setiap hari nanti.
Felicya menghela napas di dalam kamar mandi.
"Mas Galang usil banget hari ini, sudah berapa kali ia menggoda diriku. Pipiku jadi merah kayak tomat ceri ," gumamnya di dalam kamar mandi.
"Hari ini aku benar-benar malu rasanya mau kusembunyikan wajahku." tangannya menepuk-nepuk pelan pipinya yang masih memerah.
Felicya di dalam sana sedang sibuk membersihkan dirinya di sana.
Galang yang masih di dalam kamar memanggil Felicya. "Sayang, kamu lama sekali di kamar mandi. Kamu baik-baik saja kan di dalam?" alibi Galang. Galang rasanya menginginkan istrinya lagi. Tapi tak ada jawaban disana Galang sedikit khawatir. tangan galang hendak memegang gagang pintu. Ternyata pintu kamar mandi tidak di kunci. Ia menyelinap masuk ke dalam. Sekali lagi ia memanggil istrinya dengan suara yang kecil. "Sayang" ucapnya pelan. Felicya kaget mendengar suara Galang di dalam kamar mandi. Sedangkan ia belum selesai membilas rambutnya. Busa shampo nya menutupi matanya. Galang yang melihatnya pun tertawa. "Haha... Kamu bagaimana sih sayang, wajahmu tertutup busa shampo itu." ujarnya.
"Mas Galang, tolong ambil kan aku shower. Aku gak kelihatan nih," ucapnya meraba shower tapi yang ia raba wajah Galang. Galang tidak bisa berhenti ketawa. " Haha... kamu lucu sekali sih sayang, aduh aku tidak bisa berhenti ketawa kan, Hahaha..." Ia memegang perutnya kram karena tertawa melihat tingkah laku Felicya.
"Mas. Ihh anjay bukannya kasih showernya ke aku." pinta Felicya. Lalu Galang berinisiatif tangannya membilas rambut Felicya pelan dan lembut. "Mas..." panggil Felicya.
"Kenapa. sayang? aku sedang membilas rambutmu nanti busanya bisa masuk ke mulutmu." ucapnya. Felicya pun menuruti perkataannya. Ia hanya diam di bilas rambutnya oleh suaminya yaitu Galang.
Niat Galang meminta haknya. Namun ia urungkan karena takut istrinya ke dinginan terkena air terlalu lama di sana.
Perhatian Galang membuat Felicya merasa dirinya diperlakukan sangat baik oleh suaminya. Jantungnya berdetak dengan cepat. entah ia tidak ingin waktu berlalu terlalu cepat untuk hari ini.
Felicya tidak akan tahu rumah tangganya akan berjalan seperti apa selanjutnya. Karena yang ia ingat dari teman-temannya. Pernikahan hanya manis di awal tidak untuk selanjutnya. Perkataan itu membuat dirinya sedikit takut suaminya akan berubah.