NovelToon NovelToon
Istri Ketiga

Istri Ketiga

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Anindia Andin

perjuangan cinta aji sang pengusaha sukses begitu rumit dan panjang, mencintai dalam diam yang dia pendam selama bertahun-tahun tak membuat dia patah semangat mendapatkan sak kekasih. suci adalah wanita yang dia cintai dalam diam selama ini. akankah aji mendapatkan cintanya suci? di baca sampai akhir ya. terimakasih

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anindia Andin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

gagal

sebelum azan subuh berkumandang, aji meningalkan rumah sakit ibu dan anak terbesar di kota dingin itu, aji berniat melaksanakan sholat subuh berjamaah di masjid depan alun2 kota.

setelah mengambil air wudhu, aji menunaikan sholat sunah 2 rakaat sebelum subuh. di dalam setiap gerakannya yang terlintas hanya satu nama "suci"

"astaghfirullah.... " ucap aji lirih di sujud terakhirnya

Setelah menunaikan sholat wajib berjamaah aji tak langsung beranjak dari tempatnya. aji sangat menyesali dirinya yang semakin jauh dari sang Pencipta.

"astaghfirullahalazim.. ampuni hamba ya Allah, sudah Kau berikan kelimpahan rejeki, tapi hambamu ini jauh dari-Mu ya Allah, ampuni hamba yang belum bisa menunaikan kewajiban hamba sebagai seorang suami" ucap aji lirih dalam ddo'anya sambil menyeka air matanya yang secara tak sengaja menetes.

aji melanjutkan perjalanannya menuju rumahrumah.

*****

Dari halaman, yanto membukakan pagar rumah mewah itu

"sudah di bawa istrinya ke RS pak yanto?"

"sudah pak... eh.. sudah mas"

aji mengangguk dan masuk ke dalam rumah

"bik... "

"ya mas"

"sudah siap baju2 saya bik?"

"sudah mas, aja di atas meja kamar. sudah siap semua, mulai dari baju, sandal, parfum sampai dalamannya mas aji"

"terimakasih ya bik"

Ucap aji meninggalkan bik atik yang tengah sibuk menyiapkan sarapan untuknya.

Setelah membersihkan badannya, aji keluar dengan sangat segar, bau badan wangi dan baju yang necis

"bik... bik atik"

pangil aji

"ya mas"

"kemarin orang dr agency nelp, katanya hari ini ada yang mau kerja. tolong di awasi ya bik, tolong di training juga"

"baik mas, namanya siapa mas?"

"saya lupa kemarin ndak tanya namanya bik, pokoknya nama agencynya cemerlang"

"baik mas"

"oh ya, mungkin saya pulang besok lusa bik, kalau ada apa2 kabari saya ya"

"baik mas" sela bik atik "mas aji... boleh ndak saya pangil mas aji itu aden aja?"

"ganti lagi... " ucap aji ringan "kenapa?"

"anu den... ndak enak aja manggil majikan dengan sebutan mas"

"terserah bik atik aja, mau manggil apa. yang penting nama ku tetap aji"

Ucap aji sambil terus memasukkan makanannya

*****

"pak yanto, hari ini jaga rumah ya, besok lusa saya pulang. titip rumah. nanti ada pembantu baru, tolong di bantu ya" ucap aji sambil masuk mobil

"yakin mas aji mau keluar kota sendiri? ndak saya setiri? "

"yakin pak... tenang. nanti kalau ngantuk minggir cari warung kopi" ucap aji polos

yanto khawatir dengan kondisi aji yang sering ngantuk ketika perjalanan.

Dari semalam aji belum melihat ponselnya, banyak pangilan tak terjawab mulai dari Mela, wulan dan mamanya. perjalanan malang - jogja bukan perjalanan yang singkat, sesekali aji berhenti di rest area untuk mengistirahatkan badannya.

"pagi mel..." aji meraih ponselnya dan menghubungi Mela

"pagi mas, kamu sudah berangkat mas?"

"sudah mel, bagaimana kedaan ajeng?"

"panasnya turun sebentar trus naik lagi mas, mungkin nanti siang hasil labnya keluar"

"maafkan mas ya mel, ndak bisa jagain ajeng. dalam buat ajeng. bilang kalau aku menyayanginya"

"iya mas. semalam... " mela belum sempat melanjutkan pembicaraannya

"semalam aku dengar kalau ajeng minta aku menginap di rumahmu. mungkin pulang dari jogja aku menginap di rumahmu"

"beneran mas? ajeng pasti senang. bukan itu aja mas, ajeng juga minta sesekali kamu menjemput atau mengantarnya ke sekolah, karena dia di ejek temannya karena tak punya ayah"

"iya... aku juga dengar itu"

"kamu ke Jogja apa mau ke rumah wulan mas?"

"lihat saja nanti, belum terpikirkan mau ke rumah wulan. kenapa kamu tanya seperti itu"

"aku cemburu wajar kan mas? aku juga istrimu"

aji terdiam, menyaring semua ucapan Mela. Mela dan wulan keduanya adalah istrinya secara agama tapi tidak secara hukum.

"sudah ya mel, aku mau lanjutkan perjalanan. kalau ada apa2 hubungi aku"

Aji mengakhiri pembicaraan lewat ponselnya

Sepanjang perjalanan aji terus memikirkan ucapan Mela. ingin sekali dia mengakhiri pernikahannya dengan wulan, bukan pernikahan seperti ini yang dia mau. wulan benar pernah menjadi pacarnya tapi bukan menjadikannya istri. hanya suci yang ada dalam pikirannya

"semoga suci belum menikah, kalau dia sudah menikah trus bagaimana dengan aku? aku terlalu takut untuk mengatakan cinta" gerutunya sendiri

Aji melajukan mobilnya di temani dengan lagu2 romantis yang di putar dari ponselnya

******

ditempat lain, suci berpamitan kepada kedua orang tuanya

"buk, pak, suci berangkat ya"

"kamu yakin mau kerja di malang nduk? kenapa ndak nyusul masmu ke Semarang?"

"aku kerja juga sambil kuliah buk, aku pingin kuliah di kampus yang aku mau buk. tolong jangan perberat langkahku ya buk, pak"

"hati2 di tempat orang yo nduk, jangan sampai kamu tinggalkan sholatmu" pesan ayah suci

"pasti pak, bapak ibuk, jangan kwatir ya. aku bisa menjaga diri"

Suci berpamitan kepada kedua orang tuanya

Bus yang dia tumpangi berangkat pas seperti yang di jadwalkan. di tengah perjalanan semua penumpang berteriak krn Bus yang mereka tumpangi tiba2 berhenti mendadak.

"maaf Pak... buk, busnya sedikit ada masalah" ucap salah satu kondektur bus itu

Suci bingung harus bagaimana, dia harus sampai di malang pagi ini.

suci dan semua penumpang turun dari Bus yang mogok itu, bediri berjajar di pinggir jalan sambil menunggu Bus di perbaiki

"bapak2... ibu2... sebentar lagi ada Bus penganti, tolong di tunggu 15 menit lagi ya"

angin segar untuk suci dan semua penumpang

****

Dari arah berlawanan mobil aji berjalan dengan lambat krn kemacetan yang di sebabkan Bus BUMN mogok yang menghabiskan hampir separuh jalan.

Tanpa aji sadari dia menoleh ke arah sebrang jalan, mendapati sosok yang sangat dia kenal

"suci?????" aji memastikan jika itu benar2 suci

"iya itu suci... " ucapnya sendiri

aji berusaha membelokkan mobilnya, tapi jalanan begitu macet sehingga aji kesulitan untuk memutar mobilnya. setelah agak jauh aji berhasil memutar arah mobilnya dan hendak menghampiri suci, tp tempat duduk yang suci tempati sudah kosong. suci sudah pergi. dengan kecewa aji kembali memutar arah mobilnya lagi

Sesampainya di rumah mamanya

"assalamu'alaikum ma... "

"Walaikumsalam... aji" ucap bu lina yang sedang menyiram tanaman di halaman belakang rumahnya

"kamu datang mau lama di sini apa cuma urusan kerja?"

"urusan kerja ma"

"sampai kapan kamu seperti ini ji... itu lho wulan setiap hari nanyain kamu, mau nyusul kamu ke malang kamu larang"

"aku capek ma, kalau mau bahas wulan mending aku tidur di hotel. aku pulang kangen rumah, kangen mama, kangen masakan mama. tapi kalau seperti ini aku jadi kenyang" ucap aji sambil pergi meninggalkan bu Lina

"kamu mau kemana ji? kamu baru sampai"

"mau makan ma... lapar"

"makan di rumah ji.... " teriak bu Lina tapi tak di indahkan oleh aji

1
Ujang Muhamad
iiiiiiiiii
Ujang Muhamad
asik
Anindia Andin: terimakasih sudah mampir di novelku
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!