NovelToon NovelToon
Di Tolak Ustadz Di Lamar Berondong Kaya Raya

Di Tolak Ustadz Di Lamar Berondong Kaya Raya

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Perjodohan / CEO
Popularitas:5.4k
Nilai: 5
Nama Author: ainuncepenis

Rasa percaya diri Refisha benar-benar hilang karena di usianya yang sudah memasuki 29 tahun, orang tuanya berkali-kali menjodohkan, tetapi banyak kendala pria menikahinya dan termasuk banyak orang tua pria yang tidak setuju menikah dengan.

Refisha juga selalu bertentangan dengan adiknya yang sudah berusia 24 tahun dan ingin secepatnya menikah. Banyak sekali permasalahan percintaan dalam hidupnya yang tidak sesuai dengan karirnya dalam dunia pekerjaan.

Sampai seketika orang tuanya kembali menjodohkannya dengan seorang Ustadz, Refisha tidak pernah menolak apapun yang dilakukan orang tuanya, dia setuju, tetapi bukannya kebahagiaan yang didapatkan justru penghinaan dari pria yang memahami permasalahan agama itu membuat kepercayaan dirinya semakin hilang.

Lalu siapa sangka Ustadz pemuka agama itu menolaknya, satu pria pria yang dia temui tidak sengaja dengan usianya yang lebih muda, justru ingin melamarnya, mengejarnya dengan cara ugal-ugalan.

Mari mengikuti ceritanya.....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 19 Suami Yang Romantis

Selimut putih menjadi saksi bagaimana pasangan pengantin baru itu tanpa busana, Ezra harus terhenti seketika saat melihat bagaimana ekspresi wajah sang istri yang menahan rasa sakit luar biasa.

Terlihat iba dari kedua bola mata Ezra yang tidak tega untuk melanjutkan penyatuan itu, tetapi tidak mungkin dihentikan Ezra bisa gila. Refisha menyadari ada yang aneh pada suami yang membuat matanya perlahan terbuka, melihat bagaimana pria yang sudah menjadi suaminya itu di atas tubuhnya dipenuhi dengan gabut gairah.

"Kenapa berhenti?" tanya Refisha.

Bukan berarti dia ingin menunggu lanjutannya karena merasa ada sesuatu yang hilang, tetapi menurutnya aneh saja melihat Ezra.

"Kamu sungguh baik-baik saja saya tidak akan melanjutkan?" tanya Ezra.

Refisha menganggukkan kepala, bahkan masih bisa mengeluarkan senyum di tengah rasa sakitnya.

"Saya sudah menjadi istri kamu dan seluruh tubuh saya menjadi milik kamu, ini merupakan kewajiban pada suami saya," jawab Refisha.

"Maafkan saya jika menyakiti kamu," ucap Ezra. Refisha hanya menjawab dengan senyuman.

Akhirnya Ezra mendapat lampu persetujuan dari sang istri dan kemudian menerobos dinding pertahanan perawan milik Refisha. Sakit yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata membuat Refisha meremas sprei begitu kuat.

Ezra tetap tidak egois dan sangat memikirkan istrinya yang tidak nyaman, Ezra berusaha memberi kenyamanan dengan melumat bibir Refisha.

5 jemari mereka sama-sama disatukan dengan menggenggam erat, setelah Ezra merasa bahwa istrinya itu sudah bisa menyesuaikan diri dengan juniornya dan Ezra melanjutkan penyatuan itu dengan penuh kelembutan.

Hubungan panas dari pasangan pengantin baru itu dilanjutkan dengan penuh keromantisan, persetujuan masing-masing dan penuh keikhlasan dari seorang wanita yang akhirnya menjalankan tugasnya sebagai seorang istri.

******

Mentari pagi sudah kembali bangun dari tidurnya, cahayanya begitu cerah membangkitkan semangat para manusia di muka bumi untuk melakukan aktivitas.

Salah satu kamar yang ada pada Resort menjadi saksi bagaimana hubungan malam pertama Refisha dan Ezra. Meski terjadi pergulatan panas di atas ranjang, tetapi ketika pagi hari kamar itu benar-benar rapi dan bersih, mungkin Refisha yang orangnya memang sangat rapi.

Refisha terlihat duduk di meja rias sembari mengeringkan rambutnya menggunakan hair dryer, baru saja memulai melakukan hal itu dan tiba-tiba saja hair dryer tersebut diambil.

Refisha melihat dari bayangan cermin, ternyata Ezra yang melakukan itu, dia baru saja keluar dari kamar mandi dan hanya menggunakan handuk dililit di pinggangnya yang memperlihatkan bagaimana tubuh sixpack nya.

Wajahnya senyum-senyum tengil, bagaimana tidak, dia jadi penguasa tadi malam, berhasil mengobrak-abrik istrinya, wajar saja jika sekarang wajah tampan itu terlihat sombong.

Setelah selesai mengeringkan rambut istrinya. Ezra meletakkan hair dryer tersebut dan mencium lembut pucuk kepala Refisha. Kemudian sedikit membungkukkan tubuhnya dengan memeluk Refisha begitu erat dan menatapnya dari cermin.

"Terima kasih Refisha untuk malam ini, saya benar-benar sangat bahagia," ucap Ezra begitu sangat manis berbisik di telinga Refisha.

"Kenapa harus berterima kasih? ini merupakan tugas saya," ucap Refisha.

"Refisha saya ingin ke depannya, kamu melakukan ini bukan hanya karena tugas kamu, tetapi karena perasaan yang terlibat dari diri kamu, kamu harus tahu Refisha jika dua orang yang sama-sama memiliki perasaan yang satu ketika melakukan hubungan romantis maka akan jauh lebih indah," ucap Ezra.

Dia sangat mengetahui bagaimana istrinya itu yang tidak ingin durhaka dan Refisha melakukan bukan berarti dia mencintai Ezra, tetapi hanya sebagai formalitas karena dia sudah menjadi istri.

Ezra kemudian mencium lembut pipi Refisha, Refisha memejamkan mata, kulit suaminya yang polos bahkan terasa pada tubuhnya yang membuat Refisha jantung Refisha berdebar kencang.

Refisha harus sabar-sabar memiliki suami love language, jadi rasa cinta dan sayangnya digunakan dari bentuk sentuhan dengan bahasa tubuh yang memberi kehangatan.

Mungkin bagi seorang Refisha justru hal itu membuatnya sedikit risih, tapi namanya juga sesama pasangan suami istri dan harus saling menerima kekurangan dan kelebihan masing-masing.

******

Refisha bersama dengan suaminya bertamu ke kediaman orang tua mereka, terlihat obrolan santai di ruang tamu, Mila sebagai ibu sangat bahagia melihat putri pertamanya sudah menikah.

"Apa Ezra suda menyentuh kak Refisha?" Laudya justru bertanya-tanya.

Sejak tadi dia memperhatikan Refisha, memperhatikan ekspresi wajah dan juga cara berjalannya, entahlah apa yang dipikiran Laudya.

"Hmmmm, Refisha ayo bantu Mama untuk menyiapkan makan siang!" ajak Mila.

"Baik. Ma!" sahut Refisha berdiri dari tempat duduknya dan pergi bersama dengan ibunya ke dapur.

"Hmmmm, Ezra, Papa angkat telepon sebentar ya!" ucap Tio berdiri sembari mengeluarkan ponselnya dari sakunya yang sejak tadi berdering Ezra menganggukkan kepala

Saat ini di ruang tamu hanya tinggal Laudya dan juga Ezra yang lebih memilih fokus pada ponselnya, bukan fokus pada pekerjaan dan sudah game favoritnya.

"Pasti sedikit membosankan menjalani rumah tangga bersama dengan kakakku, sebagai adik aku memohon maaf atas tingkah kakakku," Laudya tiba-tiba saja membuka obrolan Ezra mengangkat kepala dan melihat ke arah laut dia yang duduk di depannya itu.

"Kenapa harus membosankan? pernikahan kami baik-baik saja dan tidak ada permasalahan apapun," jawab Ezra to the point.

"Syukurlah jika kak Refisha tidak membawa masa lalunya ke dalam pernikahan, sebenarnya ini yang sangat dikhawatirkan para orang tua yang menolak putra mereka untuk dinikahkan dengan kak Refisha," ucap Laudya dengan kata-kata yang memiliki arti itu membuat Ezra mengerutkan dahi.

"Masa lalu?" tanyanya.

"Benar! Kak Refisha sudah memiliki hubungan dengan kekasihnya semenjak dia kelas 2 SMA, mereka begitu dekat, sampai masuk universitas bersama-sama dan lulus secara bersama, tetapi sayangnya takdir berkata lain, ketika sama-sama merayakan kelulusan S1 dan keduanya mengalami kecelakaan, kekasihnya meninggal dan itu membuat trauma besar untuk kak Refisha!"

"Semenjak kecelakaan itu kak Refisha tidak pernah membuka hatinya kepada siapapun, selalu menolak orang-orang yang datang untuk melamarnya, mulai menjalin hubungan dengannya dan lain sebagainya, karena memang yang dia cintai hanyalah kekasihnya yang sudah tiada,"

"Akhirnya mungkin kak Refisha menyadari bahwa usianya sudah semakin lanjut dan tidak mungkin mengharapkan seseorang yang sudah mati, dia juga harus menikah dan jalan satu-satunya harus melibatkan kedua orang tua kami untuk mencari pasangan kepadanya, wajar saja jika mendapat banyak penolakan karena mungkin niatnya saja sudah salah yang masih terbayang-bayang akan kekasihnya," lanjut Laudya dengan semua kata-katanya.

"Tetapi semoga saja semua baik-baik saja, tidak ada masalah apapun dalam hubungan pernikahan kalian, kalau kata orang-orang sih cintanya sudah habis di orang lama dan orang berikutnya hanya sebagai pengganti untuk melanjutkan hidup," kata-kata yang diucapkan Laudya cukup nyelekit dan terutama untuk seorang Ezra yang tidak pernah diceritakan tentang hal seperti itu.

"Kak Ezra tenang saja, nanti juga lama-lama kak Refisha akan menganggap Kakak suaminya dan tidak menganggap kakak sebagai mantan kekasihnya," ucap Laudya.

"Maksud kamu selama ini Refisha melihat saya sebagai bayang-bayangan dari orang yang sudah tiada?" tanya Ezra memastikan.

Laudya mengangkat kedua bahunya.

"Mana berani saya menarik kesimpulan," jawab Laudya benar-benar penuh arti dan sudah membuat Ezra kepikiran dengan semua perkataan adik iparnya itu seperti ada sesuatu yang Refisha.

Bersambung.....

1
Dew666
Belah durenya di cut nanggung nih
Yasinta Niken
saya suka dengan cerita2nya tapi kenapa selalu putus 2
Dew666
🌹
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!