NovelToon NovelToon
KITAB SENJA SEMBILAN LANGIT

KITAB SENJA SEMBILAN LANGIT

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Epik Petualangan
Popularitas:6k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Seratus ribu tahun setelah Perang Senja yang memusnahkan para Dewa Asli dan Iblis Primordial, para "Penguasa Abadi" di Sembilan Langit menjadikan dunia fana sebagai ladang ternak spiritual yang dipanen setiap sepuluh ribu tahun. Lin Xuan, seorang murid yatim piatu dari Sekte Pedang Awan Biru yang dikhianati dan diambil Akar Spiritualnya demi menghidupkan putra mahkota sekte, dibuang ke dasar Jurang Tulang Iblis. Di ambang kematian, darahnya menyalakan Lentera Abu Senja—pusaka terlarang peninggalan Dewa Senja terakhir—yang membentuk kembali tubuhnya dengan Meridian Kembar Dewa-Iblis. Dengan menggenggam pedang di satu tangan dan api senja di tangan lain, Lin Xuan merangkak naik dari dasar jurang untuk menumbangkan sekte-sekte munafik, menyatukan ras Iblis dan Manusia, serta meruntuhkan takhta palsu di Sembilan Langit.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 27: Mengalihkan Harimau dari Gunung & Api di Gudang Harta

Malam kedua pun tiba.

Sementara Ketua Sekte Gu Tianheng, Gu Changge, Tetua Pertama Han, dan enam tetua lainnya bersembunyi menahan napas di balik kabut dingin lembah Penjara Air Hitam menunggu kemunculan Lin Xuan, di Puncak Tengah tempat berdirinya Paviliun Harta & Gudang Pil Sekte Pedang Awan Biru, suasana justru tampak sangat lengang.

Di dalam aula penjagaan Paviliun Harta yang berlapis besi spiritual, Tetua Kelima, Qian Zhong (kultivator Ranah Pembangunan Fondasi Lapisan Ketujuh / Tingkat Akhir), sedang duduk bersila menjaga pintu brankas utama bersama sepuluh murid elit penjaga harta.

"Untung saja aku bertugas menjaga Paviliun Harta di Puncak Tengah yang dilindungi pintu baja berlapis tiga ini," gumam Tetua Kelima Qian Zhong sambil tersenyum lega. "Bocah Lin Xuan itu pasti sedang menuju ke Penjara Air Hitam untuk menyelamatkan tua bangka Mo Chen dan mati dikeroyok Ketua Sekte. Mana mungkin dia membuang waktu datang ke gudang harta—"

Krieek...

Pintu aula penjagaan yang terkunci dari dalam tiba-tiba terbuka sendiri!

Tetua Kelima Qian Zhong dan kesepuluh murid penjaga langsung melompat berdiri sambil menghunus pedang mereka.

Namun yang masuk bukanlah seorang manusia, melainkan segumpal kabut berwarna abu-abu senja yang mengalir masuk melalui celah pintu, diikuti oleh bayangan hitam yang melesat secepat kilat menggunakan Langkah Bayangan Senja!

"Siapa—?!"

SRAAANG!

Sebelum kesepuluh murid penjaga itu sempat berteriak, Lin Xuan telah mengayunkan Pedang Pemutus Takdir dengan jurus kedua dari buku warisan Tetua Mo Chen:

"Seni Pedang Sembilan Kehancuran — Seribu Bayangan Pedang Gugur!"

Ratusan bayangan pedang berwarna emas-hitam meledak memenuhi ruangan sempit itu bagaikan badai hujan meteor! Kesepuluh murid penjaga tingkat Pemurnian Qi Puncak itu langsung tumbang tak bernyawa dalam satu detik tanpa sempat menyentuh lonceng tanda bahaya!

"Lin Xuan?! Kau tidak pergi ke Penjara Air Hitam, tapi malah datang merampok Paviliun Harta?!" mata Tetua Kelima Qian Zhong terbelalak kaget, namun sebagai kultivator Ranah Pembangunan Fondasi Tingkat Akhir (Lapisan Ketujuh), ia segera bereaksi cepat dengan menepuk kantong penyimpanannya!

BOOM!

Sebuah Perisai Kura-Kura Hitam (Artefak Roh Tingkat Tinggi) terbang keluar dan membesar menutupi seluruh tubuh Qian Zhong, sementara tangan kanannya menghunus pedang panjang berunsur tanah kuning dan menebaskannya ke arah Lin Xuan sambil berteriak keras untuk memicu formasi suar di atap gedung:

"Tebasan Gunung Runtuh! Cepat nyalakan suar bahaya, Lin Xuan ada di Puncak Tengah!"

"Terlambat!"

Mata Lin Xuan berkilat tajam. Setelah menyerap esensi dua tetua semalam dan menembus Pembangunan Fondasi Lapisan Kedua Puncak, kekuatan Qi cair kembarnya saat ini sudah sanggup menandingi Lapisan Kedelapan atau Kesembilan!

"Seni Pedang Sembilan Kehancuran — Pedang Hancur Membelah Gunung!"

Lin Xuan melompat tinggi, memegang gagang Pedang Pemutus Takdir dengan kedua tangan, dan menghantamkan tebasan vertikal yang dipadukan dengan Niat Pedang Senja tepat ke atas Perisai Kura-Kura Hitam milik Qian Zhong!

DOOOOOOOOOM—KRAAAAK!

Suara ledakan logam yang memekakkan telinga mengguncang seluruh gedung Paviliun Harta!

Qian Zhong yang tadinya yakin Perisai Kura-Kura Hitam miliknya mampu menahan serangan kultivator Pembangunan Fondasi Puncak sekalipun, langsung memuntahkan darah segar saat melihat perisai kebanggaannya itu terbelah menjadi dua dari atas ke bawah oleh ketajaman Pedang Pemutus Takdir!

Bilah pedang bintang kuno milik Lin Xuan terus melesat turun tanpa terhentikan, membelah pedang tanah dan tubuh Tetua Kelima Qian Zhong dari bahu hingga pinggang!

"Tidak mungkin... kekuatan macam apa ini..." Qian Zhong ambruk tewas dengan mata terbelalak, dan seluruh esensi Qi Pembangunan Fondasi Tingkat Akhir miliknya langsung disedot masuk oleh Lentera Abu Senja!

Tanpa membuang waktu sedetik pun, Lin Xuan mengambil kunci giok dari pinggang mayat Qian Zhong dan membuka Brankas Utama Paviliun Harta Sekte Pedang Awan Biru!

Di dalam brankas raksasa yang telah menyimpan kekayaan hasil pemerasan Sekte Pedang Awan Biru selama seratus tahun itu, terdapat tumpukan batu spiritual yang berkilau menyilaukan, ratusan botol pil, dan puluhan kotak tanaman obat langka!

Dengan gerakan tangan secepat angin puyuh, Lin Xuan menyapu bersih seluruh isi brankas utama ke dalam cincin perunggu dan tiga kantong penyimpanannya sekaligus:

Lima puluh ribu keping Batu Spiritual Tingkat Rendah dan seratus keping Batu Spiritual Tingkat Menengah!

Ratusan botol pil kultivasi tingkat kedua dan ketiga!

Tiga kotak tanaman obat berusia delapan ratus hingga seribu tahun!

Setelah menguras habis seluruh tabungan Sekte Pedang Awan Biru hingga tak menyisakan satu keping batu spiritual pun di lantai brankas, Lin Xuan melangkah keluar ke balkon lantai tertinggi Paviliun Harta, lalu menjentikkan jarinya melepaskan Api Abu Senja yang dicampur dengan minyak lampu spiritual gudang!

BOOOOOOOOOOM!

Kobaran api raksasa setinggi seratus tombak langsung meledak membakar seluruh gedung Paviliun Harta dan Gudang Pil di Puncak Tengah, menerangi langit malam Sekte Pedang Awan Biru bagaikan matahari tengah hari!

Di lembah Penjara Air Hitam yang berjarak lima mil dari sana, Ketua Sekte Gu Tianheng dan Gu Changge yang sedang menunggu di dalam penyergapan langsung berdiri terperanjat saat melihat pilar api raksasa membubung dari arah Puncak Tengah!

"Celaka! Itu arah Paviliun Harta dan Gudang Pil Sekte kita!" wajah Gu Tianheng berubah hijau karena murka saat lonceng darurat di Puncak Tengah berbunyi nyaring. "Bocah licik itu tidak datang ke Penjara Air Hitam, tapi menjarah gudang harta sekte kita saat penjagaannya kosong! Semuanya, ikut aku ke Puncak Tengah sekarang juga! Tetua Pertama Han, kau tetap tinggal di sini bersama dua tetua untuk menjaga Penjara Air Hitam kalau-kalau ini hanyalah pengalihan!"

SWUSSH! SWUSSH! SWUSSH!

Gu Tianheng, Gu Changge, dan lima tetua lainnya langsung melesat terbang dengan kecepatan penuh menuju Puncak Tengah yang terbakar hebat!

Dan tepat saat cahaya pedang terbang Gu Tianheng menjauh ke arah Puncak Tengah, dari balik bayangan hutan di lereng bukit, sosok Lin Xuan berpapasan dengan mereka di kegelapan bawah pohon—melesat bak anak panah senja menuju Penjara Air Hitam yang kini telah kehilangan perlindungan Gu Tianheng!

1
Dan Kawan-Kawan
asyiiik cerita baru lagi
kalo bisa alur ceritax dibuat liku2 jgn baru 100 chapter sudah sampai di alam atas...buat panjang ceritax....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!