NovelToon NovelToon
Pahit Di Awal Manis Di Akhir

Pahit Di Awal Manis Di Akhir

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu / Cemburu
Popularitas:270
Nilai: 5
Nama Author: j. seft

"Kita tidak saling mengenal satu sama lain dan aku juga tidak mencintaimu dustin" Ucap Indira.

"Tapi aku mencintaimu saat ini maupun sampai aku menghembuskan nafas terakhirku ,dan aku akan membuat kamu mencintaiku " jawab Dustin.

________________. • .__________________

Menceritakan tentang perjalanan cinta antara Dustin dengan Indira yang penuh cobaan di awal pernikahan mereka karena sebuah perjodohan,Indira yang tidak mencintai dustin,namun Dustin mencintai Indira pada pandangan pertama.

Bagaimana kisah akhir cinta antara Dustin dengan Indira ,apakah pada akhirnya Indira akan mencintai dustin seperti dustin yang mencintai Indira ataukah Dustin menyerah untuk mencintai Indira ......

SELAMAT MEMBACA

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon j. seft, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 2

INDIRA & DUSTIN

Indira menelan salivanya , "ekhmm asal operasinya bisa dipercepat aku tidak apa apa" ucap Indira pada dokter dan suster yang sedang menatapnya.

"Dalam menjalankan operasi kita harus melakukan sesuai dengan prosedur ,kita tidak bisa melakukannya dengan dipercepat maupun diperlambat atau jika tetap dilakukan takutnya akan ada hal hal yang tidak diinginkan" tegas dokter itu.

"Lalu bagaimana lagi dok saya takut,atau potong aja tangan ini dok" ucap Indira yang membuat dokter dan suster di ruangan itu menepukkan tangan ke dahi .

"Sus tolong beri kakak ini baju steril operasi dan perlengkapan lainnya" ucap dokter.Indira kaget "Dok apakah tidak ada cara lainnya,saya benar benar takut dok " tanya Indira.

Dokter menggelengkan kepalanya , "maaf ini situasi darurat kalau terlambat pasien bisa saja mengalami luka yang tambah serius nantinya atau bisa juga tidak akan selamat,jadi kami mohon bantuannya" terang dokter pada Indira.

Tak lama suster datang membawa apa yang dokter minta ,suster itu pun membantu Indira bersiap sembari menunggu ruangan operasi disiapkan.

Beberapa menit kemudian Indira dan pria itu pun dibawa ke dalam ruang operasi,di dalam ruang operasi Indira merasa rasa takutnya bertambah apalagi melihat peralatan yang sangat tajam ,Indira sudah berpikir yang bukan bukan .

Tak lama dokter bedah datang untuk melakukan operasi.Dokter itu menyuruh Indira agak menjauh sedikit agar memudahkan dokter dan suster melakukan tugasnya.Indira memijat kepalanya untuk mengurangi rasa tegang . "Ya ampun aku ingin pulang dan langsung bersujud di kaki kakek untuk meminta maaf atas segala dosaku pada kakek "batin Indira .

"Semua bersiap , bismillahirrahmanirrahim"doa dokter ,brukkkkkkk(suara orang jatuh)Dokter dan suster semua orang yang ada di ruangan operasi itu melihat ke sumber suara dan ternyata Indira pingsan di samping pria yang akan dioperasi."Ya ampun" ucap dokter sambil memijat dahinya.

Beberapa jam kemudian............

"Aduh kepalaku,hmm dimana aku" lirih Indira yang baru bangun dari pingsannya.Saat Indira bangun Indira melihat seorang pria di depannya dan seorang suster yang sedang menyuntikkan suntikan pada pria di depan Indira .

"Anda sudah siuman kak?" tanya suster itu ramah , Indira tersenyum malu ,"hehehe iya sus,maaf ya saya merepotkan tadi"lirih Indira .Suster itu tersenyum "Iya tidak apa apa baru pertama kali di ruang operasi bukan, jadi takut itu wajar " kata suster.

Indira mengangguk ."Saya permisi dulu ya kak nanti kalau ada apa apa tekan tombol yang ada di samping ranjang ya kak" ucap suster , "Baik sus terima kasih " jawab Indira.

Suster itu pun pergi meninggalkan Indira bersama pria itu.Indira menghembuskan nafasnya kasar lalu menatap pria yang masih tertidur atau pingsan entahlah Indira tidak tahu.

"Hey cepatlah sadar ,aku ingin pulang ,lagian ngapain sih kamu megang tanganku kalau pacarku tahu Wahh habis kamu ditangannya,hiks hiks tolong dong lepasin tanganku kakek Pasti sedang mencari ku sekarang" ucap Indira ,mata Indira sudah berkaca kaca ingin menangis .

Beberapa menit kemudian suster datang membawakan Indira makanan, "silakan dimakan ya kak ,saya tahu kalau kakak tidak bisa meninggalkan pasien jadi saya berinisiatif mengambilkan makanan untuk kakak" ucap suster itu.Indira merasa ingin menangis lagi "hiks hiks hiks terima kasih sus telah mengerti keadaanku"ucap Indira .

Suster itu mengangguk ,"sama sama,kalau begitu saya keluar dulu ya kak karena masih banyak pekerjaan" ucap suster itu sopan , Indira mengangguk "Terima kasih sus".

Setelah suster itu pergi Indira melihat makanan yang sangat menggugah selera ,Indira pun makan dengan khidmat.

Saat Indira sedang fokus makan,Indira tidak menyadari kalau pria yang ditolongnya sudah siuman,pria itu menatap Indira yang sedang makan dengan rakus karena kelaparan.Pria itu tersenyum kecil melihat pipi Indira yang mengembung penuh dengan makanan.

Saat Indira selesai makan dan ingin berdiri tiba tiba tangan yang dipegang pria yang ditolongnya sudah terbebas,pria itu melihat Indira yang melihat ke arah tangannya langsung pura pura tidur kembali.

Indira tersenyum senang ,"Akhirnyaaaa yes yes yes" teriak Indira girang ,pria itu mengintip sedikit ke arah Indira dan hampir tertawa karena melihat tingkah Indira yang menurutnya konyol ,Indira menari nari dan kemudian bersujud pada pria itu , "Terima kasih telah melepaskan tanganku , terima kasih terima kasih".

Indira pun berdiri "Karena kamu telah melepaskan tanganku aku pamit pulang ya,karena aku takut kakek dan ibuku mencariku byeee,semoga cepat sembuh ya" ucap Indira.Indira pun berjalan senang ke arah pintu dan keluar dari ruangan pria itu.

Kriettt(suara pintu tertutup ).

Pria itu pun membuka matanya dan mendengus kesal "Loh aku malah ditingal begitu saja,dasar manusia tidak berperikemanusiaan,tega teganya meninggalkanku saat aku masih pingsan ,kalau tiba tiba aku"krietttt(suara pintu terbuka) pria itu pun menutup matanya kembali.

Pria itu membuka matanya sedikit untuk mengintip siapa yang datang ,dan ternyata Indira datang lagi dengan wajah yang tertekuk ,membuat pria itu menahan tawa kembali . Saat Indira duduk di samping ranjangnya pria itu menutup matanya lagi.

Indira menghembuskan nafasnya kasar , "Aku lupa kalau tidak ada orang yang menjaga pria ini ,kenapa aku lupa membawa handphone pria ini sih,seandainya aku membawa handphone pria ini pasti aku sudah menghubungi keluarga pria ini dan aku sudah tidur nyenyak di rumah,huhh jalan satu satunya aku harus menunggu pria ini siuman baru setelah itu aku bertanya dimana keluarganya agar aku bisa menghubunginya" ucap Indira sendiri.

"Tapi entahlah sampai kapan pria ini akan tertidur ,hoammm ngantuk banget lagi aku ,ahh aku mau tidur dulu lah masalah kakek aku pikirkan besok"monolog Indira.Indira pun berjalan ke sofa lalu menjatuhkan badannya di sofa dan akhirnya tak lama tertidur.

Pria yang ditolong Indira membuka mata lalu melihat ke arah Indira ,"Ternyata aslinya lebih cantik ,aku berharap Indira akan terus berada di sampingku ,semoga ayah dan kakek belum menemukanku besok" ucap pria itu sendiri.Tak lama pria itu tertidur menyusul Indira yang sudah tertidur sejak tadi karena kelelahan.

Keesokan harinya.

Brakkkkk(Suara pintu didobrak), "Ya ampun dustinnnn cucu kakekkk" teriak kakek pria yang ditolong Indira dan ternyata bernama dustin.Indira yang tertidur pun kaget lalu terbangun "eh dustin dustin"kaget refleks Indira.Dustin yang tertidur pun membuka matanya dan menghembuskan nafasnya kasar karena kakek dan ayahnya ternyata menemukannya lebih cepat .

"Kenapa bisa seperti ini nak,ya ampun Brian lihat anakmu briann pokoknya mulai sekarang cucu kakek ini harus diikuti bodyguard kemanapun cucu kakek pergi" ucap kakek dustin.

Dustin melihat ke arah Indira yang sedang mengucek ucek matanya dan masih sedikit menguap.

Kakek dustin melihat ke arah pandangan dustin , "loh dustin ini kan indi" ucapan kakek dustin dipotong oleh dustin "sttttt,kakek Diam jangan bicara padanya dulu" ucap dustin pada kakeknya."ohh ok ok" ucap kakek dustin.

Kakek dustin tersenyum melihat dustin yang terlihat menyukai Indira.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!