NovelToon NovelToon
Dulu Aku Pergi Untuk Mati Kini Aku Kembali Sebagai Penguasa

Dulu Aku Pergi Untuk Mati Kini Aku Kembali Sebagai Penguasa

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Mengubah Takdir
Popularitas:6.7k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Demi membeli sebuah kue ulang tahun untuk sang adik, Rio yang baru berusia sepuluh tahun rela tak menebus obat hingga penyakit jantungnya kumat parah dan nyaris merenggut nyawanya. Tak ingin ibunya mati perlahan karena terjerat hutang biaya operasi sebesar lima ratus juta, Rio nekat kabur dari rumah sakit di tengah malam untuk menjemput ajalnya sendiri, meninggalkan ibunya yang hancur dalam tangisan. Namun takdir berkata lain; lima belas tahun berlalu, Rio yang diselamatkan oleh seorang konglomerat kini kembali sebagai Direktur Utama Grup Sentosa yang berkuasa, hanya untuk mendapati kenyataan yang menjijikkan. Rizky, adik kecil yang dulu sangat ia sayangi, kini tumbuh menjadi pria gila harta yang tega mengusir dan tak mengakui ibu kandung mereka yang pincang di tengah kemewahan pesta pernikahannya. Di detik itulah Rio melangkah maju ke tengah pesta, bukan lagi sebagai kakak yang rela berkorban, melainkan sebagai sang penguasa yang akan menghancurkan siapa pun yang berani meneteskan air

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30

Ciiiittt.

Mobil mewah hitam berhenti di depan pintu masuk lobi sebuah mal eksklusif di pusat kota Jakarta.

Seorang petugas valet buru-buru berlari dan membukakan pintu mobil dengan sikap sangat hormat.

Rio turun lebih dulu dengan mengenakan kemeja santai berwarna biru tua yang lengannya digulung sebatas siku.

Dia lalu mengulurkan tangannya untuk membantu ibunya turun dari dalam mobil.

Santi melangkah keluar dengan hati-hati sambil memegangi tas kecil barunya dengan erat.

Wanita tua itu menatap takjub ke arah bangunan mal raksasa yang berlapis kaca berkilauan di depannya.

"Rio, mal ini besar sekali, apa barang-barang di dalam tidak mahal nak?" tanya Santi dengan wajah cemas.

"Ibu tidak perlu memikirkan harga, hari ini tugas Ibu cuma menunjuk barang mana yang Ibu suka," jawab Rio tersenyum hangat.

Rio menggandeng tangan ibunya dan menuntunnya masuk melewati pintu kaca otomatis.

Hawa sejuk AC sentral berpadu dengan wangi parfum mahal langsung menyambut penciuman mereka.

Lantai marmer putih di dalam mal itu sangat mengkilap hingga Santi takut sepatunya akan mengotori lantai tersebut.

"Ibu belum pernah masuk ke tempat sebagus ini nak, biasanya Ibu cuma belanja di pasar inpres," gumam Santi berbisik pelan.

"Mulai sekarang Ibu akan terbiasa datang ke tempat seperti ini," balas Rio menepuk pelan punggung tangan ibunya.

Nadia sang asisten pribadi berjalan setia di belakang mereka membawakan beberapa tas kosong untuk persiapan.

Mereka masuk ke sebuah butik pakaian wanita dari merek terkenal asal Italia.

Kring.

Lonceng pintu berbunyi pelan saat mereka melangkah masuk ke dalam butik.

Beberapa pelayan toko yang melihat kedatangan Rio langsung membungkuk hormat karena mengenali wajah direktur utama itu.

"Selamat datang Tuan Rio, ada yang bisa kami bantu hari ini?" sapa manajer butik dengan senyum termanisnya.

"Tolong carikan pakaian terbaik, paling nyaman, dan paling elegan untuk ibuku," perintah Rio menunjuk Santi.

Santi langsung gelagapan saat tiga pelayan cantik mengerumuninya dan mulai mengukur badannya.

"Eh Mba, tidak usah repot-repot, saya pakai daster biasa juga sudah nyaman kok," tolak Santi merasa risih.

"Ibu diam saja dan nikmati pelayanannya, baju-baju ini akan membuat Ibu terlihat seperti ratu," bujuk Rio duduk di sofa tunggu.

Setelah hampir satu jam mencoba berbagai pakaian, Santi akhirnya keluar dari ruang ganti.

Wanita tua itu mengenakan gaun panjang berwarna merah marun yang sangat pas di tubuhnya.

Rambutnya yang beruban juga sudah ditata rapi oleh pelayan butik sehingga dia terlihat jauh lebih segar dan anggun.

Rio berdiri dan bertepuk tangan pelan melihat perubahan drastis ibunya.

Prok prok prok.

"Ibu cantik sekali hari ini, mirip sekali dengan foto masa muda Ibu dulu," puji Rio tulus.

Wajah Santi bersemu merah mendengar pujian dari anak sulungnya itu.

"Kamu ini bisa saja memuji orang tua, harganya pasti mahal sekali kan nak?" tanya Santi masih memikirkan uang.

"Nadia, bungkus semua pakaian yang tadi dicoba ibuku dan kirim langsung ke rumah," perintah Rio tanpa menjawab pertanyaan ibunya.

"Baik Tuan Rio, tagihannya akan langsung saya proses," angguk Nadia berjalan menuju meja kasir.

Setelah keluar dari butik, Rio mendapat panggilan telepon mendadak dari salah satu manajer proyeknya.

Drrt drrt.

Ponsel di saku Rio bergetar cukup lama.

"Ibu duduk di bangku taman mal ini sebentar ya, Rio harus angkat telepon penting dulu," pamit Rio menunjuk sebuah kursi panjang di dekat air mancur buatan.

"Iya nak, Ibu duduk di sini saja, kamu angkat saja teleponnya," jawab Santi duduk dengan tenang.

Rio berjalan agak menjauh ke sudut lorong agar suaranya tidak bising saat membicarakan proyek miliaran.

Santi duduk sendirian mengamati orang-orang kaya yang berlalu lalang dengan belanjaan mahal mereka.

Tiba-tiba perutnya terasa sedikit haus karena terlalu lama berada di dalam ruangan mal yang dingin.

Santi melihat ada sebuah kios minuman boba kecil di seberang tempatnya duduk.

Dia pun berdiri dan berjalan pelan menghampiri kios minuman tersebut.

"Mba, air putih botol satu ada?" tanya Santi pada pelayan wanita yang sedang menunduk mengelap meja kasir.

Pelayan wanita itu memakai seragam pegawai rendahan yang berwarna kuning mencolok.

"Kalau mau beli air putih di minimarket depan sana Bu, di sini cuma jual minuman racik," jawab pelayan itu ketus tanpa mengangkat wajahnya.

Santi mengerutkan keningnya karena merasa suara pelayan itu sangat familiar di telinganya.

Pelayan wanita itu akhirnya mendongakkan wajahnya dengan raut kesal karena diganggu.

Deg.

Keduanya sama-sama terbelalak kaget saat tatapan mata mereka bertemu.

Pelayan kios minuman itu adalah Cynthia Wijaya.

Mantan calon menantu keluarga Makmur yang beberapa hari lalu menghinanya habis-habisan di lobi hotel.

Rambut Cynthia tidak lagi ditata rapi ke salon dan wajahnya terlihat kusam tanpa riasan mahal.

"Kamu... kamu Cynthia kan?" tegur Santi ragu-ragu melihat perubahan drastis wanita muda itu.

Wajah Cynthia langsung memerah padam menahan rasa malu sekaligus amarah yang memuncak seketika.

Dia tidak menyangka akan bertemu dengan ibu dari pria yang sudah menipunya di tempat kerjanya yang memalukan ini.

"Sedang apa wanita gembel sepertimu ada di mal mewah ini hah?!" bentak Cynthia langsung menyerang dengan suara keras.

Suara melengking Cynthia membuat beberapa pengunjung mal berhenti dan menoleh ke arah mereka.

"Cynthia, kamu kerja di sini nak? Bukannya keluarga kamu orang kaya?" tanya Santi dengan polosnya tanpa bermaksud menyindir.

Namun pertanyaan polos itu justru terdengar seperti ejekan paling menyakitkan di telinga Cynthia.

Brak!

Cynthia menggebrak meja kasir dengan sangat keras hingga botol sirup di atasnya bergetar hebat.

"Jangan pura-pura bodoh dasar wanita tua bangka!" maki Cynthia dengan mata melotot marah.

"Keluargaku bangkrut dan Papaku masuk rumah sakit itu semua gara-gara anak penipumu dan kakak bajingannya itu!"

Santi terkesiap dan mundur selangkah mendengar makian kasar dari wanita muda di depannya.

"Anakmu si Rizky itu sudah menghancurkan masa depanku, dan sekarang kamu datang ke sini untuk menertawakanku?!" tuduh Cynthia menunjuk tepat ke wajah Santi.

"Tidak Cynthia, Ibu tidak bermaksud menertawakanmu, Ibu cuma kebetulan lewat mau beli minum," sangkal Santi membela diri dengan suara bergetar.

"Pembohong! Kamu pasti sengaja memata-mataiku kan?!" jerit Cynthia semakin histeris kehilangan akal sehatnya.

Kebangkrutan Grup Makmur benar-benar telah merenggut kewarasan dan sisa kesombongan Cynthia hingga tak tersisa.

1
Adelina Lin
mantap thor
kiyoe: terimakasih kak 🙏
total 1 replies
kiyoe
hehehe sabar kak 🤭
Sri rahayu
hidup melarat punya anak dajjal tidak berguna .bukannya bantu ibunya malah nyusahin
ceuceu
kejam jg rio
ALEXIS A.😇
thorr.. up dong
kiyoe: terimakasih kak 🙏
total 1 replies
ceuceu
Alhamdulillah rio ketemu orang baik
kiyoe: iyaa kak alhamdulilah hehe
total 1 replies
Dewiendahsetiowati
akhirnya kena karma juga anak laknat
Dewiendahsetiowati
dasar anak durhaka,jangan sampai kamu nanti ngaku anaknya Ibu Santi ketika ibumu diratukan Rio
Dewiendahsetiowati
bau2 adik durhaka nih
Dewiendahsetiowati
bikin nyesek bacanya😭😭😭
Dewiendahsetiowati: 1 ibu bisa merawat 10 anak giliran anak merawat 1 orang tua dioper2 bahkan di kasih dipanti jompo😭😭
total 2 replies
Dewiendahsetiowati
hadir thor
kiyoe: terimakasih kak semoga senang dengan cerita nya 🙏
total 1 replies
Rifqy Channel
author please harus buat Rio ungkapkan dirinya biar ibunya Rio Santi dan Rizky itu semua orang yang hadir juga harus terkejut. dan juga buat Rio putus hubungan dengan rizky supaya tidak kembali. dan Santi ikut ke Rio. 🙏😭😭😭
kiyoe: terimakasih kak atas masukannya
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!