NovelToon NovelToon
Manuver Nine

Manuver Nine

Status: sedang berlangsung
Genre:Drama / Musik / Light Novel
Popularitas:127
Nilai: 5
Nama Author: Awazaki Chiru

Daniel, Minami dan Latifa. Tiga sahabat yang bermimpi membangun sebuah roket bersama. Impian besar ini mereka rancang sedari mereka masih berada di sekolah dasar. mereka berambisius untuk membangun roket bersama.

Namun kondisi Latifa begitu kritis, disaat-saat terakhirnya, Latifa ingin impian mereka tetap berjalan meski tanpa dirinya.

Daniel dan Minami berjanji untuk menuntaskan misi besar yang diberikan Latifa sebelum dirinya tiada.

ini adalah kisah tiga sahabat yang bermimpi membawa umat manusia selangkah lebih maju.

ManuverNine.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Awazaki Chiru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Crew Mission

Daniel menata semua barangnya ke kamar miliknya, ia begitu senang karena ia diberi kamar pribadi agar ia bisa lebih fokus dalam menuntut ilmu.

"Akhirnyaa aku punya kamar sendiri, ini bikin aku gak keganggu lagi saat belajar deh" gumamnya bahagia.

"Saatnya meletakkan semua barang pada tempatnya dan pergi beristirahat sejenak" Daniel mulai merapikan barang yang ia bawa dan segera tidur.

Sorenya ia ingin jalan-jalan sebentar, ia ingin melihat-lihat sekitar karena ia ingin lebih kenal dengan tempatnya.

"Aku harus kenal dengan tempat disekitar sini, jikalau aku perlu sesuatu, aku gak akan kesusahan mencarinya" gumamnya

Daniel pergi sesuai map yang ada di-ponselnya untuk melihat apakah ada tempat yang menarik untuk ia datangi.

ia memperhatikan maps dan menemukan sebuah lapangan luas. ia tertarik untuk mengunjungi tempat itu dan segera menambahkan ikon lokasinya dan pergi dengan berjalan kaki. jaraknya tidak begitu jauh dari rumahnya, hanya 3 KM.

"Ah gak begitu jauh tempatnya, masih bisa aku jalan kaki ini, hitung-hitung biar sehat." Gumamnya sembari mengutak-atik ponsel.

Daniel berjalan kaki dengan penuh semangat, ia berpikir tempat luas itu bisa ia jadikan tempat peluncuran roket DIY miliknya.

Diperjalanan ia dihalang oleh sekelompok anjing liar, Daniel tidak menyukai anjing liar, yang jinak saja ia tak begitu suka, apalagi yang liar.

Daniel memasang kuda-kuda untuk segera lari. namun itu adalah pilihan paling bodoh yang pernah ada. bukannya selamat, ia justru dikejar habis-habisan oleh segerombolan anjing itu. Daniel berteriak meminta bantuan, namun karena ia berada di tempat sepi dan jauh dari kehidupan manusia, tak ada yang datang untuk menolongnya.

ia berlari hingga nafasnya habis, tak ada yang bisa ia lakukan. tiba-tiba dari semak-semak muncul dua orang gadis menggunakan topeng serba hitam dan kostum serba hitam pula.

Dua gadis itu membuat semacam benteng untuk melindungi Daniel dari kejaran anjing itu, mereka pikir ini berhasil mengalihkan perhatian anjing-anjing itu, Mereka terlalu naif.

akhirnya mereka bertiga dikejar habis-habisan oleh para segerombolan anjing itu. mereka bertiga berteriak namun karna jauh dari keramaian, tidak ada yang datang membantunya.

"Kalian ngapain sih" Teriak Daniel sembari berlari kencang.

"Kami hanya ingin membantumu! mereka terlalu liar!" Jawab salah satu dari mereka yang juga ikut berlari kencang.

"Kalian bodoh atau bagaimana? ini gak lucu!" Teriak Daniel.

Di ujung jalan, Daniel melihat sebuah celah dinding yang mungkin saja bisa menyelamatkan mereka dari kejaran anjing. Daniel spontan menarik kedua gadis itu untuk masuk ke dalam celah itu. untungnya celah itu mampu menampung mereka bertiga di dalamnya.

Dalam kondisi berdesak-desakan mereka harap cemas karna takut para anjing itu bisa menemukan mereka, untungnya setelah pelarian panjang, Daniel dan dua gadis itu bisa selamat namun tenaga Daniel benar-benar lemah. Daniel terjatuh tak sadarkan diri. total Daniel berlari 15 KM dengan waktu tempuh hampir 2 jam tanpa berhenti.

Beberapa saat kemudian Daniel dibangunkan oleh dua gadis yang tidak ia kenal itu.

"Bangun! kamu kenapa tidur di sini!" Salah satu dari mereka menampar muka Daniel agar Daniel segera sadar.

Daniel seketika sadar dan langsung bangun dari tempatnya.

"Apa yang terjadi" Ucapnya.

"Kau tertidur, kenapa tidur di sini coba?" Jawab gadis itu.

"Woi, siapa kalian?" Teriak Daniel.

"Serius, Kamu gak inget kami?" ucap salah satu gadis itu.

"Ingat? kalian siapa? aku gak pernah kenal dengan cewek yang memakai topeng aneh seperti kalian!" Jawab Daniel.

"Kami kecewa kamu lupa" Ucap lesu gadis itu.

"Sebentar! ini bukan novel romance, Kan? aku benar-benar gak pernah bertemu kalian" Ucap Daniel.

"Ah lupa,.. Minami, Lepas topengmu itu" Ucap salah satunya.

"Ah, kamu benar, Latifa." Jawab Minami.

Mereka berdua melepas topeng serba hitam itu dan menunjukan wajah cantik mereka berdua kepada Daniel.

"Ekspresi kalian bisa santai saja gak, sih?" Ucap Daniel dengan datar.

"Yah, padahal ini pertemuan kita setelah sekian lama, kamu kok santai gitu" Ucap Minami.

"Lagian kenapa kalian tidak bilang sedari awal coba? malah pakai kostum aneh seperti itu" Ucap Daniel.

"Haha, Aku denger kamu baru pindah dari desa ke kota. sudah lama tidak bertemu, ya! Daniel.." Ucap Minami.

"Ya, Lama tidak jumpa" Jawab Daniel kesal.

"Haha, kok reunian kita malah jadi aneh gini sih, kupikir kamu bakal bilang 'Wahh, Minami, Latifa, aku sudah lama menunggu kalian' ... ternyata respon kamu santai banget, ya!" Ucap Minami.

"Kenapa aku harus heboh? kita saja setiap hari chatingan, aneh kamu!" Jawab Daniel kesal.

"Yaa, kan feeling chatan dengan ketemu langsung beda, kan?" Sahut Latifa.

"Kalian kenapa bisa tau kalau aku pindah ke kota hari ini? aku gak pernah ngabarin, kan?" Ucap Daniel sembari membersihkan bajunya yang kotor.

"Orang tua mu kemaren datang ke kota, dia menanyakan rumah sederhana untuk dibeli, kebetulan ayahku kan seorang sales rumah, jadi dia tau rumah yang cocok untukmu" Jawabnya dengan penuh penjelasan.

"Jadi begitu, ya. Padahal aku ingin mengejutkan kalian di sini" Ucapnya

"Dari dulu juga kamu gak pernah bikin kami terkejjt, Daniel" Sahut Latifa lagi.

"hei Latifa. bisa gak sih kamu jangan menyela omongan kami, katakan aja apa yang mau kamu katakan sih!" Ucap Daniel kesal.

"Hihihi... habisnya dari tadi aku gak dipeduliin, hanya kalian saja yang berbicara." Jawabnya kesal.

"Haha, maaf, Latifa... Kami sedang bernostalgia" Ucap Minami.

"Nostalgia? perasaan dari tadi kalian hanya mengatakan hal tak penting, deh." Jawabnya.

"Pokoknya kita sudah selamat dari para anjing itu!" Ucap Daniel tegas.

"Sekarang, Apa yang akan kalian lakukan setelah bertemu denganku" Tanya Daniel

"Iya, ya. kami hanya ingin melihat kondisimu. kebetulan tadi saat kamu keluar, kami sengaja membuntuti kamu, siapa tau kamu mau ke tempat nakal, ternyata mau ke hutan doang, toh" Jawab Minami.

"Kau pikir aku manusia apa, hah?" Ucap Daniel kesal.

"Udah ahh udah.." Latifa melerai mereka.

"Sekarang kan sudah bertemu nih, gimana kita ke tempat lain saja?" Usul Latifa.

"Ke mana?" Tanya Daniel.

"Kita makan di restoran fav itu aja, yok" Jawab Latifa.

"Restoran?" tanya Daniel lagi

"Ahh, Restoran belakang SMA, ya? Boleh tuh." Ucap Minami.

"Yaudah, Ayok" Latifa menarik tangan Minami untuk menuju restoran yang dimaksud.

...

Sekitar 7 tahun yang lalu, tepatnya saat Daniel berada di bangku kelas 2 SD, ia begitu pendiam, tak ada yang ingin berbicara dengan Daniel. Bagi Daniel hidupnya hanya ia serahkan untuk pendidikannya, di desa pendidikan tidak semaju di perkotaan, banyak anak yang putus sekolah karna bagi mereka sekolah hanya membuang waktu mereka.

Daniel yang pendiam dan tidak peduli dengan sekitar merasa kalau orang lain hanya manusia yang tidak sama dengannya, Daniel meski baru kelas 2 SD, Ilmu yang ia miliki setara dengan anak SMA.

Suatu hari Danil mengerjakan soal Olimpiade Sains Nasional Matematika di kelasnya, ia hanya penasaran dengan bagaimana kompentensi yang diberikan oleh negara. ternyata soalnya sangat mudah.

Mudah baginya. Ia tertawa sendirian melihat soal-soal yang diberikan dan menjawab dengan mudah, sampai 2 teman kelasnya mengajaknya berbicara. itulah hari dimana Minami, Latifa dan Daniel bertemu. kisah yang benar-benar mengubah pandangan Daniel terhadap orang lain.

1
miilieaa
kenapa latifa lari ke hutan? mending di mall aja gaes 🤭🤣
miilieaa
ayo Daniel ceritakan padaku jugaaa🤭
AkuNulis: Daniel blak blakan, nanti cerita hal ga penting 🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!